• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS DATA

C. Pembahasan Dan Temuan

Analisis kemampuan geometri siswa kelas VII pada materi segiempat ditinjau dari tingkat berpikir van hiele, dilaksanakan dengan menganalisis hasil tes tulis kemampuan geometri dan wawancara yang dilakukan pada subjek penelitian. Pada bagian ini akan diuraikan pembahasan mengenai kemampuan geometri siswa dengan membandingkan hasil tes tertulis dan wawancara untuk memperoleh deskripsi kemampuan geometri subjek penelitian. Subjek dipilih berdasarkan penggolongan tingkat berpikir geometri menurut teori van Hiele. Hasil pemilihan subjek penelitian yaitu tingkat 0 (visualisasi) diwakili oleh subjek M dengan kode (S1) dan MYF dengan kode (S2), tingkat 1 (Analisis) diwakili oleh subjek AAI dengan kode (S3) dan B dengan kode (S4), sedangkan tingkat 2 (Deduksi Informal) diwakili oleh subjek AAS dengan kode (S5) dan FA dengan kode (S6).

Setelah dilakukan analisis kemampuan geometri siswa dengan membandingkan hasil tes tertulis dan wawancara subjek penelitian dapat diketahui kemampuan geometri subjek penelitian sebagai berikut.

Tabel 5.1

Kemampuan Geometri Siswa Tingkat

berpikir geometri

Subjek Kemampuan geometri yang dimiliki

0 (Visualisasi)

S1  Mengenal macam-macam bangun datar segiempat

S2

 Mengenal macam-macam bangun datar segiempat

 Melabeli bangun dengan nama baku 1

(Analisis) S3

 Mengenal macam-macam bangun datar segiempat

 Melabeli bangun dengan nama baku

 Mencocokkan sifat-sifat bangun datar segiempat

Tingkat berpikir geometri

Subjek Kemampuan geometri yang dimiliki S4  Mengenal macam-macam bangun datar

segiempat

 Melabeli bangun dengan nama baku

 Mencocokkan sifat-sifat pada bangun datar segiempat.

 Memahami sifat-sifat bangun dari visualnya.

2 (Deduksi Informal)

S5  Mengenal macam-macam bangun datar segiempat

 Melabeli bangun dengan nama baku

 Mencocokkan sifat-sifat pada bangun datar segiempat.

 Memahami sifat-sifat bangun dari visualnya.

 Mengenal perbedaan dan persamaan bangun datar segiempat

S6  Mengenal macam-macam bangun datar segiempat

 Melabeli bangun dengan nama baku

 Mencocokkan sifat-sifat pada bangun datar segiempat.

 Memahami sifat-sifat bangun dari visualnya.

 Mengenal perbedaan dan persamaan bangun datar segiempat

Berdasarkan Tabel 4.9 diketahui bahwa subjek penelitian S1 pada tingkat 0 hanya memiliki kemampuan mengenal macam-macam bangun datar segiempat. Subjek S1 merupakan subjek penelitian paling rendah diantara subjek lainnya.

Berikut dijelaskan kemampuan geometri pada masing-masing tingkat berpikir geometri.

1. Tingkat 0 (Visualisasi)

Hasil analisis kemampuan geometri siswa tingkat 0 yaitu, subjek dapat mengenal bermacam-macam bangun datar segiempat, dan telah

mampu melabeli bangun dengan benar sesuai nama baku. Subjek belum bisa mensketsakan bangun dengan menerapkan sifat bangun dan hasil pemecahan masalah. Subjek belum mampu mengungkapkan keterkaitan antar sifat bangun datar dan belum mampu mengembangkan himpunan model-model bangun datar. Subjek belum mampu menyebutkan sifat-sifat bangun segiempat secara sempurna. Subjek belum bisa menemukan persamaan dan perbedaan sifat bangun dalam menjawab soal. Subjek belum mampu menerapkan perhitungan geometri. Dalam merespon pertanyaan ketika wawancara, subjek tingkat 0 pasti menjawab tapi butuh diberi kisi-kisi atau sedikit arahan, karena masih ragu-ragu dalam menjawab padahal bisa.

