• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV SITUASI UPAYA KESEHATAN

A. PELAYANAN KESEHATAN DASAR

Pelayanan antenatal adalah pelayanan oleh tenaga professional (dokter spesialis kebidanan, dokter umum, bidan, dan tenaga kesehatan). Untuk ibu selama masa kehamilannya sesuai dengan ukur tinggi badan, ukur tekanan darah, pemberian immunisasi TT, ukur tinggi fundus uteri, dan pemberian tablet besi minimal 90 tablet selama masa kehamilan. Cakupan K1 dapat dipantau melalui pelayanan kunjungan baru ibu hamil (K1) untuk mengukur akses dan pelayanan ibu hamil sesuai standar untuk melihat kualitas. Cakupan K1 tahun 2018 sebesar 8.636 (76,8%). (Lihat lampiran Tabel 29)

Grafik 4.1

Cakupan Kunjungan Ibu Hamil K-1 dan K4 di Kabupaten Aceh Besar

Dari grafik 4.1 menunjukkan bahwa cakupan K1 dengan K4 tahun 2018 belum tercapai sedangkan K4 masih rendah dari pada K1 sebesar 76,8% terjadi penurunan dari tahun sebelumnya, hal ini perlu meningkatkan pemantauan laporan di fasilitas kesehatan.

2. Cakupan Kunjungan Ibu Hamil K-4

Ibu hamil yang mendapatkan pelayanan antenatal sesuai standar paling sedikit empat kali, dengan distribusi pemberian pelayanan yang dianjurkan adalah minimal satu kali pada trimester pertama, satu kali pada trimester kedua dan dua kali pada trimester ketiga umur kehamilan. Kunjungan ibu hamil K4 di Kabupaten Aceh Besar selama 8 tahun terakhir belum pernah mencapai target nasional (95%), dari tahun 2011 mengalami fluktuatif dan cakupan pada tahun 2018 mencapai 68,3%.

Grafik 4.2

Cakupan Kunjungan Ibu Hamil K-4 di Kabupaten Aceh Besar

Tahun 2011-2018 95 89 91 85,2 75 78,8 79,8 76,8 85,8 78 82,1 79,1 68,1 70,2 73,6 68,3 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 %K1 %K4

Profil Kesehatan Kabupaten Aceh Besar Tahun 2019 40 Berdasarkan grafik diatas Cakupan pelayanan kesehatan ibu hamil (K-4) tahun 2018 berjumlah 7.687 (68,3%) terjadi penurunan dari tahun sebelumyan namun belum mencapai target 95%. Jumlah untuk mengidentifikasikan bahwa kelompok sasaran, masih kurang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

Gambar 4.2

Cakupan Kunjungan Bumil K-4 di Puskesmas Kabupaten Aceh Besar Tahun 2018

Dari grafik diatas menunjukkan bahwa cakupan K4 yang telah mencapai target adalah Puskesmas Krung Barona Jaya berjumlah 98% dan Lembah Seulawah sebanyak 96%, dalam hal ini untuk meningkatkan cakupan K4 perlu penyelenggarakan penyuluhan P4K di masyarakat.

3. Cakupan Persalinan Oleh Tenaga Kesehatan

85,8 78 82,1 79,1 68,1 70,2 73,6 68,3 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 64 67 68 72 68 67 51 62 45 76 96 57 66 70 74 63 74 54 98 69 74 64 72 66 59 88 45 62 00 20 40 60 80 100 120

%K4

Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan adalah jumlah ibu bersalin yang mendapat pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu. Komplikasi dan kematian ibu maternal serta bayi baru lahir sebahagian besar terjadi pada masa persalinan, hal ini antara lain disebabkan pertolongan tidak dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai kompetensi kebidanan (profesional) dan persalinan bukan pada fasilitas kesehatan.

Sebagai upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), pertolongan persalinan diupayakan oleh bidan atau tenaga kesehatan dengan kompetensi kebidanan. Cakupan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan pada tahun 2018 sebesar 71,3% dan selama 8 tahun terakhir belum mencapai target nasional (90%).

