• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembagian dan Klasifikasi Al-Asma’ dan al-Sifat:

Al-Asma’ dan Al-Sifat

C. Tajalli al-Asma’ dan al-Sifat

C.5. Pembagian dan Klasifikasi Al-Asma’ dan al-Sifat:

C.5.1. Sifat al-Ijabiyah dan Salbiyah

Qaysari mengisyaratkan kepada pembagian Sifat. Ada Sifat al-Ijabiyah dan sifat al-Salbiyah. Dan Ijabiyyah terbagi kepada haqiqiyyah dan Idafiyyah. Dan Idafiyyah pula terbagi kepada Idafiyyah murni dan Idafiyyah yang berelasi dengan lain.

Sifat al-Ijabiyah adalah sifat yang “affirmative” bagi Zat Al-Haq. Konsep atau mafhumnya tidak mengandungi sembarang aspek non-eksistensi. Dan sifat ini terbagi kepada 1) haqiqiyyah seperti al-hayat dan al-Wujub.

Ketika mafhum suatu sifat bisa diabstraksi dari haqiqat atau objek tanpa memerhatikan yang lain dan tanpa menyertakan yang lain, sifat ini adalah sifat haqiqiyyah. Seperti al-hayat yaitu sifat hidup. Ketika sifat ini diabstraksikan dari Haqiqat al-Wujud (dalam maqam al-Wahidiyyah) ia tidak memerlukan pada perhatian selainnya. Cukup hanya dengan memerhatikan Haqiqat, sifat itu sudah bisa diabstraksikan.

Tasawuf Filosofis 65 Sedangkan Idafiyyah berarti ketika mengabstraksi suatu sifat dari Haqiqat Al-Wujud, harus ada perhatian kepada selainnya. Dan perhatian kepada selain ini bisa terjadi kepada selain sifat itu atau selain Zat sendiri.

Karenanya terbagi kepada Idafiyyah murni seperti al-Awwaliyyah dan al-Akhiriyyah di mana dua sifat ini diperhatikan antara satu sama lain. Karena al-Awwal adalah awal ketika diperhatikan dengan al-Akhir dan vice versa dan Idafiyyah yang berelasi dengan lain;

lebih tepat lagi relasi-Nya dengan mumkin al-wujud seperti al-Rububiyyah dan al-‘ilm dan al-iradah, sifat-sifat ini bisa diabstraksikan dari Haqiqat al-wujud hanya ketika diperhatikan dengan selain Dirinya. Dia tidak akan bersifat rububiyyah jika tidak ada marbub.

Dan juga tidak akan bersifat alim jika tidak ada ma’lum.

Sifat al-Salbiyah adalah sifat yang mana mafhum atau artinya terkandung arti non-eksistensi, seperti al-ghina yang diartikan secara negatif yaitu Zat yang tidak ada kebutuhan kepada selainnya, atau al-quddusiyyah yaitu Zat yang tidak ada kekurangan. Sebenarnya semua sifat al-Salbiyah kembali kepada arti positif.

C.5.2. Sifat Jalaliyyah dan Jamaliyyah;

Sifat Jalal iyyah adalah sifat yang berkaitan dengan al-qahr yaitu keagungan. Sementara sifat Jamaliyyah adalah sifat-sifat yang berkaitan dengan al-rahmah dan al-lutf yaitu kasih-sayang dan kehalusan. Dengan kata

Tasawuf Filosofis 66 lain, sifat Jalali adalah transendensi Al-Haq, dan ini berarti Dia akan terhijab dengan hijab Keagungan. Dan sifat Jamali adalah immanensi yang berarti Dia sangat dekat sekali kepada segalanya, dan Dia akan mendekat dengan manifestasiNya.

Tetapi dibatin setiap sifat Jalal ada Jamal , begitu juga dalam batin setiap sifat Jamal ada Jalal . Ketika Sifat Jalal yang tajalli dan termanifestasi, ini berarti yang Maha Agung telah memanifestasi dan mendekatkan DiriNya. Seorang ‘arif yang menyaksikan Keagungan ini akan menjadi hampir hancur kalau tidak karena al-rahmah yang Jamal i yang ada di batin Al-Jalal .

