BAB V ANALISIS DATA dan PEMBAHASAN
D. Pembahasan
1. Pengaruh Minat Baca terhadap Prestasi Belajar AKD I.
Hasil pengujian hipotesis pertama menunjukkan bahwa ada pengaruh yang positif antara minat baca terhadap prestasi belajar AKD I. Hal ini
didukung hasil perhitungan yang menunjukkan nilai thitung =2,603 lebih besar dari t tabel = 1,665.
Berdasarkan analisis data dengan menggunakan regresi linier sederhana maka diperoleh persamaan regresi Y = -20,932 + 0,916 X. Artinya, harga koefisien regresi (b) bernilai positif, hal tersebut berarti setiap pertambahan 1 satuan variabel minat baca maka variabel prestasi belaja r juga akan mengalami pertambahan sebesar 0,916. Dengan kata lain semakin tinggi minat baca mahasiswa terhadap mata kuliah AKD I, maka prestasi belajar juga semakin tinggi.
Berdasarkan data deskripsi tentang minat baca diperoleh hasil sebagai berikut: untuk kriteria sangat tinggi sebanyak 23 responden, kriteria tinggi sebanyak 40 responden, kriteria cukup sebanyak 5 responden, kriteria rendah sebanyak 8 responden, dan kriteria sangat rendah sebanyak 4 responden. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar minat baca mahasiswa adalah tinggi. Sedangkan deskripsi data tentang prestasi belajar diperoleh hasil sebagai berikut: untuk kriteria sangat tinggi sebanyak 17 responden, kriteria tinggi sebanyak 24 responden, kriteria cukup sebanyak 23 responden, kriteria rendah sebanyak 9 responden, dan kriteria sangat rendah sebanyak 7 responden.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar prestasi belajar mahasiswa adalah tinggi.
Deskripsi data tentang minat baca mahasiswa menunjukkan bahwa sebagian besar adalah tinggi. Hal ini tampak dari kegiatan belajar mahasiswa yang senang membaca teori AKD I dengan tujuan agar dapat mengerjakan soal-soal latihan, para mahasiswa juga mau berusaha untuk mencari sumber buku lain yang relevan dengan mata kuliah tersebut untuk dibaca guna mendukung belajarnya, mahasiswa juga menyadari bahwa membaca teori AKD I pada bab yang akan dipelajari sangatlah penting untuk memudahkan mahasiswa dalam mendalami materi tersebut.
Sedangkan deskripsi data tentang prestasi belajar mahasiswa terkategorikan tinggi. Hal tersebut tampak dalam semangat kuat yang dimiliki mahasiswa dengan mencurahkan seluruh perhatian pada kegiatan belajar AKD I, mahasiswa yang tidak pernah merasa puas terhadap prestasi yang diperolehnya, mahasiswa yang sela lu melihat kembali apa yang diperoleh dan menggunakan hasil refleksi untuk meningkatkan prestasi belajarnya, mahasiswa yang selalu berpartisipasi secara aktif dalam proses belajar. Sikap tersebut diharapkan dapat menghasilkan suatu perubahan pada mahasiswa berupa kemampuan-kemampuan yang diperoleh sesuai dengan tujuan pengajaran. Kemampuan yang diperoleh mahasiswa tersebut karena adanya hasil usaha belajar yang dinyatakan dalam prestasi belajar AKD I.
