BAB 5. PEMANTAUAN DAN PELAPORAN
5.2 Pemantauan dan Pelaporan TINGKAT Desa/Kelurahan
Pemantauan dan pelaporan tingkat desa/kelurahan adalah sesuai dengan pemantauan dan pelaporan pada kegiatan desa Hibah Insentif Desa (HID). Indikator yang digunakan adalah sama dengan indikator yang digunakan pada desa HID.
Modul penyelenggaraan HKP dan tata cara pengisiannya untuk tingkat desa/kelurahan disediakan terpisah, dengan tetap mengacu pada modul terkait untuk desa HID.
Lampiran 1
PROPOSAL DESA/KELURAHAN DAN
SURAT PENGAJUAN PROPOSAL DESA/KELURAHAN
--- KOP SURAT PEMERINTAH DESA/KELURAHAN
--- --- Nama desa/kelurahan, tanggal surat
Nomor : Kepada
Sifat : Yth. Ketua Panitia Kemitraan Pokja
AMPL Kab…
Lampiran : di
Hal : Pengajuan Proposal Hibah Khusus Pamsimas
Tempat
Bersama ini kami menyampaikan proposal yang telah disusun oleh masyarakat desa/kelurahan kami untuk perbaikan/optimalisasi Sistem Penyediaan Air Minum melalui Hibah Khusus Pamsimas.
Kegiatan Optimalisasi SPAM yang diusulkan untuk menghasilkan manfaat kepada ______ KK atau ______ Jiwa di Dusun/RT ______________yang dapat kami laksanakan dalam jangka waktu …………. bulan. (diisi dengan jangka waktu tidak lebih
dari 3 bulan)
Perkiraan total biaya yang dibutuhkan adalah Rp. ____________________ yang terdiri dari bantuan langsung masyarakat (BLM) sebesar Rp____________________dan kontribusi masyarakat sebesar Rp.____________________Rincian rencana pembiayaan kegiatan dapat dilihat pada isian formulir proposal terlampir
Untuk informasi lebih lanjut perihal proposal ini dapat menghubungi Sdr…….sebagai wakil Tim Penyusun Proposal Desa/kelurahan……melalui telp no………
Demikian disampaikan untuk pertimbangan dan persetujuan.
Kepala Desa/Lurah………..
SURAT PERNYATAAN
Kami yang bertandatangan di bawah ini, Tim Penyusun Proposal& BPSPAMSDesa……..: 1. ………(nama)
2. ………(nama) 3. ………(nama) 4. dst
mewakili masyarakat desa/kelurahan, menyatakan bahwa masyarakat Desa/Kelurahan………. , Kecamatan ……….. berkomitmen untuk:
1) Menyediakan kontribusi masyarakat (dana swadaya masyarakat) minimal 20% dalam bentuk in-cash dan in-kind dari nilai total usulan pembiayaan Hibah Khusus Pamsimas. Perkiraan jumlah nilai uang (in-cash dan in-kind) swadaya masyarakat adalah sebesar Rp ____________________.
2) Menjamin pelaksanaan kegiatan optimalisasi (perbaikan) sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan menghasilkan bangunan SPAM berkualitas baik.
3) Menjamin pengelolaan dan pemeliharaan SPAM secara baik dengan menerapkan iuran pemakaian SPAM yang sesuai dengan biaya operasional, pemeliharaan, dan
recovery.
4) Menyediakan …….(diisi dengan jumlah) orang Kader Pemberdayaan Masyarakat (KPM) bidang AMPL (Kader AMPL). Masyarakat menjamin bahwa mereka yang terpilih sebagai kader AMPL adalah orang-orang yang diakui kejujurannya oleh masyarakat, bersifat relawan, dan memiliki integritas yang baik.
5) Bersedia menghilangkan kebiasaan Buang Air Besar Sembarangan (BABS) 6) Bersedia untuk menerapkan Pedoman Program Pamsimas.
Demikiansurat pernyataan ini kami buat dengan sebenar-benarnya.
