memastikan kebenaran informasi dan indentitasdengan cara wawancara, mengkonfirmasi kebenaran Beneficial Owner, dan meminta dokumen resmi lainnya melakukan pemeriksaan silang untuk meyakini konsistensi informas
3.4 PEMANTAUAN TRANSAKSI PENGGUNA JASA PENGKINIAN DATA :
1. Mengkinikan data terhadap informasi dan dokumen serta menatausahakannya 2. Melakukan pemantauan terhadap informasi dan dokumen pengguna jasa Penutupan Hubungan Usaha atau Menolak Melakukan Transaksi
C a lo n P e n g g u n a Ja s a
P e n g g u n a Ja s a
3. Menyusun laporan rencana dan realisasi pengkinian data yang disetujui pengurus/ direksi
4. Memelihara database Daftar Teroris
PEMANTAUAN OLEH PJK
1. PJK wajib memiliki system informasi yang dapat mengidentifikasi, menganalisa, memantau, dan menyediakan laporan secara efektif mengenai transaksi Pengguna Jasa 2. System informasi yang ada, dapat digunakan untuk menelusuri setiap transaksi dan
data Pengguna Jasa
3. Memantau secara berkesinambungan untuk mengidentifikasi kesesuaian antara transaksi Pengguna Jasa dengan profil Pengguna Jasa dan menatausahakan pemantauannya
4. Melakukan analisis terhadap seluruh transaksi yang tidak sesuai dengan profil Pengguna Jasa
5. Jika meminta informasi tentang latar belakang dan tujuan transaksi terhadap transaksi yang tidak sesuai dengan profil Pengguna Jasa, harus memperhatikan ketentuan anti tipping-off
6. Melakukan pemantauan yang berkesinambungan terhadap hubungan usaha/transaksi dengan Pengguna Jasa yang berasal dari Negara yang berisiko tinggi dan/atau Pihak Pelapor yang berkedudukan di Negara yang berisiko tinggi
7. Melakukan CDD terhadap Pengguna Jasa sesuai dengan pendekatan berdasarkan risiko (Risk Based Approach) apabila:
a. Terdapat peningkatan nilai transaksi yang signifikan
b. Terdapat perubahan profil pengguna jasa yang bersifat signifikan
c. Informasi pada profil Pengguna Jasa yang tersedia dalam Customer Identification File belum dilengkapi dengan dokumen pendukung
PEMANTAUAN OLEH PBJ
1. memperhatikan tata cara pembayaran transaksi misalnya pembayaran tunai atau non tunai, pelaku transaksi, nominal Transaksi dan/atau tanggal transaksi.
2. pemantauan terhadap pelunasan transaksi Pengguna Jasa, apakah dilakukan oleh Pengguna Jasa yang bersangkutan atau pihak lain.
3.5 RINGKASAN
Kegiatan identifikasi dan verifikasi pengguna jasa, dan pemantauan transaksinya merupakan inti dari PMPJ. Pengumpulan data atau profiling mengenai informasi dan
S is te m In fo rm a si D a p a t M e n g id e n tif ik a s i D ap a t M e n g a n a lis D a p at M e m a n ta u D a p a t M en y ed ia k a n L a p o ra n
dokumen pendukung dari Pengguna Jasa merupakan hal terpenting dalam PMPJ. Atas data yang telah diidentifikasi dan verifikasi itulah Pihak Pelapor mampu melakukan pemantauan transaksi yang akhirnya dapat menetapkan keputusan, apakah menutup hubungan usaha, menunda untuk melaksanakan transaksi dan atau melaporkan TKM kepada PPATK. Profiling identitas Pengguna Jasa merupakan pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi penuh karena datanya dinamis. Kegiatan pengkinian harus dilakukan secara terencana dan terukur.
