PENDEKATAN TEORITIS
2.1 Tinjauan Pustaka
2.1.6 Pemasar Online sebagai Konsumen Mesin Pencari Google
Engel, Blackwell, dan Miniard (1995, dalam Sumarwan (2004) menyatakan terdapat lima tahap pengolahan informasi yaitu pemaparan, perhatian,
pemahaman, penerimaan, dan retensi. Pemasar online melakukan tahap perhatian dan pemahaman terhadap Mesin Pencari Google sebagai search engine terpopuler di masyarakat. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pemasaran terhadap website mereka agar website mereka muncul pada saat konsumen mencari kata kunci yang berhubungan dengan produk pemasar online tersebut.
Pemasar online umumnya akan melakukan beberapa teknik agar website mereka diindeks di Google dan menempati peringkat teratas. Agar suatu website dapat diindeks oleh Google, pemasar online akan melakukan pendaftaran terlebih dahulu pada halaman pendaftaran Google (pendaftaran dilakukan di alamat http://www.google.com/addurl) maupun mesin pencari lainnya. Pada tahap ini, pemasar online akan mengetikkan judul website, alamat website, serta deskripsi
website mereka. Peng-indeks-an akan dilakukan oleh Google terhadap website yang didaftarkan secepat mungkin setelah pemasar online melakukan pendaftaran.
Gambar 5. Halaman Pendaftaran Google
Sumber: Baihaqi 2008
Proses pendaftaran akan memungkinkan mesin crawler Google mengetahui keberadaan website dan secara otomatis menjelajah website yang didaftarkan dan mengurutkan dalam indeks halaman Google. Setelah proses
pendaftaran, pemasar online akan melakukan teknik-teknik lain agar website mereka menempati urutan pertama dalam halaman Mesin Pencari Google. Ahli internet marketing, Suwandi Chow (2008) menyebutkan beberapa cara agar suatu
website dapat menempati urutan teratas dalam indeks Google maupun mesin pencari lainnya secara alami. Teknik-teknik yang diuraikan oleh Chow adalah sebagai berikut:
1. Melakukan SEO (Search engine Optimizing)
SEO merupakan perlakuan terhadap isi website agar website menjadi
search engine friendly. Beberapa perlakuan dilakukan terhadap isi website secara teknis. Diantaranya adalah:
a. Memberi Nama Domain yang mengandung kata kunci b. Memberi judul website yang mengandung kata kunci c. Membuat isi dari website mengandung kata kunci spesifik d. Memberi nama file foto dan gambar dengan mengandung kata
kunci
Pemberian nama-nama dengan kata kunci yang spesifik akan membuat mesin pencari akan lebih mudah menampilkan website tersebut ketika konsumen melakukan pencarian terhadap kata kunci yang sesuai dengan kata kunci website.
Mengenai Search engine Optimizing, ahli internet marketing lainnya, Onggo (2008) menggunakan teknik lain yang lebih mendetail dalam meriset dan membuat website agar menjadi website yang search engine
a. Lakukan riset frase kata kunci yang paling lazim dan populer untuk mewakili produk yang anda jual.
Pencarian riset frase kata kunci dilakukan secara manual dan melalui bantuan Google. Riset frase secara manual dilakukan dengan melakukan survei terhadap orang di sekitar pemasar online, sedangkan riset melalui Google dapat dilakukan dengan mengetikkan kata kunci yang diinginkan oleh pemasar online dan menyambungkannya dengan kata lain yang sesuai sehingga membentuk sebuah frase. Konsumen online umumnya melakukan pencarian dengan mengetikkan suatu frase kata dengan dua hingga tiga suku kata dibandingkan satu suku kata saja. Menurut laporan
Majestic Research pada bulan Juni 2004 (Battelle 2007), orang yang melakukan pencarian cenderung menggunakan kata yang pendek. Sekitar 50 persen dari semua pencarian hanya menggunakan dua atau tiga kata dan sekitar 20 persen hanya menggunakan satu kata. Hanya 5 persen yang menggunakan lebih dari enam kata. Pencarian melalui Google dapat dilakukan dengan mengakses website Google Suggest Labs yang dapat diakses pada halaman http://www.google.com/webhp?complete=1&hl=en.
