• Tidak ada hasil yang ditemukan

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.3. Pemakaian Air Bersih Aktual

Perhitungan pemakaian air bersih secara aktual merupakan perhitungan pemakaian air yang benar-benar terpakai dan dipantau berdasarkan meteran air yang ada. Hal ini dilakukan untuk membandingkan nilai dari perhitungan prediksi kebutuhan air dengan perhitungan pemakaian secara aktual. Dengan membandingkan kedua nilai tersebut maka dapat diketahui kisaran kebutuhan air atau pemakaian air sebenarnya di IPB setiap harinya. Pengamatan pemakaian air bersih secara aktual terbagi menjadi empat jalur distribusi utama yaitu, jalur distribusi di perumahan dosen (perumdos), Asrama Putra dan Putri TPB, menara Fahutan, dan menara Fapet.

Namun pengamatan pemakaian air bersih secara aktual hanya dapat dilakukan pada jalur distribusi di menara induk Fahutan dan Fapet saja, sedangkan pengamatan pada jalur distribusi di perumdos dan asrama TPB sulit dilakukan karena tidak adanya meteran induk yang berfungsi. Pengamatan pada jalur distribusi menara Fahutan dan Fapet hanya dapat dilakukan pada meteran air induk yang terdapat pada kedua menara tersebut saja. Hal ini dikarenakan sulit untuk memantau pemakaian air aktual yang berada di setiap gedung fakultas dan unit pemakaian air lainnya secara bersamaan. Selain itu juga dikarenakan pada tiap unit pemakaian air bersih belum tentu terpasang meteran air dan kalau pun terpasang, adakalanya meteran air tersebut berada dalam kondisi rusak.

Sumber: Direktorat Faspro dan Direktorat Bisnis & Kemitraan- IPB, 2010

40

4.3.1. Pemakaian Air Bersih Aktual Di Jalur Distribusi Perumdos

Pengamatan pemakaian air bersih secara aktual di jalur distribusi perumdos ini tidak dapat dilakukan secara langsung di menara induk air yang ada. Hal ini dikarenakan tidak berfungsinya meteran air induk tersebut, sehingga tidak dapat diketahui jumlah air yang terpakai di jalur distribusi ini. Pada akhirnya hal yang dilakukan untuk mencari pemakaian aktual di jalur ini adalah dengan menggunakan pendekatan produksi air yang dihasilkan oleh WTP 1 Ciapus, dengan asumsi tidak ada air yang hilang karena kebocoran dan semua air yang diproduksi setiap harinya dianggap benar-benar habis terpakai untuk memenuhi kebutuhan air yang ada pada daerah pelayanan jalur ini. Dengan demikian maka pemakaian air bersih aktualnya di jalur perumdos menjadi 903 m3/hari.

4.3.2. Pemakaian Air Bersih Aktual Di Jalur Distribusi Asrama TPB

Pemakaian air bersih aktual di jalur ini juga tidak dapat dilakukan secara langsung seperti pada jalur perumdos. Ini dikarenakan pada jalur ini tidak terpasangnya meteran air induk. Sehingga air yang keluar dari menara induk di jalur distribusi asrama TPB tidak dapat dipantau. Pada akhirnya pendekatan yang dilakukan untuk mencari pemakaian air bersih aktualnya adalah dengan menggunakan sampel pemakaian air yang ada pada rumah susun mahasiswa (rusunawa) TPB. Meskipun rusunawa ini berada pada jalur distribusi yang berbeda, yaitu pada jalur distribusi menara Fahutan, akan tetapi karena penghuninya adalah sama-sama mahasiswa asrama TPB, maka diasumsikan bahwa karakteristik jumlah pemakaian air yang ada di rusunawa akan sama dengan pemakaian air untuk Asrama Putra dan Asrama Putri TPB.

Pengambilan sampel dilakukan dengan mengamati meteran air yang ada di gedung rusunawa. Pengamatan dilakukan selama dua hari. Pada hari pertama dibaca meteran air dari pukul 10 hingga pukul 12. Pengamatan berikutnya di hari kedua juga dilakukan hal yang sama. Sehingga pada akhirnya dapat diketahui jumlah rata-rata pemakaian air selama satu hari. Rincian pengukuran ini dapat dilihat pada Tabel 10.

