D. Pembukaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB) Dan Pemanfaatan Limbah Pembukaan Lahan
D.2. Pemanfaatan limbah pembukaan lahan pada areal perkebunan
Pelaksanaan Pembukaan Lahan Tanpa Bakar untuk pengembangan perkebunan dilakukan pada areal yang berasal dari pembukaan areal vegetasi tumbuhan kayu, peremajaan kebun, semak belukar dan lahan gambut. Pembukaan lahan ini menghasilkan banyak limbah berupa serasah, yang terdiri dari dedaunan dan ranting, maupun batang-batang pohon yang apabila dibiarkan akan mengering dan berpotensi menjadi bahan bakar yang mudah terbakar. Untuk mengurangi tingkat bahaya kebakaran, limbah tebangan yang tersisa/ tertinggal tersebut dapat dimodifikasi dengan memanfaatkan dan mengolahnya menjadi kompos dan briket arang. Dari serasah yang berupa dedaunan dan ranting-ranting kecil maupun semak belukar serta rerumputan dapat dimanfaatkan menjadi kompos (pupuk organik) dan dari limbah yang berupa batang, cabang serta ranting dapat dibuat arang yang kemudian diolah lebih lanjut menjadi briket arang.Pemanfaatan limbah ini selain dapat meminimalkan resiko bahaya kebakaran juga memberikan hasil yang lebih bermanfaat dan bernilai guna serta memiliki nilai ekonomi yang tinggi.
D.2.1. Kompos Bahan dan komposisi:
- Limbah hasil tebangan berupa serasah yang terdiri dari paku-pakuan, gulma tanaman pioner dan lainnya (80 %)
- Pupuk kandang (10 %) - Dedak/ bekatul (10 %) - EM-4/dekomposer (100 ml) - Molase/gula (25 Grams) - Air secukupnya Cara Pembuatan
- Limbah hasil tebangan dicampur dengan pupuk kandang dan dedak (campuran 1). - EM4, Molase/gula dan air dilarutkan (campuran 2).
- Campuran 1 diaduk dengan campuran 2 kemudian ditutup dengan plastik. - Setelah 3 hari, campuran diaduk agar proses sempurna, lalu ditutup kembali.
- Setelah warnanya merata kecoklatan dan gembur kemudian di angin-anginkan. Setelah dingin/suhunya normal, siap untuk dipakai atau dikemas dalam kantong plastik untuk disimpan/dijual.
D.2.2. Arang
Secara umum ada 2(dua) jenis pembuatan arang yaitu dengan cara jobongan arang sementara dan jobongan arang tetap.
D.2.2.1. Pembuatan Arang Dengan Jobongan Sementara
Pembuatan arang dengan cara jobongan sementara dilakukan dengan langkah-langkah berikut:
Pembuatan lubang pengarangan
Lubang pengarangan dibuat berbentuk setengah bola dengan kedalaman 0,5 – 0,75 m dan diameter 1,0 – 1,5 m. Jika lubang dipakai berulang, perlu dibersihkan dari bekas pengarangan.
Pemotongan kayu bahan arang.
Kayu dipotong sepanjang 1 m menggunakan alat potong. Penumpukan kayu bahan arang di lubang
Kayu bahan arang disusun diatas kayu galangan dalam lubang pengarangan.Kayu galangan berfungsi sebagai tempat tumpuan kayu bahan arang dan juga berfungsi sebagai lubang udara. Kayu yang berdiameter besar diletakkan ditengah tumpukan.Penumpukan kayu diusahakan benar-benar rapat agar lapisan tanah penutup tidak turun sebelum waktunya. Kebocoran (masuknya udara) dapat menyebabkan kayu terbakar menjadi abu. Kayu bakar yang sudah ditumpuk kemudian ditimbun dengan dedaunan setebal 10-15 cm kemudian diatasnya diberi lapisan tanah setebal 30 cm untuk Tanah basah atau 20 cm untuk tanah kering. Lapisan tanah ini harus bisa bergerak turun sesuai dengan tahap pengarangan.Pembakaran dimulai dengan membakar kayu umpan.Setelah jobongan dipastikan sudah nyala dan suhu dalam jobongan cukup panas maka lubang tempat keluar masuknya udara dan kayu umpan tersebut ditutup dengan tanah dan lapisan penutup jobongan dipertebal.
