• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PENGARUH KEPEMIMPINAN SPIRITUAL DAN IKLIM

H. Diagram jalur dalam model penelitian

I. Pembahasan

Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa, pengaruh langsung kepemimpinan spiritual terhadap komitmen organisasional lebih kecil dari pada pengaruh langsung iklim psikologis organisasi terhadap komitmen

organisasional. Pengaruh langsung kepemimpinan spiritual terhadap

komitmen organisasional sebesar 0.226, sedangkan pengaruh langsung iklim psikologis organisasi terhadap komitmen organisasional sebesar 0.446.

Akan tetapi hal ini berbeda terhadap variabel kinerja, pengaruh langsung kepemimpinan spiritual terhadap kinerja lebih besar dari pada pengaruh langsung iklim psikologis organisasi terhadap kinerja. Pengaruh langsung kepemimpinan spiritual terhadap kinerja sebesar 0.501, sedangkan pengaruh langsung iklim psikologis organisasi terhadap kinerja sebesar 0.091.

Pengaruh tidak langsung kepemimpinan spiritual terhadap kinerja dengan melalui mediasi komitmen organisasional lebih kecil dari pada pengaruh langsung kepemimpinan spiritual terhadap kinerja. Pengaruh tidak langsung kepemimpinan spiritual terhadap kinerja dengan melalui mediasi komitmen organisasional sebesar 0.113, sedangkan pengaruh kepemimpinan spiritual terhadap kinerja secara langsung sebesar 0.501.

Sebaliknya, pengaruh tidak langsung iklim psikologis terhadap kinerja dengan melalui mediasi komitmen organisasional lebih besar dari pada pengaruh langsung iklim psikologis terhadap kinerja. Pengaruh tidak langsung iklim psikologis terhadap kinerja dengan melalui mediasi komitmen

139

organisasional sebesar 0.224, sedangkan pengaruh iklim psikologis organisasi terhadap kinerja secara langsung sebesar 0.091.

Nilai regresi kepemimpinan spiritual terhadap kinerja sebesar 0.501, sedangkan nilai regresi iklim psikologis organisasi terhadap kinerja sebesar 0.091. Ini menunjukkan bahwa variabel kepemimpinan spiritual lebih berpengaruh dalam meningkatkan kinerja SDM yayasan miftahul Huda dari pada variabel iklim psikologis organisasi. Pengaruh variabel iklim psikologis organisasi terhadap kinerja sangat kecil sekali, atau bisa dibilang variabel ini kurang berpengaruh terhadap kinerja SDM.

Dalam banyak penelitian, iklim psikologis organisasi seringkali berpengaruh pada kinerja karyawan disebuah perusahaan. Wong Foong Yee dkk dalam penelitiannya menyebutkan bahwa iklim psikologis berpengaruh terhadap kepuasan kerja dan kinerja karyawan2, Rakhesma Pasaty Yekty juga menyebutkan bahwa iklim psikologis berpengaruh terhadap kinerja karyawan

3

. Akan tetapi dalam penelitian ini ditemukan bahwa iklim psikologis organisasi kurang berpengaruh secara langsung terhadap kinerja.

Iklim psikologis organisasi dapat mempengaruhi kinerja setelah melalui variabel komitmen organisasional. Dibangunnya komitmen organisasional dengan cara menanamkan nilai-nilai dan kecintaan terhadap

2

Wong Yoong Yee, Leong Sai Pink, dan Mervyn Lee Chia Sern, “The Effect of a Psychological Climate for Creativity on Job satisfaction and Work Performance”, International Journal of Economics and management, Vol. 8 (2014), 97.

3Rakhesma Pasaty yekty, “Anali

sis Pengaruh Iklim Psikologis Terhadap Keterlibatan Kerja dan

Kepuasan Kerja Dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan” (Tesis—Universitas Diponegoro, Semarang, 2006), 96.

140

organisasi (sense of belonging) akan dapat memediasi iklim psikologis organisasi berpengaruh terhadap kinerja sebesar 0.224.

Total pengaruh kepemimpinan spiritual terhadap kinerja sebesar 0.614, sedangkan pengaruh total iklim psikologis organisasi terhadap kinerja sebesar 0.315. ini berarti pengaruh total kepemimpinan spiritual terhadap kinerja SDM yayasan Miftahul Huda lebih besar dari pada pengaruh total iklim psikologis organisasi terhadap kinerja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa untuk meningkatkan kinerja pengurus dan karyawan lebih efektif dengan upaya peningkatan kepemimpinan spiritual.