3.6 QUIZ
1. Berikut adalah contoh melakukan verifikasi identitas pada waktu proses pembukaan hubungan usaha :
a. Membandingkan foto dalam kartu identitas dengan orang yang ada didepan anda
b. Membandingkan tanda tangan dalam kartu identitas dengan tanda tangan yang ada pada dokumen lain (seperti Surat Kuasa, SIM dll)
c. Membandingkan nama dalam kartu identitas dengan nama yang ada pada dokumen lain
d. Jawaban a dan b benar
2. Dokumen apa yang diperlukan Pihak Pelapor apabila melakukan hubungan usaha untuk ekspatriat yang menggunakan passport sebagai dokumen identitas, tetapi di passport tersebut tidak terdapat cap yang sah dari pemerintah/badan yang mengeluarkannya ?
a. Visa diplomatik b. Visa dinas c. Izin kerja
d. Jawaban a, b, dan c benar
3. Bagaimana cara anda mengenali kartu identitas palsu yang diberikan Pengguna Jasa ?
a. Membandingkan antara nama yang tertera dalam kartu identitas dengan nama yang tertera pada dokumen lain
b. Menanyakan kepada pihak yang mengeluarkan kartu identitas
c. Membandingkan foto yang ada dalam kartu identitas dengan calon Pengguna Jasa pemilik kartu tersebut serta membandingkan tanda tangan dengan kartu identitas lain
d. Memeriksakan ke laoratorium forensic
4. Bagaimana bisa meyakini bahwa keterangan informasi sumber pendapatan yang diberikan Pengguna Jasa perusahaan itu benar ?
a. Meminta fotokopi atau salinan laporan keuangan b. Meminta fotokopi mengenai jumlah asset perusahaan c. Meminta pernyataan dari Direksi perusahaan
d. Tidaka ada jawaban yang benar
5. Bagaimana cara mengidentifikasi apakah Pengguna Jasa bertindak untuk dirinya sendiri atau mewakili pihak lain (beneficial owner) ?
a. Melakukan wawancara
b. Membandingkan antara sumber pendapatan dengan transaksi yang akan dilakukan
c. Membandingkan antara pekerjaan Pengguna Jasa dengan tujuan dan besarnya transanksi
d. Jawaban a, b, dan c benar
6. Apa yang harus dilakukan Pihak Pelapor sehubungan dengan pegawai negeri dan/ atau pejabat pemerintah (PEP) yang membuka rekening dengan setoran awal dalam jumlah besar yang sepertinya tidak sesuai dengan pekerjaan PEP tersebut ?
a. Meminta informasi dari PEP tentang sumber dana dari setoran awal tersebut b. Melakukan Enhansed Due Dilligence
c. Dalam hal Pihak Pelapor tidak memperoleh keyakinan tentang sumber dana Pengguna Jasa PEP tersebut, Pihak Pelapor melaporkan ke PPATK sebagai TKM d. Jawaban a, b, dan c benar
7. Bagaimana sikap Pihak Pelapor dalam melakukan hubungan usaha dengan partai politik ?
a. Melakukan CDD, karena tidak ada bedanya dengan Pengguna Jasa lain.
b. Menerapkan EDD selama pembukaan rekening dan melakukan pemantauan karena termasuk Pengguna Jasa berisiko tinggi
c. Melaporkan ke PPATK sebagai TKM d. Menolak hubungan usaha.
8. Apa yang dilakukan Pihak Pelapor apabila rekening dibuka tanpa dokumen identitas yang lengkap dan Pengguna Jasa berjanji akan melengkapi informasi tersebut tetapi kemudian ternyata Pengguna Jasa menolak untuk melengkapi informasi tersebut ?
a. Memutuskan hubungan usaha dengan Pengguna Jasa tersebut b. Tetap melakukan hubungan usaha dengan Pengguna Jasa tersebut c. Melaporkan Pengguna Jasa tersebut pada manager
