• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A.Hasil Penelitian

B. Pembahasan Hasil Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk menguji Pengaruh Motivasi Kerja dan Komitmen Organisasi terhadap Kinerja Karyawan dengan Etos kerja sebagai Variabel Moderasi pada PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk di Surabaya. Berdasarkan hasil analisis, maka pembahasan mengenai penelitian adalah sebagai berikut:

1. Pengaruh Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan

Hasil penelitian ini mendukung hipotesis pertama yaitu variabel Motivasi Kerja (X1) berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan pada karyawan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk cabang di Surabaya. Hal ini dibuktikan dengan nilai koefisien regresi X1 sebesar 0,615 yang memiliki arah positif menyatakan bahwa setiap kenaikan Motifasi Kerja 1 poin akan meningkatkan Kinerja karyawan sebesar 0,615 poin, yang berarti semakin tinggi Motivasi Kerja maka semakin

tinggi pula Kinerja Karyawan. Nilai thitung sebesar 11,460 lebih besar dari ttabel pada tingkat signifikasi 5% yaitu 1,9876 (11,460>1.9876), mengindikasikan bahwa Motivasi Kerja berpengaruh positif signifikan terhadap Kinerja Karyawan. Selain itu, berdasarkan hasil koefisien korelasi (R) sebesar 0,779 dan koefisien determinan R2 0,607 menunjukkan Motivasi Kerja berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan dan mempengaruhi 60,7% terhadap Kinerja Karyawan, sedangkan sisanya sebesar 39,3% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini. Dengan demikian, Motivasi Kerja berpengaruh positif terhadap Kinerja Karyawan.

Penelitian yang dilakukan kepada karyawan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk di Surabaya menunjukkan bahwa Motivasi Kerja yang paling tinggi yaitu pada hubungan karyawan dengan atasan berjalan dengan baik, sedangkan skor yang paling rendah yaitu pimpinan memberikan pelatihan kepada karyawan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan kerja. Dengan kata lain walaupun karyawan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk memiliki hubungan baik dan bisa bekerja sama dengan atasan namun atasan dianggap tidak memberikan pelatihan yang memadai untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan kerja karyawan.

Hasil penelitian ini didukung oleh hasil penelitian yang dilakukan oleh Heru Setiono (2012) dan Yajid Nafiuddin (2014), yang menyatakan bahwa Motivasi Kerja memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap Kinerja Karyawan. Motivasi adalah pendorong atau penggerak yang ada dalam diri seseorang untuk bertindak (Fuad mas’ud, 2004:39). Semakin baik atau semakin meningkat

motivasi yang diberikan perusahaan maka akan meningkatkan motivasi karyawan, sehingga berpengaruh pada semakin tingginya kinerja yang akan dicapai oleh karyawan tersebut. Begitu juga sebaliknya jika semakin rendah motivasi yang diberikan perusahaan maka akan menurunkan motivasi karyawan, sehingga berpengaruh pada semakin rendahnya kinerja karyawan tersebut.

2. Pengaruh Komitmen Organisasi terhadap Kinerja karyawan

Hasil penelitian ini mendukung hipotesis kedua yaitu variabel Komitmen Organisasi (X2) berpengaruh terhadap Kinerja pada karyawan PT Adira Finance cabang Bangkalan. Hal ini dibuktikan dengan nilai koefisien X2 sebesar 0,851 yang memiliki arah positif menyatakan bahwa setiap kenaikan Komitmen Organisasi sebesar 1 poin akan meningkatkan Kinerja Karyawan sebesar 0,851 poin, yang berarti semakin tinggi Komitmen Organisasi maka semakin tinggi pula Kinerja Karyawan. Nilai thitung sebesar 8,154 lebih besar dari ttabel pada tingkat signifikasi 5% yaitu 1,9876 (8,154>1,9876), mengindikasikan bahwa Komitmen Organisasi berpengaruh positif signifikan terhadap Kinerja Karyawan. Selain itu, berdasarkan hasil koefisien korelasi (R) sebesar 0,663 dan koefisien determinan (R2) 0,439 menunjukkan Komitmen Organisasi berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan dan mempengaruhi 43,9% terhadap Kinerja Karyawan, sedangkan sisanya sebesar 56,1% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini. Dengan demikian, Komitmen Organisasi berpengaruh positif terhadap Kinerja Karyawan.