Minat baca merupakan kecenderungan jiwa yang mendorong seseorang untuk membaca. Minat baca ditunju kkan dengan keinginan yang kuat untuk melakukan kegiatan membaca. Mahasiswa yang memiliki minat baca tinggi senantiasa mengisi waktu luang dengan membaca (Darmono, 2001:182) . Membaca adalah salah satu usaha yang paling efektif untuk mendapatkan ilmu pengetahuan. Lebih-lebih di perguruan tinggi. Tanpa diimbangi dengan membaca, barangkali ilmu pengetahuan tidak akan berkembang. Minat baca dapat berpengaruh terhadap prestasi belajar AKD I, karena membaca merupakan hal yang penting dalam belajar untuk dapat mencapai tujuannya. Selain itu minat baca mempunyai peranan mempermudah memahami dan melekatnya bahan pelajaran dalam ingatan. Mahasiswa yang intensitas membaca materi AKD I lebih banyak, dipandang lebih memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas. Hal ini berarti dengan membaca mahasiswa mampu mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi dalam belajarnya terutama dalam belajar AKD I. Dengan minat baca tinggi, mahasiswa akan senantiasa menyediakan waktu dan tenaga untuk membaca materi AKD I yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhannya dalam meningkatkan pengetahuannya. Untuk itu minat terhadap membaca perlu dibiasakan dan ditingkatkan. Haruslah disadari benar-benar, bahwa mahasiswa yang tidak ingin maju sajalah yang tidak menyediakan waktu untuk membaca dalam hidupnya. Jadi bila seorang mahasiswa mempunyai minat baca yang tinggi
terhadap AKD I maka besar kemungkinan mahasiswa tersebut akan mempunyai peluang dalam prestasi belajarnya.
Hasil penelitian ini juga sejalan dengan hasil penyelidikan Terman dan Lima yang dikutip oleh Guntur Tarigan (1989:105) yang menyatakan bahwa minat baca dapat meningkatkan daya imajinasi dan menimbulkan kecerdasan. Selain itu Guntur Tarigan (1989:99) juga menyatakan bahwa minat dapat meningkatkan keberhasilan suatu aktivitas.
2. Pengaruh Disiplin Belajar terhadap Prestasi Belajar AKD I.
Hasil pengujian hipotesis kedua menunjukkan bahwa ada pengaruh yang positif antara disiplin belajar terhadap prestasi belajar AKD I. Hal ini didukung hasil perhitungan ya ng menunjukkan nilai t hitung = 5,086 lebih besar dari ttabel = 1,665.
Berdasarkan analisis data dengan menggunakan regresi linier sederhana maka diperoleh persamaan regresi Y = -20,932 + 1,555 X. Artinya, harga koefisien regresi (b) bernilai positif, hal tersebut berarti setiap pertambahan 1 satuan variabel disiplin belajar maka variabel prestasi belajar juga akan mengalami pertambahan sebesar 0,916. Dengan kata lain semakin tinggi disiplin belajar mahasiswa terhadap mata kuliah AKD I, maka prestasi belajar juga semakin tinggi.
Berdasarkan deskripsi data tentang disiplin belajar diperoleh hasil sebagai berikut: untuk kriteria sangat tinggi sebanyak 25 responden, kriteria tinggi sebanyak 32 responden, kriteria cukup sebanyak 6 responden, kriteria rendah sebanyak 9 responden, dan kriteria sangat
rendah sebanyak 8 responden. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar disiplin belajar mahasiswa adalah tinggi. Sedangkan deskripsi data tentang prestasi belajar diperoleh hasil sebagai berikut: untuk kriteria sangat tinggi sebanyak 17 responden, kriteria tinggi sebanyak 24 responden, kriteria cukup sebanyak 23 responden, kriteria rendah sebanyak 9 responden, dan kriteria sangat rendah sebanyak 7 responden. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar prestasi belajar mahasiswa adalah tinggi.
Deskripsi data tentang disiplin belajar mahasiswa menunjukkan bahwa sebagian besar adalah tinggi. Hal ini tampak dari mahasiswa yang rajin mengikuti kuliah karena jika seorang mahsiswa sering absen dalam kuliahnya maka kemungkinan besar akan tertinggal dalam belajrnya dan akan merasa kesulitan dalam mengejar ketertinggalannya. Hal lain yang tampak adalah mahasiswa tidak pernah menunda -nunda waktu untuk belajar baik jika ada ujian maupun tidak ada ujian, selalu merencanakan terlebih dahulu dengan sistematika yang baik apa yang akan dipelajari dalam materi AKD I, mengulang kembali materi yang sudah dipelajari untuk lebih meningkatkan pemahamannya, mampu menyelesaikan tugas tepat pada waktunya, dan selalu mematuhi peraturan yang sudah ditetapkan di perguruan tinggi.
