• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemahaman Konsep Subjek Bergaya Kognitif Field Dependent (SFD) a. Pemahaman Subjek Field Dependent (SFD) tentang Konsep Segitiga

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Paparan Data Hasil Penelitian

1. Pemahaman Konsep Subjek Bergaya Kognitif Field Dependent (SFD) a. Pemahaman Subjek Field Dependent (SFD) tentang Konsep Segitiga

I. Menyatakan Ulang Sebuah Konsep

Berdasarkan paparan data hasil tes S1FD dan S2FD tentang pemahaman konsep dalam menyatakan ulang sebuah konsep segitiga, menunjukkan bahwa kedua subjek S1FD dan S2FD mengenal bentuk gambar-gambar yang disajikan

pada soal nomor 1 adalah segitiga. Selanjutnya, ditelusuri dari hasil wawancara kedua subjek S1FD dan S2FD mampu menyatakan ulang definisi segitiga dengan kata-katanya sendiri (S1FD1-03 & S2FD1-02).

Berdasarkan hasil analisis di atas, dapat disimpulkan bahwa kedua subjek S1FD dan S2FD mampu dalam menyatakan ulang definisi segitiga dengan kata-katanya sendiri.

II. Memberi Contoh dan bukan Contoh dari Konsep

Berdasarkan paparan data hasil tes S1FD dan S2FD tentang pemahaman konsep dalam memberi contoh dan bukan contoh dari konsep segitiga, menunjukkan bahwa kedua subjek S1FD dan S2FD dapat menentukan dan membedakan bentuk gambar-gambar jenis segitiga yang disajikan. Selanjutnya, dari hasil wawancara subjek S1FD mampu memberikan contoh jenis segitiga (S1FD1-04) dan memberikan contoh lain yang bukan jenis segitiga (S1FD1-04).

Adapun, subjek S2FD tidak mampu memberikan contoh jenis segitiga (S2FD1-03) dan yang bukan jenis segitiga (S2FD1-03).

Berdasarkan hasil analisis di atas, dapat disimpulkan bahwa subjek S1FD mampu membedakan contoh atau bukan contoh jenis segitiga, sedangkan subjek S2FD tidak mampu membedakan contoh atau bukan contoh jenis segitiga.

b. Pemahaman Subjek Field Dependent (SFD) tentang Konsep Segitiga Siku-siku

I. Menyatakan Ulang Sebuah Konsep

Berdasarkan paparan data hasil tes S1FD dan S2FD tentang pemahaman konsep dalam menyatakan ulang sebuah konsep segitiga siku-siku, menunjukkan bahwa kedua subjek S1FD dan S2FD mengenal bentuk gambar-gambar segitiga siku-siku. Subjek mampu memberikan alasan dengan menyatakan ulang definisi dan sifat-sifat segitiga siku-siku. Selanjutnya, dari hasil wawancara kedua subjek S1FD dan S2FD mampu menyatakan ulang definisi segitiga siku-siku dengan kata-katanya sendiri (S1FD1-07 & S2FD1-05).

Berdasarkan hasil analisis di atas, dapat disimpulkan bahwa kedua subjek S1FD dan S2FD mampu menyatakan ulang definisi segitiga siku-siku dengan kata-katanya sendiri.

II. Memberi Contoh dan bukan contoh dari Konsep

Berdasarkan paparan data hasil tes S1FD dan S2FD tentang pemahaman konsep dalam memberi contoh dan bukan contoh dari konsep segitiga siku-siku, menunjukkan bahwa kedua subjek S1FD dan S2FD dapat menentukan gambar yang termasuk segitiga siku-siku dan yang bukan termasuk segitiga siku-siku dengan mengidentifikasi bentuk gambar segitiga yang disajikan pada soal nomor 1, mengidentifikasi definisi dan sifat-sifat dari konsep segitiga siku-siku yang terdapat pada soal nomor 1. Subjek menuliskan bangun segitiga siku-siku yaitu gambar a dan d, serta yang bukan merupakan segitiga siku-siku yaitu gambar b dan c.

Selanjutnya, dari hasil wawancara kedua subjek S1FD dan S2FD dapat

membedakan gambar-gambar segitiga yang disajikan yang mana termasuk segitiga siku-siku (S1FD1-08 & S2FD1-07) dan yang bukan termasuk segitiga siku-siku (S1FD1-09 & S2FD1-08).

Berdasarkan hasil analisis di atas, dapat disimpulkan bahwa kedua subjek S1FD dan S2FD dapat membedakan contoh atau bukan contoh dari segitiga siku-siku.

c. Pemahaman Subjek Field Dependent (SFD) tentang Konsep Sudut dan Sisi.

