DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA A.Deskripsi Data
B. Analisis Data 1. Analisis Data 1.Analisis Data
2. Pembahasan Hasil Penelitian
Dalam penelitian ini, data tentang keaktifan mengikuti pembiasaan shalat Dhuha, keaktifan mengikuti tadarus Al-qur‟an, dan
ketenangan jiwa siswa diperoleh melalui angket yang diberikan kepada 60 siswa sebagai responden. Setelah data diperoleh kemudian dianalisis dengan analisis korelasi menggunakan rumus product
moment untuk 3 variabel.
Dari perhitungan yang telah peneliti lakukan diperoleh ry1
(koefisien korelasi antara pembiasaan shalat Dhuha dengan ketenangan jiwa siswa) sebesar 0,40 yang selanjutnya dikonsultasikan dengan tabel r untuk jumlah responden 60 orang pada taraf 5% didapat bahwa ry1 > rt (0,40 > 0,254). Hal ini menunjukkan bahwa
pembiasaan shalat Dhuha dan ketenangan jiwa siswa kelas IX SMP Negeri 2 Tuntang tahun 2017/2018 memiliki hubungan yang positif.
Selanjutnya diperoleh ry2 (koefisien korelasi antara tadarus
Al-Qur‟an dengan ketenangan jiwa siswa) sebesar 0,61 yang kemudian
dikonsultasikan dengan tabel r untuk jumlah responden 60 orang pada taraf 5% didapat ry2 > rt (0,6 > 0,254). Hal ini menunjukkan bahwa tadarus Al-Qur‟an dan ketenangan jiwa siswa kelas IX SMP Negeri 2
Tuntang memiliki hubungan yang positif.
Begitu pula dengan ry1.2 yaitu koefisien korelasi tiga variabel diperoleh nilai sebesar 0,70 yang kemudian dikonsultasikan dengan nilai r tabel untuk jumlah responden 60 orang pada taraf 5% adalah sebesar 0,254. Dengan demikian ry1.2 > rt (0,70 > 0,254) berarti ry1.2 signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara keaktifan siswa mengikuti pembiasaan shalat Dhuha dan tadarus Al-Qur‟an dengan ketenangan jiwa siswa kelas IX SMP
Negeri 2 Tuntang tahun 2017/2018. Selajutnya dapat diambil pengertian bahwa semakin tinggi keaktifan mengikuti pembiasaan shalat Dhuha dan tadarus Al-Qur‟an maka semakin tinggi ketenangan
jiwa siswa kelas IX SMP Negeri 2 Tuntang tahun 2017/2018.
Implikasi dari hasil penelitian diatas adalah bahwa kegiatan pembiasaan shalat Dhuha dan tadarus Al-Qur‟an sangat penting
diaplikasikan di sekolah karena mempengaruhi ketenangan jiwa siswa, sehingga siswa dapat belajar dengan baik, meningkatnya konsentrasi
dan menurunkan ketegangan dalam diri siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan di sekolah memiliki kemanfaatan secara spiritual kepada siswa untuk lebih dekat dengan Allah SWT sehingga menjadi lebih tenang karena orang yang lebih sering dekat dengan Allah SWT akan lebih tenang jiwanya.
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan penelitian dalam skripsi yang berjudul “hubungan
antara pembiasaan shalat Dhuha dan tadarus Al-Qur‟an dengan ketenangan jiwa (studi kasus pada siswa kelas IX SMP Negeri 2 Tuntang
Kabupaten Semarang tahun ajaran 2017/2018)” dapat diambil kesimpulan
sebagai berikut:
1. Pelaksanaan pembiasaan shalat Dhuha di SMP N 2 Tuntang adalah di awal pembelajaran pelajaran PAI dengan guru Drs.Badri, sehingga tidak semua siswa di SMP N 2 Tuntag melaksanakan pembiasaan shalat Dhuha. Tingkat keaktifan siswa kelas IX SMP Negeri 2 Tuntang tahun 2017/2018 mengikuti kegiatan pembiasaan shalat Dhuha termasuk dalam kategori baik. Hal ini dapat dibuktikan dari analisa nilai angket yang diberikan kepada responden berjumlah 60 siswa dengan rata-rata nilai 46,53 dari total nilai 2792 (lihat tabel 4.1). 2. Pelaksanaan tadarus Al-Qur‟an di SMP N 2 Tuntang adalah sebelum
kegiatan belajar mengajar, dari pukul 07.00 sampai pukul 07.10. Tingkat keaktifan siswa kelas IX SMP Negeri 2 Tuntang tahun 2017/2018 dalam mengikuti kegiatan tadarus Al-Qur‟an termasuk
dalam kategori baik. Hal ini dapat dibuktikan dari analisa nilai angket yang diberikan kepada responden berjumlah 60 siswa dengan rata-rata nilai 51,5 dari total nilai 2908 (lihat tabel 4.3).