Gambar 6. Tampilan Google Suggest Sumber: Baihaqi 2008
b. Mencari tahu website yang berada di halaman satu pencarían. Untuk mencari tahu website yang berada di halaman satu pencarian dan di urutan teratas dapat digunakan Mesin Pencari Google maupun mesin pencari lainnya dan ketikkan kata kunci spesifik bagi website yang akan dibuat. Setelah mengetahui peringkat atas bagi kata kunci tersebut kemudian dilakukan analisis dengan melihat secara langsung website yang bersangkutan. Analisis dilakukan terhadap isi, judul, url, dan link dari website bersangkutan.
c. Buatlah agar situs web bersahabat dengan situs pencari.
Membuat situs web yang bersahabat dilakukan dengan memperbanyak kata kunci spesifik dalam isi, judul, url, link, serta nama gambar dan foto.
d. Bantu situs pencari agar mudah mengindeks halaman web di situs. Membantu mesin pencari mudah mengindeks seluruh halaman dalam website dilakukan dengan memeriksa seluruh halaman dalam website, memeriksa link ke dalam setiap halaman, dan memastikan bahwa link bagi halaman yang bersangkutan memiliki nama yang search engine friendly.
e. Miliki banyak link ke dalam situs web.
Memiliki banyak link dengan melakukan kerjsama dengan pemilik
website lain yang sejenis agar dapat saling bertukar link. f. Optimasi halaman-halaman web yang penting.
Halaman web yang dianggap penting dibuat lebih search engine
friendly dengan menggunakan kata kunci spesifik.
g. Jangan melakukan hal yang membuat situs pencari ”marah”. Beberapa kecurangan pernah dilakukan oleh pemasar online di masa lalu untuk membantu membuat posisi pemasar online agar berada di urutan teratas dalam berbagai mesin pencari khususnya Google. Google memperbaharui sistem algoritmanya dan memberikan hukuman bagi website yang melakukan kecurangan dengan menurunkan peringkatnya dalam indeks Google hingga jauh di bawah. Beberapa jenis kecurangan yang dilakukan oleh pemasar online diantaranya adalah dengan menjejalkan kata kunci secara berulang-ulang di dalam judul website agar kata kunci
website tersebut semakin banyak, menyembunyikan kata kunci dengan menyamarkan huruf kata kunci dengan warna latar website,
membuat website kembar dengan isi yang sama, serta membuat sistem link buatan.
2. Menulis artikel mengenai topik website dan menyebarkan artikel tersebut Seorang pemasar online harus sering membuat artikel mengenai topik dalam website yang memiliki link menuju website bersangkutan. Penyebaran artikel dapat dilakukan melalui jasa berbagai website yang merupakan pengumpul artikel. Website pengumpul artikel diantaranya adalah: www.ezinearticles.com, dan www.goarticles.com.
3. Memuat website dalam iklan baris
Membuat iklan bagi website merupakan salah satu cara untuk memberitahukan mengenai keberadaan website dan menarik banyak pengunjung. Semakin banyak pengunjung ke suatu website, maka peringkat website tersebut akan semakin tinggi.
4. Menulis Blog
Menulis blog dilakukan untuk menarik minat pengunjung agar dapat mengunjungi website.
5. Mengikuti Forum
Keikutsertaan dalam berbagai forum di internet dapat mengenalkan
website kepada konsumen yang lebih luas. 6. Melakukan Joint Venture
Joint Venture atau kerjasama dilakukan dengan pemilik website lain yang memiliki website dengan kata kunci yang sama. Kerjasama dilakukan agar terjadi pertukaran link antar website. Jumlah link menuju website dari
website yang memiliki kata kunci yang sama dapat membuat peringkat
website semakin tinggi.