……….(Nama desa/kelurahan), ……….(tanggal pernyataan)
Tim Penyusun Proposal/ BP-SPAMS
1. ………(nama)………(tanda tangan) 2. ………(nama)………(tanda tangan) 3. ………(nama)………(tanda tangan) 4. dst Mengetahui: Kepala Desa/Lurah……….. (NAMA LENGKAP)
PROPOSAL OPTIMALISASI
SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM (SPAM) DESA
MELALUI HIBAH KHUSUS PAMSIMAS
TAHUN
1. SURAT PENGAJUAN PROPOSAL OLEH KEPALA DESA/LURAH
2. SURAT PERNYATAAN DARI TIM PENYUSUN PROPOSAL/BP-SPAMS
3. FORMULIR PROPOSAL HIBAH KHUSUS PAMSIMAS
4. PETA RENCANA OPTIMALISASI SPAM DESA/KELURAHAN
DESA/KELURAHAN :
KECAMATAN :
KABUPATEN/KOTA :
TANGGAL PENYAMPAIAN BULAN TAHUN
DISAMPAIKAN KEPADA:
PANITIA KEMITRAAN (PAKEM) POKJA AMPL KABUPATEN/KOTA
Alamat:
A. DATA DASAR DESA/KELURAHAN
1. Jumlah penduduk saat ini: KK Jiwa
2. Jumlah penduduk yang menggunakan sumber air minum layak sampai dengan saat ini:
KK Jiwa
3. Jumlah penduduk yang telah menggunakan jamban sehat sampai dengan saat ini:
KK Jiwa
4. a) Jenis sumber air baku yang ada :
(beri tanda X pada pilihan jawaban, jawaban dapat lebih dari satu)
□
Mata Air□
Danau□
Sungai□
Waduk□
Embung□
Air tanah dalam□
Air tanah dangkal□
Tapping PDAM□
Lain-lain……….(sebutkan) b) Apakah lokasi sumber air baku berada di dalam wilayah desa sendiri?YA TIDAK
c) Apakah ketersediaan air baku pada sumber di atas selalu tersedia walaupun pada musim kemarau?
YA TIDAK
B. DATA KONDISI SISTEMPENYEDIAAN AIR MINUM (SPAM) DESA/KELURAHAN
I. KONDISI MASING-MASING SPAM DESA/KEL SAAT INI
(LEMBAR INI DAPATDIFOTOCOPY jika ada lebih dari satu pengelola SPAM yang digunakan oleh penduduk desa/kel saat
ini. Lampirkan dengan PETA DESA/KEL yang menggambarkan wilayah pelayanan saat ini)
1. Kondisi Sarana Air Minum yang rusak (sebutkan jenis sarana yang rusak dan volumenya)
A. Volume B. Volume C. Volume D. Volume E. Volume F. Volume
2. Nama Pengelola SPAM (tidak perlu diisi jika tidak ada):
3. Jenis SPAM yang sudah ada/Existing (beri tanda X kotak pilihan jawaban):
Jaringan perpipaan Bukan jaringan perpipaan (non perpipaan)
4. Opsi Teknis SPAM yang sudah ada /Existing (beri tanda X pada kotak pilihan jawaban) Penangkap mata air gravitasi Pengolahan air permukaan gravitasi Penangkap mata air sistem pompa Pengolahan air permukaan dengan pompa Sumur bor dalam/dangkal dengan
pompa
Tapping PDAM (sumber air baku SPAM bersumber dari jaringan PDAM)
Sumur gali dengan/tanpa pompa Lainnya, sebutkan ___________________
5. Kegiatan optimalisasi/perbaikan SPAM yang akan diusulkan melalui Program Pamsimas ini telah ada/termuat dalam dokumen: (beri tanda X pada dokumen yang menjadi pilihan jawaban, jawaban dapat lebih dari satu)
RPJM Desa
RKP Desa (Tahun………)
Musrenbang Desa Tahun………. dan teralisasi/tidak/ terealisasi sebagian (coret yang tidak perlu)
Musrenbang Kecamatan/Musyawarah Antar Desa (MAD) Tahun……….dan teralisasi/tidak/ terealisasi sebagian (coret yang tidak perlu)
Lainnya, sebutkan ………
Tidak pernah diusulkan
