BAB IV : HASIL DAN PEMBAHASAN
4.2 Pembahasan
Analisa merupakan langkah utama dalam mencari penyelesaian suatu masalah. Untuk mendapatkan data yang akan dianalisis, peneliti mengumpulkan data-data yang diperoleh selama melaksanakan praktek laut di MV. Teluk Bintuni yaitu masalah pengoptimalan kinerja Main Air Compressor terhadap pengisian botol angin. Dengan tujuan penelitian ini peneliti dapat menganalisa penyebab apa saja yang mempengaruhi kinerja pada compresor dan bagaimana cara mengatasi masalah tersebut.
Diatas kapal kompresor sangat penting dalam pendukung proses pengoperasian mesin bantu lainnya, kompresor sangat diperlukan dalam kebutuhan udara di kamar mesin maupun di deck. Kompresor harus selalu diperhatikan dan selalu dilakukan perawatan secara baik dan teratur.
4.2.1 Metode analisis SWOT
Dalam analisa hasil penelitian peneliti menggunakan metode penelitian SWOT. SWOT adalah metode yang membahas faktor internal yaitu ancaman dari dalam kapal yang berkaitan kekuatan (Strengths) dan kelemahan (Weakness) dan faktor eksternal yaitu ancaman dari luar kapal berkaitan peluang (Opportunities) dan ancaman (Threats). Setelah melakukan identifikasi faktor-faktor internal dan eksternal diatas. Berikut ini peneliti menjelaskan mengenai tiap-tiap faktor di atas
.
4.2.1.1 Identifikasi faktor internal
Dari hasil observasi terhadap Main Air Compresor di MV. Teluk Bintuni, peneliti menemukan beberapa faktor yang
dapat mempengaruhi Main Air Compresor tidak dapat bekerja secara optimal. Faktor-faktor tersebut adalah:
4.2.1.1.1 Kekuatan (Strengths)
4.2.1.1.1.1 Kualitas permesinan bantu diatas kapal yang baik. Dengan kondisi Main Air Compressor yang bekerja dengan optimal maka kebutuhan udara untuk permesinan bantu diatas kapal akan semakin baik.
4.2.1.1.1.2 Spare part yang berkualitas. Hal ini sangat berpengaruh terhadap kinerja pada Main Air Compresor karena jika spare part yang tidak sesuai dapat mengakibatkan kompresor tidak bekerja secara maksimal dan selalu mengalami perbaikan.
4.2.1.1.1.3 Program PMS (Plan Maintenance System) yang sesuai. Perawatan yang sesuai dan terencana sangat penting dilakukan agar kompresor selalu dalam keadaan baik.
4.2.1.1.1.4 Pengoperasian pesawat yang sesuai dan mudah dipahami
.
Pengoperasian yang sesuai dan dilakukan dengan benar makakompresor akan selalu terjaga dan tidak akan mengalami kerusakan.
4.2.1.1.1.5 Spesifikasi minyak lumas yang sesuai.
Spesifikasi minyak lumas yang tidak sesuai dapat mengakibatkan turunnya tekanan minyak lumas Main Air Compressor.
4.2.1.1.2 Kelemahan (Weakness)
4.2.1.1.2.1 Kurang lengkapnya spare part pengganti diatas kapal
.
Hal ini sangat berakibat fatal jika kompresor mengalami kerusakan namun tidak ada spare part pengganti diatas kapal.4.2.1.1.2.2 Kebocoran pada katup isap dan tekan
.
Katup isap dan tekan sangat berpengaruh terhadap tekanan kompresi karena udara yang dihasilkan kurang maksimal
.
4.2.1.1.2.3 Ausnya pada ring piston. Ring piston yang aus akan menyebabkan tekanan kompresi yang dihasilkan kurang maksimal karena suhu pada tekanan kompresi yang rendah karena kurangnya kevakuman udara.
4.2.1.1.2.4 Tidak melakukan PMS (Plan maintenance system) dengan baik. Kurangnya kualitas crew kapal ini dapat mengakibatkan PMS (Plan Maintenance System) diatas kapal tidak dapat berjalan dengan baik.
