V. HASIL DAN PEMBAHASAN
5.3 Pemanfaatan Lahan Pekarangan Kelompok Wanita Tani
Kawasan Rumah Pangan Lestari.
Luas lahan pekarangan mempunyai arti yang sangat penting karena berkaitan dengan kurang atau banyaknya hasil dari manfaatannya. Semakin luas pekarangan yang dimanfaatkan atau dikelola maka semakin banyak pula hasil yang mereka dapatkan. Klasifikasi luas lahan pekarangan anggota kelompok wanita tani Mekar Sari di Kelurahan Bonto Jaya dapat dilihat pada tabel 8 .
Tabel 8. Keadaan Responden Berdasarkan Tingkat Pengalaman Kerja di Kelurahan Bonto Jaya Kecamatan Bissappu Kabupaten Bantaeng.
No. Umur Luas Lahan
Pekarangan (m2)
Jumlah (Orang)
Persentase (%)
1 23 – 29 25 – 50 m2 3 10.00
2 30 – 36 50 – 75 m2 5 16.7
3 37 – 43 25 – 75 m2 12 40.00
4 44 – 50 25 - 75 m2 6 20.00
5 51 – 57 50 – 75 m2 4 13.3
Jumlah 30 100
Sumber : Data Primer Setelah Diolah, 2022
Tabel 8 menjelaskan bahwa anggota kelompok wanita tani Mekar Sari yang memiliki luas lahan pekarangan seluas 25-50m² sebanyak 3 orang dengan usia 23-29 tahun memliki persentase 10%, luas lahan pekarangan 50-75m² sebanyak 5 orang dengan usia 30-36 tahun memiliki persentase 16.7%, luas lahan 25—75m2 sebanyak 12 orang dengan rentang usia 37-443 tahun memiliki persentase 40% dan anggota kelompok wanita tani Mekar Sari yang memiliki luas lahan pekarangan 50-75m² sebanyak 4 orang dengan usia 51-57 tahun memiliki persentase 13.3%.
Hasil ini sejalan dengan penelitian I Ketut Sukanata (2010) bahwa lahan merupakan salah satu faktor produksi utama yang menghasilkan produk pertanian,
39 mempunyai kontribusi yang cukup besar terhadap usahatani. Besar kecilnya hasil produksi tanaman dari suatu usaha tani, antara lain dipengaruhi oleh luas atau sempitnya lahan yang dipergunakan. Maka dapat diduga luas lahan pekarangan menyebabkan anggota kelompok wanita tani Mekar Sari lebih memungkinkan untuk memaksimalkan tingkat produksinya. Luas lahan pekarangan yang dimiliki tidak selamanya menjamin bahwa luas tersebut lebih produktif dibandingkan lahan pekarangan yang sempit dalam perolehan hasil produksi. Luas lahan sangat mempengaruhi produksi usahatani, semakin luas lahan yang diusahakan maka semakin tinggi produksi dan pendapatan per satuan luasnya.
5.3.1 Pemanfaatan Lahan Pekarangan
Pemberdayaan kelompok wanita tani Mekar Sari dalam memanfaatkan lahan pekarangan, terdapat 10 indikator yang perlu dicapai. Untuk mengetahui tercapainya indikator tersebut, peneliti mengembangkan 10 indikator tersebut dalam bentuk pertanyaan dan melalukan proses wawancara pada 30 orang responden Adapun indikator dan jawaban anggota kelompok wanita tani Mekar Sari dapat dilihat pada tabel 9.
Tabel 9. Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani sebagai Pemanfaatan Lahan Pekarangan KWT Mekar Sari di Kelurahan Bonto Jaya, Kecamatan Bissap, Kabupaten Bantaeng.
No Pemanfaatan Lahan Pekarangan
Kategori
Tinggi Sedang Rendah 1. Terpenuhinya kebutuhan pangan keluarga 23 5 2 2.