6. Kapasitas SPAM sebelum rusak Liter/detik
7. Sumber pendanaan pembangunan SPAM Pamsimas, Tahun
8. Lama operasionalisasi SPAM: Bulan
9. Lokasi pelayanan SPAM yang DUSUN/RT:
sudah ada
10. Jumlah pengguna saat ini: KK Jiwa
11. Apakah ada pengguna sambungan rumah (SR) sebelum SPAM rusak ?Jika ya, beri data jumlah
KK/Jiwa pengguna SR
Jumlah SR: SR KK Jiwa
12. Kondisi iuran sebelum SPAM rusak(beri tanda X pada salah satu pilihan jawaban)
Iuran rata (iuran tetap) per bulan Rp…………./KK/bulan
Iuran berdasarkan meter air Rp…………./M3
13..Rata –rata pendapatan dari iuran pengguna yang dikelola BP-SPAMS sebelum SPAM rusak
Rp………../bulan
13. Jumlah uang yang terkumpul saat ini (saldo di kas BP-SPAMS) Rp………
II. KONDISI SPAM DESA/KEL YANG DIUSULKAN(isi bagian ini dengan data SPAM desa/kel yang
diusulkan, lampirkan dengan PETA DESA/KEL yang menggambarkan rencana wilayah pelayanan)
Rencana lokasi pelayanan SPAM DUSUN/RT:
A. ASPEK TEKNIS
1. Kegiatan optimalisasi/perbaikan infrastruktur yang diusulkan : beri tanda X pada pilihan jawaban, jawaban dapat lebih dari satu atau tulis di baris ‘lainnya’
Perbaikan pompa Penggantian pompa
Perbaikan jaringan perpipaan Penambahan sumber air Perbaikan Sarana Pengolahan
air
Penambahan sarana pengolahan air
Detail usulan perbaikan (ditulis dibawah ini secara rincijenis sarana yang diusulkan dan
A. volume B. volume C. volume D. volume E. volume F. volume G. volume
2 .Kapasitas SPAM setelah dilaksanakan kegiatan optimalisasi ……lt/detik Potensi Tambahan pengguna
SPAM setelah OPTIMALISASI
KK jiwa
3. Potensi tambahan SR setelah OPTIMALISASI SR 4. Dana yang diusulkan untuk perbaikan/optimalisasi SPAM,sebesar
Rp……….
B. ASPEK KEUANGAN
1. Rencana pembayaran iuran bila telah melaksanakan kegiatan OPTIMALISASI melalui Hibah Khusus Pamsimas (beri tanda X pada pilihan jawaban, jawaban dapat lebih dari satu sesuai kondisi
yang direncanakan)
Iuran rata (iuran tetap) per bulan Rp………../KK/bulan
Iuran berdasarkan meter air Rp…………/M3
2. Perkiraan dana yang diterima setiap bulan dari pembayaran iuran pemanfaat air minum setelah kegiatan OPTIMALISASI
(perkalian antara rencana pemanfaat KK dan rencana pemanfaat SR dengan rencana iuran bulanan)
Rp………../bulan
C. ASPEK KELEMBAGAAN
1. Peningkatan kapasitas BP-SPAMS yang diperlukan (diisi sesuai kebutuhan) 1. Pelatihan……….
2. Pelatihan …...
2. Dana yang diusulkan untuk peningkatan kapasitas BP-SPAM, sebesar Rp………..
C. DATA KONDISI PERILAKU SANITASI MASYARAKAT DI DESA/KELURAHAN
I. KONDISI PERILAKU SANITASI MASYARAKAT SAAT INI
Jumlah penduduk yang belum menggunakan jamban sehat
KK jiwa
II. KONDISI PERUBAHAN PERILAKU SANITASI MASYARAKAT
(Rencana perubahan jumlah penduduk yang menggunakan jamban sehat jika desa/kelurahan mendapat bantuan Hibah Khusus Pamsimas)
1. Rencana Pemicuan Perubahan Perilaku Pelaksana kegiatan pemicuan (sebutkan)
1.
2.
3.
Kebutuhan dana untuk kegiatan pemicuan
Rp………. Sumber dana kegiatan pemicuan(sebutkan)
1. sebesar Rp……….
