I Gd. N. Suta Waisnawa1, I Nym. Purwa Winaya2, I Made Sudana3
ABSTRACT
PENDAHULUAN
Desa Labak Suren merupakan salah satu desa adat yang ada diwilayah desa Bengkel Sari, kecamatan Selemadeg Barat, Kabupaten Tabanan. Desa adat Labak Suren terdiri dari 105 kepala keluarga, sebuah desa kecil dengan topografi berbukit bukit yang diapit oleh dua aliran sungai yaitu tukad Bangbangan disebelah timur dan tukad Payan disebelah barat. Sarana air bersih di desa ini
sudah menggunakan instalasi air bersih dengan menggunakan instalasi pipa untuk distribusi ke setiap rumah warga. Air bersih adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat diminum apabila telah dimasak (Permenkes Nomor: 16/MEN.KES /PER/IX /1990) . Air baku yang digunakan sebagai sarana air bersih bersumber dari sungai Bangbangan yang ada disebelah timur batas desa. Pada tahun 2015 ada program 1Jurusan Teknik Mesin POLITEKNIK NEGERI BALI; 2Jurusan Teknik Sipil POLITEKNIK NEGERI BALI; 3Jurusan
Teknik Mesin POLITEKNIK NEGERI BALI Email:[email protected]
ABSTRAK
Sarana air bersih yang tersedia yang ada di Desa Labak Suren dikelola oleh 2 kelompok yaitu : Kelompok “Toya Amerta” yang berada di Dusun Labak Suren 1 dan Kelompok “Banyu Urip” untuk menyediakan air bersih yang jernih maka diperlukan sarana filterisasi. Filterisasi dengan menggunakan bahan-bahan yang alami seperti ijuk, pasir, kerikil, arang tempurung kelapa dan pecahan batu bata. Melalui program PKM ini akan dilakukan beberapa tahap kegiatan sebagai solusi dari permasalahan yang dihadapi saat ini yaitu : Uji laboratorium terhadap sumber air, penambahan saran penyaringan secara alami dan Pelatihan keterampilan teknis dalam pemeliharaan instalasi pemipaan. Metode pelaksanaan kegiatan ini menerapkan Partisipatory Research Action (PRA) yaitu melibatkan seluruh komponen pelaksana dengan mitra/masyarakat dalam menyelesaikan permasalahan yang ada, kesepakatan dalam menentukan tahapan pelaksanaan ditetapkan melalui FGD (Forum Grup Discusion). Hasil dari filterisasi ini masyarakat dapat terlayani dengan air bersih yang layak. Melalui pelatihan dan pendampingan menungkatkan pemahaman dan kemampuan manajemen serta keterampilan teknik dalam pengelolaan kelompok air bersih ini diharapakan akan menjaga keberlanjutannya serta menjadi embrio terbentuknya Badan Usaha Milik Desa (BUMDES).
Kata kunci : Air Bersih, Filterisasi, Pelatihan dan Pendampingan, BUMDES
The available clean water facilities in Labak Suren Village are managed by 2 groups: the "Toya Amerta" group in Labak Suren 1 Hamlet and the "Banyu Urip" Group to provide clear water, filtering facilities are needed. Filter by using natural materials such as palm fiber, sand, gravel, coconut shell charcoal and broken bricks. Through this PKM program several stages of activities will be carried out as a solution to the problems faced today, namely: Laboratory testing of water sources, addition of natural screening advice and technical skills training in pipeline installation maintenance. The method of implementing this activity implements Participatory Research Action (PRA), which involves all implementing components with partners / communities in resolving existing problems, agreement in determining the stages of implementation is determined through FGD (Discusion Group Forum). As a result of this filtering, the community can be served with proper clean water. Through training and mentoring, enhancing management understanding and capability as well as technical skills in the management of the clean water group is expected to maintain its sustainability and become an embryo for the formation of Village-Owned Enterprises (BUMDES).
