• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMANFAATAN JAMUR SEBAGAI MAKANAN OLAHAN KHAS DESA NGROTO

Jamur tiram merupakan komoditas pertanian yang saat ini digemari oleh masyarakat karena memang rasanya yang sangat lezat dan mengandung banyak nutrisi. Jamur putih tiram sendiri memiliki tudung yang berbentuk setengah lingkaran yang mirip dengan cangkang tiram.

Menurut penelitian jamur tiram putih ini memiliki kandungan gizi tinggi dibandingkan dengan jenis jamur lainnya. Jamur tiram memiliki kandungan memiliki kandungan gizi yang lebih tinggi dibandingkan jenis jamur kayu lainnya, yaitu mengandung protein, lemk, fosfor, besi, tiamin, riboflavin. Di dalam jamur tiram terdapat 18 macam asam amino yang

dibutuhkan oleh tubuh manusia dan tidak mengandung kolestrol (Djarijah dan Djarijah, 2001)

Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) bukan makanan yang baru bagi masyarakat. Posisi jamur tiram yang dulu sebatas bahan makanan yang belum begitu dikenal kini jamur tiram telah diterima masyarakat sebagai makanan yang menyehatkan. Banyak masyarakat Indonesia yang mulai membudidayakan jamur tiram karena telah mengetahui khasiat dan nilai ekonomis dari jamur tiram tersebut. Hal ini dikarenakan harga jamur tiram di Indonesia cukup tinggi dan dapat memberikan keuntungan finansial bagi pembudidayanya.

Jamur tiram memiliki daya simpan yang pendek atau cepat mengalami kerusakan. Jamur tiram mudah rusak jika terlalu lama disimpan di udara yang terbuka, karena jamur tiram sendiri memiliki kandungan air yang sangat tinggi yaitu 86,6 %. Jamur akan lebih tahan lama apabila disimpan dalam udara yang kering, mengingat kandungan air yang tinggi membuat jamur mudah terserang mikroorganisme sehingga membuat semakin cepat rusak

Di Desa Ngroto sendiri terdapat dua petani yang membubidayakan jamur tiram, budidaya jamur tiram dimulai dengan melakukan penataan baglog bibit jamur tiram di dalam rumah jamur. Penataan dilakukan secara vertikal untuk meningkatkan kapasitas produksi rumah jamur tiram.

Setelah baglog tertata di dalam rumah jamur, dilakukan pencabutan kapas penutup baglog. Perawatan jamur tiram dilakukan dengan menyiram air di lantai rumah jamur dan menyemprotkan air di baglog. Perawatan dilakukan setiap hari. Pengamatan hama dilakukan sambil melakukan penyiraman dan penyemprotan. Pemanenan dilakukan dengan cara

mencabut jamur beserta akarnya sampai bersih. Akar yang tersisa harus dibersihkan supaya tidak menutup pertumbuhan jamur berikutnya dan tidak mengundang hama ulat. Hasil panen jamur tiram dipotong akarnya, ditimbang sesuai dengan permintaan pasar. Agar harga jual terjangkau oleh konsumen, jamur tiram dikemas dalam plastik dengan volume 1 ons.

Banyak dari petani jamur sendiri memasarkan hasil panenannya dalam bentuk produk mentah bukan produk olahan.

Konsumsi jamur tiram sendiri dapat dilakukan dengan berbagai cara, setiap orang memiliki selera tersendiri dalam mengonsumsi jamur tiram.

Salah satu cara mengonsumsi jamur tiram biasanya untuk lauk sehari-hari dengan mengolahnya menjadi jamur yang digoreng dengan tepung hingga kering, atau diolah menjadi masakan yang dicampur dengan daging atau ikan. Pengolahan jamur tiram yang beragam tersebut, dipengaruhi oleh harga jual jamur tiram yang relatif murah dan dapat dijangkau.