Sedangkan deskripsi data tentang prestasi belajar mahasiswa terkategorikan tinggi. Hal tersebut tampak dalam semangat kuat yang dimiliki mahasiswa dengan mencurahkan seluruh perhatian pada kegiatan
belajar AKD I, mahasiswa yang tidak pernah merasa puas terhadap prestasi yang diperolehnya, mahasiswa yang selalu melihat kembali apa yang diperoleh dan menggunakan hasil refleksi untuk meningkatkan prestasi belajarnya, mahasiswa yang selalu berpartisipasi secara aktif dalam proses belajar. Sikap tersebut diharapkan dapat menghasilkan suatu perubahan pada mahasiswa berupa kemampuan-kemampuan yang diperoleh sesuai dengan tujuan pengajaran. Kemampuan yang diperoleh mahasiswa tersebut karena adanya hasil usaha belajar yang dinyatakan dalam prestasi belajar AKD I.
Disiplin berasal dari kata yang sama dengan disciple yang artinya orang belajar dari pemimpinnya atau secara sukarela mengikuti pemimpinnya (Hurlock dalam Triana 1991:13). Penanaman disiplin merupakan bagian dari pendidikan yang dapat dilakukan oleh orang tua dirumah, oleh dosen di perguruan tinggi maupun lingkungan sosial masyarakat yang bertujuan untuk membentuk dan mengembangkan kepribadian mahasiswa serta mempunyai tanggung jawab yang tinggi. Pelaksanaan pedoman-pedoman yang baik dalam usaha belajar dengan disertai disiplin akan membuat mahasiswa mempunyai cara belajar yang baik. Disiplin belajar dapat mempengaruhi prestasi belajar, dalam hal ini prestasi belajar AKD I. Mahasiswa yang disiplin dalam belajar maka orang tersebut akan merasa senang untuk belajar dan memiliki keteraturan waktu untuk belajar. Disiplin dalam belajar itu tercermin dalam tindakan- tindakan mahasiswa setiap harinya. Mahasiswa harus setiap hari belajar
secara teratur, disiplin dalam melaksanakan jadwal kuliah, disiplin dalam mengerjakan tugas-tugas, dan disiplin dalam melaksanakan peraturan di perguruan tinggi yang berlaku, maka dengan sikap disiplin yang demikian pada akhirnya prestasi belajar AKD I akan mengalami peningkatan. Sebaliknya, apabila mahasiswa tidak menerapkan disiplin belajar dalam dirinya maka mahasiswa tersebut tidak merasa senang untuk belajar sehingga hal tersebut dapat menghambat belajarnya. Pada umumnya mahasiswa yang memiliki disiplin belajar yang tinggi akan dapat memacu semangat belajarnya untuk mencapai efektivitas belajar, sehingga prestasi belajar juga meningkat. Menegakkan suatu disiplin penting bagi seorang mahasiswa, sebab dengan disiplin itu diharapkan sebagian besar peraturan –peraturan ditaati oleh mahasiswa. Dengan demikian belajar dapat dilakukan dengan seefektif dan seefisien mungkin, sebaliknya bila disiplin belajar tidak dapt ditegakkan maka kemungkinan hail atau tujuan yang telah ditetapkan tidak dapat tercapai. Hal ini sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh The Liang Gie (1979:52) yang menyatakan bahwa dalam hal apaun, keteraturan dan disiplin merupakan kunci utama untuk memperoleh hasil yang baik.
3. Pengaruh Motivasi Belajar terhadap Prestasi Belajar AKD I.
Hasil pengujian hipotesis ketiga menunjukkan bahwa ada pengaruh yang positif dan signifikan antara motivasi belajar terhadap prestasi belajar AKD I. Hal ini didukung hasil perhitungan yang menunjukkan nilai t hitung = 3,400 lebih besar dari t tabel = 1,665.
Berdasarkan analisis data dengan menggunakan regresi linier sederhana maka diperoleh persamaan regresi Y = -20,932 + 1,199 X. Artinya, harga koefisien regresi (b) bernilai positif, hal tersebut berarti setiap pertambahan 1 satuan variabel motivasi belajar maka variabel prestasi belajar juga akan mengalami pertambahan sebesar 0,916. Dengan kata lain semakin tinggi motivasi belajar mahasiswa terhadap mata kuliah AKD I, maka prestasi belajar juga semakin tinggi.