4.2.1.1.2.5 Minyak lumas menjadi lebih boros. Hal ini disebabkan karena minyak ikut terbakar saat kompresi berlangsung sehingga akan lebih sering menambah minyak lumas saat kompresor akan digunakan.
4.2.1.2 Identifikasi faktor eksternal
Dari hasil analisa terhadap faktor eksternal yang berhubungan dengan Main Air Compressor di kapal MV. Teluk Bintuni yang mengakibatkan kompresor tidak beroperasi dengan baik. Faktor-faktor tersebut adalah:
4.2.1.2.1 Peluang (Opportunities)
4.2.1.2.1.1 Seleksi perusahaan dalam mencari ABK yang berkualitas
.
Pengetahuan masinis 3 selaku perwira mesin yang bertanggung jawab terhadap perawatan dan pengoperasian Main air Compressor sudah sangat baik dan sudah berpengalaman menjadi masinis 3 selama 3 tahun.4.2.1.2.1.2 Rencana perawatan yang sesuai dan optimal. Perawatan yang sesuai dilakukan perwira mesin dengan memperhatikan jam kerja (running hours) mesin dari masing-masing bagian kompresor tersebut.
4.2.1.2.1.3 Dapat mengoperasikan mesin bantu dengan baik. Dengan adanya Instruction Manual book maka kompresor akan selalu dioperasikan secara baik dan sesuai aturan.
4.2.1.2.1.4 Supply kualitas minyak lumas yang sesuai.
Dengan kesesuaian spesifikasi minyak lumas yang digunakan kompresor maka akan mengurangi gaya gesek secara langsung antara benda yang saling bergesekan.
4.2.1.2.1.5 Kualitas suku cadang yang semakin baik.
Hal ini sangat penting untuk memberikan peluang agar kompresor selalu dalam keadaan yang optimal
.
4.2.1.2.2 Ancaman (Threat)
4.2.1.2.2.1 Sulit untuk mencari ABK yang berkualitas. Perusahaan akan sangat bergantung pada ABK yang berkualitas
dengan pengalaman yang cukup banyak yang mengakibatkan perusahaan akan kesulitan untuk mencari ABK yang sesuai dengan ketentuan
.
4.2.1.2.2.2 Terhambatnya dalam pengiriman muatan.
Jika kompresor mengalami masalah pada saat pengoperasian mesin bantu di atas kapal, hal ini berdampak pada proses terhambatnya dalam persiapan mesin induk sehingga mengakibatkan pengiriman tidak sesuai dengan yang di jadwalkan
.
4.2.1.2.2.3 Timbulnya sulit dalam mengoperasikan mesin bantu. Dalam mengoperasikan mesin induk ataupun mesin bantu lainnya dibutuhkan udara start untuk mengoperasikannya. Jika kompresor mengalami masalah maka akan sulit untuk memenuhi kebutuhan udara di atas kapal.
4.2.1.2.2.4 Ketersediaan spare part yang minim. Jika spare part yang tersedia di atas kapal sangat minim, maka akan menyebabkan terhambatnya dalam proses perbaikan sehingga mengakibatkan bagian-bagian
dari mesin telah habis jam kerjanya dan tidak dapat dilakukan proses penggantian.
4.2.1.2.2.5 Meningkatnya biaya perawatan dan pengoperasian kapal. Hal ini akan mengakibatkan lebih banyak perawatan karena perawatan kompresor yang tidak dilakukan sesuai dengan jam kerja sehingga membutuhkan lebih banyak biaya operasional kapal.
Setelah mengidentifikasi faktor internal dan faktor eksternal, maka untuk penilaian dari setiap faktor diperoleh tabel faktor internal yang terdiri dari kekuatan (Strengths), dan kelemahan (Weakness). kemudian faktor eksternal yang terdiri dari peluang (Opportunities), dan ancaman (Threats).