d. Memblokir rekening Pengguna Jasa tersebut
9. Kegiatan apa yang perlu dilakukan Pihak Pelapor pada saat kartu identitas Pengguna Jasa habis masa berlakunya ?
a. Memberitahukan Pengguna Jasa melalui berbagai sarana, seperti adanya alert transaksi atau transaksi melalui Anjungan Tunai Mandiri (ATM) tidak dapat diproses. b. Meminta Pengguna Jasa mengganti Kartu identitas Pengguna Jasa yang baru c. Memanfaatkan peluang saat menyerahkan kartu identitas, Pengguna Jasa diminta memperbaiki data profil Pengguna Jasa
d. Jawaban a, b, dan c benar
10. Bagaimana jika calon Pengguna Jasa hanya membawa salinan dokumen yang dibutuhkan tanpa membawa dokumen asli pada saat melakukan hubungan usaha ? a. Pihak Pelapor tetap melayani Pengguna Jasa tersebut
b. Pihak Pelapor wajib menunda hubungan usaha sampai dengan informasi dan dokumen pendukung asli yang dibutuhkan telah disiapkan
c. Pihak Pelapor menolak secara tegas dalam membina hubungan usaha dengan Pengguna Jasa yang bersangkutan.
d. Semua jawaban salah
11.Apa yang harus dilakukan apabila seorang pejabat senior Pihak Pelapor meminta staf yang bertugas untuk tidak menanyakan banyak hal pada calon Pengguna Jasa yang direferensikan oleh pejabat senior tersebut?
a. Menuruti keinginan pejabat tersebut
b. staf harus meneruskan masalah ini ke pengawas/manajer dan/atau ke Direktur Kepatuhan Pihak Pelapor apabila menemui kesulitan.
c. Petugas Pihak Pelapor tetap menjalankan prosedur CDD atau EDD yang berlaku
d. Petugas Pihak Pelapor menyerahkan pekerjaannya kepada petugas lainnya. 12.Jawaban seperti apa yang harus diberikan oleh staf Pihak Pelapor ke calon Pengguna Jasa apabila mereka menanyakan kenapa Pihak Pelapor harus mendapatkan informasi yang begitu banyak ?
a. merupakan praktik perPihak Pelaporan dan pelayanan Pengguna Jasa yang baik
b. memenuhi ketentuan perundangan yang berlaku c. jawaban a dan b benar
d. jawaban a dan b salah
13. pedoman pelaksanaan PMPJ memuat kebijakan dan prosedur tertulis, yang paling kurang mencakup :
a. permintaan informasi dan dokumen
b. verifikasi dokumen, pengkinian dan pemantauan c. penatausahaan dokumen dan pelaporan kepada PPATK d. jawaban a, b, dan c benar
14. berikut adalah kewajiban Pihak Pelapor berkaitan dengan PMPJ, kecuali : a. memiliki pedoman pelaksanaan
b. menerapkan pedoman pelaksanaan PMPJ
c. memiliki pedoman pelaksanaan PMPJ yang disetujui Dewan Komisaris d. berpedoman pada ketentuan Lembaga Pengawas dan Pengatur yang mengatur penerapan manajemen risiko dalam hal melakukan identifikasi, pengukuran, monitoring dan pengendalian.
15. Kapan pihak Pelapor wajib melakukan prosedur CDD :
a. Pada saat melakukan hubungan usaha dengan Calon Pengguna Jasa dan WIIC b. Pihak pelapor meragukan kebenaran informasi yang diberikan oleh Pengguna Jasa, Penerima kuasa, dan atau Beneficial Owner
c. Terdapat transaksi keuangan yang tidak wajar terkait dengan pencucian uang dan/atau pendanaan terorisme
d. Jawaban a, b, dan c benar
16. Pihak pelapor wajib mengelompokkan Pengguna Jasa berdasarkan tingkat risiko terjadinya pencucian uang atau pendanaan terorisme dengan melakukan analisis yang paling kurang mencakup :
a. Identitas, lokasi usaha bagi Pengguna Jasa Perusahaan, profil Pengguna Jasa, jumlah transaksi, kegiatan usaha Pengguna Jasa, dan struktur kepemilikan bagi Pengguna Jasa Perusahaan
b. Lokasi usaha bagi Pengguna Jasa perusahaan, profil Pengguna Jasa, jumlah transaksi, kegiatan usaha Pengguna Jasa, dan struktur kepemilikan bagi Pengguna Jasa Perusahaan