I. Menyatakan Ulang Sebuah Konsep

Berdasarkan paparan data hasil tes S1FD dan S2FD tentang pemahaman konsep dalam menyatakan ulang sebuah konsep sudut dan sisi, menunjukkan bahwa kedua subjek S1FD dan S2FD menuliskan sudut dan sisi pada lembar jawabannya.

Selanjutnya, dari hasil wawancara subjek S1FD mampu menyatakan ulang definisi sudut dengan kata-katanya sendiri (S1FD1-10). Subjek S1FD mampu menunjukkan yang mana sudut siku-siku-nya pada soal nomor 1 bagian a (S1FD1-12), adapun subjek S2FD tidak mampu menyatakan ulang definisi sudut (S2FD1-09). Akan tetapi, mampu menunjukkan yang mana sudut siku-sikunya pada soal nomor 1 bagian d (S2FD1-10). Selanjutnya subjek S1FD dan S2FD tidak mampu menyatakan ulang definisi sisi (S1FD1-13 & S2FD1-11), Akan tetapi, subjek S1FD mampu menunjukkan yang mana sisi-sisinya pada soal nomor 1 bagian a (S1FD1-14), begitupun dengan subjek S2FD tidak mampu menunjukkan yang mana sisi-sisinya pada soal nomor 1 bagian d (S2FD1-12).

Berdasarkan hasil analisis di atas, dapat disimpulkan bahwa subjek S1FD mampu menyatakan ulang definisi sudut dengan kata-katanya sendiri, sedangkan subjek S2FD tidak mampu menyatakan ulang definisi sudut dengan kata-katanya sendiri. Selain itu, kedua subjek S1FD dan S2FD tidak mampu menyatakan ulang definisi sisi.

II. Memberi Contoh dan bukan Contoh dari Konsep

Berdasarkan paparan data hasil tes S1FD dan S2FD tentang pemahaman konsep dalam memberi contoh dan bukan contoh dari konsep sudut dan sisi, menunjukkan bahwa subjek S1FD dalam memberikan alasan segitiga siku-siku dan yang bukan segitiga siku-siku subjek menyebut sudut dan sisi-sisinya yang terdapat pada gambar terkait. Sedangkan, subjek S2FD menyebut sisi tegak lurus dan sudut siku-siku yang terdapat pada gambar a dan d. Selanjutnya, dari hasil wawancara subjek S1FD dan S2FD tidak mampu menyebutkan contoh dan bukan contoh dari sudut (S1FD1-16 & S2FD1-13) dan sisi (S1FD1-17).

Berdasarkan hasil analisis di atas, dapat disimpulkan bahwa kedua subjek S1FD dan S2FD tidak mampu dalam membedakan contoh atau bukan contoh dari sudut dan sisi.

d. Pemahaman Subjek Field Dependent (SFD) tentang Konsep Titik Koordinat Kartesius

I. Menyatakan Ulang Sebuah Konsep

Berdasarkan paparan data hasil tes S1FD dan S2FD tentang pemahaman konsep dalam menyatakan ulang sebuah konsep titik koordinat kartesius, menunjukkan bahwa kedua subjek S1FD dan S2FD dapat menggambar diagram

kartesius berdasarkan titik koordinat yang diketahui pada soal dengan membuat sumbu X sebagai sumbu horizontal dan sumbu Y sebagai sumbu vertikal.

Walaupun dilihat gambar yang dibuat subjek S1FD skalanya kurang tepat karena jarak titik-titiknya tidak sama. Adapun subjek S2FD skala yang digambar subjek sudah benar sehingga subjek pun dapat menggambar sketsa segitiga siku-siku yang dibentuk oleh koordinat titik pada soal. Selanjutnya, dari hasil wawancara subjek S1FD tidak mampu dalam menyatakan definisi titik koordinat (S1FD2-04) serta subjek S1FD tidak mampu penamaan konsep koordinat Kartesius yaitu subjek kurang tahu apa itu garis horizontal yang semestinya adalah absis (S1FD2-05) dan menyebut sumbu simetris untuk garis vertikal yang semestinya ordinat (S1FD2-06). Adapun, subjek S2FD mampu dalam menyatakan definisi titik koordinat (S2FD2-02). Subjek S2FD mampu penamaan konsep koordinat Kartesius yaitu subjek menyebut garis mendatar adalah absis (S2FD2-03) dan menyebut garis vertikal adalah ordinat (S2FD2-04).

Berdasarkan hasil analisis di atas, dapat disimpulkan bahwa subjek S1FD tidak mampu dalam menyatakan ulang definisi titik koordinat kartesius. Adapun subjek S2FD mampu menyatakan ulang definisi titik koordinat kartesius.