Tabel 4.1 Faktor Internal dan Eksternal
FAKTOR INTERNAL
KEKUATAN (S) KELEMAHAN (W)
1 Kualitas permesinan bantu diatas kapal
5 Spesifikasi minyak lumas yang sesuai 5 Minyak lumas menjadi lebih boros
2 Terhambatnya dalam pengiriman muatan
3 Dapat mengoperasikan mesin bantu dengan baik
3 Timbulnya kesulitan dalam mengoperasikan mesin bantu
4 Supply kualitas minyak lumas yang sesuai 4 Ketersediaan spare part yang minim 5
Kinerja mesin bantu yang semakin baik
5 Meningkatnya biaya perawatan dan pengoperasian kapal
Berdasarkan identifikasi faktor-faktor internal dan eksternal diatas, kemudian melakukan faktor prioritas dan menetapkan faktor-faktor yang sesuai pada setiap faktor yang ada di atas dan menentukan faktor yang berpengaruh terhadap permasalahan yang akan di bahas.
Pada tabel 4.2 dibawah dilakukan perbandingan dari semua faktor, yaitu faktor internal yang meliputi kekuatan (Strenghts) dan kelemahan (Weakness) dan faktor eksternal yaitu peluang (Opportunities) dan ancaman (Threats). Pada setiap faktor-faktor internal dan eksternal akan di tandai dengan huruf A sampai J. Dengan melakukan perbandingan dari setiap faktor-faktor yang berkaitan dengan masalah kinerja Main Air Compresor terhadap pengisian botol angin di kapal MV. Teluk Bintuni. Penilaian dilakukan melalui penentuan nilai urgensi (NU) dan bobot faktor (BF).
Rumus dalam menentukan BF yaitu:
x 100 %
Bobot faktor (BF) yang akan dihasilkan dalam presentase dari jumlah nilai urgensinya (NU) ke samping kanan dibagi dengan jumlah total hasil nilai urgensi (NU) atau (NU) total ke bawah. Berikut tabel dalam penentuan bobot faktor internal dan bobot eksternal:
Tabel 4.2 Komparasi Urgensi Faktor Internal dan Eksternal
NO. spare part pengganti diatas kapal
H
F
Selanjutnya menentukan nilai dukungan (ND) dari setiap faktor.
Faktor tersebut memiliki nilai dukungan terhadap permasalahan yang dihadapi peneliti. Di bawah ini diberikan tabel yang dinamakan nilai dukungan (ND):
Tabel 4.3 Nilai Dukungan (ND) Faktor
FAKTOR INTERNAL ND
1 Kualitas permesinan bantu diatas kapal yang baik 5
2 Spare part yang berkualitas 5
3 Program PMS (Plan Maintenace System) yang sesuai 4
4 Pengoperasian pesawat yang sesuai dan mudah dipahami 4
5 Spesifikasi minyak lumas yang sesuai 4
6 Kurang lengkapnya spare part pengganti diatas kapal 4
7 Kebocoran pada katup isap dan tekan 4
8 Ausnya pada ring piston 3
9 Tidak melakukan PMS (Plan Maintenance System) dengan baik 3
10 Minyak lumas menjadi lebih boros 3
FAKTOR EKSTERNAL ND
1 Meningkatnya reputasi perusahaan 5
2 Rencana perawatan yang sesuai dan optimal 5
3 Dapat mengoperasikan mesin bantu dengan baik 4
4 Supply kualitas minyak lumas yang sesuai 4
5 Kinerja mesin bantu yang semakin baik 4
6 Sulit untuk mencari ABK yang berkualitas 2
7 Terhambatnya dalam pengiriman muatan 3
8 Timbulnya kesulitan dalam mengoperasikan mesin bantu 3
9 Ketersediaan spare part yang minim 3
10 Meningkatnya biaya perawatan dan pengoperasian kapal 3
Nilai dukungan berisi dengan angka 1-5 yang setiap angka tersebut menunjukan nilai keterkaitannya dari setiap faktor permasalahan yang dihadapi peneliti. Berikut penentuan dari berdasarkan menentukan nilai dukungan (ND):
Angka 5 : memiliki keterkaitan yang sangat kuat Angka 4 : memiliki keterkaitan yang kuat Angka 3 : memiliki keterkaitan yang cukup Angka 2 : memiliki keterkaitan yang kurang Angka 1 : tidak memiliki keterkaitan sama sekali
Penentuan dari hasil nilai dukungan (ND) ini diperoleh peneliti dengan memberikan kuisioner kepada rekan-rekan Taruna semester 7 dan 8 jurusan teknika karesidenan kota Pekalongan di PIP Semarang
.
