BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.4 Pembahasan
Beberapa pengujian telah dilakukan sebelumnya ternyata menunjukan bahwa model regresi yang digunakan sudah baik, terbatas dari penyakit asumsi Klasik.
Interpretasi ekonomi dari persamaan yang diperoleh :
1. Nilai konstanta sebesar -10.75 menunjukan bahwa jika variabel-variabel independen dianggap
konstan, maka PDRB akan turun sebesar -10.75 miliar rupiah, angka sebesar itu dipengaruhi
oleh variabel-variabel lain di luar model.
2. Nilai koefisien dari variabel panjang jalan ( PJL) adalah 0.031 artinya dan nilai tersebut
PDRB pulau sulawesi. Jika jalan naik 1 kilometer, maka PDRB pulau sulawesi akan
mengalami kenaikan sebesar 0.031 miliar rupiah. Hal ini Karena infrastruktur jalan
memegang peranan penting dalam trasnportasi pulau Sulawesi, dalam konteks pembangunan
pertanian dan ekonomi, jalan merupakan infrastruktur yang memperlancar distribusi hasil
pertanian ke pasar. Hal ini sejalan dengan Teori Sollow yang menyatakan bahwa jalan
memiliki pengaruh yang positif terhadap pertumbuhan ekonomi, karena teori sallow
menyatakan hanya terdapat berbagai jenis capital. Perusahaan privat melakukan investasi pada
capital biasa, sedangkan pemerintah juga melakukan investasi pada bentuk capital publik
yaitu infrastruktur jalan, jembatan, dan saluran pembuangan. Selain itu pnelitian ini juga sama
dengan yang penelitian sebelumnya yaitu: wylie (1996), Ageor dan Moreno-Dodson (2009)
dimana semua penelitian tersebut menjelaskan bahwa jalan memiliki pengaruh yang positif
terhadap pertumbuhan ekonomi di suatu daerah.
3. Nilai koefisien dari variabel bongkar muat pelabuhan (PLBH) adalah 0.489 dan nilai ini
adalah positif maka volume bongkar muat berpengaruh positif terhadap peningkatan PDRB
pulau sulawesi. Jika aktifitas volume bongkar muat sebesar 1 Ton pada pelabuhan di pulau
Sulawesi, maka PDRB Sulawesi akan naik sebesar 0.489 miliar rupiah. Hal ini didasarkan
bahwa sebagai suatu wilayah kepulauan di indonesia keberadaan akan infraskturtur pelabuhan
sangat penting sebagai pintu konektifitas nasional maupun integrasi perdagangan dunia.
Selain itu juga mengingat pertumbuhan ekonomi pulau Sulawesi yang lebih banyak
disumbang oleh sektor primer maka peran infrasturktur pelabuhan sangat penting.
4. Koefisien dari variabel konsumsi listrik (LST) adalah 1.554 dan nilai ini adalah positif maka
kenaikan pemakaian listrik pulau sulawesi berpengaruh positif terhadap peningkatan PDRB
sebesar 1.554 miliar rupiah. hal ini karena listrik adalah salah satu sumber vital yang
dipergunakan sebagai sarana pendukung produksi sektor-sektor ekonomi daerah dan
kehidupan sehari-hari, tenaga listrik memegang peranan penting dalam upaya mendukung
pembangunan ekonomi pulau Sulawesi, hal ini dapat dilihat dari meningkatnya pemakaian
listrik dari tahun 2001-2011 di pulau Sulawesi juga di ikuti dengan peningkatan PDRB pulau
sulawesi dalam periode yang sama. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang
dilakukan oleh Sibarani (2002), Yanuar (2006), Prasetio (2008), firdaus Muhamad (2009)
masing-masing penelitian tersebut menyatakan bahwa listrik mempunyai pengaruh yang
positif terhadap pertumbuhan ekonomi karena.
BAB V PENUTUP 5.1Kesimpulan
Dari hasil analisis penelitian mengenai pengaruh pembangunan infrastruktur terhadap
pertumbuhan ekonomi pulau Sulawesi dapat disimpulkan sebagai bahwa Secara simultan
infrastruktur jalan, listrik, dan pelabuhan berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi
pulau Sulawesi.