Melihat kebiasaan cara mengonsumsi jamur tiram yang bisa dibilang biasa tersebut dan mengingat peluang untuk mengembangkan jamur tiram menjadi olahan-olahan yang lebih bervariasi. Maka perlu dilakukan suatu pengembangan olahan jamur tiram yang tidak biasa. Sumber daya manusia yang ada di Desa Ngroto terutama ibu-ibu PKK beserta masyarakat sendiri dapat dikatakan sangat memadai, banyak dari mereka yang masih perlu diberikan suatu pelatihan ataupun penyuluhan tentang bagaimana melihat potensi yang ada di desa mereka. Salah satu potensi yang ada di desa mereka selain pertanian adalah budidaya jamur tiram ini,berdasarkan hal tersebut tim KKN melakukan kegiatan pelatihan bagi ibu-ibu PKK untuk mengetahui bagaimana cara mengolah jamur tiram

PROGRES ATAU PELAKSANAAN KEGIATAN

yang lebih bervariasi serta dapat menjadi peluang usaha yang bagus bagi mereka sehingga dapat menumbuhkan kegiatan ekonomi di Desa Ngroto ini dengan baik.

Pelatihan pengolahan jamur tiram ini dimaksudkan agar sasaran mampu menganekaragamkan bentuk produk jamur tiram yang dapat dijual kepada konsumen dan juga meningkatkan nilai tambah jamur tiram.

Produk olahan jamur tiram yang dilatihkan kepada ibu-ibu PKK adalah produk yang dapat dijual berbahan dasar jamur tiram. Untuk itu dipilih olahan jamur tiram menjadi olahan yang dirasa belum biasa dan masih jarang masyarakat mengolahnya ialah membuat jamur menjadi olahan abon.

Kegiatan pelatihan pembuatan olahan jamur tiram menjadi abon (bonjur) dilaksanakan di Balai Desa Ngroto, tanggal 4 Agustus 2019 pukul 09.00-11.30 WIB. Penanggung jawab program ini adalah Cairin Melina.

Kegiatan Pelatihan pengolahan dilakukan agar ibu-ibu PKK mampu melakukan pengolahan mulai dari persiapan pengolahan sampai dengan pengemasan produk olehan jamur tiram. Pelatihan dilakukan dengan melibatkan ibu-ibu PKK secara langsung dalam semua tahapan pengolahan jamur tiram yang dipandu oleh tim KKN. acara pelatihan diikuti oleh ibu PKK Acara dibuka oleh ketua Tim penggerak ibu-ibu PKK yaitu Ibu Isrotun dan dilanjutkan dengan perkenalan dan pengarahan dari Tim KKN UNNES. Tim KKN selanjutnya menjelaskan cara-cara pembuatan produk olahan dari jamur tiram. Masing-masing peserta telah mendapatkan resep yang telah dibagikan oleh tim KKN

sebelumnya. Sasaran program ini ialah masyarakat Desa Ngroto, khususnya anggota PKK.

Saat pelaksanaan peserta nampak antusias. Tim KKN sebelumnya menjelaskan bahwa di Desa Ngroto ini memiliki potensi yang bagus untuk dijadikan peluang usaha, yaitu jamur tiram. Mengingat sudah ada dua petani yang membudidayakan jamur tiram. Namun rata-rata mereka hanya menjual secara mentah bukan dalam bentuk olahan. Saat tim KKN memberikan penjelasan dan pengenalan bahwa jamur tiram bisa diolah menjadi abon, Beberapa peserta melontarkan baru tahu bahwa jamur dapat dibuat menjadi abon. Beberapa peserta yang lain melontarkan pernyataan senang bisa mendapatkan keterampilan baru ini dan akan segera mencoba membuatnya dirumah.