Dalam faktor internal dan eksternal tentunya memiliki keterkaitan dari setiap faktor tersebut, kemudian langkah selanjutnya mencari nilai relatif keterkaitan (NRK) dari semua faktor tersebut. Dimana faktor-faktor tersebut memiliki keterkaitan yang mendukung dan menunjang suatu permasalahan yang dihadapi. Dari setiap faktor internal dan eksternal terdapat dua puluh faktor yang akan dibandingkan keterkaitanya. Yang berkaitan antara Strengths dan Weakness kemudian Opportunities dan Threats. Perbandingan ini memiliki skala dengan angka 1-5 dimana skala tersebut sama dengan penentuan dari nilai dukungan (ND). Hasil dari perhitungan ini diperoleh dengan tabel sebagai berikut:
NO.FAKTOR INTERNAL EKSTERNAL 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 NRK FAKTOR INTERNAL
1 Kualitas permesinan bantu di atas
kapal yang baik 4 4 4 1 3 3 5 3 3 5 4 3 2 5 3 4 2 3 3 3,37
2 Spare part yang berkualitas 4 4 3 2 3 4 2 1 3 4 3 3 2 5 2 4 2 3 3 3,00
3 Program PMS (plan maintenace
system) yang sesuai 4 4 2 2 3 3 5 2 4 4 5 2 2 5 2 4 2 2 3 3,16
4 Pengoperasian pesawat yang
sesuai dan mudah dipahami 4 3 2 2 3 2 2 4 1 3 4 5 2 3 1 4 4 2 3 2,84
5 Spesifikasi minyak lumas yang
sesuai 1 2 2 2 2 2 3 3 5 4 3 4 5 4 1 3 3 2 4 2,89
6 Kurang lengkapnya spare part
pengganti diatas kapal 3 3 3 3 2 3 5 2 3 3 4 3 2 3 3 4 5 2 2 3,05
7 Kebocoran pada katup isap dan
tekan 3 4 3 2 2 3 4 1 3 3 3 2 2 4 1 4 4 4 4 2,95
8 Ausnya pada ring piston 5 2 5 2 3 5 4 2 4 2 3 4 2 5 1 4 4 2 4 3,32
9 Tidak melakukan PMS (plan
maintenance system) dengan baik 3 1 2 4 3 2 1 2 2 2 2 4 2 3 1 3 5 2 3 2,47
10 Minyak lumas menjadi lebih boros 3 3 4 1 5 3 3 4 2 1 2 1 4 2 2 4 4 1 4 2,79
FAKTOR EKSTERNAL 11 Meningkatnya reputasi
perusahaan 5 4 4 3 4 3 3 2 2 1 4 3 3 4 3 3 2 2 3 3,05
12 Rencana perawatan yang sesuai
dan optimal 4 3 5 4 3 4 3 3 2 2 4 4 3 5 1 1 2 2 4 3,11 13 Dapat mengoperasikan mesin
bantu dengan baik 3 3 2 5 4 3 2 4 4 1 3 4 3 5 1 3 4 1 2 3,00
14 Supply kualitas minyak lumas yang
sesuai 2 2 2 2 5 2 2 2 2 4 3 3 3 5 1 3 1 2 3 2,58
15 Kinerja mesin bantu yang semakin
baik 5 5 5 3 4 3 4 5 3 2 4 5 5 5 2 4 3 2 2 3,74
16 Sulit untuk mencari ABK yang
berkualitas 3 2 2 1 1 3 1 1 1 2 3 1 1 1 2 4 4 1 5 2,05
17 Terhambatnya dalam pengiriman
muatan 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 3 1 3 3 4 4 4 3 4 3,53
18 Timbulnya kesulitan dalam
mengoperasikan mesin bantu 2 2 2 4 3 5 4 4 5 4 2 2 4 1 3 4 4 2 3 3,16
19 Ketersediaan spare part yang
minim 3 3 2 2 2 2 4 2 2 1 2 2 1 2 2 1 3 2 4 2,21
20 Meningkatnya biaya perawatan
dan pengoperasian kapal 3 3 3 3 4 2 4 4 3 4 3 4 2 3 2 5 4 3 4 3,32
NRK 3,37 3,00 3,16 2,84 2,89 3,05 2,95 3,32 2,47 2,79 3,05 3,11 3,00 2,58 3,74 2,05 3,53 3,16 2,21 3,32
Tabel 5. NILAI RELATIF KETERKAITAN FAKTO R INTERNAL DAN EKSTERNAL
Tabel 4.4 Nilai Relatif Keterkaitan Faktor Internal dan Eksternal
