• Tidak ada hasil yang ditemukan

E. Pencapaian Indikator Pelayanan Lain di RSJMS

4. Pelayanan Penunjang

Kegiatan pelayanan penunjang medis merupakan kegiatan yang sifatnya membantu pelayanan medis untuk menegakkan diagnosa dan rehabilitasi medik pasien serta menunjang kegiatan pelayanan lainnya. Kegiatan penunjang yang tersedia di RSJ Mutiara Sukma adalah pelayanan psikometri, laboratorium, farmasi, radiologi, elektromedik, gigi dan mulut. ● Pelayanan Elektromedik

Pelayanan elektromedik dalam 2 (dua) tahun terakhir mengalami penurunan. Berdasarkan laporan dari unit elektromedik, jumlah kunjungan tahun 2013 sebanyak 735 kunjungan dan menurun tahun 2014 menjadi 615 kunjungan, pada tahun 2015 kembali mengalami penurunan 404 Kunjungan. Penurunan kunjungan salah satunya disebabkan oleh tidak adanya kerjasama RSJ Mutiara Sukma dengan pihak luar dan rujukan dari RS lain.

Kunjungan pasien tahun 2015 berdasarkan status pembayaran sebagian besar merupakan pasien BPJS (67,57%), sedangkan pemeriksaan yang paling banyak adalah pemeriksaan infra red radiator (30,45%) dan electrical stimulation (30,45%), pemeriksaan paling sedikit adalah EEG (12,38%).

Ketenagaan di unit pelayanan elektromedik adalah 3 orang fisioterapis yang merangkap sebagai tenaga administrasi. Unit rehabilitasi medik/elektromedik sudah memiliki beberapa alat canggih seperti EEG dan brainstimulator for ADHD.

●Pelayanan Psikometri

Pelayanan psikometri dilaksanakan di poli psikologi dan poli pskiatri anak “Mental Sehat Ceria”(poli MSC)”. Selain pelayanan tes psikometri, di poli MSC juga melayani anak-anak berkebutuhan khusus seperti autisme, retardasi mental, dan epilepsi yang berindikasi ke kelainan mental.

Berdasarkan laporan dari unit psikometri, jumlah pemeriksaan tahun 2015 mengalami penurunan dibandingkan tahun 2014. Dari 1,162 pemeriksaan

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat

tahun 2014, menjadi 548 pemeriksaan tahun 2015 atau menurun sebesar 52,83%. Penurunan jumlah pemeriksaan yang sangat bermakna tersebut disebabkan oleh tidak ada permintaan tes pejabat publik untuk mendapatkan surat keterangan sehat jiwa.

Berdasarkan asal rujukan sebagian besar kunjungan di poli psikologi adalah Rawat inap sebesar 11,13% dan rujukan dari poliklinik sebesar 88,86% dengan status pembayaran terbanyak pembayaran umum sebesar 99,08%. Jenis pemeriksaan sebagian besar adalah tes MMPI (85,40%).

Untuk pelayanan poli MSC, jumlah kunjungan tahun 2015 sebanyak 1808 kunjungan mengalami peningkatan dari tahun 2014 sebayak 886 kunjungan. Pemeriksaan terbanyak ditahun 2015 yakni pemeriksaan fisik dan mental (66,18%) dan test IQ (6,36%).

●Pelayanan gigi dan mulut

Poliklinik gigi dan mulut tidak membuka pelayanan dikarenakan adanya kegiatan Finishing poliklinik yang merupakan kegiatan lanjutan dari renovasi dan perluasan poliklinik dan gedung kantor.

●Pelayanan Farmasi

Tahun 2015 adalah tahun kedua pemberlakuan JKN yang menyebabkan perubahan pada status pembayaran pasien, baik yang rawat inap maupun rawat jalan. Salah satu implikasinya adalah dalam kefarmasian, sebelum pemberlakuan BPJS, penggunaan obat bagi pasien IGD masih dapat diklaim tersendiri, tetapi setelah pemberlakuan BPJS penggunaan obat di IGD tidak lagi diklaim tersendiri tetapi menjadi satu dengan status rawat pasien, apakah rawat jalan atau rawat inap. Kegiatan pelayanan Farmasi di RSJ Mutiara Sukma meliputi penyediaan obat bagi pasien rawat jalan, rawat inap dan bagi kegiatan ekternal RSJ Mutiara Sukma seperti kegiatan penanggulangan bencana dan pasung bagi pasien umum dan pasien dengan jaminan. Pelayanannya berorientasi kepada pelayanan pasien, penyediaan obat yang bermutu dan terjangkau bagi semua lapisan masyarakat.