Grafik 4.3

Cakupan Persalinan ditolong oleh Tenaga Kesehatan dan Ibu Nifas Mendapatkan Pelayanan Kesehatan

di Kabupaten Aceh Besar Tahun 2011-2018

Berdasarkan grafik diatas menunjukkan bahwa Cakupan pertolongan persalinan Oleh Tenaga Kesehatan di Kabupaten Aceh Besar Tahun 2018 sebesar 71.3%.dari jumlah ibu bersalin sebanyak 7.664 ibu.

89,80 84,90 88,60 82,0 72,60 75,50 72,30 71,30 99,3 84,8 83,1 81 67,2 75,5 64 71,3 -20,0 40,0 60,0 80,0 100,0 120,0 140,0 160,0 180,0 200,0 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 %PN %Bufas Yankes

Profil Kesehatan Kabupaten Aceh Besar Tahun 2019 42

4. Cakupan Pelayanan Nifas

Pelayanan ibu nifas sesuai standar adalah Pelayanan kepada ibu nifas sedikitnya 3 kali, kunjungan nifas ke-1 pada 6 jam setelah persalinan sampai dengan 3 hari; kunjungan nifas ke-2 hari ke 4 s/d hari ke 28 setelah persalinan, kunjungan nifas ke-3 hari ke 29 s/d hari ke 42 setelah persalinan termasuk pemberian Vit A 2 kali serta persiapan dan atau pemasangan KB pasca persalinan. Cakupan pelayanan ibu nifas pada tahun 2018 sebesar 71,3% dan selama 8 tahun terakhir belum mencapai target nasional (90%).

Grafik 4.4

Cakupan Pelayanan Kesehatan Ibu Nifas Kabupaten Aceh Besar

Tahun 2011-2018

Grafik diatas dapat dilihat Cakupan Pelayanan Kesehatan Ibu Nifas di Kabupaten Aceh Besar Tahun 2018 sebesar 7.664 (71,3%).

5. Cakupan Pemberian Vitamin A pada Ibu Nifas

Cakupan ibu nifas mendapat kapsul Vitamin A adalah jumlah pemberian vitamin A 2 kali pada ibu bersalin saat periode nifas yaitu 6 jam sampai 42 hari pasca persalinan. Dari cakupan pemberian vitamin A pada ibu nifas di Kabupaten Aceh Besar tahun 2018 sebesar 7.664 (71,3%) (Lihat lampiran Tabel 29)

6. Peresentase Cakupan Imunisasi TT Ibu hamil. 99,3 84,8 83,1 81 67,2 75,5 64 71,3 0 20 40 60 80 100 120 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019

% Bufas Yankes

Imunisasi TT Ibu hamil adalah pemberian vaksin TT pada Ibu hamil sebanyak 5 dosis dengan interval tertentu (yang dimulai saat dan atau sebelum kehamilan). Cakupan pemberian imunisasi pada Ibu Hamil di Kabupaten Aceh Besar tahun 2018 adalah TT-1 berjumlah 411 (3,7%), TT-2 berjumlah 820 (7,3%), TT-3 berjumlah 3.203 (28.5%), TT-4 berjumlah 2.024 (18%), TT-5 berjumlah 2.136 (19%), sedangkan TT2+ berjumlah 8.156 (72,5%).(Lihat

lampiran Tabel 30)

7. Cakupan Ibu Hamil yang Mendapatkan Tablet Besi (Tablet Fe)

Zat besi adalah mineral yang dibutuhkan untuk membentuk sel darah merah (hemoglobin).

Kekurangan zat besi (anemia defisiensi besi) selama hamil dapat berdampak tidak baik bagi ibu maupun janin. Kekurangan zat besi juga mempengaruhi pertumbuhan janin sehingga saat lahir, berat badannya dibawah normal, yang disebut sebagai bayi berat lahir rendah (BBLR). Akibat lain dari anemia defisiensi besi selama hamil adalah bayi lahir prematur.

