• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

5.3. Hasil Analisis Data 1. Statisitk Deskriptif 1.Statisitk Deskriptif

5.3.5. Pembahasan Hasil Penelitian

Pada pengujian hipotesis berdasarkan hasil pengolahan data dapat dikatakan bahwa gaya kepemimpinan, komunikasi dan motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja kepala dinas secara simultan telah terbukti (H0 ditolak). Hal ini menunjukkan bukti empiris bahwa gaya kepemimpinan, komunikasi dan motivasi kerja secara parsial dan simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja kepala dinas.

Secara simultan penelitian ini tidak dapat diperbandingkan dengan penelitian Khairil (2007) oleh karena perbedaan semua variabel independen, di mana Khairil (2007) menggunakan variabel independen sumber daya manusia, struktur organisasi,

kepuasan kerja dan finansial dalam pengaruhnya terhadap kinerja dinas, sedangkan penelitian ini menggunakan variabel independen gaya kepemimpinan, komunikasi dan motivasi kerja. Begitu juga dengan penelitian Dani (1999), penelitian ini juga tidak dapat diperbandingkan walaupun ketiga variabel independen sama tetapi variabel dependen berbeda di mana Dani (1999) menggunakan variabel dependen semangat kerja pegawai sedangkan penelitian ini menggunakan variabel dependen kinerja kepala dinas.

Dari hasil uji secara serempak diperoleh nilai Fhitung sebesar 29,647 lebih besar

dari nilai Ftabel sebesar 2,748. Hal ini menunjukkan bahwa pada taraf signifikan 95%, gaya kepemimpinan, komunikasi dan motivasi kerja secara bersama-sama berpengaruh nyata terhadap kinerja kepala dinas pada Kantor Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Labuhanbatu.

Namun secara parsial hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Khairil (2007) dan Dani (1999). Hal ini dikarenakan Khairil (2007) dalam penelitiannya menggunakan variabel dependen kinerja Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Labuhanbatu yang dipengaruhi oleh variabel independen Sumber Daya Manusia, struktur organisasi, kepuasan kerja, dan finansial. Dan dalam penelitian Dani (1999) variabel dependennya adalah semangat kerja yang dipengaruhi oleh variabel independen gaya kepemimpinan, komunikasi dan motivasi. Sedangkan penelitian ini menggunakan variabel dependen kinerja kepala dinas yang dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan, komunikasi dan motivasi kerja sebagai variabel independen.

Secara parsial dari uji regresi, diketahui koefisien estimasi gaya kepemimpinan bernilai positif yang berarti bahwa terdapat hubungan yang positif antara gaya kepemimpinan dengan kinerja kepala dinas pada Kantor Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Labuhanbatu. Gaya kepemimpinan berpengaruh nyata terhadap kinerja kepala dinas pada taraf signifikan 95%. Setiap peningkatan gaya kepemimpinan sebesar 100% maka akan meningkatkan kinerja kepala dinas sebesar 27,10%. Berdasarkan landasan teori bahwa gaya kepemimpinan adalah suatu pendekatan yang digunakan untuk memahami suksesnya kepemimpinan, dalam hubungannya di mana pusat perhatian ditujukan pada yang dilakukan oleh pemimpin. Gaya kepemimpinan dalam penelitian ini terdiri dari gaya partisipatif, gaya pengasuh, gaya otoriter, gaya birokrasi dan gaya berorientasi pada tugas Apabila gaya kepemimpinan dilakukan secara baik dengan mempengaruhi/mengarahkan bawahannya sedemikian rupa sehingga para bawahannya dapat bekerja sama dalam suatu kelompok dan mendorong mereka dalam suatu tujuan tertentu, maka kinerja kepala dinas dapat meningkat Diantara gaya kepemimpinan tersebut, maka gaya birokrasi merupakan gaya yang paling dominan diantara gaya kepemimpinan yang lain. Gaya birokrasi adalah gaya kepemimpinan yang menempatkan peraturan organisasi sebagai orientasi dalam pelaksanaan tugas. Hal tersebut menunjukkan bahwa kinerja kepala dinas akan lebih baik apabila melaksanakan tugas pokok dan fungsinya dengan menggunakan gaya kepemimpinan birokrasi. Hasil pembahasan terlihat bahwa teori sejalan dengan penelitian ini.