2. sebesar Rp………..
2. Jumlah tambahan penduduk yang direncanakan menggunakan akses jamban sehat
D. RENCANA BIAYA OPTIMALISASI YANG DIUSULKAN MELALUI HIBAH KHUSUS
PAMSIMAS
1. Biaya Perbaikan/Optimalisasi SPAM Rp……….
2. Biaya Pelatihan Peningkatan Kapasitas BP-SPAMS Rp……….
PERKIRAAN TOTAL KEBUTUHAN BIAYA OPTIMALISASI Rp………..
(merupakan penjumlahan 1 &2)
Terdiri dari
A. Rencana nilai kontribusi masyarakat
a) Dalam bentuk uang tunai (4 %) Rp………..
b) Dalam bentuk tenaga &barang/lainnya yang diuangkan (16 %)
Rp………..
Total Kontribusi Masyarakat
(merupakan penjumlahan a & b)
Rp………..
B. Usulan Nilai Bantuan Pamsimas
Rp………..Terdiri dari
a) Dana APBN
Rp……….b) Dana APBD
Rp……….
TANGGAL PENGESAHAN
KADES/LURAH Tim Penyusun Proposal& BPSPAMS Nama:……… Tanda Tangan………….. Nomor Telp :………...……….. Nama:………… Tanda Tangan……….. Nomor Telp :………..
PETUNJUK PENGISIAN FORMULIR PROPOSAL DESA/KELURAHAN
FORMULIR PROPOSAL DAPAT DIISI DENGAN TULISAN TANGAN
A. DATA DASAR DESA/KELURAHAN
1 Diisi dengan jumlah penduduk desa/kelurahan tahun terakhir berdasarkan data desa
2 Diisi dengan jumlah penduduk desa/kelurahan yang menggunakan sumber air minum layak berdasarkan data hasil IMAS Keberlanjutan
3 Diisi dengan jumlah penduduk desa/kelurahan yang telah menggunakan jamban berdasarkan data hasil IMAS Keberlanjutan
4
Bagian a) Diisi dengan jenis-jenis sumber air yang dimanfaatkan SPAM yang ada
Bagian b) dan c) Diisi dengan salah satu jawaban
B. DATA KONDISI SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM (SPAM) DESA/KELURAHAN I. KONDISI MASING-MASING SPAM DESA/KEL SAAT INI (Lampirkan dengan PETA
DESA/KEL yang menggambarkan wilayah pelayanan saat ini)
1) Kondisi sarana air minum yang rusak dan volumenya
Diisi dengan jenis sarana air minum yang rusak dan volumenya (misal reservoir I unit bocor, pipa – 800 M rusak, atau pompa kap 1,2 lt/dt head 30 M - 1 unit terbakar) dll
2) Nama Pengelola SPAM
Diisi dengan nama pengelola SPAM bila BP-SPAM masih aktif
3) Jenis SPAMyang sudah ada/Exiting
Diisi dengan jenis SPAM yang dibangun Pamsimas sebelum rusak (diisitanda x pada satu atau lebih pilihan yang sesuai.).
4) Opsi Teknis SPAM yang sudah
ada/Existing
Diisi dengan tanda X pada satu atau lebih pilihan yang sesuai. denganopsi teknis SPAM yang ada sebelum rusak 5) Kegiatan
optimalisasi/perbaikan SPAM yang akan diusulkan melalui Program Pamsimas ini telah ada/termuat dalam dokumen: (beri tanda X pada
Diisi dengan memberi tanda x pada satu atau lebih pilihan yang sesuai.