Penelitian yang dilakukan kepada karyawan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk di Surabaya menunjukkan bahwa karyawan senang membanggakan

perusahaan kepada orang di luar perusahaan. Hal ini ditunjukkan oleh skor pernyataan yang paling tinggi pada variabel Komitmen Organisasi, sedangkan skor yang paling rendah yaitu pada pernyataan permasalahan yang ada di perusahaan seakan-akan bukan permasalahan karyawan. Walaupun karyawan senang membanggakan perusahaan kepada orang di luar perusahaan, namun karyawan merasa bahwa permasalahan yang ada dalam perusahaan bukan permasalahannya.

Hasil penelitian ini konsisten dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Mulyanto (2009) dan Ega Praja Rimata (2014), yang menyimpulkan bahwa Komitmen Organisasi memiliki pengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan. Komitmen Organisasi adalah suatu keadaan dimana seorang karyawan memihak kepada suatu organisasi tertentu dan tujuan-tujuannya serta berniat memelihara keanggotaan dalam organisasi itu (Robbin & Judge, 2007: 110). Karyawan yang berkomitmen terhadap organisasi adalah orang yang bersedia memberikan sesuatu kontribusi bagi organisasi sehingga akan meningkatkan Kinerja Karyawan. Karyawan yang memiliki Komitmen Organisasi akan memiliki perilaku yang berbeda dibanding karyawan yang tidak memiliki Komitmen Organisasi. Perilaku ini tentunya akan banyak berpengaruh terhadap pencapaian prestasi kerjanya. Karyawan yang mempunyai Komitmen Organisasi tinggi juga akan memiliki tanggung jawab serta mengusahakan yang terbaik bagi organisasi tempat bekerjanya sehingga meminimalisir kemungkinan untuk meninggalkan organisasi.

3. Etos Kerja Memoderasi Hubungan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan

Hasil penelitian ini mendukung hipotesis ketiga yang menyatakan Etos Kerja memoderasi hubungan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan. Regresi variabel moderasi X1 X3 merupakan model interaksi antara variabel Motivasi Kerja dan Etos Kerja (X3). Nilai koefisien regresi interaksi antara Motivasi Kerja dan Etos Kerja (X1 X3) menunjukkan angka 0,031 dengan signifikansi 0,000 (lebih kecil dari 0,05). Jadi hipotesis 3 yang menyatakan Etos Kerja memoderasi hubungan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan diterima.

Penelitian yang dilakukan kepada karyawan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk di Surabaya cenderung memberikan penilaian yang tinggi pada Etos Kerja yang dibuktikan oleh presentase distribusi kecenderungan frekuensi variabel sebesar 57,4%. Hal tersebut menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan dari variabel Etos Kerja terhadap pengaruh Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk di Surabaya. Artinya, Etos Kerja bersifat memperkuat hubungan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk di Surabaya, karena terdapat meningkatkan Kinerja Karyawan setelah memoderasi oleh Etos Kerja. Jika interaksi antara Motivasi Kerja dan Etos Kerja semakin tinggi maka Kinerja Karyawan akan meningkat. Semakin tinggi penerapan Etos Kerja dalam sebuah organisasi/perusahaan akan mendorong organisasi untuk memberikan motivasi kepada karyawannya dengan memberikan gaji yang layak dan sesuai dengan hasil

kerjanya, sehingga karyawan meningkatkan kinerjanya. Selain itu, nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,694 menunjukkan Etos Kerja memoderasi pengaruh Motivasi Kerja sebesar 69,4% terhadap Kinerja Karyawan, sedangkan sisanya sebesar 30,6% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini.

Dari hasil jawaban kuesioner dapat diketahui bahwa nilai paling tinggi Etos Kerja berada pada item pernyataan selalu menginginkan hasil yang baik dalam setiap tugas. Selain itu, nilai tinggi juga berada pada item pernyataan terkait melaksanakan pekerjaan dengan hati nurani bukan keterpaksaan. Dengan kata lain karyawan pada PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk dalam melaksanakan pekerjaan dengan hati nurani bukan keterpaksaan sehingga akan menghasilkan pekerjaan yang baik dalam setiap tugas. Untuk nilai terendah dari hasil jawaban kuesioner berada pada item pernyataan terkait menerima kritikan positif maupun negatif. Sebagian karyawan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk belum mampu memberikan kritikan positif maupun negatif.