Dalam tabel di atas, peneliti menggunakan angka 1-5 sebagai angka yang memiliki faktor keterkaitan antara setiap faktor berkaitan. Sebagai contoh penjelasan dari tabel nilai relatif keterkaitan (NRK) di atas yaitu nilai yang dikaitkan antara nomor 1 dengan nomor 8 pada faktor internal tersebut diberi nilai skala 5 yang artinya nilai tersebut memiliki keterkaitan yang sangat kuat terhadap pengoptimalan kinerja Main Air Compressor
.
Kemudian dari tabel diatas dilakukan semua perbandingan dan penilaian dari setiap semua faktor. Setelah mendapatkan semua nilai skala dari faktor internal dan eksternal, kemudian mencari masing-masing nilai relatif keterkaitan (NRK) dengan cara menjumlahkan semua nilai dari tiap-tiap faktor kemudian dibagi 19. Kemudian hasil yang diperoleh ditulis pada kolom NRK (nilai relatif keterkaitan) hasil dari NRK ini sama dengan nilai rata-rata setiap faktor
.
Kemudian langkah selanjutnya agar kita dapat memperoleh faktor kunci keberhasilan (FKK) yang merupakan nilai paling tinggi dari masing-masing faktor internal dan eksternal. Kita menggunakan bobot faktor (BF), nilai dukung (ND), dan nilai relatif keterkaitan (NRK) untuk mencari faktor kunci keberhasilan (FKK). Dalam mencari faktor kunci keberhasilan (FKK) kita menentukan nilai bobot keterkaitan dengan rumus NBK = .
Kemudian mencari nilai bobot dukungan (NBD) dengan rumus NBD = . Kemudian setelah mendapatkan hasil NBK dan NBD dari semua
faktor kita menetukan total nilai bobot (TNB), dalam mencari TNB dengan rumus TNB = NBD + NBK. Setelah mendapatkan hasil dari total nilai bobot (TNB) dari semua faktor tersebut maka nilai dari hasil TNB yang terbesar akan diambil sebagai faktor kunci keberhasilan (FKK) yang ditetapkan sebagai faktor prioritas dan digunakan sebagai pembahasan dalam pengoptimalan kinerja Main Air Compressor terhadap pengisian botol angin di MV. Teluk Bintuni. Berikut tabel matriks ringkasan analisis faktor internal dan eksternal:
Tabel 4.5 Matriks Ringkasan Analisis Faktor Internal dan Eksternal spare part pengganti diatas kapal
9
18 dari faktor SWOT untuk menentukan faktor kunci keberhasilan (FKK) yaitu terdiri dari dua faktor kekuatan, dua faktor kelemahan, dua faktor peluang, dan dua faktor ancaman. Dengan tabel seperti berikut:
Tabel 4.6 Faktor Kunci Keberhasilan
NO. FAKTOR INTERNAL
STRENGTH (S) WEAKNESS (W)
1
Kualitas permesinan bantu di atas kapal yang baik
1 Kebocoran pada katup isap dan tekan
2
Program PMS (Plan Maintenace System) yang sesuai
2 Ausnya pada ring piston
NO. FAKTOR EKSTERNAL
OPPORTUNITIES (O) THREATS (T)
1
Meningkatnya reputasi perusahaan 1
Terhambatnya dalam pengiriman muatan
2 Rencana perawatan yang sesuai dan optimal
2
Timbulnya kesulitan dalam mengoperasikan mesin bantu
