D. Langkah-langkah analisis data
1. Pemahaman tutor akan DAP dalam pengelolaan pembelajaran PAUD
Pada bagian ini akan dibahas secara rinci sesuai dengan yang tercantum pada setiap indikatornya, yaitu sebagai berikut:
Pada bagian ini akan dibahas mengenai hasil jawaban responden dengan kriteria penilaian yang telah dibuat oleh penulis. Pemahaman mengenai konsep PAUD disini yaitu mengenai pengertian PAUD menurut UU RI No. 20 tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional pasal 1 ayat 14, pentingnya PAUD sesuai dengan yang tercantum pada UUD 1945 pasal 28 B ayat 2 dan juga yang tertera pada UU No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dan menurut JJ. Rousseu (1712-1778) bahwa proses pendidikan yang baik dan ideal dilakukan sejak anak lahir sampai remaja, prinsip PAUD yang berdasar pada pedoman teknis penyelenggaraan kelompok bermain yang salah satunya bahwa PAUD harus berorientasi pada kebutuhan anak, dan yang selanjutnya pada konsep PAUD terakhir dipertanyakan juga mengenai pengertian kelompok bermain dan prinsip pendidikan dalam kelompok bermain.
Pertanyaan mengenai konsep PAUD adalah item no. 1, 2, 3, dan 4. Pemahaman pada tingkat translation mengenai kemampuan menyatakan konsep pengertian, tujuan, langkah-langkah perencanaan dengan kalimat sendiri yaitu item no. 1 dan 4. Untuk item no 1 responden tutor mengemukakan jawabannya yang pada intinya sama dengan kriteria jawaban yang dibuat penulis yaitu, Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Jawaban responden tidak sama persis tetapi mendekati kriteria penilaian yang dibuat penulis, sehingga responden dikatakan paham.
Untuk item no. 4 responden tutor mengemukakan jawabannya tidak sama dengan yang dibuat oleh penulis yaitu mengenai seluk beluk kelompok bermain, sehingga dikatakan kurang paham. Untuk item no. 2 pemahaman pada tingkat translation mengenai memberikan makna terhadap konsep pengertian, tujuan dan langkah-langkah perencanaan, jawaban yang diberikan oleh responden tutor pada intinya tidak sama dengan kriteria yang
telah dibuat oleh penulis, yaitu mengenai pentingnya PAUD yang tertera pada UUD 1945 ”Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi” (Pasal 28 B ayat 2), juga tertera pada UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, yaitu ”Setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkatan kecerdasannya sesuai dengan minat”, responden menjawab kurang tepat sehingga responden dapat dikatakan kurang paham. Untuk item no. 3 pemahaman pada tingkat translation mengenai menjelaskan konsep yang masih bersifat abstrak ke yang lebih konkrit, jawaban yang diberikan oleh responden pengasuh tidak sama dengan kriteria yang telah dibuat oleh penulis, sehingga dikatakan kurang paham. Item no. 3 mengenai prinsip PAUD. Sedangkan responden orang tua pada pertanyaan item no. 1 dan 2 dapat dikatakan kurang paham karena jawaban yang diberikan tidak sama dengan kriteria yang telah penulis buat.
b) Pemahaman mengenai konsep DAP
Pada bagian ini akan dibahas mengenai hasil jawaban responden dengan kriteria penilaian yang telah dibuat oleh penulis. Pemahaman mengenai konsep DAP disini yaitu mengenai Pengertian DAP yaitu kurikulum yang sesuai dengan perkembangan anak dimana DAP merupakan perspektif dalam PAUD dimana guru atau caregiver nurtures membangun semua aspek perkembangan anak dan berdasarkan pada teori perkembangan anak, identifikasi kekuatan dan kelemahan dari masing-masing anak dan anak sebagai latar belakang budaya yang didefinisikan oleh masayarakat, sejarah keluarga dan struktur keluarga, prinsip-prinsip dasar perkembangan anak, aspek-aspek pengembangan anak usia dini, keuntungan penerapan DAP, dan petunjuk isi kurikulum penerapan DAP.