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat

maupun rawat inap. Jenis obat yang disediakan terdiri dari obat generik dan obat non generik. Untuk obat generik sebanyak 128 item atau 53% dan obat non generik 113 item atau 47%. Semua resep yang masuk ke unit farmasi terlayani (100%).

Obat-obatan yang dipergunakan adalah obat anti psikotik 44 jenis tahun 2015 lebih banyak daripada 2014 dengan 38 jenis, anti depresi 13 jenis tahun 2014 dan 10 jenis tahun 2013, anti mania 5 jenis tahun 2015 dan 4 jenis di tahun 2013, anti epilepsi/konkulsi 10 jenis tahun 2015 dan 9 jenis di tahun 2013, anti anxietas 22 jenis tahun 2014 dan 23 jenis di tahun 2013, anti parkinson 8 jenis tahun 2014 dan 7 jenis di tahun 2013, neurotropik 10 jenis tahun 2014 dan 5 jenis di tahun 2013, anti ADHD 1 jenis tahun 2014 dan 1 jenis di tahun 2013. Selain obat jiwa, farmasi juga menyediakan obat umum sebanyak 120 jenis tahun 2015 dan 104 jenis tahun 2013 serta BAHKP 34 jenis tahun 2015 dan 104 jenis di tahun 2014. Golongan obat demensia yang pertama kali diadakan tahun 2013 sebanyak 1 jenis menjadi 3 jenis di tahun 2014 masih sama ditahun 2015 ada 3 jenis obat dimentia. Secara umum penggunaan jenis obat di tahun 2015 mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2014, yang disebakan oleh adanya perubahan kebijakan penggunaan obat-obatan di RS.

Jumlah kunjungan di unit farmasi dihitung berdasarkan jumlah kertas resep yang dilayani. Jumlah kunjungan berdasarkan jumlah kertas resep tahun 2015 adalah 68,634, kunjungan, meningkat 22,5% dibandingkan tahun 2014. Hal ini disebabkan karena terjadinya peningkatan jumlah pasien. Berdasarkan jumlah resep yang ditulis oleh dokter, tahun 2015 adalah 227.171 resep, meningkat 21,41% dibanding tahun 2014 dengan 178,513 resep.

●Pelayanan Radiologi

Pelayanan Radiologi tidak membuka pelayanan dikarenakan adanya kegiatan Finishing poliklinik yang merupakan kegiatan lanjutan dari renovasi dan perluasan poliklinik dan gedung kantor.

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat

●Pelayanan Laboratorium

Jumlah pemeriksaan di Laboratorium tahun 2015 adalah 9,893 pemeriksaan, mengalami penurunan sebesar 28,54% dibandingkan tahun 2014 dengan 13,845 pemeriksaan. Seperti pada tahun-tahun sebelumnya peningkatan yang signifikan disebabkan oleh adanya kerjasama dengan pihak luar seperti tes CPNS dan pelamar kerja lainnya untuk pemeriksaan bebas Narkoba.

Kunjungan ke unit pelayanan laboratorium RSJ Mutiara Sukma untuk tahun 2015 terbanyak berasal dari poliklinik (81,83%). Selain dari poliklinik, kunjungan juga berasal dari IGD (1,56%), Intensif (10,04%) dan rawat inap (6,55%). Sedangkan jenis pemeriksaan terbanyak adalah pemeriksaan narkoba (78,12%).

Berdasarkan status pembayaran, terbanyak adalah Umum (83,01%) dan sisanya adalah pasien BPJS (16,98%). Pelayanan di unit laboratorim masih ada kendala seperti mikroskop dan alat pemeriksaan kimia klinik masih kurang dan fungsi ruang yang sudah tidak sesuai dengan volume pelayanan.

Dokumen terkait