c. Informasi lainnya yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat risiko Pengguna Jasa
d. Tidak ada jawaban yang benar
17. Dalam rangka melakukan hubungan usaha dengan Pengguna Jasa, berlaku ketentuan :
a. Identitas Calon Pengguna Jasa tidak harus seluruhnya dapat dibuktikan dengan keberadaan dokumen-dokumen pendukung
b. Pihak pelapor dilarang membuka atau memelihara rekening anonim atau rekening yang menggunakan nama fiktif
c. Pihak pelapor wajib melakukan pertemuan langsung dengan Calon Pengguna Jasa
d. Pihak pelapor wajib mewaspadai transaksi atau hubungan usaha dengan Pengguna Jasa yang berasal atau terkait dengan Negara yang terg0long berisiko tinggi
18. Dalam kegiatan verifikasi dokumen, berikut ini adalah apa yang dilakukan Pihak Pelapor, kecuali :
a. Meneliti kebenraran dokumen pendukun dan melakukan verifikasi berdasarkan dokumen dan/atau sumber informasi lainnya
b. Memastikan bahwa data yang disampaikan adalah data terkini dan legal, antara lain melalui wawancara dengan calon Pengguna Jasa
c. Dalam kondisi apapun Pihak Pelapor tidak dapat melakukan hubungan usaha sebelum proses verifikasi selesai
d. Menyelesaikan proses verifikasi identitas Calon Pengguna Jasa dan Beneficial Owner sebelum membina hubungan usaha atau melakukan transaksi dengan WIC 19. Dalam hal Calon Pengguna Jasa atau WIC diketahui dan/atau patut diduga menggunakan dokumen palsu dan atau menyampaikan informasi yang diragukan kebenarannya, maka sikap Pihak Pelapor :
a. Pihak Pelapor wajib menolak melakukan hubungan usaha dengan Calon Pengguna Jasa dan/atau melaksanakan transaksi dengan WIC
b. Pihak pelapor boleh meminta kepada Calon Pengguna Jasa atau WIC untuk mengganti dokumen asli
c. Pihak pelapor meneruskan hubungan usaha dengan memberikan nasihat kepada Calon Pengguna Jasa atau WIC untuk memenuhi dokumen asli
d. Tidak ada jawaban yang benar
20. Pihak pelapor wajib menolak transaksi, membatalkan transaksi, dan/atau menutup hubungan usaha dengan Pengguna Jasa dalam hal :
a. Diketahui dan/atau patut diduga menggunakan dokumen palsu b. Menyampaikan informasi yang diragukan kebenarannya
c. Memiliki sumber dana transaksi yang diketahui dan/atau patut didugga berasal dari hasil tindak pidana
d. Jawaban a, b, dan c benar
21. Beberapa kegiatan berikut ini berkaitan dengan kewajiban Pihak Pelapor atas penutupan hubungan usaha atau penolakan transaksi Calon Pengguna Jasa, Pengguna Jasa atau WIC, kecuali :
a. Mendokumentasikan dan melaporkan sebagati TKM apabila transaksinya mencurigakan
b. Ketentuan kewajiban Pihak Pelapor untuk menolak, membatalkan dan/atau menutup hubungan usaha dengan Pengguna Jasa wajib dicantumkan dalam perjanjian pembukaan rekening dan diberitahukan kepada Pengguna Jasa
c. Karena dilaporkan sebagai TKM, maka tidak ada kewajiban bagi Pihak Pelapor untuk memberitahukan kepada Pengguna Jasa atas penutupan hubungan usaha
d. Memberitahukan secara tertulis kepada Pengguna Jasa mengenai penutupan hubungan usaha
22. Pihak pelapor dapat menggunakan hasil CDD yang telah dilakukan oleh pihak ketiga sebagai lembaga keuangan, dengan syarat :
b. Tunduk pada pengawasan dari otoritas berwenang
c. Bersedia memenuhi permintaan informasi dan salinan dokumen pendukung segera
d. Jawaban a, b, dan c benar
23. Kewajiban pihak pelapor dalam penanganan Pengguna Jasa berisiko tinggi :
a. Memastikan adanya Pengguna Jasa dan Beneficial Owner yang memenuhi kriteria berisiko tinggi atau PEP dengan membuat daftar tersendiri.