Persentase Ibu Hamil yang mendapat tablet Fe3 sejumlah 90 tablet diberikan selama periode kehamilannya. Cakupan pada tahun 2018 Fe1 adalah 8.652 (76.9%), dan Fe 3 sebesar 7.687 (68,3%) dari total ibu Hamil sebanyak 11.250 ibu. (lihat lampiran Tabel 32)

8. Cakupan Komplikasi Kebidanan yang ditangani

Komplikasi kebidanan adalah Kesakitan pada ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas yang dapat mengancam jiwa ibu dan/atau bayi Penanganan komplikasi kebidanan adalah Ibu hamil, bersalin dan nifas dengan komplikasi yang mendapatkan pelayanan sesuai standar pada tingkat pelayanan dasar dan rujukan (Polindes, Puskesmas, Puskesmas PONED (Pelayanan Obstetri Neonatus Esensial Dasar), Rumah bersalin, RSIA,RSHB, RSU, RSU PONEK (Pelayanan Obstetri Neonatus Emergensi Komprehensif).

Capaian komplikasi kebidanan yang ditangani di Kabupaten Aceh Besar pada tahun 2018 mencapai 54,1%. (lihat lampiran Tabel 33)

Grafik 4.5

Profil Kesehatan Kabupaten Aceh Besar Tahun 2019 44

Kabupaten Aceh Besar Tahun 2011-2018

Berdasarkan grafik diatas capaian komplikasi yang ditangani Kabupaten Aceh Besar dari tahun 2011 sampai dengan 2018 masih dibawah target Nasional 100%.

9. Cakupan Neonatus dengan Komplikasi yang Ditangani

Komplikasi neonatal adalah Neonatal dengan penyakit dan kelainan yang dapat menyebabkan kesakitan, kecacatan, dan kematian. Neonatus dengan komplikasi seperti asfiksia, ikterus, hipotermia, tetanus neonatorum, infeksi/sepsis, trauma lahir, BBLR (berat badan lahir rendah <2500 gr), sindroma gangguan pernafasan, kelainan kongenital. Penanganan komplikasi neonatal adalah neonatal dengan komplikasi disatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu yang ditangani sesuai dengan standar oleh tenaga kesehatan terlatih di seluruh sarana pelayanan kesehatan. Perhitungan sasaran neonatal dengan komplikasi : dihitung berdasarkan 15% dari jumlah bayi baru lahir. Jika tidak diketahui jumlah bayi baru lahir maka dapat dihitung dari Crude Birth Rate x jumlah penduduk. Cakupan Neonatus dengan Komplikasi yang Ditangani di Kabupaten Aceh Besar pada tahun 2018 tercapai 54,1% dimana dari jumlah perkiraan neonatus dengan komplikasi 1.137 kasus, namun yang mendapatkan

44,8 52,3 59,1 69,9 57,3 57,2 70,1 70,1 80 80 80 80 80 80 100 100 0 20 40 60 80 100 120 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 Penanganan Komp.kebidanan Target Nasional

penanganan komplikasi neonatal sebanyak 615 kasus, ini artinya jumlah neonatus dengan komplikasi di Kabupaten Aceh Besar tidak melebihi dari jumlah angka perkiraan nasional (15%). (lihat lampiran Tabel 33)

.

10. Persentase Peserta KB Aktif Menurut Jenis Kontrasepsi.

Peserta KB Aktif adalah peserta KB baru dan lama yang masih aktif memakai kontrasepsi terus-menerus untuk menunda, menjarangkan kehamilan atau yang mengakhiri kesuburan. Jumlah peserta KB Aktif tahun 2018 sebanyak 230.587 akseptor (100%) dengan metode kontrasepsi yang terbanyak adalah suntik 121.280 (52,6%). (Lihat lampiran Tabel 34,35,36)

11. Cakupan Peserta KB Baru Menurut jenis Kontrasepsi

Peserta KB baru dalah pasangan usia subur yang baru pertama kali menggunakan salah satu cara/alat kontrasepsi dan/atau pasangan usia subur yang menggunakan kembali salah cara/alat kontrasepsi, termasuk pasca keguguran, sesudah melahirkan, atau pasca istirahat. Sedangkan Pasangan Usia Subur (PUS) adalah Pasangan suami istri yang istrinya berumur antara 15-49 tahun, dalam hal ini termasuk pasangan yang istrinya lebih dari 15-49 tahun tetapi masih mendapat menstruasi. Jumlah peserta KB baru tahun 2018 sebanyak 7.313 akseptor (100%), (Lihat lampiran Tabel 34,35,36)

