• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMANFAATAN PESTISIDA NABATI DI LAHAN PASANG SURUT

Prospect on the Utiliation of Clove Oil Based Pesticide on Tidal Land

PEMANFAATAN PESTISIDA NABATI DI LAHAN PASANG SURUT

Pestisida nabati berbasis minyak cengkeh telah diteliti dan dilaporkan efektif untuk mengendalikan populasi dan serangan wereng batang cokelat,

Nilaparvata lugens (Wiratno, 2014). Penggunaan pestisida ini di lahan pasang

surut yang banyak tersebar di Sumatera Selatan diperkirakan mempunyai prospek yang sangat baik untuk dikembangkan. Karena salah satu OPT penting lainnya yang menyerang tanaman padi di lahan sub-optimal tersebut adalah penyakit kresek yang disebabkan oleh serangan bakteri Xanthomonas campestris pv.oryzae. Penyakit ini pada bulan Februari 2012 telah menyebar di 4 Kabupaten yakni Kabupaten Ogan Komering Ilir (Kec. Lempuing dan Lempuing Jaya), Ogan Komering Ulu (Kec. Baturaja Timur dan Pengandonan), Ogan Komering Ulu Timur (Kec. Belitang Mulya, Belitang III, Belitang) dan kabupaten Muara Enim (Kec. Tanjung Agung). Menurut Mev dan Cru (2001), serangan penyakit ini dapat menyebabkan kehilangan hasil mencapai lebih dari 70%. Dengan potensinya yang sekaligus dapat berperan sebagai bakterisida, maka aplikasi pestisida berbasis minyak cengkeh disamping dapat menekan serangan wereng batang cokelat diharapkan juga mampu menekan perkembangan dan serangan penyakit kresek.

Pemanfaatan pestisida nabati khususnya di lahan pasang surut akan berdampak luas terhadap kesehatan petani dan kelangsungan produksi padi di Sumatera Selatan. Hal ini berkaitan dengan tingginya kecenderungan petani untuk menggunakan pestisida untuk mengendalikan organism pengganggu tanaman (OPT) di pertanamannya. Intensifnya penggunaan pestisida sintetis telah diketahui mengganggu keseimbangan ekosistim karena pestisida dapat membunuh organisme bukan sasaran seperti parasit, predator dan polinator. Selain dari pada itu bahan aktif pestisida nabati mudah terurai di alam akibat terpapar sinar

ultraviolet yang dipancarkan matahari sehingga residu pestisida nabati pada produk pertanian dapat diabaikan. Pestisida nabati juga tidak menyebabkan resistensi karena bahan aktifnya tersusun atas beberapa senyawa kimia sehingga menyulitkan serangga membentuk strain baru yang resisten terhadap senyawa tertentu.

Potensi pestisida nabati dapat berkembang pesat serta dapat segera dirasakan manfaatnya secara luas apabila ada dukungan dan peran serta fihak swasta. Dukungan dapat berupa kegiatan kerjasama penelitian khususnya untuk meningkatkan keefektifan formula yang telah dihasilkan, mendapatkan bentuk atau jenis kemasan yang ideal serta mendistribusikan dan memasarkan pestisida nabati yang telah layak disebarluaskan. Diharapkan dengan semakin meningkatnya permintaan akan produk pertanian yang ramah lingkungan maka akan ada investor yang tertarik mengembangkan pestisida nabati khususnya yang berbahan aktif minyak cengkeh.

KESIMPULAN DAN SARAN

Minyak cengkeh adalah senyawa sekunder tanaman yang didalamnya mengandung senyawa eugenol. Senyawa ini berpotensi untuk dikembangkan sebagai bahan aktif pestisida nabati karena kisarannya sangat luas dalam mengendalikan organism pengganggu tanaman yaitu dapat mengendalikan serangga hama, cendawan parasit tanaman, bakteri, nematoda, hingga keong mas. Penggunaan pestisida nabati untuk mengendalikan serangan wereng batang cokelat pada tanaman padi di lahan pasang surut Sumatera Selatan mempunyai prospek baik untuk dilaksanakan. Hal ini ada kaitannya dengan peranannya yang diduga juga mampu menekan serangan penyakit kresek yang saat ini telah menyebar luas di lahan-lahan pasang surut. Potensi pestisida nabati dapat berkembang pesat serta dapat segera dirasakan manfaatnya secara luas apabila ada dukungan atau peran serta fihak swasta/ investor untuk mengembangkannya dalam skala industri.

DAFTAR PUSTAKA

Asman, A. M. Tombe dan D. Manohara, 1997. Peluang produk cengkeh sebagai pestisida nabati. Monograf Tanaman Cengkeh. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. Hal 90 – 102.

Athanassiou, C.G. and N.G. Kavallieratos. 2005. Insecticidal effect and adherence of PyriSec(R) in different grain commodities. Crop Protection 24: 703-710.

Biebel, R., E. Rametzhofer, H. Klapal, D. Polheim, dan H. Viernstein. 2003. Action of pyrethrum-based formulations against grain weevils. International Journal of Pharmaceutics 256: 175-181.