Meningkatnya keterampilan anggota dalam menanam tanaman pangan yang beragam
25 3 2
3. Meningkatnya pendapatan keluarga 28 2 - 4. Tercapainya pola konsumsi yang
beragam 20 8 2
5. Terciptanya keindahan dan kenyamanan
lingkungan 28 2 -
40 Tabel 9 menjelaskan terdapat 23 orang yang termasuk kategori tinggi untuk indikator menggali dan merumuskan kebutuhan pangan dan gizi keluarga, sedangkan 5 orang termasuk kategori sedang dan 2 orang lainnya termasuk kategori rendah. Yang termasuk dalam kategori tinggi yaitu kebutuhan pangan keluarga dimana kebutuhan pokok sudah terpenuhi seperti sayuran – sayuran dan tanaman lainnya yang ditanam di pekarangan rumah guna untuk peningkatan gizi.
Dalam keteranpilan menanam tanaman di kelompok wanita tani (KWT) mekar sari, berjumlah 25 orang dengan kategori tinggi dalam hal ini penanaman tanama yang beragam sangat bermanfaat untuk terpenuhinya kebutuhan atau terjaganya pola gizi keluarga setiap hari. Sedangkan 3 orang yang terdapat kategori sedang dan 2 orang termasuk kategori rendah, dalam kategori tinggi mengeluarkan ide-ide cara mengelola lahan kosog, agar dapat berbagai macam tanaman sayuran bisa ditanam dalam satu panen semisal sayur bayam dan kangkung, dll.
Peningkatan pendapatan keluarga berjumlah 28 orang dengan kategori tinggi, sedangkan 2 orang termasuk kategori sedang. Dalam kategori tinggi dengan meningkatkan pendapatan keluarga indikator ini memanfaatkan lahan dan menanam tanaman sayur-sayuran dan di perjual belikan di pasar, sehingga membantu perekonomian atau menambah penghasilan keluarga dan memberikan dampak yang besar dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Tercapainya pola konsumsi terdapat 20 orang dengan kategori tinggi indikator ini selalu memenuhi kebutuhan pola gizi dini dipenuhi dengan memperhatikan prinsip keanekaragaman pangan sedangkan 8 orang termasuk
41 kategori sedang dan 2 orang lainnya termasuk kategori rendah. Dalam kategori tinggi yaitu kelompok wanita tani (KWT) Mekar Sari. Anggota kelompok menanam berbagai macam tanaman seperti kangkung, bayam dan tanaman lainnya sedangkan ketegori sedang hanya mengikuti prosedur yang ada.
Terciptanya keindahan dan kenyamanan lingkungan terdapat 28 orang dengan kategori tinggi indikator ini menjelaskan keindahan dan kenyamanan lingkungan dimana pekarangan rumah dijadikan taman sayuran sedangkan 2 orang termasuk kategori sedang. Dalam kategori tinggi anggota kelompok membuat taman sayuran di pekarangan rumah sebagai bentuk kreavitas dan penghijauan depan rumah masing – masing.
5.3.2 Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Mekar Sari
Skor keseluruhan kelompok wanita tani Mekar Sari di Kelurahan Bonto Jaya dapat dilihat pada tabel 10 berikut.
Tabel 10. Jumlah Skor Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Mekar Sari di Kelurahan Bonto Jaya Kecamatan Bissappu Kabupaten Bantaeng, 2022.
No. Indikator Rata-Rata
Skor Kategori
1 Program kawasan rumah pangan
lestari 2,57 Tinggi
2 Pemanfaatan lahan pekarangan 2,46 Sedang
Jumlah 2,33 Tinggi
Tabel 10 menjelaskan bahwa pemberdayaan kelompok wanita tani Mekar Sari pada program kawasan rumah pangan lestari termasuk kategori tinggi dengan rata-rata skor 2,57. Pemberdayaan kelompok wanita tani Mekar Sari pada usaha pemanfaatan lahan pekarangan termasuk kategori sedang dengan rata-rata skor
42 2,46. Dalam kerjasama, pemberdayaan kelompok wanita tani Mekar Sari termasuk kategori sedang karena dari 4 indikator yang ada, terdapat 1 indikator yang masih kurang pelaksanaannya yaitu tercapainya pola konsumsi pangan yang beragam. Program kawasan rumah pangan lestari sudah dilaksanakan dengan baik dan meningkatnya ekonomi produktif sudah berkembang.
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan dengan penelitian S. Masithah, dkk (2014) bahwa tingkat partisipasi anggota kelompok wanita tani dalam program KRPL pada tahapan pelaksanaan termasuk ke dalam kategori tinggi. Dimana dalam penelitian ini, anggota kelompok wanita tani
43