141

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diatas, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Iklim psikologis organisasi secara langsung tidak berpengaruh terhadap kinerja.

2. Iklim psikologis organisasi berpengaruh secara tidak langsung

terhadap kinerja dengan melalui komitmen organisasional,

pengaruhnya sebesar 0.224.

3. Kepemimpinan spiritual berpengaruh secara langsung terhadap kinerja sebesar 0.501.

4. Kepemimpinan spiritual berpengaruh secara tidak langsung terhadap kinerja melalui komitmen organisasional, pengaruhnya sebesar 0.113. 5. Total pengaruh kepemimpinan spiritual terhadap kinerja sebesar

0.614, nilai ini lebih besar dari pengaruh total iklim psikologis organisasi terhadap kinerja yaitu 0.315.

6. Pengaruh variabel kepemimpinan spiritual, iklim psikologis organisasi dan komitmen organisasional secara gabungan terhadap kinerja sebesar 87%. Pengaruh variabel lain di luar model penelitian ini terhadap kinerja sebesar 13%.

142

B. Implikasi Teoretik

Dari temuan hasil penelitian yang telah disampaikan diatas, memberikan suatu implikasi bahwa kepemimpinan spiritual memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap kinerja SDM. Kepemimpinan spiritual adalah upaya untuk menggerakkan bawahan dan anggota organisasi dengan cara membangun motivasi intrinsik, yaitu menanamkan visi dan tujuan organisasi, membangun keyakinan akan tercapainya visi tersebut dan cinta altruistik.

Dalam suatu organisasi dakwah yang berorientasi non provit, kepemimpinan spiritual bisa diaplikasikan untuk menunjang tercapainya tujuan organisasi dakwah tersebut.

C. Keterbatasan Studi

Penelitian ini hanya membahas pengaruh variabel kepemimpinan spiritual dan iklim psikologis organisasi terhadap komitmen organisasional dan kinerja. Sebenarnya banyak faktor yang dapat mempengaruhi komitmen organisasional dan kinerja SDM, akan tetapi penelitian ini hanya membatasi pada pengaruh dua variabel tersebut. Sehingga diluar dua variabel tersebut, ada variabel-variabel lain yang dapat mempengaruhi kinerja.

D. Rekomendasi

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, ditemukan pengaruh yang cukup signifikan dari variabel kepemimpinan spiritual dan komitmen organisasional terhadap kinerja pengurus dan karyawan yayasan

143

Miftahul huda. Akan tetapi pengaruh kepemimpinan spiritual terhadap kinerja pengurus dan karyawan lebih besar dari pada pengaruh iklim psikologis organisasi terhadap kinerja. Sehingga usaha yang dapat dilakukan oleh pihak manajemen adalah sebagai berikut.

1. Dilihat dari nilai regresi kepemimpinan spiritual terhadap kinerja sebesar 0.501, dimana nilai ini lebih besar dari pengaruh iklim psikologis organisasi terhadap kinerja yaitu 0.091. Maka manajemen harus

memperhatikan aspek kepemimpinan, dalam hal ini adalah

kepemimpinan spiritual. Manajemen harus mempertahankan gaya kepemimpinan yang saat ini telah berjalan di organisasi, bahkan harus ditingkatkan agar dapat meningkatkan kinerja pengurus dan karyawan. Pemimpin harus terus menerus menanamkan visi misi dan tujuan organisasi disertai dengan wujud konkrit upaya-upaya untuk mewujudkan visi misi tersebut. Pemimpin harus memberikan perhatian, peduli dan mengusahakan yang terbaik bagi karyawan dan pengurusnya. 2. Kepemimpinan Spiritual ini harus terus ditingkatkan, karena mengingat

organisasi ini adalah organisasi yang punya tujuan untuk mensyiarkan atau mendakwahkan agama Islam baik lewat pendidikan formal, non formal, kegiatan keagamaan dan juga sosial. Sehingga anggota organisasi bukan hanya tergerak dan termotivasi oleh variabel material dan keduniawian, tapi juga oleh nilai-nilai spiritual. Dimana nilai spiritual tersebut salah satunya tercermin dari visi misi organisasi yang dinyatakan secara tertulis dan terus menerus disosialisasikan dan ditanamkan pada

144

diri SDM. Nilai-nilai spiritual tersebut juga tercermin pada diri pemimpin dalam bentuk menjalankan nilai-nilai keagamaan yaitu menjalankan prinsip humanisme, kepedulian dan menghargai anggota.