ISBN 987-623-7482-00-0
107 pengabdian kepada masyarakat dari
Politeknik Negeri Bali untuk membantu penyediaan air bersih bagi seluruh warga yang meliputi Dusun Labak Suren 1 dan Dusun Labak Suren 2. Kelompok pengelola air bersih “Toya Amerta” dibentuk untuk mengelola operasional air bersih sehingga kondisi air bersih bisa terjaga dengan baik. Pada Tahun 2017 Program Iptek bagi masyarakat (IbM) yang dimenangkan oleh I Made Aryana dari jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Bali kegiatannya adalah penyempurnaan instalasi air bersih sehingga mampu mengalir kerumah warga dengan pemasangan meter air. Pemberian sarana pengelolaan membantu operasional kelopok air bersih sehingga mampu memberi pelayanan kepada masyarakat sebagai pelanggan. Kondisi saat ini air masih ada permasalahan terkait dengan kondisi air yang agak keruh.
Berdasarkan kondisi ini dilakukan penyempurnaan lagi sarana air bersih dengan pemanfaatan filer air sebagai media untuk pembersih/penyaring kandungan lumpur halus yang terkandung dalam air tersebut. Penyempurnaan bak pengendap dan penyaring di bagian hulu juga dilakukan
dalam program PKM P3M Politeknik Negeri Bali tahun 2019.
METODE
Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan program kemitraan masyarakat ini yaitu : Sosialisasi, Pelibatan masyarakat secara aktif serta pelatihan/pendampingan. Penjerihan air yang menggunakan bahan alami yang disusun dalam tabung sebagai media rambatan saat air dialirkan ke media penyaringan tersebut seperti pada gambar 1.
Penyaring air ini merupakan salah satu bentuk teknologi tepat guna yang sederhanan serta mudah dalam perawatannya. Penyempurnaan bak pengendap yang ada dihulu/sumber air dengan penampahan saringan serta tutup plat beton. Efektifitas pemanfatan serta penyempurnaan instalasi penjernih air ini diuji dengan pengujian air sebelum difilter dan pengujian air setelah melalui filter alami yang digunakan. Unsur utama yang diuji adalah kandungan endapan lumpur halus, warna serta kandungan mineral yang ada di air baku tersebut.
Gambar 1. Model Media Filter Air Alami
HASIL DAN PEMBAHASAN
Proses Penjernihan dilakukan dengan metode pengendapan dan penyaringan/ filterisasi. Pengendapan dilakukan di bak penampung sumber air dibagian hulu yang ada dipinggir sungai. Pengendapan dilakukan dengan dua bilik dan pada baian penutup bak menggunakan plat beton untuk menghindari tumpahan lumpur langsung disaat musim hujan.
Penyaringan/filterisasi dilakukan pada tahap ke 2 yaitu pada bak penampung kedua yang ada di hulu desa. Penyaringan menggunakan bahan alami yaitu: kerikil, ijuk, pasir, arang tempurung kelapa, ijuk dan potongan batu bata. Tabung penyaring dengan susunan baban penyaring alami tersebut dipasang vertikal dengan susunan seperti
ISBN 987-623-7482-00-0
108 gambar 1 sehingga air yang dilairan merambat
dari atas ke bawah melewati susunan material penyaring sehingga partikel maupun kandungan lumpur halus dalam air dapat dikurangi. Secara kasat mata salah satu indikator hasil penyaringan/filetrisasi ini adalah perbedaan tingkat kejerih air sebelum disaring dengan air yang telah melewati saringan.
Gambar 2. Filterisasi Air Bersih Uji laboratorium, untuk mengetahui tingkat kejernihan dan unsur mineral dalam air tersebut.