Bulan, R., 2004. Reaksi Asetilasi Eugenol Dan Oksidasi Metil Iso Eugenol. Hlm. 2-5. www.library.usu.ac.id. [30 Agustus 2011.]

Habou Z.A., A. Haougui, G. Mergei, E., Haubrugel, A., Toudou, and F.J., Verheggen, 2011. Insecticidal Effect of Jatropha curcas Oil on the Aphid

Associated with cowpeas (Vigna unguiculata) in Niger. Tropicultura. 29 (4). pp. 225-229.

Ho, S.H., L.P.L, Cheng, K.Y. Sim, dan H.T.W Tan. 1994. Potential of cloves (Syzygium aromaticum L.) Merr. and perry as a grain protecting against

Tribolium castaneum (Herbst) and Sitophilus zeamais Motsch.

Postharvest Biology and Technology 4: 179-183.

Ketaren, S. 1985. Pengantar Teknologi Minyak Atsiri. Penerbit Balai Pustaka: Jakarta. Hlm. 425-427.

Kim, S.-I, J-H. Yi, J-H. Tak, Y-J. Ahn. 2004. Acaricidal activity of plant essential oils against Dermanyssus gallinae (Acari: Dermanyssidae). Veterinary Parasitology 120: 297-304.

Nathan, S.S., K. Kalaivani, K. Sehoon, and K. Murugan. 2006. The toxicity and behavioral effects of neem limonoids on Cnaphalocrocis medinalis (Guenee), the rice leaf folder. Chemosphere 62: 1381-1387.

Opolot, H.N., A. Agona, S. Kyamanywa, G.N. Mbata, and E. Adipala. 2006. Integrated field management of cowpea pests using selected synthetic and botanical pesticides. Crop Protection 25: 1145-1152.

Riyadhi, A. 2008. Identifikasi senyawa aktif minyak jarak pagar Jatropha curcas sebagai larvasida nabati vektor demam berdarah dengue. Jurnal Ilmiah Indonesia. Vol 1(2): 69-79. Kode panggil 540.5.Val. http://jurnal.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/12086979.pdf. [26 Oktober 2011].

Roger, R.C., 1997. The potential of botanical essential oils for insect pest control. Integrated Pest Management Reviews 2: 25-34.

Saedi K and Nur Azura Adam, 2011. efficiency of methyl eugenol as attractant for Acanthiophilus helianthi Rossi, 1794 (Diptera; Tephritidae). International Research Journal of Agricultural Science and Soil Science. Vol 1(10) pp. 412-416.

Thorsell, W., A. Mikiver, and H. Tunon. 2006. Repelling properties of some plant materials on the tick Ixodes ricinus L. Phytomedicine 13: 132-134.

Wiratno, D. Taniwiryonoc, H. Van den Berg, J.A.G. Riksend, I.M.C.M. Rietjens, S.R. Djiwanti, J.E. Kammenga, and A.J. Murk. 2008. Nematicidal Activity of Plant Extracts Against the Root-Knot Nematode, Meloidogyne incognita. The Open Natural Products Journal. Vol 2. pp 77-85.

Wiratno 2009. Potency of Botanical Pesticide to Control the Leave Beetle of Patchouli, Longitarsus sp., Proceeding. International Seminar on Essential Oil, IPB. International Convention Center, Bogor, West Java. Pp 57-64

Wiratno, M. Rizal, dan I W. Laba, 2011a. Potensi Ekstrak Tanaman Obat Dan Aromatik Sebagai Pengendali Keong Mas. Bul-Tro-22(1). pp.54-64. Wiratno, Siswanto, Luluk, Sondang S.L.T. 2011b. Uji Pemanfaatan Tanaman

Obat Dan Aromatik sebagai Insektisida Nabati untuk Mengendalikan

Diconocoris hewetti Dist (Hemiptera; Tingidae). Bul-Tro-22(2). pp.

198-204.

Wiratno, Siswanto dan I.M. Trisawa. 2013. Perkembangan Penelitian, Formulasi, dan Pemanfaatan Pestisida Nabati. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 32(4); 150-155.

Wiratno. 2014. Bioassay Pestisida Nabati dengan Pelarut dan Adjuvan Berbeda terhadap Nilaparvata lugens Stahl. Prosiding Seminar Nasional Pertanian

Organik, Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Bogor, 15-19 Juni 2014.

Vayias, B.J., C.G. Athanassiou, and C.T. Buchelos. 2006. Evaluation of three diatomaceous earth and one natural pyrethrum formulations against pupae of Tribolium confusum DuVal (Coleoptera; Tenebrionidae) on wheat and flour. Crop Protection 25: 766-772.

Yang, R.Z., Tang, C.S., 1988. Plants used for pest control in China: a literature review. Economic Botany 42: 376-406.

Keragaan Pertumbuhan Dan Hasil Inpari 15, Inpari 16, Inpari

Dokumen terkait