3. Faktor iklim psikologis organisasi tidak memberikan pengaruh secara langsung terhadap kinerja pengurus dan karyawan. Akan tetapi dengan dimediasi oleh komitmen organisasional, maka iklim psikologis organisasi berpengaruh terhadap kinerja. Sehingga dalam hal ini yang dapat dilakukan oleh manajemen adalah meningkatkan komitmen organisasional, yang itu secara tidak langsung dapat meningkatkan pengaruh iklim psikologis organisasi terhadap kinerja.

4. Dalam banyak penelitian iklim psikologis organisasi seringkali berpengaruh pada kinerja karyawan disebuah perusahaan maupun ogranisasi non profit. Akan tetapi dalam penelitian ini ditemukan bahwa iklim psikologis organisasi tidak berpengaruh secara langsung terhadap kinerja, variabel ini bisa mempengaruhi kinerja setelah melalui variabel komitmen organisasional. Menurut saya ini temuan yang sangat menarik, karena dalam sebuah perusahaan yang berorientasi profit iklim psikologis seringkali berpengaruh terhadap kinerja, akan tetapi dalam sebuah organisasi dakwah, khususnya di yayasan Miftahul Huda ini ternyata hal itu tidak berlaku. Justru dengan dibangunnya komitmen organisasi dengan cara menanamkan nilai-nilai dan kecintaan terhadap organisasi (sense of belonging) akan dapat membuat iklim psikologis organisasi berpengaruh terhadap kinerja.

145

5. Dilihat dari total pengaruh kepemimpinan spiritual terhadap kinerja yaitu sebesar 0.614, nilai ini lebih besar dari pengaruh total iklim psikologis organisasi terhadap kinerja yaitu 0.315. Sehingga untuk meningkatkan kinerja pengurus dan karyawan lebih efektif dengan upaya peningkatan kepemimpinan spiritual.

6. Di luar faktor kepemimpinan spiritual dan iklim psikologis organisasi dalam mempengaruhi kinerja pengurus dan karayawan yayasan Miftahul Huda harus tetap diperhatikan.

146

DAFTAR PUSTAKA

Ajrunnida,Remaja Juga Dai Lho, Jakarta: Gen Mirqat, 2008.

Allen, Natalie J. & Meyer, John P., “The measurement and antecedents of affective, continuance, and normative commitment to organization”,

Journal of occupational psychology, Vol. 63 (1990), 1–18.

Anshori, Muslich & Iswati, Sri, Buku Ajar Metodologi Penelitian Kuantitatif, Surabaya: Airlangga University Press, 2009.

Anwar, Saifudin,Reliabilitas dan Validitas, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2001. Arifin, Miftahol dkk,Manajemen Sumber Daya Manusia, Surabaya: Kopertais IV

Press, 2015.

Arikunto, Suharsimi, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta: Rineka Cipta, 1998.

Armstrong, Michael, Handbook of human resource management practice, London: Kogan Page, 2009.

Armstrong, Michael, The Art of HRD: Human Resource Management, Vol 2,

London: Crest Publishing House, 1999.

Anyim, Chukwudi Francis & Chidi, Odogwu Christopher, “Motivation and Employees’ Performance in the Public and Private Sectors in Nigeria”,

International Journal of Business Administration, Vol. 3, No. 1 (januari, 2012), 31-40.

Bashaw, R. Edward & Grant, Stephen, “Exploring the Distinctive Nature of Work Commitment: Their Relationship with Personal Characteristic, Job Performance and Propensity to Leave”, Journal of Personal selling and Sales Management, Vol. 14 (1994), 41-56.

Bertlett, Johan, An Employeeship Model and its Relation to Psychological Climate, Sweden: Departement of Psychologi Lund university, 2011. Binangun, Wilson,Manajemen Sumber Daya Manusia, Jakarta: Erlangga, 2012. Biswas, Soumendu, “Impact of Psychological Climate & Transformational

Leadership on Employee Performance”, Indian Journal of Industrial Relations, Vol. 48, No. 1 (July, 2012), 105-119.

Blau, Gary J. & Boal, Kimberly B., “Conceptualizing How Job Involvement and Organizational Commitment Affect Turnover and Absenteeism”, The Academy of Management Review, Vol. 12, No. 2 (April, 1987), 288-300. Brantas,Dasar-Dasar Manajemen, Bandung: Alfabeta, 2009.

