HASIL PENELITIAN A.Deskripsi Data
C. Pembahasan Hasil
Berdasarkan hasil analisis, dapat diketahui bahwa dalam pengelompokan variabel menjadi faktor ternyata mengalami perbedaan. Perbedaan itu muncul setelah dilakukannya pengolahan data dengan menggunakan pendekatan analisis faktor. Melalui analisis faktor, pengelompokan variabel baru menghasilkan 7 faktor, sehingga mengakibatkan perubahan nama terhadap faktor-faktor yang sudah ada sebelumnya. Penamaan faktor-faktor baru tersebut disesuaikan dengan variabel yang mengelompok pada faktor tersebut (Singgih Santoso et al, 2001: 269). Hal tersebut dilakukan untuk mempermudah penyebutan faktor. Mengenai penamaan faktor baru yang mempengaruhi kesiapan kerja siswa SMK dapat dilihat pada tabel 7 halaman 93. Ketujuh faktor yang baru tersebut adalah sebagai berikut:
1. Faktor kemampuan
Faktor kemampuan adalah faktor pertama yang mempengaruhi kesiapan kerja pada siswa SMK. Faktor ini mempunyai eigenvalue 5.515 dan
mampu menjelaskan variasi observasi 26.262% (lihat lampiran 10 halaman 126), berarti faktor ini mampu memberikan kontribusi 26.262% terhadap kesiapan kerja pada siswa SMK. Faktor ini terdiri atas variabel keterampilan, pengalaman praktek, dan kreativitas. Variabel-variabel dalam faktor ini mempunyai lokasi loading faktor antara 0.508 sampai 0.780 (lihat lampiran 14 halaman 132), berarti tingkat korelasi antar variabelnya adalah antara 50.8% sampai 78.0%. Korelasi tertinggi terletak pada variabel keterampilan dan korelasi terendah ada pada variabel kreativitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel keterampilan, pengalaman praktek, dan kreativitas merupakan faktor yang mempengaruhi kesiapan kerja pada siswa SMK Ma’arif NU Kesesi Kabupaten Pekalongan.
2. Faktor citra diri
Faktor citra diri adalah faktor ke dua yang mempengaruhi kesiapan kerja pada siswa SMK. Faktor ini mempunyai eigenvalue 1.663 dan mampu menjelaskan variasi observasi 7.917% (lihat lampiran 10 halaman 126), berarti faktor ini mampu memberikan kontribusi sebesar 7.917% terhadap kesiapan kerja pada siswa SMK. Faktor ini terdiri atas variabel pengetahuan, penampilan diri, dan temperamen. Variabel-variabel dalam faktor ini mempunyai lokasi loading faktor antara 0.603 sampai 0.782 (lihat lampiran 14 halaman 132), berarti tingkat korelasi antar variabelnya adalah antara 60.3% sampai 78.2%. Korelasi tertinggi terletak pada variabel pengetahuan dan korelasi terendah ada pada variabel temperamen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel pengetahuan, penampilan diri, dan temperamen
merupakan faktor yang mempengaruhi kesiapan kerja pada siswa SMK Ma’arif NU Kesesi Kabupaten Pekalongan.
3. Faktor pendukung
Faktor pendukung adalah faktor ketiga yang mempengaruhi kesiapan kerja pada siswa SMK. Faktor ini mempunyai eigenvalue 1.414 dan mampu menjelaskan variasi observasi 6.732% (lihat lampiran 10 halaman 126), berarti faktor ini mampu memberikan kontribusi sebesar 6.732% terhadap kesiapan kerja pada siswa SMK. Faktor ini terdiri atas variabel informasi pekerjaan, kondisi ekonomi keluarga, dan bimbingan vokasional. Variabel-variabel dalam faktor ini mempunyai lokasi loading faktor antara 0.602 sampai 0.728 (lihat lampiran 14 halaman 132), berarti tingkat korelasi antar variabelnya adalah antara 60.2% sampai 72.8%. Korelasi tertinggi terletak pada variabel informasi pekerjaan dan korelasi terendah ada pada variabel bimbingan vokasionai. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel informasi pekerjaan, kondisi ekonomi keluarga dan bimbingan vokasional merupakan faktor yang mempengaruhi kesiapan kerja pada siswa SMK Ma’arif NU Kesesi Kabupaten Pekalongan.