3. Tingkat ketenangan jiwa siswa kelas IX SMP Negeri 2 Tuntang tahun 2017/2018 berada pada kategori baik. Hal ini dapat dibuktikan dari analisa nilai angket yang diberikan kepada responden berjumlah 60 siswa dengan rata-rata nilai 53,72 dari total nilai 3223 (lihat tabel 4.5). Dengan rincian kategori sangat baik 51,67% (31 responden), kategori baik 30% (18 responden), kategori cukup 11,67% (7 responden), dan kategori kurang 6,67% (4 responden).
4. Terdapat hubungan yang positif antara pembiasaan shalat Dhuha dengan ketenangan jiwa siswa, hal ini dibuktikan dengan diperolehnya ry1 (koefisien korelasi antara pembiasaan shalat Dhuha dengan ketenangan jiwa siswa) sebesar 0,40 yang selanjutnya dikonsultasikan dengan tabel r untuk jumlah responden 60 orang pada taraf 5% didapat bahwa ry1 > rt (0,40 > 0,254). Hal ini menunjukkan bahwa pembiasaan shalat Dhuha dan ketenangan jiwa siswa kelas IX SMP Negeri 2 Tuntang tahun 2017/2018 memiliki hubungan yang positif. 5. Terdapat hubungan yang positif antara tadarus Al-Quran dengan
ketenangan jiwa siswa, hal ini dibuktikan dengan diperolehnya ry2 (koefisien korelasi antara tadarus Al-Qur‟an dengan ketenangan jiwa
siswa) sebesar 0,61 yang kemudian dikonsultasikan dengan tabel r untuk jumlah responden 60 orang pada taraf 5% didapat ry2 > rt (0,61 > 0,254). Hal ini menunjukkan bahwa tadarus Al-Qur‟an dan
ketenangan jiwa siswa kelas IX SMP Negeri 2 Tuntang tahun 2017/2018 memiliki hubungan yang positif.
6. Berdasarkan analisis statistik dengan menggunakan rumus korelasi
product moment untuk tiga variabel, diperoleh ry1.2 sebesar 0,70 yang
selanjutnya dikonsultasikan dengan R tabel pada taraf signifikan 5% untuk N = 60 adalah 0,254. Dengan demikian ry1.2 > rt (0,70 > 0,254) berarti signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara pembiasaan shalat Dhuha dan tadarus Al-Qur‟an
dengan ketenangan jiwa siswa kelas IX SMP Negeri 2 Tuntang Kabupaten Semarang tahun ajaran 2017/2018. Maka dengan demikian,
hipotesis alternatif yang peneliti ajukan yaitu “ada hubungan yang
positif antara pembiasaan shalat Dhuha dan tadarus Al-Qur‟an dengan
ketenangan jiwa siswa kelas IX SMP N 2 Tuntang Kabupaten
Semarang tahun ajaran 2017/2018” diterima kebenarannya dan hipotesis nihil yang penulis ajukan bahwa “tidak ada hubungan antara
pembiasaan shalat Dhuha dan tadarus Al-Qur‟an dengan ketenangan
jiwa siswa kelas IX SMP N 2 Tuntang Kabupaten Semarang Tahun
Ajaran 2017/2018” ditolak.
B. Saran
Kepada SMP Negeri 2 Tuntang
a. Hendaknya sekolah mengaplikasikan kegiatan pembiasaan shalat Dhuha kepada semua siswa kelas 7 sampai kelas 9, sehingga semua siswa di SMP N 2 Tuntang memiliki ketenangan dalam jiwa agar mereka dapat lebih tenang dan fokus dalam belajar serta berjiwa optimis dalam meraih cita-cita.
b. Hendaknya sekolah membuat kebijakan mengenai kegiatan tadarus
Al-Qur‟an setiap pagi sebelum proses belajar mengajar, tidak
hanya menjadikan kegiatan keagamaan tersebut sebagai pembiasaan karena menjadikan siswa lebih tenang sehingga dapat mengikuti kegiatan belajar dengan baik.
c. Menjaga keaktifan siswa dan mendampingi siswa untuk mengikuti semua kegiatan di sekolah.