BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.4 Pelayanan Sosial Lanjut Usia
2.4.1. Pengertian Pelayanan Sosial Lanjut Usia
Pelayanan sosial lanjut usia adalah proses pemberian bantuan yang dilaksanakan secara terencana dan berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan lanjut usia, sehingga yang bersangkutan mampu melaksanakan fungsi sosialnya (Departemen Sosial, 2007: 4).
Pelayanan sosial bagi lanjut usia terdiri dari: 1) Pelayanan kesehatan
Menjadi tua juga berarti menurunnya kesehatan fisik. Disamping itu penderita penyakit yang kronis lebih banyak terjadi pada orang usia lanjut daripada orang muda. Karenanya orang lanjut usia memerlukan perawatan yang relatif lebih lama.
Praktek-praktek kesehatan yang terbaik seharusnya disediakan bagi orang tua, sehingga memungkinkan mereka tetap berguna bagi dirinya dan bagi orang lain. Ilmu pengetahuan medis harusnya dipergunakan tidak hanya untuk mengurangi atau mengobati penyakit orang tua dan penyakit-penyakit kronis, tapi juga untuk mencegah agar mereka tidak mengalami penyakit. Dengan demikian mereka tetap berproduktif dan dapat berdiri sendiri dan tidak menggantungkan hidupnya kepada orang lain.
2) Pelayanan Pendidikan
Tujuan pendidikan tidak hanya untuk masa sekarang, tapi juga untuk masa depan, sehingga pada saat seseorang menjadi tua, ia dapat menikmati hasil pendidikannya. Saat seseorang menginjak usia tua, ia memerlukan suatu proses belajar untuk menyesuaikan dengan proses ketunaan, permasalahan dan kebutuhan-kebutuhannya. Pelayanan pendidikan dibutuhkan bagi orang-orang yang berusia lanjut, terutama yang masih aktif dalam lapangan kerja untuk menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan tehnologi, sehingga mereka tetap dapat berpartisipasi pada lapangan kerjanya.
3) Pelayanan Perumahan
Perumahan juga merupakan masalah bagi usia lanjut, walaupun orang tua telah mempunyai rumah sendiri, mungkin datang suatu saat untuk memutuskan, apakah mereka akan pindah ke tempat yang baru atau meninggalkan rumahnya dan tinggal bersama anak mereka, atau kemungkinan mereka hidup di dalam panti yang khusus disediakan untuk orang lanjut usia. Hidup dengan anak mungkin menimbulkan kepuasan, tapi banyak menimbulkan masalah, terutama apabila keadaan perumahan yang tidak mengizinkam atau apabila anak tidak sepenuhnya
menerima kehadiran orangtua dalam rumah-tangganya. Karena itu orang banyak memilih tinggal dalam lembaga atau panti, karena tidak banyak beban psikologis dan emosional.
4) Program Untuk Mengisi Waktu Luang
Orang-orang yang berusia lanjut mempunyai banyak waktu luang, karena itu memungkinkan untuk memibuat program bagi mereka pada waktu pagi, sore dan malam. Lembaga-lembaga masyarakat dan pemerintah dapat menyediakan berbagai macam program seperti: bagi mereka yang senang dengan kegiatan kerajinan tangan, melukis, ceramah, membuat patung, jahit menjahit dan sebagainya.
2.4.2. Kegiatan Pelayanan Sosial Lanjut Usia
1) Pelayanan Sosial Lanjut Usia Melalui Panti (PSTW)
Pelayanan sosial bagi lanjut usia melalui panti (Panti Sosial Tresna Werdha/PSTW) dilaksanakan dengan menempatkan lanjut usia di dalam panti untuk memenuhi kebutuhan hidupnya secara layak. Jenis pelayanan yang diberikan melalui panti yaitu berupa pemberian penampungan, jaminan hidup seperti makan dan pakaian, pemeliharaan kesehatan, pengisisan waktu luang termasuk rekreasi, bimbingan sosial, mental serta agama, sehingga mereka dapat menikmati hari tuanya dengan diliputi ketentraman lahir dan batin.
2) Pelayanan Sosial Lanjut Usia Luar Panti
Pelayanan sosial lanjut usia luar panti yaitu pelayanan sosial yang ditujukan bagi lanjut usia yang berbasiskan kepada keluarga, masyarkat maupun organisasi sosial. Adapun jenis pelayanan yang diberikan meliputi:
a. Day Care Services (Pelayanan Harian Lanjut Usia) adalah pelayanan sosial yang disediakan bagi lanjut usia dan bersifat sementara yang dilaksanakan pada siang hari di dalam panti sosial atau di luar panti sosial dalam waktu tertentu (maksimal 8 jam), dan tidak menginap yang di kelola oleh pemerintah atau masyarakat secara profesional (Departemen Sosial, 2007: 26)
b. Home care yaitu pelayanan harian terhadap lanjut usia yang tidak
potensial yang berada di lingkungan keluarganya yang berupa bantuan bahan pangan atau makanan siap santap dengan tujuan agar terpenuhinya kebutuhan hidup lanjut usia secara layak.