4. Faktor akademis
Faktor akademis adalah faktor keempat yang mempengaruhi kesiapan kerja pada siswa SMK. Faktor ini mempunyai eigenvalue 1.328 dan mampu menjelaskan variasi observasi 6.326 (lihat lampiran 10 halaman 126), berarti faktor ini mampu memberikan kontribusi sebesar 6.326% terhadap kesiapan kerja pada siswa SMK. Faktor ini terdiri atas variabel kedisiplinan, dan
prestasi belajar. Variabel-variabel dalam faktor ini mempunyai lokasi loading
faktor antara 0.667 sampai 0.742 (lihat lampiran 14 halaman 132), berarti tingkat korelasi antar variabelnya adalah antara 66.7% sampai 7.42%. Korelasi tertinggi terletak pada variabel kedisiplinan dan korelasi terendah ada pada variabel prestasi belajar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel kedisiplinan, dan prestasi belajar merupakan faktor yang mempengaruhi kesiapan kerja pada siswa SMK Ma’arif NU Kesesi Kabupaten Pekalongan. 5. Faktor dasar/bawaan
Faktor dasar/bawaan adalah faktor ke lima yang mempengaruhi kesiapan kerja pada siswa SMK. Faktor ini mempunyai eigenvalue 1.258 dan mampu menjelaskan variasi observasi 5.991% (lihat lampiran 10 halaman 126), berarti faktor ini mampu memberikan kontribusi sebesar 5.991% terhadap kesiapan kerja pada siswa SMK. Faktor ini terdiri atas variabel nitai-nilai, keadaan fisik, dan bakat. Variabel-variabel dalam faktor ini mempunyai lokasi loading faktor antara 0.518 sampai 0.822 (lihat lampiran 14 halaman 132), berarti tingkat korelasi antar variabelnya adalah antara 51.8% sampai 82.2%. Korelasi tertinggi terletak pada variabel nilai-nilai dan korelasi terendah ada pada variabel bakat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel nilai-nilai, keadaan fisik, dan bakat merupakan faktor yang mempengaruhi kesiapan kerja pada siswa SMK Ma’arif NU Kesesi Kabupaten Pekalongan.
6. Faktor perilaku
Faktor perilaku adalah faktor ke enam yang mempengaruhi kesiapan kerja pada siswa SMK. Faktor ini mempunyai eigenvalue 1.168 dan mampu menjelaskan variasi observasi 5.562% (lihat lampiran 10 halaman 126), berarti faktor ini mampu memberikan kontribusi sebesar 5.562% terhadap kesiapan kerja pada siswa SMK. Faktor ini terdiri atas variabel sikap, kemandirian, dan minat. Variabel-variabel dalam faktor ini mempunyai lokasi loading faktor antara 0.567 sampai 0.655 (lihat lampiran 14 halaman 132), berarti tingkat korelasi antar variabelnya adalah antara 56.7% sampai 65.5%. Korelasi tertinggi terletak pada variabel sikap dan korelasi terendah ada pada variabel minat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel sikap, kemandirian, dan minat merupakan faktor yang mempengaruhi kesiapan kerja pada siswa SMK Ma’arif NU Kesesi Kabupaten Pekalongan.
7. Faktor cita-cita dan potensi diri
Faktor cita-cita dan potensi diri adalah faktor ke tujuh atau faktor terakhir yang mempengaruhi kesiapan kerja pada siswa SMK. Faktor ini mempunyai eigenvalue 1.102 dan mampu menjelaskan variasi observasi 5.246% (lihat lampiran 10 halaman 126), berarti faktor ini mampu memberikan kontribusi sebesar 5.246% terhadap kesiapan kerja pada siswa SMK. Faktor ini terdiri atas variabel ekspektasi masuk dunia kerja, dan tingkat inteligensi. Variabel-variabel dalam faktor ini mempunyai lokasi loading
faktor antara 0.688 sampai 0.704 (lihat lampiran 14 halaman 132), berarti tingkat korelasi antar variabelnya adalah antara 68.8% sampai 70.4%. Korelasi
tertinggi terletak pada variabel ekspektasi masuk dunia kerja dan korelasi terendah ada pada variabel tingkat inteligensi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel ekspektasi masuk dunia kerja, dan tingkat inteligensi merupakan faktor yang mempengaruhi kesiapan kerja pada siswa SMK Ma’arif NU Kesesi Kabupaten Pekalongan.
D. Keterbatasan Penelitian