II. Memberi Contoh dan Bukan Contoh dari Konsep

Berdasarkan paparan data hasil tes S1FD dan S2FD tentang pemahaman konsep dalam memberi contoh dan bukan contoh dari konsep koordinat kartesius, menunjukkan bahwa subjek S1FD tidak menuliskan titik-titik koordinat yang diminta pada diagram kartesius, sedangkan subjek S2FD menuliskan titik-titik koordinat yang diminta pada diagram kartesius. Selanjutnya, dari hasil wawancara

subjek S1FD mampu menyebutkan contoh lain dari koordinat kartesius (S1FD2-08) dan yang bukan contoh dari koordinat kartesius (S1FD2-09). Adapun, subjek S2FD tidak mampu memberikan contoh lain dari koordinat kartesius (S2FD2-05) dan yang bukan contoh dari koordinat kartesius (S2FD2-06).

Berdasarkan hasil analisis di atas, dapat disimpulkan bahwa subjek S1FD mampu membedakan contoh atau bukan contoh dari konsep titik koordinat kartesius. Adapun subjek S2FD tidak mampu dalam membedakan contoh atau bukan contoh dari konsep titik koordinat kartesius.

III. Mengaplikasikan Konsep

Berdasarkan paparan data hasil tes S1FD dan S2FD tentang pemahaman konsep dalam mengaplikasikan konsep, menunjukkan bahwa kedua subjek S1FD dan S2FD dapat menggambar diagram kartesius berdasarkan titik koordinat yang diketahui pada soal dengan membuat sumbu X sebagai sumbu horizontal dan sumbu Y sebagai sumbu vertikal. Selain itu, subjek menghubungkan sketsa gambar yang terbentuk dari titik-titik koordinat yang diketahui soal dan membentuk gambar segitiga siku-siku. Selanjutnya, dari hasil wawancara kedua subjek S1FD dan S2FD tidak mampu menentukan cara dalam menggambar diagram kartesius sehingga tidak mampu menyelesaikan soal dengan benar (S1FD2-10 & S2FD2-09).

Berdasarkan hasil analisis di atas, dapat disimpulkan bahwa kedua subjek S1FD dan S2FD tidak mampu menggunakan konsep dan prosedur dengan benar sehingga tidak mampu dalam mengaplikasikan konsep titik koordinat kartesius.

e. Pemahaman Subjek Field Dependent (SFD) tentang Konsep Jarak Dua Titik

Berdasarkan hasil pekerjaan subjek S1FD dan S2FD dapat dilihat bahwa subjek tidak dapat menentukan langkah selanjutnya dalam menyelesaikan soal nomor yaitu dengan menentukan panjang sisi dari titik-titik koordinat yang diketahui dengan konsep jarak dua titik. Selanjutnya, dari hasil wawancara dapat dilihat bahwa kedua subjek S1FD dan S2FD tidak mengetahui mengenai konsep jarak dua titik sehingga tidak mampu dalam menyatakan ulang konsep jarak dua titik (S1FD2-11 & S2FD2-10), memberi contoh dan bukan contoh dari konsep jarak dua titik (S1FD2-11 & S2FD2-10), serta mengaplikasikan konsep jarak dua titik (S1FD2-11 & S2FD2-10).

Berdasarkan hasil analisis di atas, dapat disimpulkan bahwa kedua subjek S1FD dan S2FD tidak mampu dalam menyatakan ulang definisi jarak dua titik, membedakan contoh atau bukan contoh jarak dua titik, serta mengaplikasikan konsep jarak dua titik.

f. Pemahaman Subjek Field Dependent (SFD) tentang Konsep Operasi pada Bilangan.

I. Menyatakan Ulang Sebuah Konsep

Berdasarkan paparan data hasil tes S1FD dan S2FD tentang pemahaman konsep dalam menyatakan ulang sebuah konsep operasi pada bilangan, menunjukkan bahwa subjek S1FD menuliskan langkah awal penyelesaian soal dengan menulis operasi perpangkatan. Selanjutnya, subjek S1FD mampu melakukan operasi perkalian. Adapun subjek S2FD dalam mencari panjang BD

menuliskan rumus persamaan teorema Phytagoras. Subjek S2FD mampu menuliskan operasi perpangkatan, operasi penjumlahan bilangan serta operasi perkalian. Selanjutnya, dari hasil wawancara subjek S1FD mampu mendefinisikan konsep operasi dasar pada bilangan yaitu operasi perpangkatan (S1FD3-07). Subjek S1FD mampu dalam penamaan konsep perpangkatan dengan menyebut bentuk (92) dimana nilai 9 adalah bilangan pokok (S1FD3-08), dan nilai 2 adalah pangkat (S1FD3-09). Subjek S1FD mampu dalam penamaan konsep perkalian dengan menyebut pengali (S1FD3-10) dan yang dikali (S1FD3-11). Adapun, subjek S2FD kurang mampu mendefinisikan konsep operasi dasar pada bilangan yaitu subjek kurang mampu dalam penamaan konsep perpangkatan (S2FD3-06 & S2FD3-07).