5.2Saran
Berdasarkan kesimpulan hasil penelitian, beberapa upaya perlu dilakukan untuk menjaga
pertumbuhan ekonomi agar tetap berkesinambungan melalui pembangunan infrastruktur pulau
Sulawesi antara lain :
1. Meskipun Sulawesi telah menerima manfaat dari infrastruktur jalan, pelabuhan dan listrik
dalam mendorong kenaikan PDRB, untuk itu pemerintah daerah dalam hal ini Sulawesi
Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Selatan, Dan Sulawesi
Tenggara, harus terus berkomitmen menjaga dan memelihara infrastruktur yang ada.
2. Pengaruh jalan, pelabuhan dan listrik dalam mendorong kenaikan PDRB harus terus di
tingkatkan, peningkatan panjang jalan pada daerah-daerah yang memiliki potensi ekonomi,
revitalisasi pada pelabuhan untuk memudahkan dan mempercepat konektivitas nasional dan
integrasi perdagangan global, penambahan kapasitas listrik dalam rangka mengatasi
permintaan tenaga listrik dalam pembangunan sektor-sektor ekonomi strategis terutama
3. Pemerintah daerah dalam hal ini Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi
Selatan, Sulawesi Selatan, Dan Sulawesi Tenggara, diharapkan mengalokasikan belanja
yang besar untuk pembangunan bidang infrastruktur terutama jalan, pelabuhan dan listrik
sehingga mampu memelihara dengan baik infrastruktur yang ada dan mampu merencanakan
DAFTAR PUSTAKA
Adisasmita, Rahardjo, 2010. “Dasar-dasar Ekonomi Transportasi”. Edisi pertama Mei 2010. Graha Ilmu, Yogyakarta.
Badan Pusat Statistik. 2001-2012, Sula wesi utara dalam angka 2001-2012.Sulut: Badan Pusat Statistik.
Badan Pusat Statistik. 2001-2012, Gorontalo dalam angka 2001-2012.Gorontalo: Badan Pusat Statistik.
Badan Pusat Statistik. 2001-2012, Sula wesi Tengah dalam angka 2001-2012.Sulteng: Badan Pusat Statistik.
Badan Pusat Statistik. 2001-2012, Sula wesi Selatan dalam angka 2001-2012.Sulsel: Badan Pusat Statistik.
Badan Pusat Statistik. 2001-2012, Sula wesi Barat dalam angka 2001-2012.Sulbar: Badan Pusat Statistik.
Badan Pusat Statistik. 2001-2012, Sula wesi Tenggara dalam angka 2001-2012.Sultra: Badan Pusat Statistik.
Canning, Pedroni. Infrasktructure and long run economic growth. University of Belfast.2004.
Demurger, Sylvie. 2001. Infrastructure Developement and Economic Growth : An Explanation for Regional Disparities in China?. Journal of Comparative Economic 29, 95-117
(2001).
Fox (2004) dalam Rachel Shally. 1997. Strategic option for urban infrastructure management. Urban management programe policy paper 17. Washiton D.C: work bank. 1994 dala m Rachel mashika and sally ba rden. Infrasktuture an poverty: A gender analysis. UK: Bridge, side report no 15. June 1997.
Garmendia dkk, dalam Fajar Eko. Analisis pengaruh infrastruktur publik terhadap produk domestik bruto perkapita di indonesia.Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya Malang
Gujarati, 2003. Basic econometrics. New York: Mc, Graw-Hiil.
Hirchman dalam Yanuar. 2006. Kaitan Pembangunan Infrastruktur dan Pertumbuhan Output serta Dampaknya terhadap Kesenjangan di Indonesia.
Hapsari Tanjung, 2011. Penga ruh pembangunan infrasktutur terhadap pertumbuhan ekonomi indonesia. UIN Syarif hidayahtulah Jakarta.
Jinghan. 2000. Ekonomi pembangunan dan perencanaan (Teori Dorongan Kuat – Big Push Teory) Raja grafindo persada jakarta.
Kodoatie, R.J. 2003. Manajemen dan Rekayasa Infrastruktur. Pustaka Pelajar, Yogyakarta. Kuncoro, Mudrajat. 1997. Ekonomi Pembangunan: Teori, Masalah dan Kebijakan. UPP AMP
YKPN Yogyakarta.