Tabel 10. Hasil pengukuran pemakaian air aktual di rusunawa Jam Meteran terbaca (m3) Total Pemakaian air

Penghuni

Rusunawa Pemakaian Air Hari ke-1 Hari ke-2 (m3/hari) (orang) (m3/orang/hari) 10:00 10,938.185 11,023.880 85.695 374 0.229 11:00 10,949.170 11,035.015 85.845 0.230 12:00 10,959.315 11,046.560 87.245 0.233 Rata-rata 86.262 0.231

Setelah mengetahui pemakaian air rata-rata selama sehari di rusunawa, maka hasilnya ini dibagi dengan jumlah penghuni yang ada di rusunawa. Diperoleh hasil bahwa pemakaian airnya adalah 0.231 m3/orang/hari atau 231 liter/orang/hari. Jumlah ini ternyata lebih besar daripada

41

standar kebutuhan air yang ada untuk penghuni asrama yang telah tercantum pada Tabel 1. Pemakaian air ini hampir dua kali lipat dari standar tersebut yang sebesar 120 liter/orang/hari. Besarnya pemakaian air ini yang melebihi standar dari pemakaian air yang ada, bergantung pada kondisi di lapangan. Penulis berpendapat hal ini bisa saja terjadi dikarenakan mahasiswa asrama TPB telah membayar biaya tinggal di asrama selama satu tahun penuh terlebih dahulu di awal tahun ajaran. Sehingga menimbulkan kemungkinan bagi penghuni asrama untuk menggunakan air di asrama secara sepuasnya (boros) karena tidak harus membayar tiap bulan yang berdasarkan jumlah pemakaian ai secara riil di lapangan. Selain itu mungkin saja terjadinya kebocoran yang tidak tampak pada jaringan pipa distribusi.

Kemudian dengan menggunakan data sampel ini, maka didapatkan standar pemakaian air yang baru bagi penghuni asrama mahasiswa di IPB. Sehingga pemakaian air aktual pada jalur asrama TPB, baik astra maupun astri bisa dilihat pada Tabel 11.

Tabel 11. Total pemakaian air mahasiswa penghuni gedung astra dan astri TPB (0.231m3/orang/hari)

Tempat Penghuni Pemakaian Air (orang) (m3/hari) Asrama Putra 1,361 314.39 Asrama Putri 1,686 389.47

Total 703.86

Dengan demikian besarnya pemakaian air aktual di jalur distribusi asrama TPB adalah

703.86 m3/hari.

4.3.3. Pemakaian Air Bersih Aktual Di Jalur Distribusi Menara Fahutan dan

Menara Fapet

Pengamatan pemakaian air dilakukan pada dua masa, yaitu pada masa liburan dan masa aktif kuliah. Pengamatan pada masa liburan dilakukan pada bulan Juli 2010 selama tiga hari berturut-turut, dimulai dari tanggal 13 hingga 15 Juli 2010. Meskipun pada masa ini dapat dikatakan sebagai masa liburan akademik, namun di kampus IPB Darmaga tetap saja masih ada beberapa kegiatan akademik di beberapa fakultas seperti semester pendek, kegiatan matrikulasi mahasiswa TPB dan kegiatan penelitian, serta kegiatan perkantoran di masing-masing fakultas maupun gedung rektorat, sehingga produksi dan pemakaian air bersih tetap saja ada.

Pengamatan ini dilakukan di dua jalur distribusi air bersih secara langsung dan bersamaan yaitu pemakaian air pada menara induk Fahutan dan menara induk Fapet. Total pemakaian air pada menara induk Fahutan selama tiga hari berturut turut adalah 1,002.30 m3; 1,017.10 m3; dan 960.80 m3 dengan rata-rata pemakaiannya adalah 993.40 m3/hari. Sedangkan pada menara induk

Fapet selama tiga hari berturut-turut adalah 841.20 m3; 785.20 m3; 812.00 m3 dengan rata-rata pemakaiannya adalah 812.8 m3/hari (lihat Lampiran 1).

Bila dibandingkan antara pemakaian pada menara induk Fahutan dengan menara induk Fapet, maka akan terlihat bahwa pemakaian pada menara induk Fahutan lebih besar hal ini memang disebabkan karena pada jalur menara induk Fahutan lebih banyak terdapat unit-unit

42

pemakaian air. Grafik pemakaian air bersih pada menara induk Fahutan dan Fapet selama tiga hari dapat dilihat pada Gambar 19 hingga Gambar 21.

Selama tiga hari pengamatan dari tanggal 13 hingga 15 Juli 2010, pemakaian air tertinggi (peak time) pada menara induk Fahutan terjadi antara pemakaian pukul 09.00 - 10.00 dengan volume pemakaian air yang tertinggi mencapai 137.20 m3 (lihat Gambar 19). Sedangkan pada menara induk Fapet volume pemakaian air tertinggi mencapai 98.80 m3 (Gambar 20), dengan peak

time yang bervariasi yaitu antara pemakaian pukul 07.00 – 08.00 dan pukul 08.00 – 09.00 (lihat

Gambar 19 hingga 21).

Kemudian pada jalur menara induk Fahutan pemakaian air rata-rata perjamnya dalam satu hari adalah 82.78 m3, hasil ini diperoleh dari rata-rata pemakaian aktual pada jalur distribusi menara Fahutan selama masa liburan yang sebesar 993.40 m3/hari dibagi 12 jam. Angka ini merupakan penentu apakah pemakaian air pada jam tersebut tergolong tinggi atau rendah, bila angka yang terbaca oleh meteran lebih besar dari 82.78 m3 maka pemakaian air tergolong tinggi demikian pula sebaliknya.