Berdasarkan empat fakor kunci keberhasilan di atas mempunyai keterkaitan antara faktor internal dan eksternal, faktor yang sangat mempengaruhi dalam permasalahan ini yaitu faktor kelemahan (weakness) dan faktor peluang (opportunities). Pada tabel 4.5 dimana nilai W (weakness) dan nilai O (opportunities) memiliki nilai yang paling tinggi dari setiap perbandingan keterkaitanya. pada tabel yang sudah tercantum di atas itu sangat bermanfaat bagi peneliti untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi dalam pengoptimalan kinerja Main Air Compressor terhadap pengisian botol angin di MV. Teluk Bintuni. Kemudian kita dapat mengambil peta posisi organisasi. Berikut peta posisi organisasi:
Y
S = 2.95 S = 2.95
II: STRATEGI DIVERSIFIKASI I: STRATEGI EKSPANSI W = 3.99
Y = -1.04
IV: STRATEGI DEFENSIF 2,0 III: STRATEGI ALIANSI >>KW III
W= 3.99
+
-+
Gambar 4.3 Peta posisi organisasi
Dalam peta posisi organisasi ini melihat pada tabel 4.5 nilai dari
1 Kualitas permesinan bantu di atas
kapal yang baik 1 Kebocoran pada katup isap dan tekan 2 Program PMS (plan maintenace
system) yang sesuai 2 Ausnya pada ring piston
Strategi Stabilitas:
- Stabilitas berlanjut waspada atau - Tdk berubah (tdk maju atau tdk mundur) - sambil perbaikan kelemahan
1 Meningkatnya reputasi perusahaan Strategi Pertumbuhan: Minyak lumas menjadi lebih boros
2 Rencana perawatan yang sesuai dan optimal
- Str . Konsentrasi Integrasi Vertikal atau Str. Konsentrasi Integrasi
Horizontal Dapat mengoperasikan mesin bantu dengan baik
Strategi Diversifikasi: Strategi Defensive:
1 Terhambatnya dalam pengiriman muatan
- Str. Div. Konsentrasi atau Str. Div. Konglomerat dg. Akusisi
- Retrenchment atau Divestur atau Likuidasi atau Pengurangan
2 Timbulnya kesulitan dalam mengoperasikan mesin bantu
KW-1 Strategi SO KW-3 Strategi WO
KW-2 Strategi ST KW-4 Strategi WT
Ancaman Kunci Peluang Kunci
MATRIKS PEMILIHAN STRATEGI GENERIK & GRAND
Kekuatan Kunci Kelemahan Kunci
Eksternal Internal
Aliansi) yaitu strategi Weakness dan Opportunities strategi aliansi merupakan strategi yang berasal dari suatu hubungan antara beberapa kelompok yang memiliki visi dan misi yang sama agar tercapainya suatu tujuan yang diinginkan. Maka strategi yang dilakukan yaitu mengurangi kelemahan agar tercapainya suatu peluang yang diharapkan agar mendapatkan tujuan yang sama. Berikut tabel pemecahan masalah dengan strategi generic dan grand:
Tabel 4.7 Matriks Pemilihan Strategi
4.2.2 Metode analisis SHEL
Metode analisis SHEL menggunakan 4 pendeketan yang digunakan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab kurang optimalnya kinerja Main Air Compressor di kapal MV. Teluk Bintuni, yaitu sebagai berikut:
4.2.2.1 Software
Software merupakan bagian non-fisik sistem termasuk prosedur, Manual Book, dan aturan-aturan dalam melakukan suatu pekerjaan. Berikut faktor penyebab kurang optimalnya kinerja pada Main Air Compressor di MV. Teluk Bintuni yang termasuk ke dalam pendekatan software yaitu ketidaksesuaian PMS (Plan Maintenance System) pada mesin. PMS (Plan Maintenance System) merupakan rencana perawatan dan perbaikan mesin secara berkala di atas kapal yang berbentuk data
.