dokumen yang menjadi pilihan jawaban, jawaban dapat lebih dari satu) 6) Kapasitas SPAM
sebelum rusak
Diisi dengan kapasitas SPAM sebelum rusak (bila tidak ada data dapat dilihat dalam dokumen LP2K)
7) Sumber pendanaan pembangunan SPAM melalui Program Pamsimas, tahun
Diisi dengan tahun pelaksanaan pembangunan SPAM
8) Lama operasionalisasi
SPAM Diisi dengan lama SPAM telah beroperasi 9) Lokasi pelayanan
SPAM yang ada
Diisi dengan nama dusun yang saat ini telah dilayani SPAM
10) Jumlah pengguna
saat ini Diisi dengan jumlah seluruh pengguna SPAM saat ini 11) Apakah ada
pengguna sambungan rumah
Diisi dengan jumlah penduduk yang menggunakan sambungan rumah, sebelum SPAM rusak
12) Kondisi iuran sebelum SPAM rusak
Diisi dengan memberi tanda x pada satu atau lebih pilihan yang sesuai dan besaran iurannya
13) Rata-rata pendapatan iuran dari pengguna yang dikelola BP-SPAMS sebelum rusak
Diisi dengan berapa rupiah per bulan rata-rata pendapatan dari iuran yang diterima BP-SPAMS
14) Jumlah uang yang terkumpul saat ini (tunai & di rekening BP-SPAMS)
Diisi dengan jumlah berapa rupiah total uang yang dimiliki BP-SPAMS saat ini (tunai maupun dalam rekening)
II.
KONDISI SPAM DESA/KEL YANG DIUSULKAN
(isi bagian ini dengan data SPAM desa/kel yang diusulkan, lampirkan dengan PETA DESA/KEL yang menggambarkan rencana wilayah pelayanan)
Rencana lokasi pelayanan SPAM
Diisi dengan nama-nama dusun yang rencananya akan dilayani SPAM yang akan dioptimalisasi
A. ASPEK TEKNIS 1) Kegiatan
optimalisasi/perbaikan infrastruktur yang diusulkan
Diisi dengan memberi tanda x pada satu atau lebih pilihan yang sesuai.. dengan rincian/ detail usulan perbaikan jenis sarana (misal perpipaan diameter 2.5” – 1.000 M, dst)
. 2) Kapasitas SPAM
setelah dilaksanakan
Diisi dengan kapasitas SPAM yang direncanakan setelah perbaikan/optimalisasi infrastruktur
optimalisasi Potensi tambahan pengguna SPAM
setelah OPTIMALISASI
Diisi dengan target (rencana) pengguna dari SPAM setelah kegiatan optimalisasi berapa KK, berapa jiwa
3) Potensi tambahan SR setelah OPTIMALISASI
Diisi dengan potensi tambahan SR dari SPAM setelah optimalisasi
4) Dana yang diusulkan untuk
perbaikan/optimalisasi SPAM
Diisi dengan berapa rupiah kebutuhan dana untuk kegiatan perbaikan infrastruktur
B ASPEK KEUANGAN 1) Rencana pembayaran
iuran bila telah
melaksanakan kegiatan OPTIMALISASI melalui Hibah Khusus
Pamsimas
Diisi dengan memberi tanda x pada satu atau lebih pilihan yang sesuai dan besaran iurannya, setelah kegiatan optimalisasi
2) Perkiraan dana yang diterima setiap bulan dari pembayaran iuran pemanfaat air minum setelah kegiatan OPTIMALISASI
Diisi dengan berapa rupiah per bulan rata-rata pendapatan dari iuran yang diterima BP-SPAMS setelah kegiatan optimalisasi (perkalian antara rencana pemanfaat KK & rencana pemanfaat SR dengan rencana iuran bulanan)
C ASPEK KELEMBAGAAN 1) Peningkatan kapasitas
BP-SPAMS
Diisi dengan rencana pelatihan yang dibutuhkan untuk BP-SPAMS dalam penguatan kelembagaan, kegiatan operasional pemeliharaan, perencanaan dan penerapan iuran sesuai kebutuhan operasional, pemeliharaan dan biaya pemulihan
2) Dana yang diusulkan unuk peningkatan kapasitas BP-SPAMS
Diisi dengan berapa rupiah kebutuhan dana untuk kegiatan peningkatan kapasitas BP-SPAMS
C. DATA KONDISI PERILAKU SANITASI MASYARAKAT DI DESA/KELURAHAN I KONDISI PERILAKU SANITASI MASYARAKAT SAAT INI
Jumlah yang belum menggunakan jamban sehat
