BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN
4.5. Pembahasan Hasil Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah House Price, Loan Amount, Growth BI Rate, Growth Domestic Product, Loan To Value, Suku Bunga Dasar Kredit, Hari Tunggakan berpengaruh secara parsial maupun secara simultan terhadap Loss Given Default Kredit Pemilikan Rumah Pada Perbankan. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan perbankan persero yang menyalurkan KPR.
Sehingga diperoleh sampel dan populasi sama yaitu perusahaan perbankan persero yang menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah yaitu Bank Tabungan Negara (BTN), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Mandiri.
Dalam penelitian ini, peneliti melakukan uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas, uji multikoliniertas, uji heteroskedastisitas, dan uji autokolerasi.
Setelah melakukan uji asumsi klasik, maka dilakukan uji hipotesis yaitu dengan analisis regresi linier berganda, uji signifikan simultan (uji F), uji signifikan parsial (uji T) dan jga dilakukan uji koefisien determinasi.
Pada pengujian asumsi klasik yang bertujuan membandingkan dengan hasil penelitian terdahulu untuk menghindari munculnya bias dalam analisis data serta untuk menghindari kesalahan spesifikasi model regresi yang digunakan.
Pada penelitian ini, data terdistibusi normal dengan tidak temukan problem pada setiap uji asumsi klasik yang dilakukan.
Secara simultan berdasarkan nilai statistik pada hasil analisis uji signifikan sumultan (F) pada tabel 4.6 di atas dapat dilihat bahwa nilai Fhitung sebesar 8.315
dengan nilai signifan 0,000. Dengan menentukan level signifikan = 5% (0,05) dan degree of freedom untuk df1=7 dan df2= 24 (Ftabel = 3.990517). Oleh karena Fhitung >Ftabel yaitu 8,315>3.990517). Dengan nilai signifikan lebih kecil dari 0.05 yaitu 0.000<0.05, maka dapat disimpulkan bahwa variabel House Price (X1), Loan Amount (X2), Growth BI Rate (X3), Growth Gross Domestic Product (X4), Loan To Value (X5), Suku Bunga Dasar Kredit (X6), Hari Tunggakan (X7) secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Loss Given Default (Y).
Pengujian secara parsial, menunjukkan hasil analisis uji signifikan T pada tabel 4.7 di atas bahwa hanya variabel House Price (X1), Loan Amount (X2) dan Hari Tunggakan tidak berpengaruh. Sedangkan Growth BI Rate (X3), Growth Gross Domestic Product (X4), Loan To Value (X5), Suku Bunga Dasar Kredit (X6) berpengaruh terhadap Loss Given Default (Y) dan hubungan pengaruhnya adalah positif. Berikut ini hasil pengujian secara parsial:
1. House Price (X1)
Nilai Thitung<Ttabel yaitu -3.086<2.063899 dan nilai signifikan 0.183>0.05, maka Ha ditolak.
2. Loan Amount (X2)
Nilai Thitung<Ttabel yaitu -4.830<2.063899 dan nilai signifikan 0.174>0.05, maka Ha ditolak.
3. Growth BI Rate (X3)
Nilai Thitung>Ttabel yaitu 3.118>2.063899 dan nilai signifikan 0.020<0.05, maka Ha diterima.
4. Growth Gross Domestic Product (X4)
Nilai Thitung>Ttabel yaitu 5.920>2.063899 dan nilai signifikan 0.000<0.05, maka Ha diterima.
5. Loan To Value (X5)
Nilai Thitung>Ttabel yaitu 2.336>2.063899 dan nilai signifikan 0.031<0.05, maka Ha diterima.
6. Suku Bunga Dasar Kredit (X6)
Nilai Thitung>Ttabel yaitu 2.396>2.063899 dan nilai signifikan 0.037<0.05, maka Ha diterima.
7. Hari Tunggakan (X7)
Nilai Thitung<nilai Ttabel yaitu -2.558<2.063899 dan nilai signifikan 0.679>0.05, maka Ha ditolak.
Berdasarkan hasil penelitian ini maka hipotesis yang diterima adalah H3, H4, H5, H6 dan H8 yakni H3: Growth BI Rate berpengaruh terhadap Loss Given Default pada perusahaan Perbankan, H4: Growth Gross Domestic Product berpengaruh terhadap Loss Given Default pada perusahaan perbankan, H5: Loan To value berpengaruh terhadap Loss Given Default pada perusahaan perbankan, H6:
Suku Bunga Dasar Kredit berpengaruh terhadap Loss Given Default pada perusahaan perbankan, dan H8: House Price, Loan Amount, Growth BI Rtae, Growth GDP, Loan To value, Suku Bunga Dasar Kredit dan Hari Tunggakan secara simultan berpengaruh terhadap Loss Given Default pada perusahaan perbankan.