Subjek S2FD tidak mampu dalam penamaan konsep penjumlahan (S2FD3-08).

Serta, subjek S2FD tidak mampu dalam penamaan konsep perkalian (S2FD3-09).

Berdasarkan hasil analisis di atas, dapat disimpulkan bahwa subjek S1FD mampu dalam menyatakan ulang definisi operasi pada bilangan yaitu operasi perpangkatan dan operasi perkalian. Adapun subjek S2FD tidak mampu dalam menyatakan ulang definisi operasi pada bilangan yaitu operasi perpangkatan dan operasi perkalian.

II. Memberi Contoh dan Bukan Contoh dari Konsep

Berdasarkan paparan data hasil tes S1FD dan S2FD tentang pemahaman konsep dalam memberi contoh dan bukan contoh dari konsep operasi pada bilangan, menunjukkan bahwa subjek S1FD menuliskan langkah awal penyelesaian soal dengan menulis operasi perpangkatan dan operasi perkalian. Adapun subjek S2FD menuliskan langkah awal penyelesaian soal dengan menulis persamaan

Phytagoras. Subjek S2FD menuliskan operasi perpangkatan, operasi penjumlahan dan perkalian. Selanjutnya, dari hasil wawancara S1FD mampu menyebutkan contoh lain dari konsep operasi perpangkatan dan perkalian (S1FD3-12) serta yang bukan contoh dari konsep operasi perpangkatan dan perkalian (S1FD3-13). Adapun subjek S2FD tidak mampu menyebutkan contoh dan bukan contoh dari konsep operasi perpangkatan (S2FD3-11 & S2FD3-12) dan operasi perkalian (S2FD3-16).

Berdasarkan hasil analisis di atas, dapat disimpulkan bahwa subjek S1FD mampu dalam membedakan contoh atau bukan contoh dari konsep operasi pada bilangan yaitu operasi perpangkatan dan perkalian. Adapun, subjek S2FD tidak mampu dalam membedakan contoh atau bukan contoh dari konsep operasi pada bilangan yaitu operasi perpangkatan dan perkalian.

III. Mengaplikasikan Konsep

Berdasarkan paparan data hasil tes S1FD dan S2FD tentang pemahaman konsep dalam mengaplikasikan konsep operasi pada bilangan, menunjukkan bahwa kedua subjek S1FD dan S2FD tidak dapat menentukan panjang diagonal BD yang diminta pada soal dengan benar. Selain itu, subjek S1FD dan S2FD dalam menentukan biaya pembuatan pagar kedua diagonal menuliskan dengan mengalikan biaya pagar permeter dengan panjang BD yang diperoleh sebelumnya meskipun hasil yang diperoleh kurang tepat. Selanjutnya, dari hasil wawancara dilihat bahwa subjek S1FD kurang tepat dalam menentukan persamaan dalam penyelesaian soal. Setelah ditelusuri melalui wawancara diketahui bahwa subjek S1FD menuliskan hal tersebut karena bentuk diagonal gambar sketsanya miring jadi pakai rumus diagonal dengan menyebut (P2) + (L2) (S1FD3-04). Subjek S1FD

tidak mampu dalam menentukan panjang (S1FD3-05) dan lebar (S1FD3-06) dari sketsa gambar permasalahan yang disajikan. Sehingga, subjek S1FD tidak mampu menuliskan jawaban akhir panjang BD dengan benar (S1FD3-15). Subjek S1FD tidak mampu menyelesaikan permasalahan biaya yang diberikan dengan prosedur yang tepat dan benar (S1FD3-17). Adapun, subjek S2FD dapat memberikan alasan penggunaan sifat persamaan teorema Phytagoras sebagai langkah awal penyelesaian soal nomor 3 bagian a (S2FD3-04). Subjek S2FD tidak mampu menuliskan panjang sisi AB dengan benar (S2FD3-16). Subjek S2FD juga tidak mampu menjelaskan dari mana diperoleh panjang sisi BD = √32,28 (S2FD3-18).

Subjek S2FD kurang tepat dalam menentukan biaya pembuatan pagar kedua diagonal.

Berdasarkan hasil analisis di atas, dapat disimpulkan bahwa kedua subjek S1FD dan S2FD tidak mampu menggunakan konsep dan prosedur operasi pada bilangan dengan tepat pada saat menyelesaikan soal sehingga tidak mampu mengaplikasikan konsep operasi pada bilangan.

2. Pemahaman Konsep Subjek Bergaya Kognitif Field Independent (SFI)