Etos Kerja merupakan system keyakinan, nilai-nilai dan norma yang dipegang oleh seluruh anggota organisasi memberikan makna-makna pada sesuatu yang mendorong dirinya untuk bertindak dan meraih amal yang optimal. Karyawan yang memiliki Etos Kerjayang tinggi akan mendorong karyawan untuk meningkatkan kinerjanya.

4. Etos Kerjamemoderasi hubungan Komitmen Organisasi terhadap Kinerja Karyawan

Hasil penelitian ini mendukung hipotesis keempat yang menyatakan Etos Kerja memoderasi hubungan Komitmen Organisasi terhadap Kinerja Karyawan. Regresi variabel moderasi X2 X3 merupakan model interaksi antara variabel Komitmen Organisasi (X2) dan Etos Kerja (X3). Nilai koefisien regresi interaksi antara Komitmen Organisasidan Etos Kerja (X2 X3) menunjukkan angka 0,048 dengan signifikansi 0,000 (lebih kecil dari 0,05). Dengan demikian Etos Kerja memoderasi hubungan Komitmen Organisasi terhadap Kinerja Karyawan diterima.

Penelitian yang dilakukan kepada karyawan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk di Surabaya cenderung memberikan penilaian yang tinggi pada Etos Kerja yang dibuktikan oleh presentase distribusi kecenderungan frekuensi variabel sebesar 57,4%. Hal tersebut menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan dari variabel Etos Kerja terhadap pengaruh Komitmen Organisasi terhadap Kinerja Karyawan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk di Surabaya. Artinya, Etos Kerja bersifat memperkuat hubungan Komitmen Organisasi terhadap Kinerja Karyawan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk di Surabaya, karena terdapat peningkatan Kinerja Karyawan setelah dimoderasi oleh Etos Kerja. Jika interaksi antara Komitmen Organisasi dan Etos Kerja semakin tinggi maka Kinerja Karyawan akan meningkat. Semakin baik Etos Kerja dalam sebuah Organisasi akan mendorong organisasi untuk memberikan apresiasi yang sesuai kepada karyawannya, yang akan membuat karyawan merasa nyaman dalam melaksanakan

pekerjaannya, sehingga semakin meningkatkan Kinerja Karyawan. Selain itu, nilai koefisien determinasi (R2) 0,537 menunjukkan Etos Kerja memoderasi pengaruh Komitmen Organisasi 53,7% terhadap Kinerja Karyawan, sedangkan sisanya sebesar 46,3% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini.

Dari hasil jawaban kuesioner dapat diketahui bahwa nilai paling tinggi berada pada item pernyataan selalu menginginkan hasil yang baik dalam setiap tugas. Selain itu, nilai tinggi juga berada pada item pernyataan terkait melaksanakan pekerjaan dengan hati nurani bukan keterpaksaan. Untuk nilai terendah dari hasil jawaban kuesioner berada pada item pernyataan terkait menerima kritikan positif maupun negatif. Dengan kata lain, karyawan menginginkan hasil yang baik dalam mengerjakan tugas tanpa paksaan dari orang lain melainkan dari hati nurani sendiri tetapi karyawan belum mampu menerima kritikan baik yang positif maupun yang negatif.

Etos Kerja merupakan sikap yang mendasar terhadap diri yang yang membentuk perilaku kerja positif yang berakar pada kesadaran mental, keyakinan serta komitmen yang total pada perusahaan/organisasi. Karyawan yang memiliki Etos Kerja yang tinggi tercermin dalam perilakunya, seperti suka bekerja keras, bersikap adil, tidak membuang-buang waktu selama bekerja dan lain sebagainya. Penerapan Etos Kerja yang baik oleh setiap karyawan akan mendorong karyawan untuk meningkatkan kinerjanya.

Dokumen terkait