Looney dan Winterford (1991) dalam Dwi Hidayatika 2007 peranan infrasktruktur terhadap pertumbuhan ekonomi indonesia. Universitas Indonesia
Lincolin Arsyad, 1999, Pengantar Perencanaan dan Pembangunan Ekonomi Daerah. Yogyakarta, BPFE-UGM.
Rahardja, Prahatma, Manurung, Mandala. 2005. Teori Ekonomi Makro (Suatu Pengantar)(Edisi Ketiga). Jakarta” Lembaga Penerbit FE UI.
Mankiw, N.Gregory.2000.Teori Makro Ekonomi.Ed.4, Jakarta: Penerbit Erlangga.
Mankiw, N, Gregory. Pengantar ekonomi (ha ris muhandar, penerjemah) Jakarta erlangga, 2003. Marwan Ja‟far. 2007. Infraskturtur pro rakyat, strategi investasi infraskturtur indonesia abad
21. Pustaka Toko Bangsa.
Munnell, A.H.1990. “How does Public Infrastructure Affect Regional Performance?”, New
England Economic Review, Sept./Oct., 11-32.
Peraturan Presiden Nomor 42 Tahun 2005. Tentang Komite Percepatan Penyediaa n Infrastruktur.
Routledge Dictionary Of Economics Routlegge (November 20, 1995)
Robert E. Looney dan David Winterford. 1972-1991. The Role Of Infrastructure In Pakistan‟s
Economic Development. Pakistan Economics And Social Review 1992.
Sjafrizal, 2008. Ekonomi Regional, Teori dan Aplikasi, Baduose Media, Cetakan Pertama, Padang.
Sibarani. 2002. Kontribusi Infrastruktur Terha dap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia (26 Provinsi di Indonesia tahun 1983-1997).Tesis diterbitkan, Jakarta : Program Studi Ilmu Ekonomi, Bidang Ekonomi, Program Pasca Sarjana Universitas Indonesia.
Simorangkir. 2004. dalam Hapsari Tanjung, 2011. Pengaruh pembangunan infrasktutur terhadap pertumbuhan ekonomi indonesia. UIN Syarif hidayahtulah Jakarta.
Sukirno, Sadono.2000 Makroekonomi Modern: Perkembangan Pemikiran Da ri Klasik Hingga Keynesian Baru. Raja Grafindo Pustaka.
MacMillan. Dictionary of Modern Economic. 1996. Palgrave Macmillan: Revised Edition
Prasetyo, R.B. 2008. Ketimpangan dan Pengaruh Infrastruktur terhadap Pembanguna n Ekonomi. Skripsi Sarjana Ekonomi, IPB, Bogor.
Permana, Alla Asmara. 2010. “Analisis Peranan dan Dampak Investasi Infrastruktur terhadap
Perekonomian Indonesia.
Todaro, M.P. 2000. Economic Development. Addison-Wesley, Harlow.
Todaro,P Micahel, Smith C Stephen. 2007. Pembangunan Ekonomi di Negara Dunia Ketiga
(Edisi kedembilan) Jilid1.(Haris Munanda,Puji A.L). Jakarta: Erlangga.
Todaro, Michael P. 2000. Pembangunan Ekonomi di Dunia Ketiga, Alih Bahasa Indonesia: Burhanudin Abdullah dan Haris Munandar.
Tambunan. 2005. Kebijakan investa si dan pemulihan usaha. Jurnal bisnis dan ekonomi politik, Vol. 6 No. 3, oktober 2005. Jakarta: Bank Indonesia.
World Bank. 1994. World Development Report: Infrastructure for Development. Majalah priority outcome no 3 edisi februari 2003.
Wylie (1996: 37). dalam Haspari 2011. Pengaruh pembangunan infrasktutur terhadap pertumbuhan ekonomi indonesia. UIN Syarif hidayahtulah Jakarta.
Yanuar, 2006. Kaitan Pembangunan Infrastruktur dan Pertumbuhan Output serta Dampaknya terhadap Kesenjangan di Indonesia.