Diisi jumlah KK dan jiwa penduduk yang belum menggunakan jamban sehat saat ini
II KONDISI PERUBAHAN PERILAKU SANITASI MASYARAKAT 1) Rencana Pemicuan Perubahan Perilaku
Pelaksana kegiatan Pemicuan
Diisi siapa yang direncanakan mempunyai tanggung jawab melaksanakan pemicuan
Kebutuhan dana untuk kegiatan pemicuan
Diisi dengan berapa rupiah kebutuhan dana untuk kegiatan pemicuan
Sumberdana kegiatan pemicuan (sebutkan)
Diisi dengan sumber pendanaan untuk kegiatan pemicuan (misal dari Pemerintah Desa, dari BP-SPAMS
atau dari masyarakat)
2) Jumlah tambahan penduduk yang direncanakan menggunakan akses jamban sehat
Diisi dengan tambahan penduduk dalam KK dan jiwa yang direncanakan menggunakan akses jamban sehat setelah desa mendapatkan Hibah Khusus Pamsimas
D. RENCANA BIAYA OPTIMALISASI YANG DIUSULKAN MELALUI HIBAH KHUSUS PAMSIMAS
1)
Biaya
Perbaikan/Optimalisasi SPAM
Diisi jumlah dana yang diperlukan untuk biaya perbaikan/optimalisasi sarana air minum yang rusak
2)
Biaya Pelatihan
Peningkatan Kapasitas BP-SPAMS
Diisi jumlah dana yang diperlukan untuk biaya pelatihan penguatan BP-SPAMS
Perkiraan total kebutuhan biaya OPTIMALISASI
Diisi dengan jumlah dana untuk biaya perbaikan/optimalisasi sarana air minum yang rusak ditambah jumlah dana yang diperlukan untuk biaya pelatihan penguatan BP-SPAMS (penjumlahan 1 &2)
A Rencana nilai kontribusi masyarakat
a) Dalam bentuk uang tunai
Diisi dengan rencana nilai kontribusi masyarakat dalam bentuk uang tunai (minimal 4% dari rencana
biaya optimalisasi yang diusulkan melalui Hibah Khusus Pamsimas)
b)
Dalam bentuk tenaga &barang/lainnya yang
diuangkan
Diisi dengan rencana nilai kontribusi masyarakat dalam bentuk barang/lainnya (inkind).(minimal 16%
dari rencana biaya optimalisasi yang diusulkan melalui Hibah Khusus Pamsimas)
Total Kontribusi Masyarakat
(merupakan penjumlahan a & b) – minimal 20 %dari rencana biaya optimalisasi yang diusulkan melalui Hibah Khusus Pamsimas
B
Usulan nilai bantuan Pamsimas
Diisi dengan jumlah dana dari bantuan Pamsimas yang diusulkan untuk kegiatan OPTIMALISASI
(merupakan pengurangan antara rencana biaya optimalisasi yang diusulkan melalui Hibah Khusus Pamsimas dengan rencana nilai kontribusi masyarakat)
a) Dana APBN
Diisi dengan dana APBN yang diusulkan untuk kegiatan optimalisasi (= 40% dari Total kebutuhan biaya optimalisasi yang diusulkan melalui Hibah Khusus Pamsimas)
b)
Dana APBD
Diisi dengan dana APBD yang diusulkan untuk kegiatan optimalisasi (minimal 40% dari Total kebutuhan biaya optimalisasi yang diusulkan melalui Hibah Khusus Pamsimas)
KOTAK PENGESAHAN
Tanggal pengesahan Diisi dengan tanggal pada saat Kepala Desa/Lurah menandatangani formulir proposal
Kades/Lurah Diisi dengan tandatangan Kepala Desa/Lurah Tim
PenyusunProposal
Diisi dengan tandatangan minimal dua orang dari tim penyusun proposal dan BP-SPAMS (bila ada)
Lampiran 2
TATA CARA PENCAIRAN, PELAPORAN, DAN
PERTANGGUNGJAWABAN PENGELOLAAN KEUANGAN
HIBAH KHUSUS PAMSIMAS (HKP)
Bagian ini terdiri dari tiga bagian, yaitu: 1. Tata Cara Pencairan Dana Paket HKP
2. Tata Cara Administrasi dan Pembukuan KKM 3. Tata Cara Pelaporan Keuangan
1. Tata Cara Pencairan Dana Paket HKP
1.1 Ketentuan Umum Pencairan Dana APBN dan APBD
Pada tahap penyusunan RKM-HKP, perlu dipahami bahwa BOP dalam RKM-HKP tidak boleh digunakan untuk BOP Pakem, baik secara individual maupun kelompok. BOP ini hanya digunakan oleh KKM dan Satlak.