Gambar 2. Alat Uji Kualitas Air Baku Tabel 1. Hasil Pengujian Air Baku sebelum Filterisasi
No Parameter Satuan Terukur
Batasan maksimum
yang diijinkan
A FISIKA
1 Suhu oC 27,8 Suhu udara ±3 2 Kekeruhan mg/lt 3,15 5 3 Jml zat Terlarut mg/lt 1.500 B KIMIA 4 pH mg/lt 8.70 6,5-9,0 5 Nitrat mg/lt 4,7 10 6 Nitrit mg/lt 3,2 1,0 7 Kadnium mg/lt 0,07 0,005 8 Seng mg/lt 0,01 15 9 Besi (Fe) mg/lt 0,07 1,0 10 Kromium (Cr) mg/lt 0,03 0,05 C BAKTERIOLOGI 1 E.Coli MPN/100ml 8 50 2 Total Coliform MPN/100ml 1910 10
Tabel 2. Hasil Pengujian Air Baku setelah Filterisasi
No Parameter Satuan Terukur
Batasan maksimum
yang diijinkan
A FISIKA
1 Suhu oC 27,2 Suhu udara ±3 2 Kekeruhan mg/lt 3,15 5 3 Jml zat Terlarut mg/lt 1.500 B KIMIA 4 pH mg/lt 8.2 6,5-9,0 5 Nitrat mg/lt 4,7 10 6 Nitrit mg/lt 3,2 1,0 7 Kadnium mg/lt 0,07 0,005 8 Seng mg/lt 0,01 15 9 Besi (Fe) mg/lt 0,06 1,0 10 Kromium (Cr) mg/lt 0,03 0,05 C BAKTERIOLOGI 1 E.Coli MPN/100ml 8 50 2 Total Coliform MPN/100ml 1910 10
ISBN 987-623-7482-00-0
109 Berdasarkan hasil pengujian
laboratorium terhadap sumber air bersih yang telah dilakukan filterisasi alami, secara umu parameter fisik memenuhi syarat, parameter kimia ada beberapa kandungan unsur kimia yang melebihi batas maksimum yang dijinkan seperti Nitrit sebagai N dan parameter bakteriologi, untuk bakteri E.Coli kandungannya dibawah standar yang diperbolehkan, namun total Coliform kandungannya melebihi batas maksimum yang diperbolehkan. Sumber air untuk air bersih ini adalah air sungai yang merupakan air permukaan jd sangat rentan dengan kontaminasi dari limbah yang ada di daerah aliran sungai tersebut. Bagi masyarakat yang menggunakan sebagai air bersih dirumah tangga bila digunakan sebagai air minum harus dimasak sampai titik didih 100oC
selama 5 menit sampai 20 menit (Puspitasari, 2014).
Sumber air bersih adalah kebutuhan primer bagi masyarakat khususnya masyarakat desa Labak Suren, Kecamatan Selemadeg Barat, Kabupaten Tabanan. Berdasarkan kegiatan filterisasi dan pengujian air yang telah dilakukan, secara kelayakan untuk kekeruhan, pH, unsur logam dan E.Coli kandungannya masuk dalam batas layak sebagai air bersih untuk keperluan rumah tangga seperti mandi, cuci dan memasak.
Khusus untuk konsumsi sebagai air minum air bersih ini harus dimasak atau direbus sampai mendidih (100oC) selama 5 sampai 20 menit. Pemnggunaan filter alami harus dilakukan perawatan berupa pembilasan secara berkala 2 minggu sekali.
SIMPULAN
DAFTAR RUJUKAN
Cita Roya Selaras. 2014. Hubungan Sarana
Sanitasi Air Bersih dan Perilaku Ibu Terhadap Kejadian Diare Pada Balita umur 10 – 59 Bulan di Wilayah Puskesmas Kerangan, Kecamatan Setu, Kota Tanggerang Selatan. Fakultas
Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarief Hidayattulah. Jakarta.
Ferdinand L Singer. 1995. Plumbing- Teknik
Pemipaan. Jakarta: Erlangga.
Jutz Hermann. Westerman Tables. New Delhi: Willy Eastern Limited.
Kurmi, R., S. 1984. Stenght Of Materials. New Delhi: Cand.S and Company Ltd. Morimura, T. dan Noerbambang, S.M. 2000.
Perancangan dan Pemeliharaan Sistem
Plambing. Jakarta: PT. Pradnya
Paramita.
PDII-LIPI bekerjasama dengan Swiss Development Cooperation. Jakarta. 199.
Buku Panduan Air dan Sanitasi.
PERATURAN MENTERI KESEHATAN Nomor : 416/MEN.KES/PER/IX/1990 Tentang Syarat-syarat Dan Pengawasan Kualitas Air.
Puspitasari, Shinta & Mukono, J. 2009.
Correlation Between Bacteriology
Quality of Well and Health Behavior with Waterborne Disease Incidence in Tambak Sumur Village, Waru, Sidoarjo.
Departemen Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga.
Sri S Ernawati dkk, 2013. Peningkatan Air
Bersih dengan Alat Penjernih Air.
Journal of Rural and Development, Vol.IV No.2, 2013.
Tahara Haruo, Sularso. 2000. Pompa Dan
Kompresor. Jakarta: PT Pradnya
ISBN 987-623-7482-00-0
110