Proses pembuatan abon jamur dimulai dengan persiapan dan pembuatan produk selesai dalam waktu ± 4 jam berhasil dengan baik menghasilkan produk abon. Tim KKN telah membawa sampel produk abon jamur (bonjur) yang selanjutnya sampel tersebut dibagikan ke masing-masing anggota ibu-ibu PKK saat pemaparan cara pembuatan jamur. Setelah mereka melihat produk ini dan mencoba rasanya beberapa peserta ada yang lain me-lontarkan segera ingin mempraktekkan lagi di rumah, dan yang lain mencoba untuk menghitung secara hitungan kasar modal yang diperlukan dan jumlah produk yang dihasilkan, serta menentukan kemungkinan harga jual (minimal dengan harga jual yang laku di pasaran sekeliling tempat tinggal mereka) dan ternyata usaha pembuatan produk jamur olahanan ini masih menguntungkan.

HASIL KEGIATAN

LUARAN

Kegiatan berjalan dengan lancar, tampak ibu-ibu PKK sangat antusias dan semangat saat mendengarkan pemaparan tentang cara pengolahan jamur tiram menjadi abon jamur (bonjur). Dari pernyataan yang diungkapkan oleh peserta berarti bahwa mereka merasakan nilai positif dari kegiatan tersebut. Sesuai dengan pernyataa mereka yang baru pertama kali mendengar bahwa jamur bisa diolah menjadi abon jamur.

Kemudian ada salah satu dari ibu-ibu PKK yang tertarik ingin mencoba membuat olahan tersebut di rumah serta menghitung-hitung untuk menentukan harga jual. Bentuk kegiatan pengembangan atau tindak lanjut dari pelatihan ini antara lain mencoba untuk membuat sendiri di rumah untuk menu keluarga, mengajarkan kepada tetangga sekitar dan mencoba untuk mengembangkan menjadi usaha sampingan. Peserta juga menginginkan untuk diadakan bentuk pelatihan dan penyuluhan yang lain antara lain pembuatan roti dan kue atau pembuatan olahan-olahan lain. Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak yang diperlukan untuk pembinaan dan pelatihan agar bisa lebih memberdayakan masyarakat terutama kaum ibu di Desa Ngroto ini. Setelah pelatihan selesai, peserta juga diajak untuk mendiskusikan varian produk yang dapat dijual kepada konsumen dengan memanfaatkan olahan jamur lainnya yang lebih unik.

Luaran yang diharapakan dari program ini ialah Sesuai dengan potensi desa dan sumber daya manusia yang ada di Desa Ngroto, Kecamatan mayong, bentuk kegiatan pelatihan yang sesuai untuk dilatihkan adalah

PENUTUP

pembuatan produk jamur tiram olahan dalam bentuk abon, Peserta diharapkan berhasil membuat produk yang dilatihkan. Pelatihan ini memberikan pengetahuan, keterampilan dan semangat baru bagi warga tersebut untuk mengembangkan lebih lanjut baik untuk penganekaragaman menu sehari-hari, ingin mendiseminasikan kepada warga sekitar maupun member motivasi untuk membuka usaha baru dalam bentuk olahan jamur menjadi abon.

Desa Ngroto memiliki potensi yang sangat bagus selain pertanian ada juga budidaya jamur tiram yang dinilai memiliki peluang yang sangat bagus jika terus dikembangkan. Salah satu bentuk olahan dari jamur tiram sendiri ialah abon jamur yang kami beri nama “bonjur”. Olahan ini bisa dibilang sebagai variasi dalam pengolahan jamur tiram, terutama bagi ibu-ibu PKK Desa Ngroto. Banyak dari mereka yang mengolah jamur tiram menjadi olahan yang biasa saja. Dalam pelatihan ini masyarakat bisa mengerti apa kemampuan untuk mengembangkan aset yang mereka miliki di suatu Desa, jelas akan terlihat suatu perubahan dan memunculkan potensi yang bisa dimanfaatkan dengan baik, agar menjadi sesuatu yang bisa memberdayakan bagi mereka semua.

DOKUMENTASI

Dokumen terkait