Biaya operasional per desa/kelurahan ditetapkan berkisar antara 2% - 4% dari total nilai RKM. Penerapan besaran 2% - 4% didasarkan pada kondisi akses medan dan kondisi geografis desa/kelurahan.
Ketentuan Umum Pencairan Dana APBN dan APBD adalah sebagai berikut:
1. BLM APBD/BLM APBN (HKP) dicairkan langsung ke rekening atas nama KKM (sebelumnya disebut dengan LKM).
2. Pencairan APBD atau APBN ke rekening KKM adalah 1 kali (100%)
3. Satker Kab/Kota membuat MoU (kesepakatan) dengan Bank Rekanan KKM mengenai:
o Setiap penarikan didasarkan pada RPD yang disetujui oleh DPMU
o Penarikan BLM APBD/APBN dari rekening KKM pada tahap I maksimal 50% dari porsi BLM APBD/APBN.
o LPD atas BLM APBN/APBD yang telah ditarik maksimal 50% menjadi syarat untuk penarikan sisa BLM APBD/APBN sebesar 50%.
4. Dana In cash sudah harus terkumpul (4 % dari total nilai RKM) sebagai syarat penarikan sisa BLM APBN/BLM APBD sebesar 50%
5. Nilai In Kind (16 % dari total nilai RKM) dikumpulkan sampai dengan kegiatan selesai 100%.
Mekanisme Penyaluran Dana BLM Paket Pamsimas HKP mengikuti bagan berikut ini:
1.2 Pencairan Dana HKP (BLM APBN)
Penyaluran dana HKP adalah melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara dengan skema SKPA (Surat Kuasa Pengguna Anggaran). Persyaratan Pencairan Dana HKP ke Rekening KKM terdiri dari:
1. Adanya Naskah Perjanjian Kerjasama Pelaksanaan Kegiatan Paket Pamsimas HKP; 2. Adanya Salinan APBD yang memuat anggaran BLM APBD untuk Paket Pamsimas HKP,
FM-HKP, dan biaya operasional Pakem untuk pelaksanaan Paket Pamsimas HKP; 3. Adanya SK Bupati/Walikota perihal penetapan daftar desa/kelurahan sasaran Paket HKP
beserta pagu BLM masing-masing desa/kelurahan dan sumber BLM-nya;
4. Adanya lampiran ringkasan kontrak (SPPB APBN) dan SPTB (Surat Pertangungjawaban Belanja)
DIPA APBN (HKP)
DPA APBD
SPPB (DIPA APBN)
5. Penarikan sisa BLM APBN 50%, in cash sebesar 4% telah terkumpul pada rekening KKM.
Pencairan dana APBN dilakukan melalui penerbitan SP2D oleh KPPN atas dasar SPM yang diajukan oleh PA/Kuasa PA berdasarkan SKPA.
Verifikasi kelengkapan dan kebenaran dokumen harus dilakukan oleh FM-HKP, DC, FMA, PPK Satker Kabupaten/Kota (Buku Kumpulan Format: PT.3-08). ROMS melakukan verifikasi hanya pada saat melakukan Uji Petik.