Secara parsial dari uji regresi, diketahui koefisien estimasi komunikasi bernilai positif yang berarti bahwa terdapat hubungan yang positif antara komunikasi dengan kinerja kepala dinas pada Kantor Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Labuhanbatu. Komunikasi berpengaruh nyata terhadap kinerja kepada dinas pada taraf signifikan 95%. Setiap peningkatan komunikasi sebesar 100% maka akan meningkatkan kinerja kepala dinas sebesar 27,4%. Berdasarkan landasan teori bahwa komunikasi adalah proses yang di dalamnya menunjukkan arti pengetahuan dipindahkan dari seorang kepada orang lain biasanya dengan maksud mencapai beberapa tujuan khusus. Kemahiran berkomunikasi bagi seorang pimpinan dapat memperkecil bahkan menghilangkan konflik antara kepentingan pribadi dan kepentingan organisasi, maka suatu organisasi tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya komunikasi yang baik antara pimpinan dan bawahan. Komunikasi dalam penelitian ini terdiri dari komunikasi administrasi ke atas dan komunikasi administrasi ke bawah. Jika seorang pimpinan/kepala dinas mampu memberikan informasi yang jelas kepada para pegawainya sehingga bawahannya/pegawainya dapat mengerti apa yang harus dikerjakannya untuk mencapai tujuan organisasinya maka kinerja kepala dinas dapat meningkat. Diantara komunikasi tersebut, maka komunikasi administrasi ke bawah merupakan yang paling dominan diantara komunikasi yang lain. Komunikasi administrasi ke bawah adalah penyampaian informasi atau tugas dari pejabat yang berkedudukan lebih tinggi kepada pejabat yang berkedudukan lebih rendah. Hal tersebut juga menunjukkan bahwa kinerja kepala dinas akan lebih baik apabila melaksanakan tugas pokok dan

fungsinya dengan menggunakan komunikasi administrasi ke bawah. Berdasarkan hasil pembahasan terlihat bahwa teori sejalan dengan penelitian ini.

Secara parsial dari uji regresi, diketahui koefisien estimasi motivasi kerja bernilai positif yang berarti bahwa terdapat hubungan yang positif antara motivasi kerja dengan kinerja kepala dinas pada Kantor Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Labuhanbatu. Motivasi kerja berpengaruh nyata terhadap kinerja kepada dinas pada taraf signifikan 95%. Setiap peningkatan motivasi kerja sebesar 100% maka akan meningkatkan kinerja kepala dinas sebesar 12,3%. Apabila seorang pimpinan/kepala dinas mampu memotivasi bawahannya dengan baik maka kinerja kepala dinas meningkatkan. Berdasarkan landasan teori bahwa motivasi merupakan hasil sejumlah proses yang bersifat internal dan eksternal bagi seorang individu yang menyebabkan timbulnya sikap etusiasme dan persistensi dalam hal melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu. Motivasi kerja dalam penelitian ini terdiri dari prestasi kerja, pengaruh, pengendalian, ketergantungan, pengembangan dan afiliasi. Jika motivasi seorang kepala dinas yang ditunjukkan dengan kemampuan kepala dinas dapat mempengaruhi orang lain/bawahannya agar dapat bekerja sama dengan baik dalam mencapai tujuan maka kinerja kepala dinas dapat meningkat. Diantara motivasi kerja tersebut, maka motivasi kerja afiliasi merupakan yang paling dominan diantara motivasi kerja yang lain. Motivasi kerja afiliasi adalah dorongan untuk berhubungan dengan orang-orang atas dasar sosial. Keterbukaan orang-orang yang berada di lingkungan kerja yang memungkinkan hubungan antarpribadi dapat berjalan dengan baik, saling membantu masalah pribadi akan menjadi motivasi yang

positif dari pekerja. Hal tersebut juga menunjukkan bahwa kinerja kepala dinas akan lebih baik apabila melaksanakan tugas pokok dan fungsinya dengan menggunakan motivasi kerja afiliasi. Berdasarkan hasil pembahasan terlihat bahwa teori sejalan dengan penelitian ini.

Dari Uji determinasi diperoleh nilai Adjusted R Square sebesar 0,562. Hal ini menunjukkan bahwa 56,2% ketiga variabel bebas dalam penelitian ini mampu menerangkan kinerja kepala dinas sebesar 56,2% sedangkan sisanya sebesar 43,8% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini.

BAB VI

Dokumen terkait