147

Brooke, P.P. , Russell, D. W. & Price, J.L., “Discriminant Validation of Measure of Job Satisfaction, Job Involvement, and Organizational Commitment”,

Journal of Applied Psychology, Vol.73, No. 2 (May, 1988), 139-145. Brown, B. Steven P. & Leigh, Thomas W., “A New Look at Psychological

Climate and Its Relationship to Job Involvement, Effort, and Performance”, Journal of Applied Psychology, Vol. 81, No. 4 (August, 1996), 358-368.

Buchanan, Bruce, “Building Organizational Commitment: The Socialization of Managers in Work Organizations”, Journal of Administrative Science Quarterly, Vol. 19, No. 4 (December, 1974), 533-546.

Carless, Sally A., “Does Psychological Empowerment Mediate the Relationship between Psychological Climate and Job Satisfaction?”, Journal of Business and Psychology, Vol. 18, No. 4 (Juny, 2004), 405-425.

Dessler, Gary, “How to earn your employees commitment”, jurnal academy of management exexutive, Vol. 13, No. 2 (1993), 58-67.

Fahmi, Irham,Manajemen: Teori, Kasus, Solusi, Bandung: Alfabeta, 2012.

Fatoni, Abdurrahmat, Organisasi dan Manajemen Sumber Daya Manusia, Jakarta: Rineka Cipta, 2006.

Fry, Louis W., Vitucci, Steve & Cedillo, Marie, “Spiritual Leadership and Army Transformation: Theory, Measurement, and Establishing a baseline, “ The Leadership Quarterly,Vol 16, No. 5 (Oct, 2005),835-862.

Fry, Louis W, “Toward a Theory of Spiritual Leadership”, The Leadership Quarterly, vol. 14, No. 6 (December, 2003), 693-727.

Ghozali, Imam, Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 19, Semarang: Balai penerbit Universitas Diponegoro, 2011.

Golemen, Daniel,Working with Emotional intellegence: Kecerdasan Emosi Untuk Mencapai Puncak Prestasi, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1999. Griffin, Ricky W.,Manajemen, terj. Gina Gania, Jakarta: Erlangga, 2004. Gujarati, Damodar,Basis Econometrics, Singapore: McGraw-Hill, 2003.

Hasibuan, Malayu, Manajemen Sumber Daya Manusia, Jakarta: Bumi Aksara, 2002.

Hellriegel, Don & Slocum John W., “Organizational Climate: Measures, Research, and Contingencies”,The Academy of Management Journal, Vol. 17. No. 2 (Juni, 1974), 255-280.

148

Jackson, Susan E. Schuler, Randall S. & Werner, Steve, Pengelolaan Sumber Daya Manusia, terj. Benny Prihartanto, Jakarta: salemba Empat, 2010. Johnson, Avis L. & Luthans, Fred, “The Relationship Beetwen Leadership and

Management”,Journal of Managerial Issues, Vol. 2, No. 1 (1990), 13-25. Karjadi, M,Kepemimpinan,Bogor: Politeia, 1989.

Kaswan, Sikap Kerja, dari Teori dan Implementasi Sampai Bukti, Bandung: Alfabeta, 2015.

Kreitner, R.,Management: a Problem Solving Process, Boston: Houghton Mifflin Company, 1989.

Kuncoro, Mudrajad, Metode Riset Untuk Bisnis dan Ekonomi, Jakarta: Erlangga, 2003.

Kusparlina, Eny Pemilu, “Hubungan Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Kesehatan Reproduksi Dengan Perilaku Seks Bebas”, Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes, Vol. 7, No. 1 (Januari, 2016), 60-64.

Lapierre, Laurent, ”Leadership and Art Management”, Journal of Art Management, Vol. 3, No. 3 (2001), 4-12.

Mangkunegara, Anwar Prabu,Evaluasi Kinerja SDM, Bandung: Refika Aditama, 2005.

Mangkunegara, Anwar Prabu, Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan,

Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset, 2009.

Martoyo, Susilo,Manajemen sumber Daya Manusia, Yogyakarta: BPFE, 2000. Mathis, Robert L. dan Jackson, John H.,Manajemen Sumber Daya Manusia,Terj.

Diana Angelica, Jakarta: Salemba Empat, 2001.

Mathis, Robert L. dan Jackson, John H., Human Resource Management, Terj.

