HASIL DAN PEMBAHASAN
5.5 Pengelolaan Pemanfaatan Hasil
5.5.1 Pemanfaatan hasil penangkaran berupa barang atau produk .1 Usia panen dan teknik pemanenan
Pemanenan buaya dilakukan di penangkaran Taman Buaya Indonesia Jaya dilakukan setahun sekali. Pemanenan buaya hanya dilakukan untuk buaya muara. Buaya muara yang dipanen adalah buaya yang berumur sekitar 2-4 tahun yang telah memenuhi kriteria yaitu panjang tubuh 1,80-2,20 m dan lebar dada yaitu
45-50 cm. Sebelum dilakukan pemotongan dilakukan penyortiran buaya muara terlebih dahulu yang sudah sesuai dengan kriteria usia potong.
5.5.1.2 Pengelolaan pasca panen
Fakultas Kehutanan IPB (1990) menyatakan bahwa pengelolaan pasca panen adalah usaha dan kegiatan yang dilakukan dalam rangka menangani dan meningkatkan nilai tambah dari pemanenan buaya-buaya hasil penangkaran. Buaya muara yang akan dipotong diikat mulutnya dengan tali tambang dan buaya muara dibaringkan di lantai semen lalu dilakukan pemotongan. Pemotongan dilakukan dengan menusuk bagian tengkuk kepalanya dengan menggunakan pisau tajam. Setelah buaya muara dipotong kemudian dilakukan proses penyayatan kulit. Proses penyayatan kulit buaya muara di penangkaran ini dilakukan menurut urutan 10 langkah dan urutan proses penyayatan kulit buaya muara dapat dilihat pada Gambar 21.
Gambar 21 Proses penyayatan kulit buaya muara (Sumber : Gumilar (2007)). Keterangan :
1. Menyayat leher bagian belakang
2. Menyayat dari pertengahan leher ke belakang 3. Menyayat ekor bagian samping
4. Menyayat ekor bagian ujung 5. Menyayat ekor bagian samping
7. Menyayat kaki belakang bagian samping 8. Menyayat pada bagian pergelangan kaki depan 9. Menyayat kaki depan bagian samping
10. Menyayat bagian muka
5.5.1.3 Bagian tubuh buaya muara yang dimanfaatkan
Buaya muara merupakan salah satu jenis reptil yang mempunyai nilai ekonomi tinggi karena hampir seluruh bagian tubuhnya dapat dimanfaatkan. Produk-produk yang dapat dihasilkan dari bagian tubuh buaya muara dapat dilihat pada Tabel 11.
Tabel 11 Produk yang dihasilkan dari bagian tubuh buaya muara
No Bagian yang dimanfaatkan Produk
1 Kulit Tas, dompet, ikat pinggang
2 Daging Sate
3 Tangkur Obat kuat
4 Kepala Hiasan dinding
5 Gigi dan kuku Asesoris (gantungan kunci,hiasan dinding)
1. Kulit buaya muara
Kulit buaya muara mempunyai nilai jual yang sangat tinggi oleh karena itu buaya muara banyak diburu oleh masyarakat. Produk yang dihasilkan dari kulit buaya muara yakni berupa dompet dan tas. Menurut Bolton (1989) kulit buaya muara yang paling berharga adalah dari perut, panggul, tenggorokan dan leher dimana pada bagian-bagian tersebut tidak terdapat tulang.
(a) (b)
2. Daging buaya muara
Daging buaya muara juga merupakan produk yang memiliki khasiat yang baik untuk kesehatan dan juga bernilai tinggi. Di penangkaran ini daging buaya muara diolah dan menghasilkan produk seperti sate. Daging buaya muara disimpan di dalam freezer agar daging tetap awet. Di penangkaran ini daging buaya muara diolah menjadi sate dan restoran sate buaya muara hanya terdapat di Jalan Bandengan Utara tidak dijual di restoran yang lainnya. Selain sate buaya di restoran ini juga dijual berbagai aneka menu makanan yang terbuat dari reptil seperti ular, biawak, monyet ekor panjang. Komposisi zat makanan pada beberapa bagian daging alligator dapat dilihat pada Tabel 12.
Tabel 12 Komposisi daging alligator.