12. Persentase Berat Badan Bayi Lahir Rendah

Bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) adalah bayi dengan berat lahir kurang dari 2500 gram. Bayi dengan BBLR di Kabupaten Aceh Besar tahun 2018 sebanyak 227 bayi dari 7.518 kelahiran hidup atau sebesar 3,2% (Lihat

lampiran Tabel 37).

13. Cakupan Kunjungan Neonatus

Cakupan kunjungan Neonatal (KN) adalah persentase neonatal (bayi kurang dari satu bulan) yang memperoleh pelayanan kesehatan minimal dua kali dari tenaga kesehatan, satu kali pada umur 0 – 7 hari dan satu kali pada

Profil Kesehatan Kabupaten Aceh Besar Tahun 2019 46 umur 8 – 28 hari, hal ini untuk melihat jangkauan dan kualitas pelayanan kesehatan neonatal. Cakupan neonatal pada tahun 2018 di Kabupaten Aceh Besar untuk KN1 berjumlah 7.609 (100%). Sedangkan KN 3 (lengkap) berjumlah 7.300(96%) (Lihat lampiran Tabel 38).

14. Persentase Bayi yang Mendapat ASI Eksklusif

Pemantauan terhadap pelaksanaan ASI Ekslusive tahun 2018 diperoleh hasil cakupannya sebesar 1.947 (57.2%) dari total bayi berjumlah 3.764 bayi yang ada. Adapun kriteria ASI ekslusive adalah bayi yang tidak diberi makan selain ASI sampai dengan umur 6 bulan. (Lihat lampiran Tabel 39).

15. Cakupan Pelayanan Kesehatan Bayi

Pelayanan kesehatan pada bayi minimal 4 kali yaitu satu kali pada umur 29 hari-2 bulan, 1 kali pada umur 3-5 bulan, 1 kali pada umur 6-8 bulan, dan 1 kali pada umur 9-11 bulan. Pelayanan Kesehatan tersebut meliputi pemberian imunisasi dasar (BCG, DPT/ HB1-3, Polio 1-4, Campak), pemantauan pertumbuhan, Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK), pemberian vitamin A pada bayi umur 6-11 bulan, penyuluhan pemberian ASI eksklusif dan Makanan Pendamping ASI (MP ASI).

Cakupan pelayanan kesehatan bayi di Kabupaten Aceh Besar pada tahun 2018 mencapai 62,9% dimana dari 10.429 bayi, yang mendapatkan pelayanan sesuai standar diatas sebanyak 6.561 bayi.(Lihat lampiran tabel 40).

16. Cakupan Desa /kelurahan “Universal Child Immunization” (UCI)

Desa atau Kelurahan UCI (Universal Child Immunization) adalah desa/kelurahan dimana ≥80% dari jumlah bayi yang ada di desa tersebut sudah mendapat imunisasi dasar lengkap dalam waktu satu tahun. Cakupan desa UCI di Kabupaten Aceh Besar tahun 2018 sebesar 44,2%. Dalam kurun 8 tahun terakhir (2012 – 2018) Kabupaten Aceh Besar belum mencapai 100%. (lihat

Grafik 4.6

Cakupan Desa “Universal Child Immunization” (UCI) di Kabupaten Aceh Besar Tahun 2012-2018

Berdasarkan grafik diatas capaian desa UCI Kabupaten Aceh Besar dari tahun 2011 sampai dengan 2018 terjadi penurunan sampai dengan 44,2% dibandingkan dari tahun sebelumnya dan masih dibawah target Nasional 100%. Hal ini perlu meningkatkan pelayanan imunisasi di masyarakat dan sangat penting juga kerja sama lintas sektor untuk mengajak masyarakat dalam hal pemanfaatan vaksin imunisasi.(Lihat lampiran Tabel 41)

17. Persentase Cakupan Imunisasi Bayi.

Program imunisasi merupakan salah satu program prioritas dari Depkes yang mempunyai nilai efektifitas yang tinggi dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi akibat penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan immunisasi. Desa/kelurahan Universal Child Immunization (UCI) adalah desa/kelurahan dimana ≥ 90% dari jumlah bayi yang ada di desa tersebut sudah mendapat imunisasi dasar lengkap dalam waktu satu tahun.