Berdasarkan hal tersebut maka pada jalur menara Fahutan pemakaian yang dapat dikatakan tinggi terjadi dari pukul 8.00 hingga pukul 13.00, sehingga pada jam-jam tersebut suplai air dari WTP Cihideung menuju menara Fahutan tidak boleh terganggu karena akan menyebabkan kekurangan pasokan air pada setiap unit pemakaian. Pada pukul 14.00 hingga pukul 16.00 pemakaiannya bervariasi bisa tinggi atau rendah, hal ini mungkin dipengaruhi oleh jadwal kegiatan perkuliahan yang berbeda tiap harinya sehingga jenis kegiatannya pun berbeda.

Gambar 19. Grafik pemakaian air bersih aktual pada tanggal 13 Juli 2010 (masa liburan)

Menara Fahutan : 1,017.10 m3/hari Menara Fapet : 841.20 m3/hari

43

Gambar 20. Grafik pemakaian air bersih aktual pada tanggal 14 Juli 2010 (masa liburan)

Gambar 21. Grafik pemakaian air bersih aktual pada tanggal 15 Juli 2010 (masa liburan)

Menara Fahutan : 1,002.30 m3/hari Menara Fapet : 785.20 m3/hari

Menara Fahutan : 960.80 m3/hari Menara Fapet : 841.20 m3/hari

44

Pola pemakaian air pada jalur menara Fapet sangat berbeda bila dibandingkan dengan menara Fahutan. Pada jalur menara Fapet pemakaian air rata-rata perjamnya dalam satu hari adalah 67.73 m3, sehingga pemakaian air yang tergolong tinggi terjadi pada pukul 08.00 sampai pukul 13.00 dan sisanya dari pukul 14.00 hingga pukul 16.00 bervariasi. Hal yang unik terjadi di menara Fapet pada pengamatan tanggal 15 Juli, dari Gambar 21 terlihat pemakaian air dari jam 17.00 hingga jam 18.00 adalah nol. Hal ini terjadi karena tidak adanya suplai dari WTP Cihideung ke menara Fapet atau dengan kata lain suplai dari WTP ke menara dimatikan.

Selanjutnya pemantauan pemakaian air bersih secara aktual dilakukan kembali pada tanggal 21 hingga 23 September 2010 (masa aktif perkuliahan). Di mana pada masa tersebut semua kegiatan akademik dan perkantoran sudah dilaksanakan secara penuh, sehingga diharapkan pemakaian air yang terpantau lebih tinggi daripada hasil pada masa liburan. Berdasarkan grafik pada Gambar 22 hingga gambar 24, memang pemakaian air pada masa aktif perkuliahan lebih tinggi daripada masa liburan, hanya angkanya serta pola pemakaiannya tidak jauh berbeda dengan masa liburan.

Pemakaian air pada menara induk Fahutan dari tanggal 21 hingga 23 September 2010 secara berturut-turut adalah 1,020.50 m3; 1,100.90 m3; dan 1,091.40 m3 dengan rata-rata pemakaiannya adalah 1,070.93 m3/hari. Sedangkan pada menara induk Fapet selama tiga hari

berturut-turut adalah 890.00 m3; 889.20 m3; dan 887.30 m3 dengan rata-rata pemakaiannya adalah

888.83 m3/hari (lihat Lampiran 2). Grafik pemakaian air bersih pada menara induk Fahutan dan

Fapet selama tiga hari (masa aktif perkuliahan) dapat dilihat pada Gambar 22 hingga Gambar 24.

Peak time di jalur distribusi menara induk Fahutan bisa terjadi pada saat pemakaian air dari

pukul 08.00 - 09.00 atau dari pukul 09.00 - 10.00 dengan volume pemakaian tertinggi mencapai 132.00 m3 (lihat Gambar 22 hingga 24). Sedangkan untuk jalur menara Fapet peak time bervariasi yaitu pada pagi hari antara pukul 8.00 hingga pukul 9.00, pada siang hari pemakaian air dari pukul 11.00 hingga 12.00 dan ada juga dari pukul 13.00 hingga 14.000, dengan volume pemakaian tertinggi yang tercatat mencapai 121.00 m3 (Gambar 22)

Gambar 22. Grafik pemakaian air bersih aktual pada tanggal 21 September 2010

Menara Fahutan : 1,020.50 m3/hari Menara Fapet : 890.00 m3/hari

45

Gambar 23. Grafik pemakaian air bersih aktual pada tanggal 22 September 2010

Gambar 24. Grafik pemakaian air bersih aktual pada tanggal 23 September 2010

Menara Fahutan : 1,100.90 m3/hari Menara Fapet : 889.20 m3/hari

Menara Fahutan : 1,091.40 m3/hari Menara Fapet : 887.30 m3/hari

Dokumen terkait