BAB III PEMBAHASAN
3.5 Pemantauan dan Evaluasi Promosi Kesehatan
- Adanya keberadaan pihak lain yang memiliki kepentingan yang sama sehingga dapat diajak kerja sama, seperti dinas kesehatan, PMI, SAR, dll.
- Tingginya frekuensi terjadinya banjir sehingga masyarakat diharapkan akan antusias dengan promosi kesehatan ini
3. Weakness
- Sumber dana yang terbatas
- Sulit menentukan waktu pelaksanaan promosi kesehatan 4. Threat
- Jarak lokasi yang cukup jauh
- Pengajuan izin kegiatan cukup rumit
3.5 Pemantauan dan Evaluasi Promosi Kesehatan 3.5.1 Pemantauan Promosi Kesehatan
Pemantauan merupakan upaya supervisi dan review kegiatan yang dilaksanakan secara sistematis oleh pengelola program untuk melihat apakah pelaksanaan program sudah sesuai dengan yang direncanakan. Pemantauan seringkali disebut juga evaluasi proses. Pemantaun dilakukan untuk bisa menemukan dan memperbaiki masalah dalam pelaksanaan program, misalnya:
Bagiamana strategi yang tidak berfungsi
Mekanisme program mana yang tidak sesuai
Apakah program sudah berjalan sesuai rencana
Apakah ada masalah baru dalam pelaksanaannya
Hal-hal yang perlu dipantau dalam pelaksanaan promosi kesehatan adalah sebagai berikut :
Input Output Outcome Impact
Materi yang diberikan Apakah sasaran menerima materi Perubahan Perilaku Peningkatan Meningkatnya derajat kesehatan Cara pemberian materi
35 Jangkauan target mengaplikasikan
materi
pengetahuan Dampak terhadap lingkungan Bentuk kegiatan yang
dilakukan
Apakah sasaran merasakan manfaat Sumber daya yang
digunakan
Pemantauan dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya dengan melakukan diskusi dengan masyarakat yang mendapat promosi kesehatan, wawancara mendalam terutama dengan tokoh masyarakat yang terlibat, observasi, angket, dan artikel. Pemantauan dapat dilakukan oleh pelaksana program maupun dengan instansi lain yang diajak bekerja sama untuk melaksanakan promosi kesehatan. Pemantauan dapat dilaksanakan langsung saat pemberian materi maupun berkala dalam kurun waktu yang telah ditentukan.
3.5.2 Evaluasi Promosi Kesehatan
Evaluasi adalah suatu proses menentukan nilai atau besarnya sukses dalam mencapai tujuan yang sudah ditetapkan sebelumnya. Evaluasi memungkinkan administrator mengetahui hasil programnya dan berdasarkan itu mengadakan penyesuaian-penyesuaian untuk mencapai tujuan secara efektif. Berdasarkan definisi di atas, proses ini mencakup langkah-langkah sebagai berikut :
1) Memformulasikan tujuan
2) Mengidentifikasi kriteria untuk mengukur sukes 3) Menentukan dan menjelaskan besarnya sukses 4) Rekomendasi untuk kegiatan program selanjutnya
Evaluasi merupakan usaha tindak lanjut mengolah hasil pemantauan untuk mendapatkan nilai yang dapat menjadi tolak ukur keberhasilan suatu program serta merumuskan saran untuk pelaksanaan program selnajutnya. Evaluasi dapat dilakukan saat pelaksanaa program maupun berkala dalam kurun waktu tertentu atau di akhir pelaksanaan program. Langkah-langkah yang dilakukan untuk mengevaluasi suatu program adalah sebagai berikut :
36 1) Menentukan tujuan penilaian
2) Menentukan bagian mana yang dinilai 3) Menetapkan standar dan indikator 4) Menentukan cara penilaian
5) Melakukan pengukuran
6) Membandingkan hasil dengan standar 7) Menetapkan kesimpulan
Ada tiga aspek yang perlu dinilai untuk mengetahui apakan mencapai indikator keberhasilan atau tidak, yaitu aspek knowledge (pengetahuan), attitude (sikap), psikomotorik (praktik). Cara penilaiannya sendiri dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya :
- Tes tulis untuk mengukur aspek pengetahuan. Contoh, pre-test dan post-test sebelum dan sesudah pemberian materi promosi kesehatan - Penentuan skala sikap untuk mengukur aspek sikap. Contoh, skala
sikap setuju/menerima dengan tidak setuju/menolak
- Intensitas praktik dan kesesuaiannya dengan materi. Contoh, apakah kegiatan cuci tangan pakai sabun sudah rutin dilakukan dan sesuai dengan pedoman yang ada
Masing-masing aspek memiliki indikator keberhasilan sendiri. Secara umum, suatu kegiatan promosi kesehatan dikatakan berhasil jika peserta dapat :
Memahami pesan atau materi yang disampaikan
Sikapnya baik (menerima/setuju)
Mengaplikasikan materi yang didapat di kehidupan sehari-hari
37
Sungai Citarum merupakan sungai terpanjang di Jawa Barat yang melintasi Kota dan Kabupaten Bandung dengan tingkat kepadatan penduduk yang kurang padat. Namun, dengan persentase terbanyak sekitar 31,7% penduduk berada pada usia produktif. Kebanyakan penduduk juga berprofesi sebagai buruh industri. Jika dilihat dari kebiasaan penduduk disekitar sungai, penduduk masih kurang peduli terhadap lingkungannya, hal yang masih dilakukan penduduk disekitar Sungai Citarum seperti membuang sampah, membangun rumah, pengambilan material, bertanam dibantaran sungai. Dilihat dari aspek kesehatan, masih banyak penduduk Citarum menggunakan air sungai untuk pemakaian sehari hari seperti mandi atau mengaliri persawahan mereka. Air yang sudah tercemar tersebut dapat menimbulkan masalah kesehatan.
Oleh karena itu diperlukan suatu tindakan untuk mengatasi masalah kesehatan tersebut seperti penanggulangan bencana oleh pememerintah, melakukan promkes tentang kesehatan diri dan lingkungan agar tercapainya lingkungan Sungai Citarum yang bersih, berkualitas baik dan sehat.
38
DAFTAR PUSTAKA
Alamsyah, Ichsan Emerald. 2014. Ingat! Kesehatan Warga Terancam Jika
Konsumsi Air Citarum. Tersedia online di:
http://www.republika.co.id/berita/nasional/pemprovjabar/14/10/02/nctsm6 -ingat-kesehatan-warga-terancam-jika-konsumsi -air-citarum [Diakses tanggal 7 Maret 2016].
Badan Nasional Penanggulangan Bencana. 2011. Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 6.A Tahun 2011 Tentang Pedoman Penggunaan Dana Siap Pakai pada Status Keadaan Darurat Bencana. Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Jakarta.
Greenpeace. 2014. Citarum Nadiku, Mari Rebut Kembali. Tersedia online di: http://www.greenpeace.org/seasia/id/campaigns/toxics/Air/citarum/
[Diakses tanggal 10 Maret 2016].
Hardjasaputra, A. Sobana. 2015. Sungai Citarum Sekilas Sejarah, Banjir: Dulu hingga Sekarang, Menuju Tujuan Bersama. Tersedia online di: http://citarum.org/info-citarum/berita-artikel/319-sungai-citarum-sekilas-sejarah-banjir-dulu-hingga-sekarang-menuju-tujuan-bersama.html [Diakses tanggal 10 Maret 2016].
Ilyas, Mulyadi. 2011. Sungai Citarum yang Merana. Tersedia online di:
http://www.kompasiana.com/mulyadi_ilyas11/sungai-citarum-yang-merana_5500bdcda33311c2715119b3 [Diakses tanggal 7 Maret 2016]. Indotekhnoplus. 2012. Industri Buang Limbah ke Citarum. Tersedia online di:
http://www.indotekhnoplus.com/news/view/108/Industri-Buang-Limbah-ke-Citarum [Diakses tanggal 7 Maret 2016].
Pusat Promosi Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. 2014. 10 Pesan Hidup Sehat dalam Kedaruratan. Kementerian Kesehatan RI. Jakarta.