Keberhasilan program Imunisasi pada tahun 2018 dilihat dari cakupan Desa/ Kelurahan UCI masih mencapai 44,2%, dari 267 desa. Bayi yang ada telah mendapatkan imunisasi dasar lengkap sebesar 4.816 (48,3%) masih terlalu rendah. (Lihat lampiran Tabel 43)

18. Cakupan Pemberian Vitamin A pada bayi 65,9 79,4 64,6 80,1 60,3 72,4 85,6 44,2 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019

Profil Kesehatan Kabupaten Aceh Besar Tahun 2019 48 Vitamin A merupakan zat gizi yang sangat diperlukan bagi bayi dan ibu nifas, karena zat gizi ini sangat penting agar proses fisiologis dalam tubuh berlangsung secara normal, termasuk pertumbuhan sel, meningkatkan fungsi penglihatan, meningkatkan imunologis dan pertumbuhan badan. Vitamin A juga membantu mencegah perkembangan sel-sel kanker.

Pemberian Vitamin A yang rutin dilakukan setahun dua kali, yaitu Bulan Februari dan Agustus. Cakupan pemberian vitamin A pada bayi 6 – 11 bulan di Kabupaten Aceh Besar tahun 2018 adalah 5.077 (90,7%) (lihat lampiran tabel

44)

19. Cakupan Pemberian Vitamin A pada Anak Balita

Cakupan anak balita 12-59 bulan mendapatkan vitamin A 2 kali pertahun di Kabupaten Aceh Besar tahun 2018 adalah sebesar 37.136 (94.7%), sementara untuk balita 6-59 bulan sebesar 42.212 (94,2%). (lihat lampiran tabel 44)

20. Cakupan Baduta ditimbang

Baduta yang ada adalah anak usia 0-23 bulan yang berasal dari seluruh posyandu yang melapor disuatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu. Baduta ditimbang adalah baduta yang ditimbang berat badannya disarana pelayanan kesehatan termasuk diposyandu dan tempat penimbangan lainnya. Jumlah Baduta yang ditimbang tahun 2018 sebesar 11.486 (81,6%), sementara Bawah Garis Merah (BGM) adalah baduta yang hasil penimbangan berat badannya berada di bawah garis merah pada kartu menuju sehat (KMS). Jumlah baduta Bawah garis merah pada tahun 2018 yaitu 720 (6,3%), (Lihat

lampiran Tabel 45)

21. Cakupan pelayanan Anak balita

Pelayanan kesehatan anak balita adalah pelayanan kesehatan bagi anak umur 12-59 bulan yang memperoleh pelayanan sesuai standar, meliputi

pemantauan pertumbuhan minimal 8x setahun, pemantauan perkembangan minimal 2x setahun, pemberian vitamin A 2x setahun. Cakupan pelayanan anak balita minimal 8x pada tahun 2018 sebesar 19.381 (51,8%), (Lihat lampiran

Tabel 46).

22. Cakupan Balita ditimbang

Balita ditimbang adalah jumlah balita yang ditimbang berat badannya disarana pelayanan kesehatan termasuk di posyandu, puskesmas dan tempat penimbangan lainnya. Balita dengan berat badan dibawah garis merah (BGM) adalah jumlah balita yang pada saat ditimbang berat badannya dibawah gasris merah pada KMS. Cakupan Balita ditimbang (D/S) di Kabupaten Aceh Besar tahun 2018 sebesar 24,440 (70,64%), (Lihat lampiran Tabel 47)