Sedangkan hipotesis yang ditolak adalah H1, H2 dan H7 yakni H1: House Price
tidak berpengaruh terhadap Loss Given Default pada perusahaan perbankan, H2:
Loan Amount tidak berpengaruh terhadap Loss Given Default pada perusahaan perbankan, H7: Hari Tunggakan tidak berpengaruh terhadap Loss Given Default pada perusahaan perbankan.
Hasil dari koefisien determinasi dapat dilihat pada tabel 4.8 menunjukkan bahwa koefisien Adjusted R Square sebesar 0.670 berarti 67% variabel Loss Given Default dapat dijelaskan oleh House Price, Loan Amount,Growth BI Rate, Growth Gross Domestic Product (GDP), Loan To Value, Suku Bunga Dasar Kredit, Hari Tunggakan. Sedangkan sisanya 33 % dijelaskan oleh sebab-sebab yang diluar model penelitian. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan variabel X dalam menerangkan variasi variabel Y dalam kategori kuat.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan
Berdasarkan analisis yang dilakukan dalam penelitian ini menyimpulkan bahwa:
1. Berdasarkan pengujian secara parsial didapatkan hasil sebagai berikut:
a. Variabel House Price (X1) tidak berpengaruh terhadap Loss Given Default Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pada perusahaan perbankan.
Berdasarkan hasil ini dapat disimpulkan Hipotesis 1 ditolak.
b. Variabel Loan Amount (X2) tidak berpengaruh terhadap Loss Given Default Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pada perusahaan perbankan.
Berdasarkan hasil ini dapat disimpulkan hipotesis 2 ditolak.
c. Variabel Growth BI Rate (X3) berpengaruh positif terhadap Loss Given Default Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pada perusanaan perbankan. Bersarakan hasil ini dapat disimpulkan hipotesis 3 diterima.
d. Variabel Growth Gross Domestic Product (GDP) (X4) berpengaruh positif terhadapa Loss Given Default Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pada perusahaan perbankan. Berdasarkan hasil ini dapat disimpulkan hipotesis 4 diterima.
e. Variabel loan To Value (X5) berpengaruh positif terhadap Loss Given Default Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pada perusahaan perbankan.
Berdasarkan hasil ini dapat disimpulkan hipotesis 5 diterima.
f. Variabel Suku Bunga Dasar Kredit berpengaruh positif terhadap Loss Given Default Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pada perusahaan perbankan. Dari hasil ini dapat disimpulkan hipotesis 6 diterima.
g. Variabel Hari Tunggakan tidak berpengaruh terhadapa Loss Given Default Kredit Pemilkan Rumah (KPR) pada perusahaan perbankan.
Berdasarkan hasil ini dapat dsimpulkan hipotesis 7 ditolak.
2. Secara simultan variabel House price (X1), loan Amount (X2), Growth BI Rate (X5), Growth DGP (X4), Loan To Value (X5), Suku bunga Dasar Kredit (X6) dan Hari Tunggakan (X7) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Loss Given Default Kredit Pemilikan Rumah (KPR) perusahaan perbankan.
3. Berdasarkan hasil uji koefisien determinasi, variabel House Price (X1), Loan Amount (X2), Growth BI Rate (X3), Growth GDP (X4), Loan To Value (X5), Suku Bunga Daar Kredit (X6), Hari Tunggakan (X7) dapat menjelaskan variabel Loss Given Default sebesar 67% dan sisanya dijelaskan oleh variabel lain dari model penelitian ini seperti Sumber Daya Manusia atau pun Inflasi.
5.2. Keterbatasan Penelitian
Penilitian ini mempunyai keterbatasan-keterbatasan yang dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi peneliti berikutnya agar mendapatkan hasil yang lebih baik lagi. Keterbatasan-keterbatsan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Dalam penelitian ini sampel yang digunakan hanya perusahaan perbankan persero yang terdaftar sehingga perusahaan yang dijadikan sampel tidak bias mewakili keseluruhan perusahaan yang ada di Indonesia.
2. Variabel-variabel yang digunakan hanya lima variabel independen yaitu House Price, Loan Amount, Growth BI Rate, Growth Gross Domestic Product, Loan To Value, Suku BUnga Dasar Kredit dan Hari Tunggakan, sementara masih ada faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi Loss Given Default Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pada perusahaan perbankan.