c. Foster care yaitu pelayanan sosial yang diberikan kepada lanjut usia
terlantar melalui keluarga orang lain, berupa bantuan bahan pangan atau makanan siap santap dengan tujuan agar terpenuhinya kebutuhan makan agar lanjut usia dapat hidup secara layak.
d. Bantuan Paket Usaha Ekonomis Produktif (UEP) adalah bantuan yang diberikan kepada lanjut usia kurang mampu yang masih potensial secara perorangan yang didahului bimbingan sosial dan keterampilan.
e. Bantuan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) adalah bantuan paket usaha produktif secara kelompok yang diberikan kepada lanjut usia petensial (1 kelompok terdiri dari 5 sampai 10 orang) yang didahului dengan Bimbingan Pengembangan melalui KUBE lanjut usia (Departemen Sosial, 2002: 7-8).
3) Pelayanan Sosial Lanjut Usia Melalui Kelembagaan
Pelayanan sosial lanjut usia melalui kelembagaan dilaksanakan melalui upaya : a. Mengidentifikasi institusi atau kelembagaan yang bergerak dalam bidang
lanjut usia baik yang ada di lingkungan pemerintah maupun yang ada di masyarakat pada setiap tingkatan wilayah (kecamatan, kabupaten/kota, propinsi dan nasional).
b. Memfasilitasi pembentukan dan pemantapan institusi atau kelembagaan yang akan dan yang sudah bergerak dalam bidang lanjut usia, seperti :
• Peningkatan profesionalitas sumber daya manusia (SDM) yang dikelembagaan: kesempatan untuk sekolah, kursus, pelatihan ;
• Peningkatan sarana dan prasarana kelembagaan;
c. Pembuatan jaringan jaringan atau network antar lembaga baik nasional maupun internasional yang bergerak dalam penanganan masalah lanjut usia.
4) Pelayanan Sosial Bidang Perlindungan Sosial dan Aksebilitas Lanjut Usia
Perlindungan sosial yaitu upaya pemerintah dan/atau masyarakat untuk memberikan kemudahan pelayanan bagi lanjut usia agar dapat mewujudkan dan menikmati taraf hidup yang wajar.
Aksebilitas lanjut usia, yaitu kemudahan untuk memperoleh dan menggunakan sarana, prasarana dan fasilitas khusus bagi lanjut usia yang meliputi:
a. Pemberian kemudahan pelayanan administrasi dan keringanan biaya di lembaga pemerintahan dan pelayanan umum, dalam bentuk antara lain : pemberian KTP seumur hidup secara mudah, pemberian kartu sehat dan pemberian kemudahan administrasi pada setiap kegiatan pelayanan umum.
b. Pemberian keringanan biaya, dalam bentuk atara lain : pengurangan biaya untuk memperoleh KTP seumur hidup, pengurangan harga tiket perjalanan (reduksi) baik di dalam negeri maupun ke luar negeri, pengurangan biaya pengobatan dan perawatan Rumah Sakit Pemerintah dan Swasta serta pengurangan harga tiket masuk ke tempat-tempat rekreasi.
c. Pemberian kemudahan dalam melakukan perjalanan (pelayanan khusus) yang dilaksanakan melalui penyediaan loket pelayanan khusus, penyediaan alat bantu (kursi roda dan lain-lain), penyediaan tempat duduk khusus dan sarana naik turun penumpang pada sarana dan prasarana angkutan maupun penyediaan angkutan khusus untuk tujuan tertentu.
d. Penyediaan fasilitas rekreasi dan olahraga khusus, dilaksanakan melalui: penyediaan sarana rekreasi dan olah raga ringan di lingkungan permukiman dan penyelenggaraan wisata lanjut usia.
2.4.3. Landasan Hukum
Adapun yang menjadi dasar hukum dalam pelayanan sosial lanjut usia adalah : 1) Undang-Undang Dasar 1945
a. Pasal 34 :
Fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara b. Pasal 27 ayat 1 dan 2 :
(1) Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintah dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.
(2) Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.
2) Undang-undang Nomor 6 Tahnun 1974 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Kesejahteraan Sosial.
3) Undang-undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia.
4) Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. 5) Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan
Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.
6) Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2004 tentang Pelaksanaan Upaya Peningkatan Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia.
7) Keputusan Menteri Sosial RI Nomor 59/HUK/2003 tentang Organisasi dan Tata Kerja Panti Sosial di lingkungan Departemen Sosial.
8) Keputusan Menteri sosial Nomor 50/huk/2004 tentang Perubahan Keputusan Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial Nomor 193/MENKESOS /III / 2003 tentang Standarisasi Panti Sosial.
9) Peraturan Menteri Sosial Nomor 82/huk/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Sosial RI (Departemen Sosial, 2007: 4).