4.2.2.2 Hardware
Hardware mengacu pada setiap komponen fisik dan non-manusia dari faktor kerusakan mesin. Beberapa faktor dari komponen hardware yang menyebabkan kinerja Main Air Compressor kurang optimal adalah:
4.2.2.2.1 Terjadinya penyumbatan atau karbon pada katup isap dan katup tekan
.
4.2.2.2.2 Kondisi ring piston yang sudah aus
.
4.2.2.3 Environment
Environment pada penelitian ini berdasarkan masalah-masalah yang ditimbukan oleh faktor kondisi lingkungan yang berpengaruh terhadap faktor kurang optimalnya kinerja pada Main Air Compressor adalah:
4.2.2.3.1 Udara yang dihisap kurang bersih dan mengandung kotoran.
4.2.2.4 Liveware
Liveware mengacu pada manusia dari sistem dalam aspek rasional, manajemen, pengawasan, dan interaksi dalam proses pengoptimalan kinerja Main Air Compressor di MV.
Teluk Bintuni. Faktor manusia sebagai salah satu penyebab dari kinerja pada Main Air Compressor perlu dilakukan evaluasi lebih dalam. karena prasarana saja tidak cukup jika tidak didukung dengan sumber daya manusia yang tinggi dan berwawasan. Faktor-faktor tersebut antara lain:
4.2.2.4.1 Kurangnya pengetahuan tentang perawatan dan pengoperasian Main Air Compressor dengan baik.
4.2.2.4.2 Sparepart main air compressor yang kurang memadai
.
Berdaasarkan hasil analisis menggunakan metode SWOT dan SHEL di atas, pada metode SWOT ini diperoleh dua faktor kunci keberhasilan dari setiap faktor dimana pada faktor kelemahan pada metode SWOT ini yaitu Kebocoran pada katup isap dan tekan yaitu merupakan masalah yang paling
berpengaruh terhadap turun nya tekanan kompresi pada Main Air Compressor karena kebocoran pada katup isap dan tekan ini akan mengakibatkan katup tidak dapat membuka dan menutup dengan maksimal kemudian akan mengakibatkan tekanan kompresi yang dihasilkan kurang maksimal. Kemudian ausnya pada ring piston akan mengakibatkan udara lolos dan menyebabkan suhu tekanan pada akhir kompresi yang rendah. Dua faktor pada kelemahan ini memiliki nilai paling tinggi dari semua faktor yang kemudian akan menjadi faktor pada pembahasan penelitian ini.
Kemudian peneliti akan menguraikan permasalahan yang tercantum dalam rumusan masalah sebagai berikut:
1. Apakah turun nya tekanan kompresi kompresor dapat mempengaruhi pada kinerja Main Air Compresor?
Tekanan kompresi sangatlah penting dalam kinerja Main Air Compresor, karena dengan tekanan kompresi yang maksimal dapat mempengaruhi kinerja yang baik pada kompresor
.
Tekanan kompresi yang kurang dapat menyebabkan udara yang dimampatkan dalam silinder tidak maksimal maka udara akan lolos dan mengalami kebocoran pada saat kompresi, yang menyebabkan penurunan tekanan udara yang di hasilkan. Tekanan pada kompresi dikatakan baik apabila tekanan yang dihasilkan pada Main Air Compressor adalah sebesar 20 bar. Kemudian tekanan pada kompresi yang stabil dan membutuhkan waktu kurang dari 15 menit dengan kapasitas botol angin 25 kg/cm².