Diana Angelica, Jakarta: Salemba Empat, 2006

Meyer J.P., Allen, N.J. & Smith, Catherine A., “Commitmen to Organization and

Occupation: Extension and Test of a Three Component

Conceptualization”, Journal of Applied psycology, Vol 78. No. 4 (august, 1993), 538-551.

Mintzberg, Henry, “Leadership and Management Development: an Afterword”,

The Academy of Management Executive, Vol. 18, No. 3 (august, 2004), 140-142.

Moeheriono,Pengukuran Kinerja Berbasis Kompetensi, Bogor: Ghalia Indonesia, 2010.

149

Mowday, Richard T., Steers, Richard M. & Porter, Lyman W., The Measurement of Organizational Commitmen, Journal of Vocational Behavior, Vol. 14, No. 2 (April, 1979), 224-247.

Muchtarom, Zaini, Dasar Dasar Manajemen Dakwah, Yogyakarta: Al-Amin Press, 1996.

Muhid, Abdul, Analisis Statistik, 5 Langkah Praktis Analisis Statistik dengan SPSS for Windows, Sidoarjo: Zifatama, 2012.

Munandar, Ashar Sunyoto, Psikologi Industri dan Organisasi, Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia, 2008.

Munir, M. & Ilaihi, Wahyu,Manajemen Dakwah, Jakarta: Kencana, 2012.

Natasya, Kusyogo, dan Aditya, “Fenomena Prostitusi Online di Jakarta Selatan”,

Jurnal Kesehatan Masyarakat, Vol. 5, No. 1 (Januari, 2017), 519-527. Nurcahyo, R. Jati dkk, “Implikasi Visi, Misi dan Nilai-Nilai Organisasi Terhadap

Kinerja Karyawan Restoran Numani”, Jurnal Khasanah Ilmu, Vol. 5, No. 1 (Maret, 2014), 45-54.

Panggabean, Mutiara S., Manajemen Sumber Daya Manusia, Bogor: Ghalia Indonesia, 2004.

Parker, Christopher P. et al, “Relationships between Psychological Climate Perceptionsand Work Outcomes: A Meta-Analytic Review”, Journal of Organizational Behaviour, Vol. 24, No. 4 (Juni, 2003), 389-416.

Pertiwi, Ruspita Rani, “Manajemen Dakwah Berbasis Masjid”, Jurnal Manajemen Dakwah, Vol. 1, No. 1 (Juli-Desember, 2008), 53-74.

Rahmawati, Putri, Analisis Kinerja Pegawai Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau, Jakarta: Universitas Indonesia, 2012. Reyes, Milena MargaritaVillamizar & Zapata, Delio Ignacio Castañeda, “Relation

Between Organizational Climate and its Dimensions and Knowledge Sharing Behavior among Knowledge Workers”, International Journal of Psychological Research, Vol. 7, No. 2 (july, 2014), 64-75.

Rivai, Veitzhal, Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Perusahaan dari Teori ke Praktek, Jakarta: PT Raja Grafindo Perkasa, 2008.

Rivai, Veithzal & Arifin, Arviyan, Islamic Leadership, Jakarta: Bumi Aksara, 2009.

Rivai, Veithzal & Mulyadi, Dedy, Kepemimpinan dan Perilaku organisasi,

150

Robbins, Stephen P, Perilaku Organisasi: Konsep, Kontroversi, Aplikasi, Jakarta: Prenhallindo, 2001.

Robbins, Stephen P. dan Timothy A. Judge, Perilaku Organisasi , terj. Diana Angelica, Jakarta: Salemba Empat, 2008.

Saeidipour, Bahman, “A study on the effect of organizational climate on organizational commitment: A case study of educational system”,

Management Science Letters, Vol. 3 (2013), 181-194.

Santosa, Purbayu Budi, “Korupsi Bangkrutkan Nasionalisme”, Jurnal Dinamika Ekonomi Pembangunan, Vol. 1, No. 1 (Juli, 2011), 59-64.

Santoso, Singgih, Aplikasi SPSS pada Statistik Multivariat, Jakarta: Elex Media Komputindo, 2012.

Santoso, Singgih, Panduan Lengkap SPSS Versi 20, Jakarta: Elex Media Komputindo, 2012.

Sashkin, Marshall & Sashkin, Molly G., Prinsip-Prinsip Kepemimpinan, terj. Rudolf Hutauruk, Jakarta: Erlangga, 2011.