Tabel 1. Tata Cara Pencairan Dana HKP
Langkah Uraian Persyaratan Pelaku
Membuat BAPPD (Berita Acara
Permintaan Pencairan Dana)
Berdasarkan SPPB APBN, KKM dan Satker PIP Kabupaten/Kota membuat BAPPD
- Fotocopy Naskah PKS - Fotocopy DPA APBD - SK Bupati/Walikota perihal penetapan desa/kelurahan KKM Mengajukan SPP (Surat Permintaan Pembayaran) KKM mengajukan SPP kepada Satker PIP Kabupaten
SPP melampirkan :
Surat Perjanjian Pemberian Bantuan II/SPPB APBN (Buku Kumpulan Format: PT.3-04)
Ringkasan kontrak (SPPB APBN)
Berita Acara Permintaan Pencairan Dana (BAPPD) (Buku Kumpulan Format: PT.3-03)
Kwitansi sesuai jumlah dana BLM APBN (Buku Kumpulan Format: PT.3-05)
Surat Pernyataan Tanggung Jawab Belanja (SPTB)
KKM dan Satker PIP Kabupaten/Kota
Penerbitan SPM (Surat Perintah Membayar)
Satker PIP Kab/Kota menerbitkan SPM setelah melakukan pengujian terhadap dokumen yang
disyaratkan
SPP dan lampirannya Satker PIP Kabupaten/Kota
Penerbitan SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana)
SP2D diterbitkan oleh Kantor Pelayanan dan Perbendaharaan Negara (KPPN) setelah Satker PIP kab/kota menyerahkan SPM
SPM Kantor Pelayanan dan Perbendaharaan Negara (KPPN)
Pencairan Dana BLM
APBN Dana BLM APBN ditransfer oleh Kantor Pelayanan dan Perbendaharaan Negara langsung ke rekening KKM
SP2D Kantor Pelayanan dan Perbendaharaan Negara
1.3 Pencairan Dana BLM APBD
Persyaratan Pencairan Dana HKP ke Rekening KKM terdiri dari:
1. Adanya Naskah Perjanjian Kerjasama Pelaksanaan Kegiatan Paket HKP;
2. Adanya Salinan APBD yang memuat anggaran BLM APBD untuk Paket HKP, FM-HKP, dan biaya operasional Pakem untuk pelaksanaan Paket HKP;
3. Adanya SK Bupati/Walikota perihal penetapan daftar desa/kelurahan sasaran Paket HKP beserta pagu BLM masing-masing desa/kelurahan dan sumber BLM-nya;
4. Adanya lampiran ringkasan kontrak (SPPB APBD) dan SPTB (Surat Pertangjawaban Belanja);
5. Melampirkan RKM, RAB, dan Gambar Desain.
Tabel 2. Tata Cara Pencairan BLM APBD
Langkah Uraian Persyaratan Pelaku
Membuat BAPPD (Berita Acara Permintaan Pencairan Dana) Berdasarkan SPPB APBD, KKM dan SKPD Kabupaten/Kota membuat BAPPD SPPB APBD
RKM yang sudah disetujui (untuk Desa Perluasan)
Design dan RAB (desa
Pengembangan dan optimalisasi
KKM/BPSPAMS dan Satker SKPD Kabupaten/Kota Mengajukan SPP (Surat Permintaan Pembayaran) KKM mengajukan SPP kepada Satker PK PAM Kabupaten
SPP melampirkan :
SK Bupati/Walikota tentang Penetapan desa/kelurahan
Surat Perjanjian Pemberian Bantuan I/SPPB APBD (Buku Kumpulan Format: PT.3-01)
Pencatatan Notaris pendirian KKM
Ringkasan kontrak (SPPB APBD)
Foto copy rekening KKM Surat Pernyataan Kontribusi Masyarakat (Buku Kumpulan Format: PT.3-02)
BAPPD – (Buku Kumpulan Format: PT.3-03)
Kwitansi sesuai jumlah dana BLM APBD (Buku Kumpulan Format: PT.3-05)
KKM/BPSPAMS
Penerbitan SPM (Surat
Perintah Membayar) SKPD Kab/Kota menerbitkan SPM setelah melakukan pengujian terhadap dokumen yang disyaratkan
SPP dan lampirannya Satker SKPD Kabupaten/Kota
Penerbitan SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana)
SP2D diterbitkan oleh Kantor Kas Daerah
SPM KKM/BPSPAMS
Kantor Kas Daerah Pencairan Dana BLM
APBD Dana BLM APBD ditransfer oleh Kantor Kas Daerah langsung ke rekening KKM
1.4 Penarikan Dana dari Rekening LKM/KKM Ketentuan Umum:
Rekening KKM berupa rekening tabungan atas nama KKM. Rekening dibuka dengan