Dan ketika sifat Jamal yang tajalli dan termanifestasi, ini berarti yang Maha Indah tetapi sekaligus Maha Agung telah menampakkan DiriNya. seorang ‘arif yang menyaksikan Keindahan ini, ketika mendekati Al-Haq akan semakin heran karena tidak bisa meraihNya.

B.5.3 Sifat yang Meliputi (al-Muhit) yang mutlak dan parsial

Al-muhit yang berasal dari kata “al-ihatah” yaitu

“encompassing” atau meliputi. Sifat yang al-muhit total berarti ia meliputi segala sesuatu dan tidak sesuatupun yang terkeluar dari wilayahnya. Dan sifat ini adalah induk sifat atau “al-ummahat” (secara literal artinya ibu-ibu sifat), yang dinamakan sebagai “al-Aimmah al-Sab’ah” (Tujuh Imam); al-hayat

Tasawuf Filosofis 67 (kehidupan), ‘ilm (ilmu), iradah (kehendak), al-qudrah (kuasa), al-sam’ (pendengaran), al-basar (penglihatan) dan al-kalam (perbicaraan).

Walaupun, Nama-Nama ini adalah asas bagi nama-nama selainnya, diantara tujuh Nama ini, ada yang tergantung pada sebagian lainnya. Seperti keberadaan ‘ilm yang tergantung atau bersyaratkan kepada al-hayat dan al-qudrah, begitu juga al-iradah yang bersyaratkan kepada hayat dan qudrah. Tetapi al-sam’, al-basar dan al-kalam pula bersyaratkan kepada al-hayat, al-qudrah, al-‘ilm dan al-iradah. Tetapi diantara tujuh Nama ini, nama al-hayat adalah yang paling universal, karena semua enam nama-nama selainnya tidak bisa termanifestasi tanpanya.

C.5.4. Ummahat al-Asma’

Ummahat al-Asma’ adalah Al-Awwal, Al-Akhir, Al-Zohir dan Al-Batin. Dan semua empat Nama ini berada

Tasawuf Filosofis 68 Setiap satu dari Nama Allah dan Al-Rahman mempunyai Nama-Nama dibawah naungannya. Dan setiap nama adalah mazharnya (yaitu tempat zohirnya) secara azali dan abadi. Maka keazalianNya itu dari nama Al-Awwal, dan keabadianNya dari nama Al-Akhir, zuhurNya dari nama Al-Zohir dan kebatinanNya dari nama Al-Batin.

Nama-Nama yang berkaitan dengan al-ibda’

(kepermulaann) dan al-ijad (mewujudkan) berada di bawah naungan Nama Al-Awwal, dan nama-nama yang berkaitan dengan al-i’adah (Pengembalian) dan al-jaza’ (Pembalasan) berada di bawah Nama Al-Akhir.

Nama-nama yang berkaitan dengan kezohiran dan kebatinan berada di bawah naungan Zhahir dan Al-Batin. Maka itu, segala seusatu tidak kosong dari empat perkara ini; kezohiran, kebatinan, keawalan dan keakhiran.

C .5.5. Al-Asma’ al-Zatiyyah, Sifatiyyah dan Af’aliyyah Ketika Zat memanifestasi dalam Nama-Nama, Nama itu adalah al-Asma’ al-Zatiyyah. Ketika sifat yang termanifestasi dalam Asma’’, Nama itu adalah al-Asma’

al-Sifatiyyah dan ketika perbuatan yang termanifestasi dalam Asma’, Asma’’ itu adalah Al-Asma’ al-Af’aliyyah.

Jika al-Asma’ al-Zatiyyah yang termanifestasi dalam mazhar, tajalli itu disebut sebagai al-tajalli al-Zati. Jika al-Asma’ al-Sifatiyyah yang termanifestasi dalam

Tasawuf Filosofis 69 mazhar, tajalli itu dipanggil tajalli Sifati. Dan jika al-Asma’ al-Af’aliyyah yang termanifestasi dalam mazhar, tajalli itu diistilahkan sebagai al-tajalli al-fi’li.

Untuk memperjelas uraian di atas kita bisa melihat dalam skema berikut :

Sifat

Salbiyah

Dokumen terkait