No Bagian Protein kasar (%) Lemak kasar (%) Air (%) Abu (%) 1 Ekor 21,3 1,5 76,5 1,3 2 Perut 21,1 1,2 73,0 1,3
3 Kepala sampai bagian bawah leher 22,3 1,2 75,9 1,3
4 Kaki 21,1 1,0 76,8 1,3
Sumber : Moody et al. (1980) diacu dalam Bolton (1989).
Berdasarkan Tabel 12 bahwa pada kepala sampai bagian bawah leher mengandung protein kasar tertinggi dibandingkan dengan bagian lainnya yaitu sebesar 22,3%, sehingga pada bagian ini banyak dimanfaatkan untuk produk makanan seperti sate buaya muara. Selain itu, di restoran Bandengan Utara juga menjual sate biawak, sate ular, sate monyet ekor panjang, abon buaya muara, abon biawak, abon monyet ekor panjang, abon ular. Daging buaya muara berwarna putih atau merah muda dan mempunyai tekstur yang halus seperti daging sapi muda atau daging babi, rasa daging buaya sesuai dengan pakan yaitu seperti rasa daging ikan. Menurut Bolton (1989) daging buaya muara sangat tinggi protein dan lemak, kandungan lemak tebal terdapat di bagian ekor. Pemotongan buaya muara hanya dilakukan satu kali dalam setahun. Produk-produk ini dapat dilihat pada Gambar 23. Konsumen yang biasanya mengkonsumsi sate buaya muara adalah kaum laki-laki yang berasal dari mancanegara dan domestik.
(a) (b)
Gambar 23 (a) Sate buaya, biawak dan ular; (b) Abon ular. 3. Bagian-bagian lain yang dimanfaatkan
Bagian organ tubuh buaya muara yang sering dimanfaatkan di penangkaran Taman Buaya Indonesia Jaya adalah tangkur buaya yang berfungsi dapat meningkatkan stamina pria dewasa. Tangkur buaya ini memiliki nilai jual tinggi banyak masyarakat dan pengunjung yang berdatangan ke restoran buaya ini untuk membeli tangkur buaya terutama oleh kaum pria. Hal ini disebabkan karena orang-orang mempunyai kepercayaan bahwa buaya bertubuh kuat dan tangkur merupakan alat kelamin jantan pada buaya sehingga dipercaya dapat memperkuat stamina. Produk yang dihasilkan dari bagian organ tubuh buaya muara dapat dilihat pada Gambar 24.
(a) (b) (c) (d) Gambar 24 (a) Sari rendaman tangkur buaya muara; (b)Tangkur buaya
muara; (c) Gigi buaya muara dan (d) Kepala buaya muara.
5.5.1.4 Pemasaran Produk
Buaya muara merupakan salah satu jenis satwa yang mempunyai nilai ekonomi yang sangat tinggi. Buaya muara diperjualbelikan dapat berupa satwa hidup maupun bagian-bagian tubuh dari buaya muara tersebut. Penangkaran Taman Buaya Indonesia Jaya menjual produk dari buaya muara dan satwa lain
seperti monyet ekor panjang, biawak dan ular baik berupa kulit, daging dan beberapa organ dari satwa tersebut. Produk berupa olahan daging berupa sate, abon. Sedangkan produk dari bagian organ buaya yakni berupa tangkur. Produk yang diperjualbelikan ini hanya terdapat di restoran buaya di Jalan Bandengan Utara. Restoran ini tidak membuka cabang di daerah manapun. Jadi, pengunjung yang ingin membeli hidangan tersebut hanya terdapat di Jalan Bandengan Utara (Gambar 25). Beberapa produk yang dijual di penangkaran Taman Buaya Indonesia Jaya tersaji pada Tabel 13.
Gambar 25 Restoran buaya di Jalan Bandengan Utara.
Tabel 13 Jenis produk buaya muara yang dijual di penangkaran Taman Buaya Indonesia Jaya
No Jenis produk Harga (Rp)
1 Sari rendaman tangkur 75.000/ botol (±150 ml)
2 Tangkur buaya 227.000/ 1 cm
3 Kulit buaya 2.150.000/ lembar
4 Tas 3.725.000/ buah
5 Dompet 1.060.000/ buah
6 Sate 70.000/porsi
7 Abon 85.000/ bungkus
5.5.2 Pemanfaatan hasil penangkaran sebagai jasa wisata