Penelitian tersebut sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Abidatul Muarifah yaitu siswa pada tingkat 0 (Visualisasi) ini telah mengenal bangun baik dari bentuk dan sifatnya namun masih ragu, sehingga mudah terpengaruh. Subjek mulai mendefinisikan bangun segiempat meskipun belum sempurna. Subjek juga dapat melabeli bangun, namun masih ragu untuk menggunakan atau melabeli bangun pada soal-soal. Mampu mengklasifikasikan bangun berdasarkan sifatnya.

Namun belum bisa menggunakan persamaan dan perbedaan sifat bangun dalam menjawab soal. Artinya dalam menerapkan konsep geometri subjek masih lemah.

2. Tingkat 1 (Analisis)

Hasil analisis kemampuan geometri siswa tingkat 1 (Analisis) yaitu subjek sudah memahami soal dan mampu menyelesaikan soal, namun karena kurang cermat dan teliti masih ada beberapa jawaban yang salah.

Subjek sudah mengenal bangun baik dari bentuk dan sifatnya, serta mampu melabeli bangun segiempat dengan baik. Hal ini karena pemahaman konsepnya sudah baik. Subjek mulai mendefinisikan bangun segiempat dengan bahasa yang sederhana menurut pemahamannya.

Subjek juga mampu mengklasifikasikan bangun berdasarkan sifatnya, mengetahui persamaan dan perbedaan bangun segiempat. Dalam merespon pertanyaan ketika wawancara, subjek tingkat 1 menjawab dengan cepat.

Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh yang dilakukan oleh Abidatul Muarifah yaitu subjek tingkat 1 (Analisis) sudah memahami soal dan mampu menyelesaikan soal, namun karena kurang cermat dan teliti masih ada beberapa hasil hitungan yang salah. Subjek sudah mengenal bangun baik dari bentuk dan sifatnya, serta mampu melabeli bangun segiempat dengan baik. Hal ini karena pemahaman konsepnya sudah baik. Subjek mulai mendefinisikan bangun segiempat dengan bahasa yang sederhana menurut pemahamannya. Subjek juga mampu mengklasifikasikan bangun berdasarkan sifatnya, mengetahui persamaan dan perbedaan bangun segiempat. Dalam merespon pertanyaan ketika wawancara, subjek tingkat 1 menjawab dengan mantap

dan kreatif, karena sambil mensketsakan atau mencoret-coret apa yang dijawabnya.

3. Tingkat 2 (Deduksi Informal)

Hasil analisis kemampuan geometri siswa tingkat 2 (deduksi informal) yaitu subjek S5 dan S6. Kedua Subjek mampu mencapai indikator ketercapaian level berpikir geometri. Semua indikator ketercapaian level berpikir geometri tercapai dengan sempurna, meskipun ada beberapa indikator yang belum mantap dilampaui. Subjek tingkat 2 (Deduksi Informal) sudah mengenal bangun baik dari bentuk dan sifatnya, serta mampu melabeli bangun datar segiempat dengan baik.

Subjek juga mampu mengklasifikasikan bangun berdasarkan sifatnya.

Subjek juga mampu membandingkan persamaan dan perbedaan bangun datar segiempat dari bentuk, hingga sifat yang dimilikinya. Subjek sudah mampu menerapkan geometri dalam pemecahan masalah, mampu mensketsa bangun berdasarkan sifat dan definisi, serta mengonstruksi bangun dari gambar bangun yang disediakan. Namun subjek belum dapat menyelesaikan soal terkait dengan perhitungan geometri, karena subjek kesulitan dalam memasukkan ke dalam rumus serta lupa rumus dari bangun yang ada pada soal. Namun dalam merespon pertanyaan ketika wawancara, subjek tingkat 2 menjawab dengan jelas, mantap dan kreatif, karena sambil mensketsakan atau mencoret-coret apa yang dijawabnya.

Hal ini sejalan dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Hikma Kamsia Salasiwa yaitu tingkat berpikir siswa tingkat 2 atau tingkat

deduksi informal. Pada penelitian tersebut subjek sudah mampu menerima suatu definisi setiap benda geometri untuk mengklasifikasikan benda geometri dan mampu menerima logika parsial tentang sebuah benda. Hal tersebut sesuai dengan pendapat dari Kho bahwa pada tingkat ini, siswa sudah dapat melihat hubungan sifat-sifat pada suatu bangun geometri dan sifat-sifat antara beberapa bangun geometri.

130

BAB V

Dokumen terkait