Berdasarkan deskripsi data tentang motivasi belajar diperoleh hasil sebagai berikut: untuk kriteria sangat tinggi sebanyak 33 responden, kriteria tinggi sebanyak 25 responden, kriteria cukup sebanyak 4 responden, kriteria rendah sebanyak 10 responden, dan kriteria sangat rendah sebanyak 8 responden. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian be sar motivasi belajar mahasiswa adalah sangat tinggi. Sedangkan deskripsi data tentang prestasi belajar diperoleh hasil sebagai berikut: untuk kriteria sangat tinggi sebanyak 17 responden, kriteria tinggi sebanyak 24 responden, kriteria cukup sebanyak 23 responden, kriteria rendah sebanyak 9 responden, dan kriteria sangat rendah sebanyak 7 responden. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar prestasi belajar mahasiswa adalah tinggi.
Deskripsi data tentang motivasi belajar mahasiswa menunjukkan bahwa sebagian besar adalah sangat tinggi. Hal ini tampak dari mahasiswa yang memiliki kemauan dan semangat yang tinggi dalam menghadapi kesulitan dalam belajar, selalu menyiapkan bahan yang akan diajarkan
dosen sebelum perkuliahan, kemampuan untuk mengikuti kulia h, keinginan menguasai serta memahami materi AKD I, selalu menyelesaikan tugas-tugas AKD I dengan sebaik-baiknya, dan memiliki keinginan yang tinggi untuk berprestasi.
Sedangkan deskripsi data tentang prestasi belajar mahasiswa terkategorikan tinggi. Hal tersebut tampak dalam semangat kuat yang dimiliki mahasiswa dengan mencurahkan seluruh perhatian pada kegiatan belajar AKD I, mahasiswa yang tidak pernah merasa puas terhadap prestasi yang diperolehnya, mahasiswa yang selalu melihat kembali apa yang diperoleh dan menggunakan hasil refleksi untuk meningkatkan prestasi belajarnya, mahasiswa yang selalu berpartisipasi secara aktif dalam proses belajar. Sikap tersebut diharapkan dapat menghasilkan suatu perubahan pada mahasiswa berupa kemampuan-kemampuan yang diperoleh sesuai dengan tujuan pengajaran. Kemampuan yang diperoleh mahasiswa tersebut karena adanya hasil usaha belajar yang dinyatakan dalam prestasi belajar AKD I.
Pada hakekatnya motivasi merupakan pendorong usaha dalam pencapaian prestasi. Dalam kegiatan belajar, motivasi tersebut dikatakan sebagai motivasi be lajar. Motivasi belajar merupakan keseluruhan daya penggerak di dalam diri seseorang yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan mengarah pada kegiatan belajar sehingga tujuan belajar dapat dicapai (Sardiman A.M., 1986:75). Mahasiswa yang memiliki motivasi belajar AKD I yang kuat,
akan mempunyai banyak kesempatan untuk melakukan kegiatan belajar sebaik mungkin. Pengaruh ini karena motivasi belajar memegang peranan penting dalam memberikan gairah, semangat, dan rasa senang dalam belajar sehingga yang mempunyai motivasi tinggi mempunyai energi yang banyak untuk melaksanakan kegiatan belajar AKD I. Dalam kegiatan belajar akan berhasil baik, kalau mahasiswa tekun mengerjakan tugas, ulet dalam memecahkan berbagai masalah dan hambatan secara mandiri. Mengingat demikian penting motivasi bagi mahasiswa dalam belajar, maka mahasiswa sendiri diharapkan dapat membangkitkan motivasi belajarnya serta menciptakan kondisi-kondisi tertentu yang dapat membangkitkan motivasi belajar. Adanya motivasi yang baik dalam belajar akan menunjukkan hasil yang baik. Dengan kata lain bahwa adanya usaha yang tekun dan terutama didasari adanya motivasi, maka mahasiswa yang belajar AKD I akan dapat melahirkan prestasi belajar yang baik. Intensitas motivasi seorang mahasiswa akan sangat menentukan tingkat pencapaian prestasi belajarnya.