23. Balita dengan gizi buruk

Status gizi adalah keadaan tubuh sebagai akibat dari pemakaian, penyerapan, dan penggunaan makanan (Suhardjo, dkk 2003:256). Status gizi balita dapat dilihat kasus balita gizi buruk yaitu balita dengan status gizi berdasarkan indeks berat badan (BB) menurut panjang badan (BB/PB) atau berat badan (BB) menurut tinggi badan (BB/TB) dengan Z-score <-3 SD (sangat kurus) dan/atau terdapat tanda-tanda klinis gizi buruk lainnya (marasmus, kwashiorkor, dan marasmuskwasiorkor). Jumlah kasus gizi buruk dari tahun 2011 sampai tahun 2015 di Kabupaten Aceh Besar mengalami penurunan, meningkat lagi di tahun 2018 ditemukan 7 kasus gizi buruk dan seluruhnya telah mendapatkan perawatan. (lihat lampiran table 48)

Grafik 4.7

Jumlah kasus Balita dengan gizi buruk Kabupaten Aceh Besar

Profil Kesehatan Kabupaten Aceh Besar Tahun 2019 50 Pada grafik diatas trend yang terjadi adalah penurunan kasus gizi buruk pada tahun sebelumnya terjadi kenaikan kasus pada tahun 2018 sebanyak 7 kasus. Hal ini menunjukkan untuk keberhasilan program gizi masyarakat masih terjadi penurunan dalam mencegah dan mengatasi terjadinya gizi buruk di Kabupaten Aceh Besar dengan kegiatan baik yang bersifat promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif dan laporan survelans sudah berjalan dengan baik, dengan meningkatnya kasus tahu 2018 perlu perhatian khusus baik dengan lintas sektor dan lintas program agar angka kejadian gizi buruk di Kabupaten Aceh Besar terjadi penurunan serta pemantauan terhadap gizi kurang harus dilakukan secara optimal.

Indikator yang digunakan untuk Standar Gizi buruk adalah BB/TB melalui penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan yang dilakukan pada bulan Februari dan Agustus setiap bulannya.

24. Cakupan Penjaringan Kesehatan Siswa SD dan Setingkat

Cakupan Penjaringan siswa SD dan setingkat adalah pemeriksaan kesehatan umum, kesehatan gigi dan mulut siswa SD dan setingkat melalui penjaringan kesehatan terhadap murid kelas 1 SD dan Madrasah Ibtidayah yang dilaksanakan oleh tenaga kesehatan bersama tenaga terlatih (guru dan dokter kecil) di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu. Berdasarkan data Yankes Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Besar Cakupan Penjaringan Kesehatan Siswa SD dan setingkat tahun 2018 sebesar 7.072 ( 94.8%).(Lihat

lampiran Tabel 49)

25. Cakupan Pelayanan kesehatan Siswa SD dan Setingkat. 526 317 160 58 21 28 4 7 0 100 200 300 400 500 600 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018

Cakupan Pelayanan Kesehatan Siswa SD dan Setingkat Berdasarkan data Yankes Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Besar tahun 2018 sebesar 259 ( 100%) dari jumlah 259 sekolah yang ada. (Lihat lampiran Tabel 49)

26. Rasio Tumpatan/Pencabutan gigi

Rasio Tumpatan/Pencabutan gigi berdasarkan data Yankes Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Besar tahun 2018 adalah 0,9%,(Lihat lampiran

Tabel 50)

27. Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak SD dan setingkat

Cakupan Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut Pada anak SD dan setingkat. Berdasarkan data Yankes Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Besar tahun 2018 jumlah murid SD/MI yaitu 9,572 orang dan murid SD/MI yang diperiksa yaitu 6,779 (70,8%) dan mendapatkan perawatan sebesar 3.392 (83%). (Lihat lampiran Tabel 51)

28. Cakupan Pelayanan Kesehatan Usila.

Cakupan Pelayanan kesehatan usila Berdasarkan data Yankes Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Besar tahun 2018 sebanyak usila 32.254 (100%) orang dan jumlah usila yang mendapatkan pelayanan Kesehatan berjumlah 32.254 jiwa. (Lihat lampiran Tabel 52)

B. AKSES DAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN

Dokumen terkait