3. Periode waktu yang digunakan hanya 8 tahun, sehingga hasil penelitian ini tidak dapat digenalisir untuk penelitian yang telah ada maupun mewakili penelitian yang akan dilakukan menggunakan periode waktu yang berbeda dan lebih baru.
5.3. Saran
Berdasarkan hasil analisis pembahasan serta beberapa kesimpulan dan keterbatasan pada penelitian ini, adapun saran-saran yang dapat diberikan melalui hasil penelitian ini agar mendapatkan hasil yang lebih baik, yaitu:
1. Untuk peneliti selanjutnya, disarankan untuk menambah jumlah variabel di luar variabel yang telah digunakan dalam penelitian ini, karena masih banyak variabel lain yang dapat memengaruhi Loss Given Default Kredit Pemilkan Rumah (KPR) pada perusahaan perbankan.
2. Bagi peneliti selanjutnya, apabila menggunakan variabel-variabel yang sama sebaiknya lakukan pengukuran variabel dengan cara pengukuran yang lain.
DAFTAR PUSTAKA
Erlina, 2008. Metodologi Penelitian Bisnis untuk Akuntansi dan Manajemen, Edisi Kedua, USU Press, Medan.
Erlina, 2011. Metodologi Penelitian, Gedung F. Pusat Sistem Informasi, Kampus USU.
Ghozali, Imam, 2011. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 19. Edisi kelima, Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang.
Hendriksen, Eldon S., 1996. Teori Akuntansi, Penerbit AK Group, Yogyakarta.
Ikatan Akuntan Indonesia, 2007. Standar Akuntansi Keuangan, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.
Idrus, Muhammad, 2009. Metode Penelitian Ilmu Sosial: Pendekatan Kualitatif dan Pendekatan Kuantitatif, Edisi Kedua, Erlangga, Jakarta.
Indriantoro, Nur, dan Bambang Supomo, 2002. Metodologi Penelitian Bisnis Untuk Akuntansi dan Manajemen, Edisi Pertama, BPFE-UGM, Yogyakarta.
Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Sumatera Utara, 2004. Buku Petunjuk Teknis Penulisan Proposal Penelitian Dan Penulisan Skripsi,Medan.
Mulyadi, 2002. Auditing (Buku Satu), Edisi Keenam, Salemba Empat, Jakarta.
Mulyono, Teguh Pudjo, 1996. Bank Budgeting, Edisi I, Badan Pendidikan Fakultas Ekonomi, Yogyakarta.
Murtanto, 2006. “Menciptakan Nilai Tambah Melalui Corporate Social Responsibility”, Media Akuntansi, Edisi 53, Jakarta.
Pearce II, John A dan Richard B. Robinson, Jr, 2007. Manajemen Strategis, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.
Peraturan Bank Indonesia Nomor 14/15/PBI/2012 Tentang Penilaian Kualitas Aset Bank Umum.
Pradana, Yoga (2013).”Analisis Pengaruh LDR, CAR, ROA dan Faktor Eksternal Perbankan Terhadap Volume KPR (Studi Kasus pada Bank Persero Periode 2008-2012)”, Skripsi, Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro.
Pertiwi, Aisyah Oktasari Dian (2014).”Loss Given Default (LGD) Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Di Indonesia: Analisis Industri Perbankan dan Bank BTN Cabang Purwokerto Tahun 2002-2013)”, Skripsi, Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro.
Republik Indonesia, Undang-Undang Perbankan No. 10 Tahun 1998, Jakarta
Sugiyono, 2005. Metode Penelitian Bisnis, Alfabeta, Bandung.
Sunjoyo dkk, 2013. Aplikasi SPSS Untuk Smart Riset: Program Ibm SPSS 21, PT.
Alfabeta, Bandung.
Tjoekam, Moh. H, 1999. Perkreditan Bisnis Inti Bank Komersial, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan.
www.bi.go.id.
www.bps.go.id
www.idx.co.id www.sahamok.co.id www.tempo.com, 2013
LAMPIRAN
1. Data Pengukuran House Price (dalam Juta)
2. Data Pengukuran Loan Amount (dalam Milyar)
3. Data Pengukuran Growth BI Rate No Nama
4. Data Pengukuran Growth GDP (dalam Milyar)
6. Data Pengukuran Suku Bunga Dasar Kredit
No Nama
7. Data Pengukuran Hari Tunggakan
No Nama