Hal ini sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Ali Imron (1996:89) yang menyatakan bahwa motivasi sering disebut secara berulang sebagi variabel yang banyak menentukan prestasi belajar. Selain itu Kartini Kartono (1985:3) juga menyatakan bahwa dalam belajar hendaknya murid mempunyai motif belajar yang kuat. Hal ini akan memperbesar kegiatan dan usahanya untuk mencapai prestasi yang tinggi. Bila motif tersebut makin berkurang maka berkurang pulalah usaha dan
kegiatan serta kemungkinannya untuk mencapai prestasi belajar yang tinggi.
4. Pengaruh Minat Baca, Disiplin Belajar, dan Motivasi Belajar terhadap Prestas i Belajar AKD I.
Hasil pengujian hipotesis keempat menunjukkan bahwa ada pengaruh yang positif antara variabel minat baca, disiplin belajar, dan variabel motivasi belajar terhadap prestasi belajar AKD I. Hal ini didukung hasil perhitungan dari analisis regresi linier ganda yang menunjukkan nilai koefisien korelasi ganda (Rxy 1,2,3) = 0,762 sedangkan koefisien determinasi (R2) diperoleh sebesar 0,58.
Untuk mengetahui signifikan atau tidak, harga koefisien korelasi ganda (Rxy 1,2,3), maka digunakan uji F pada taraf signifikansi 5%. Harga F hitung diperoleh sebesar 34,987 sedangkan F tabel dengan df (3;76) pada taraf signifikansi 5% sebesar 2,725. Dengan demikian Fhitung = 34,987 lebih besar dari harga Ftabel = 2,725.
Berdasarkan analisis data dengan mengguna kan regresi linier sederhana maka diperoleh persamaan regresi Y = -20,932 + 0,916 X1 + 1,555 X2 + 1,199 X3. Angka koefisien regresi tersebut menunjukkan bahwa pengaruh ketiga variabel bebas terhadap variabel terikat adalah positif. Artinya, semakin tinggi minat baca, semakin disiplin dalam belajar, dan semakin tinggi motivasi dalam belajar, semakin tinggi pula prestasi belajar AKD I.
Berdasarkan deskripsi diatas mahasiswa perlu memperhatikan ketiga variabel bebas yaitu minat baca, disiplin belajar, dan motivasi belajar. Ketiga variabel tersebut dapat menunjang peningkatan prestasi belajar pada mahasiswa. Minat dalam membaca pada mahasiswa akan menambah pengetahuan dan wawasan yang luas terutama dalam hal ini pada mata kuliah AKD I sehingga kesulitan yang dihadapi mahasiswa dalam menguasai mata kuliah tersebut cenderung sedikit. Disiplin belajar pada mahasiswa akan menimbulkan keefektifan dan kefisienan dalam belajar dan akan membuat mahasiswa bersedia untuk melaksanakan dan mematuhi segala peraturan yang berlaku. Selain itu motivasi belajar juga merupakan hal yang penting yang harus dimiliki mahasiswa. Adanya motivasi yng kuat dalam belajar akan menunjukkan hal yang baik. Dengan usaha yang tekun dan terutama didasari adanya motivasi, maka seorang mahasiswa akan dapat mencapai prestasi belajar yang baik.
Adanya pengaruh positif dan signifikan tersebut, berarti tinggi rendahnya prestasi belajar AKD I dapat diprediksi dari tinggi rendahnya minat baca, disiplin belajar, dan motivasi belajar mahasiswa. Selain itu dapat pula dikatakan bahwa apabila minat baca, disiplin belajar, dan motivasi belajar ditingkatkan maka persatsi belajar AKD I juga akan meningkat. Hal ini sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Slameto (1988:183) yang menyatakan belajar merupakan suatu alat untuk mencapai beberapa tujuan dan bila seseorang melihat hasil dari belajarnya akan
membawa kemajuan pada dirinya, kemungkinan besar ia akan berminat dan bermotivasi untuk mempelajarinya.