Item pertanyaan pada konsep DAP yaitu item no. 5, 6, 7, 8, dan 9. Pemahaman pada tingkat translation mengenai kemampuan menyatakan konsep pengertian, tujuan dan langkah-langkah perencanaan dengan kalimat sendiri, yaitu dengan no item 5. Untuk item no. 5 responden tutor
memberikan jawaban yang dapat dikatakan kurang paham karena hanya menjawab dengan dasar pernah mendengar mengenai pengertian DAP dan jawaban yang diberikan tidak sama dengan kriteria penilaian penulis. Pemahaman pada tingkat translation mengenai konsep-konsep yang masih abstrak ke yang lebih konkrit yaitu item no. 6 dan 7. Untuk item no. 6 dan 7 responden tutor menjawab yang pada intinya sama dengan kriteria yang telah dibuat penulis sehingga dapat dikatakan berurutan kurang paham da sangat paham. yaitu mengenai prinsip-prinsip dasar perkembangan anak diantaranya: Domain perkembangan anak-fisik, sosial-emosional, dan kognisi, perkembangan terjadi di dalam suatu urutan dimana suatu kemampuan dan keterampilam dibangun dari pengalaman sebelumnya, perkembangan bervariasi anatara satu anak dengan anak lainnya, pengalaman awal berpengaruh pada perkembangan setiap anak, perkembangan melewati proses yang lebih kompleks, terorganisasi dan terinternalisasi, perkembangan dan pembelajaran terjadi dan dipengaruhi oleh konteks sosial dan budaya yang beragam, anak adalah pembelajar aktif yang membangun pengetahuan dan memahami dunia di sekeliling mereka dengan pengalaman fisik dan sosial secara langsung, perkembangan dan pembelajaran adalah hasil dari interkasi kematanagn biologis dengan lingkungan, yang melibatkan baik lingkungan fisik dan sosial tempat anak itu berada, bermain adalah sarana penting untuk mengembangkan keterampilan sosial, emosional, dan kognisi anak, perkembangan akan semakin maju jika anak memiliki kesemapatan untuk praktek keterampilam-keterampilan yang diperolehnya, anak menunjukan apa yang mereka ketahui dengan cara yang berbeda-beda, DAP sangat memperhatikan lingkungan yang nyaman dan aman, dan anak dapat belajar dengan baik jika berada di dalam komunitas yang nyaman dan aman dan menghargai mereka serta kebutuhan fisik dan psikologis terpenuhi . Pemahaman pada tingkat translation mengenai memberikan makna terhadap konsep pengertian, tujuan dan langkah-langkah perencanaan yaitu pada item no. 8 dan 9. Untuk item no. 8 responden tutor memberikan jawaban sesuai dengan kriteria
sehingga dapat dikatakan paham, Item no. 8 mengenai keuntungan penerapan DAP. Untuk item no. 9 responden tutor memberikan jawaban yang pada intinya sama dengan kriteria yang dibuat oleh penulis, sehingga dapat dikatakan paham. Responden pada item no. 1 dan 2 untuk responden pamong yang pada intinya benar tetapi tidak sama dengan kriteria yang telah penulis buat, sehingga dikatakan kurang paham. Sedangkan untuk responden orang tua pada item pertanyaan no. 3 dapat dikatakan kurang paham. Skor rata-rata dari pemahaman DAP yaitu pada rentang 6-7 sehingga dapat dikatakan paham.
c) Pemahaman mengenai konsep pembelajaran PAUD
Pada bagian ini akan dibahas mengenai hasil jawaban responden dengan kriteria penilaian yang telah dibuat oleh penulis. Pemahaman mengenai konsep pembelajaran PAUD disini yaitu mengenai pengetian pengelolaan pembelajaran PAUD bahwa pengelolaan adalah kemampuan dan keterampilam khusus untuk melakukan suatu kegiatan, baik bersama orang lain atau melalui orang lain dalam mencapai tujuan organisasi (D. Sudjana, 2004), dan pembelajaran adalah suatu rangkaian kejadian yang mempengaruhi peserta, sehingga proses belajar pada dirinya dapat berlangsung dengan mudah (Gagne dan Briggs, 1979). Sehingga dapat diartikan bahwa pembelajaran anak usia dini merupakan proses interaksi antara anak, orang tua, atau orang dewasa lainnya dalam suatu lingkungan untuk mencapai tugas perkembangan (Hartati, 2005). Lalu mengenai penyusunan perencanaan pembelajaran PAUD, pelaksanaan pembelajaran PAUD, dan evaluasi pembelajaran PAUD.
Item pertanyaan pada konsep pembelajaran PAUD yaitu item no. 10, 11, 12, dan 13. Pemahaman pada tingkat translation mengenai kemampuan menyatakan konsep pengertian, tujuan dan langkah-langkah perencanaan dengan kalimat sendiri yaitu dengan item no. 10, responden pengasuh
menjawab tidak sama dengan kriteria yang telah dibuat penulis sehingga dapat dikatakan kurang paham. Pemahaman pada tingkat translation mengenai memberikan makna terhadap konsep pengertian, tujuam, dan langkah-langkah perencanaan, terdapat pada item no. 11, 12 dan 13, responden tutor memberikan jawaban hampir sama dengan kriteria yang telah penulis buat sehingga dapat dikatakan paham yaitu mengenai penyusunan perencanaan pembelajaran PAUD diantaranya: merancang perencanaan tahunan/semesteran, merancang pengembangan tema, merancang perencanaan kegiatan mingguan atau harian. Untuk item no. 12 responden tutor menjawab dengan tidak benar dan dapat dikatakan tidak paham, dan untuk item no. 13 responden tutor menjawab yang pada intinya sama dengan kriteria jawaban penulis, dan dapat dikatakan paham. Sedangkan untuk item no. 3 responden Pamong menjawab tidak sesaui dengan kriteria jawaban penulis, sehingga dapat dikatakan kurang paham.