2.Apa penyebab turun nya tekanan kompresi pada pada Main Air Compressor?
Penyebab turun nya tekanan kompresi adalah sebagai berikut:
2.1 Aus dan patahnya ring piston.
Gesekan antara ring piston dengan liner lama kelamaan akan mengalami keausan bahkan dapat menyebabkan ring piston patah.
Ring piston yang aus dan patah akan menyebabkan tekanan kompresi yang dihasilkan kompresor kurang maksimal karena dapat mengakibatkan suhu saat tekanan akhir pada kompresi yang rendah karena kurang kevakuman. Ring piston harus selalu diperhatikan dan dilakukan secara penggantian sebelum melewati pada jam kerja yang telah ditentukan. Berikut gejala-gejala apabila terjadi aus atau patahnya ring piston:
2.1.1 Tekanan kompresi pada manometer tidak sesuai dengan ketentuan (kurang dari 20 bar)
2.1.2 Minyak lumas akan terus berkurang karena minyak lumas akan ikut terkompresi karena ring scrapper tidak mampu mengikis minyak pada dinding silinder.
2.1.3 Diperlukan waktu yang lebih lama untuk pengisian udara ke dalam botol angin.
Gambar 4.4Tempat Carter minyak lumas Sumber: Dokumen pribadi
2.1.4 Kompresi lolos dan udara masuk ke dalam carter yang menyebabkan suhu minyak lumas tinggi.
2.2 Kebocoran pada katup isap dan katup tekan
Katup tekan dan isap adalah katup yang akan menekan udara yang berasal dari cylinder ke dalam botol angin, kemudian katup ini akan bekerja membuka dan menutup mengakibatkan adanya perbedaan antara tekanan yang terjadi pada bagian dalam silinder dengan bagian luar silinder. Kebocoran pada katup isap dan tekan diakibatkan karena adanya penumpukan karbon pada katup isap dan katup tekan tersebut, sehingga katup isap dan tekan tersebut tidak akan dapat membuka dan menutup. Penumpukan karbon disebabkan karena suhu udara di kamar mesin yang cukup tinggi kemudian minyak yang ada disekitar menguap dan uap tersebut akan di hisap oleh kompresor dan akan mengendap pada katup isap dan tekan.
Terjadinya kebocoran pada katup isap dan tekan ini tekanan kompresi yang diperoleh kurang maksimal dan menyebabkan waktu pengisian botol angin yang lebih lama.
Dalam pengoperasian kompresor udara, katup isap dan katup tekan pada tingkat tekanan rendah dan tingkat tekanan tinggi tidak boleh terjadi kebocoran. Katup isap dan katup tekan harus selalu di cek dan diperhatikan agar tidak melewati batas pada jam kerjanya.
Katup isap dan tekan yang bagus yaitu katup yang harus dalam keadaan bersih seperti keadaan yang baru.
.
Gambar 4.5 Katup isap dan katup tekan Sumber: Dokumen pribadi
Gambar 4.6 Tempat katup isap dan katup tekan Sumber: Dokumen pribadi
3. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengoptimalisasi tekanan kompresi pada Main Air Compressor?
3.1 Aus dan patahnya ring piston
Bagian dari kompressor ini sangat penting, jika terjadi aus atau patahnya ring piston dan harus dilakukan perawatan secara rutin sesuai dengan jam kerja bagian tersebut. Masinis III selaku masinis yang bertanggung jawab penuh pada permesinan bantu kompresor harus tetap memperhatikan dan melakukan pengecekan pada kondisi ring piston. Untuk mencegah terjadinya kerusakan pada bagian
Bagian dari kompressor ini sangat penting, jika terjadi aus atau patahnya ring piston dan harus dilakukan perawatan secara rutin sesuai dengan jam kerja bagian tersebut. Masinis III selaku masinis yang bertanggung jawab penuh pada permesinan bantu kompresor harus tetap memperhatikan dan melakukan pengecekan pada kondisi ring piston. Untuk mencegah terjadinya kerusakan pada bagian