b. Pengguna Jasa dan Beneficial Owner yang memenuhi kriteria berisiko tinggi atau PEP dilaporkan kepada PPATK sebagai TKM
c. Menutup hubungan usaha terhadap Pengguna Jasa dan Beneficial Owner yang memenuhi kriteria berisiko tinggi atau PEP
d. Jawaban a, b, dan c salah
24. Bagi pengguna Jasa, Beneficial Owner, dan WIC yang dinilai sebagai pihak terkait dengan PEP adalah :
a. Menggunakan produk yang berisiko tinggi untuk digunakan sebagai sarana pencucian uang atau pendanaan teroris
b. Melakukan transaksi dengan pihak yang berasal dari Negara berisiko tinggi c. Transaksi yang dilakukan oleh pejabat public
d. Melakukan transaksi dalam jumlah besar
25. Pihak Pelapor wajib melakukan beberapa tindakan terhadap Pengguna Jasa, Beneficial Owner, dan WIC berisiko tinggi, kecuali :
a. EDD secara berkala paling kurang berupa analisis terhadap informasi sumber dana, tujuan transaksi, dan hubungan usaha dengan pihak-pihak yang terkait
b. Menunjuk pejabat senior yang bertanggung jawab atas hubungan usaha dengan Calon Pengguna Jasa tersebut
c. Pejabat senior yang ditunjuk diberi kewenangan untuk memberikan persetujuan atau penolakan, dan membuat keputusan untuk meneruskan atau menghentikan hubungan usaha
d. Melaporkan transaksi Beneficial Owner, dan WIC berisiko tinggi sebagai TKM kepada PPATK
26. Berikut adalah kewajiban Pihak Pelapor berkaitan dengan pengkinian data Pengguna Jasa, Kecuali :
a. Mengkinikan data terhadap informasi dan dokumen semua Pengguna Jasa serta menatausahakannya
b. Menyusun laporan rencana dan realisasi pengkinian data yang disetujui Direksi
c. Memastikan secara berkala nama-nama Pengguna Jasa yang memiliki kesamaan atau kemiripan dengan nama yang tercantum dalam database Daftar Teroris
d. Jawaban a, b, dan c benar
27. Berikut adalah kondisi dimana Pihak Pelapor wajib melakukan CDD terhadap Pengguna Jasa sesuai dengan pendekatan berdasarkan risiko (Risk Based Approach), kecuali :
a. terdapat transaksi Pengguna Jasa meningkat
b. Terdapat perubaha profil pengguna Jasa yang bersifat signifikan
c. Informasi pada profil Pengguna Jasa yang tersedia dalam Customer Identification File belum dilengkapi dengan dokumen pendukung
d. Menggunakan rekening anonim atau rekening yang menggunakan nama fiktif 28. Berikut adalah ketentuan mengenai kewajiban Pihak Pelapor dalam menatausahakan dokumen Pengguna Jasa atau WIC, kecuali :
a. Dokumen terkait dengan data Pengguna Jasa atau WIC dengan jangka waktu paling kurang 5 (lima) tahun sejak berakhirnya hubungan usaha atau transaksi atau ditemukannya ketidaksesuaian transaksi dengan tujuan ekonomis dan/atau tujuan usaha
b. Dokumen yang terkait dengan transaksi keuangan dengan jangka waktu sebagaimana diatur dalam Undang-Undang tentang dokumen
c. Dokumen yang ditatausahakan mencakup: identitas, dan informasi transaksi yang antara lain meliputi jenis dan jumlah mata uang yang yang digunakan, tanggal perintah transaksi, asal dan tujuan transaksi, serta nomor rekening yang terkait dengan transaksi
d. Pihak pelapor diberi keleluasaan untuk memberikan atau tidak memberikan informasi dan/atau dokumen kepada Pihak Pelapor Indonesia dan/atau otoritas lain yang berwenang pada saat diperlukan.
BAGIAN KEEMPAT : PENDEKATAN BERBASIS RISIKO DAN PERLAKUAN BAGI