Dapat disimpulkan bahwa responden untuk pertanyaan penelitian peneliti yang pertama yaitu untuk mengetahui pemahaman tutor akan DAP dalam pengelolaan pembelajaran PAUD di kelompok bermain Mandiri SKB Kab. Sumedang, yaitu paham, ditunjukan juga dari hasil observasi yang peneliti lakukan bahwa responden telah mengimplikasikan teori tersebut. 2. Pengembangan kurikulum berdasar DAP dalam pengelolaan
pembelajaran PAUD
Pada bagian ini akan dibahas mengenai jawaban responden yang berkaitan dengan pengembangan kurikulum berdasar DAP dalam pengelolaan pembelajaran PAUD, dimulai dengan pada saat perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Perencanaan adalah proses yang sistematis dalam pengambilan keputusan tentang tindakan yang akan dilakukan pada waktu yang akan datang, (D. Sudjana, 2004). Perencanaan yang dilakukan mulai dengan mengidenifikasi kebutuhan dan potensi anak usia dini yaitu dengan melakukan 3 hal yang pertama:Pengamatan sehari-hari (observasi), kedua:catatan harian perkembangan anak, ketiga:penilaian proses aktifitas
kerja anak. Dengan ketiga hal tersebut responden mengatakan dapat mengetahui kebutuhan dan potensi anak usia dini.
Pada proses perencanaan juga biasanya dilakukan upaya pengembangan yang akan dilakukan untuk kurikulum pembelajaran, tetapi berdasar pada jawaban responden yang mengatakan bahwa pengembangan kurikulum pembelajaran PAUD disesuaikan dengan usia perkembangan anak dan potensi anak yang beragam, yang dapat diartikan bahwa upaya pengembangan kurikulum dapat dilakukan dengan upaya penyesuaian dengan potensi anak yang semakin berkembang. Pengembangan kurikulum pembelajaran PAUD mengarah pada pembelajaran yang sesuai dengan DAP perlu menggunakan sentra-sentra. Penggunaan sentra menjadi popular untuk memenuhi kebutuhan akademis, sosial, emosional, dan fisik anak.
Berdasarkan pada hasil observasi yang dilakukan peneliti di kelompok bermain Mandiri SKB Kab. Sumedang, bahwa pengembangan kurikulum tersebut dapat dilihat dari adanya sentra-sentra pembelajaran. Sentra-sentra tersebut adalah sentra persiapan, sentra seni, sentra BAC (bahan alam cair), sentra, imtaq, sentra, balok, sentra memasak, sentra bermain bersama.
Setelah perencanaan, tentunya pertanyaan yang akan diajukan yaitu tentang bagaimana pelaksanaan kegiatan bermain dalam pembelajaran sebelum menggunakan sentra dan setelah menggunakan sentra, jawaban dari responden yaitu sebelum menggunakan sentra dalm DAP pembelajaran selalu berpusat pada guru, setting duduk anak masih tradisional, tutor tidak melihat potensi anak yang berbeda, semua anak harus patuh pada kehendak guru, dan setelah menggunakan sentra dalam DAP terlihat bedanya anak menjadi lebih aktif dan kreatif dalam pembelajaran, potensi anak menjadi lebih berkembang, dan guru lebih banyak memfasilitasi kegiatan bermain anak dengan mendampingi anak. Sedangkan metode dan strategi pembelajaran yaitu dengan membuat anak belajar dari pengalaman langsung dan setiap hari anak menghasilkan kreasi, dengan pembelajaran berpusat pada anak.
Berdasar hasil observasi pelaksanaan pembelajaran dilakukan dengan menggunakan sentra-sentra pembelajaran dan pembelajaran berpusat pada
anak, tetapi ada beberapa orang tua yang ikut masuk pada saat pembelajaran, yang terkadang membuat kelas menjadi gaduh karena anak menjadi tidak konsentrasi.
Mengenai hal tersebut maka peneliti membuat pertanyaan kepada responden mengenai jadwal pelayanan bimbingan kepada orang tua, dan jawaban responden dalam satu tahun hanya mengadakan dua kali pertemuan dengan orang tua untuk mendiskusikan mengenai perkembangan anaknya.
Setelah pelaksanaan, maka tahapan yang selanjutnya adalah evaluasi, pertanyaan yang peneliti ajukan yaitu mengenai alat evaluasi yang digunakan untuk anak usia dini dan kegiatan evaluasi seperti apa yang dilakukan kepada anak usia dini sebelum dan setelah penggunaan sentra yang sesuai dengan DAP. Alat evaluasi yang digunakan sebelum sentra yang sesuai dengan DAP yaitu buku catatan harian dan laporan perkembangan semesteran anak, dan setelah menggunakan sentra yang sesuai dengan DAP yaitu pengamatan anak secara individu, catatan anekdot setiap anak, catatan perkembangan dan portofolio. Sedangkan untuk kegiatan evaluasi yaitu dengan evaluasi yang dilakukan setiap hari kapa anak.
Berdasarkan hasil observasi alat evaluasi yang digunakan yaitu hal yang tersebut diatas, sedangkan untuk kegiatan evaluasi tidak disebutkan, kegiatan evaluasi yang dilakukan yaitu dengan pencatatan kehadiran anak (absen), pencatatan kegiatan anak didik (anekdot).