Sarwono, Jonathan, Analisis Jalur untuk Riset Bisnis dengan SPSS, Yogyakarta: Andi, 2007.

Sedarmayanti, Good Governance, Kepemerintahan yang Baik, bagian kedua, Bandung: Mandar maju, 2004.

Siagian, Sondang P., Organisasi, Kepemimpinan dan Perilaku Administrasi, Jakarta: Haji Mas Agung, 1991.

Sigit, Suhardi, Teori Kepemimpinan dalam Manajemen, Yogyakarta: Armurita, 1983.

Silvia, “Netralisasi Perilaku seks Bebas (one night stand) Pada Perempuan Dewasa Muda”, Jurnal Kriminologi Indonesia, Vol. 5, No. 2 (Agustus, 2009), 9-18.

Sopiah, Perilaku Organisasi, Yogyakarta: Andi, 2008.

Spencer, Lylem & Spencer, Signe M., Competence at work: Models for Superior Performance, New York: John wiley & Sons Inc, 1993.

Stoner, James A.F., Manajemen Jilid 2, terj. Agus maulana dkk, Jakarta: Erlangga, 1992.

Sugiyono,Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, Bandung: Alfabeta, 2012.

151

Sullaida, “Pengaruh Iklim Organisasi Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan PT PLN Cabang Lhokseumawe”, Jurnal Aplikasi Manajemen, Vol. 8, No. 3 (Agustus, 2010), 700-707.

Swasto, Bambang, Manajemen Sumber Daya Manusia, Malang: Universitas Brawijaya press, 2011.

Swift, Cathy Owens Swift & Campbell, Constance, “Psychological Climate: Relevance for Sales Managers and Impact on Consequent Job Satisfaction”, Journal of Marketing Theory and Practice, Vol. 6, No. 1 (Winter, 1998), 27-37.

Tasmara, Toto,Spiritual Centered Leadership, Kepemimpinan Berbasis Spiritual,

Jakarta: Gema Insani, 2006.

Taurisa, Chaterina Melina & Ratnawati, Intan, “Analisis Pengaruh Budaya Organisasi dan kepuasan Kerja terhadap Komitmen Organisasional Dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan”, Jurnal Bisnis dan Ekonomi, Vol. 19, No. 2 (September, 2012), 170-187.

Tobroni, The Spiritual leadership, Pengefektifan Organisasi Noble Industry melalui Prinsip-Prinsip Spiritual Etis, Malang: UMM Press, 2010.

Tualeka, Basa Alim, Nilai Agung Kepemimpinan Spiritual, Jakarta: Elex Media Komputindo, 2012.

Uha, Ismail Nawawi,Budaya Organisasi, Kepemimpinan, dan kinerja, Surabaya: Mitra Media Nusantara, 2010.

Usman, Husaini dan Akbar, Purnomo Setiady, Pengantar Statistika, Jakarta: Bumi Aksara, 2006.

Usmany, Tiara Putri dkk, “Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Komitmen Organisasional dan Kinerja”, studi pada karyawan Kesatuan Bisnis Mandiri Industri Gondorukem dan Terpentin II, Ponorogo”, Jurnal Administrasi Bisnis, Vol. 37, No. 2 (agustus, 2016), 38-44.

Wirawan, Budaya dan Iklim Organisasi: Teori Aplikasi dan Penelitian, Jakarta: Salemba Empat, 2007.

Wirawan,Evaluasi Kinerja Sumber Daya Manusia Teori, Aplikasi dan Penelitian, Jakarta: Salemba Empat, 2009.

Wirawan,Manajemen sumber daya manusia, Bandung: Alfabeta, 2007.

Yee,Wong Yoong, Pink, Leong Sai & Mervyn Lee Chia Sern, “The Effect of a Psychological Climate for Creativity on Job satisfaction and Work

152

Performance”, International Journal of Economics and management, Vol. 8 (2014), 97-116.

Yekty, Rakhesma Pasaty, “Analisis Pengaruh Iklim Psikologis Terhadap Keterlibatan Kerja dan Kepuasan Kerja Dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan”, Tesis--Universitas Diponegoro, Semarang, 2006.

Yukl, Gary, Kepemimpinan Dalam Organisasi, terj. Budi Supriyanto, Jakarta: Indeks, 2005.

Zhang, Jianwei, “Organizational Climate and its Effects on Organizational Variables: An Empirical Study”, International Journal of Psychological Studies, Vol. 2, No. 2 (Desember, 2010), 189-201.

Dokumen terkait