Penumpukan dan penimbunan kayu bahan arang di lubang pengarangan
Setelah 2-3 hari diperkirakan kayu bahan arang telah berubah menjadi arang.Dalam selang waktu ini pembongkaran jobongan dapat dilakukan (tidak menutup kemungkinan untuk membongkarnya lebih cepat atau lambat tergantung cepat lambatnya pengarangan terjadi). Bila terjadi kebocoran udara dan tidak dapat ditanggulangi, jobongan harus segera dibongkar agar tidak semua kayu bahan arang terbakar menjadi abu. Setelah jobongan dibongkar dan arang dikeluarkan lalu disiram dengan air supaya benar-benar
tidak ada bara api yang terdapat dalam arang kemudian arang dimasukkan dalam karung yang telah disiapkan.
D.2.2.2. Pembuatan Arang Dengan Jobongan Tetap
Yang dimaksud dengan jobongan tetap yaitu dapur arang yang terbuat dari drum bekas berkapasitas 200 liter.
Cara Pembuatan Jobongan :
Drum bekas, tutup bagian atasnya dibuka, tutup bekas bagian atas drum tersebut dilubangi tengahnya dengan diameter 10 cm untuk dipasang cerobong asap setinggi 30 cm. Badan jobongan dibuat lubang udara 3 (tiga) baris terdiri dari 4 lubang berukuran 13 mm dengan jumlah total lubang ada 12 (dua belas) lubang rincian lihat gambar.
Bahan Baku Arang
Bahan baku arang dengan jobongan tetap dapat berupa tempurung kelapa, kayu, serasah, daun, atau serbuk gergaji. Bahan serbuknya dalam kondisi relatif kering sehingga proses dapat lebih cepat dan tidak terlalu berasap.
Pengisian Jobongan
Sebelum diisi letakkan paralon atau bambu yang berdiameter 10 cm ditengah-tengah tegak lurus, baru bahan baku dimasukkan hingga penuh.
Pembakaran
Setelah jobongan diisi penuh dengan bahan arang kemudian paralon atau bambu dicabut dan masukkan kayu umpan yang telah dicelupkan ke minyak tanah. Jika pembakaran sudah berlangsung dan diperkirakan apinya tidak akan mati, maka tungku dapat ditutup dan cerobong asap dapat dipasang. Pada tahap awal pembakaran tersebut, hanya lubang baris terbawah yang dibiarkan terbuka, yang lainnya ditutup dengan tanah liat.Tahap berikutnya apabila di lubang pertama sudah kelihatan membara maka lubang pertama ditutup dan lubang kedua dibuka demikian seterusnya untuk lubang ke tiga.Bila terjadi pengurangan volume bahan akibat pembakaran, maka dapat ditambahkan bahan baru dari bagian atas jobongan. Penambahan bahan ini hendaknya tidak menutup lubang bagian tengah. Pembakaran dianggap selesai apabila asap dari cerobong sudah tipis dan berwarna kebiruan dalam kondisi ini semua lubang udara ditutup rapat dengan tanah liat dan dibiarkan jobongan mendingin. Bahan baku tempurung kelapa membutuhkan waktu proses 6-7 jam, sedangkan untuk serbuk gergaji dan serasah, waktu yang dibutuhkan lebih lama (± 12 jam) karena serbuk gergaji dan serasah mudah terbakar sehingga perlu ditambahkan bahan terus menerus
agar tungku tetap penuh. Untuk proses selanjutnya pisahkan abu, bahan baku yang belum jadi arang dan arang kemudian dimasukkan ke dalam karung.
D.2.2.3. Briket Arang
Briket arang adalah arang yang telah diubah bentuk, ukuran dan kerapatannya menjadi produk yang lebih praktis dalam penyimpanan, transportasi dan penggunaannya.
Bahan : Arang dan Tepung pati sebagai perekat
Peralatan: Mesin kempa briket, lumpang, alu, saringan 40 mesh dan 60 mesh, nampan plastik, panci, pengaduk, kuas, timbangan, oven, dan kompor
Cara Pembuatan
- Arang ditumbuk dalam lumpang kemudian disaring.
Serbuk yang lolos saringan 40 mesh dan tertahan dalam saringan 60 mesh adalah bahan yang siap digunakan.
- Siapkan perekat pati dengan mencampur pati dan air dengan perbandingan 1: 12, pati diperlukan sebanyak 2,5 – 5 % setiap gram arang kering.
- Campurkan 50 gram serbuk kering dengan perekat secara merata menjadi seperti adonan, kemudian masukkan ke mesin pencetak beriket arang.
- Keringkan beriket arang yang baru saja dibuat ± 24 jam pada suhu 600 C atau dijemur di panas matahari.