BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. Saran
C.Saran
Adapun saran dalam penelitian ini mengacu pada perkembangan dan implementasi KTSP di lapangan adalah sebagai berikut :
1. Implementasi KTSP belum sepenuhnya dilaksanakan dengan tepat terutama dalam proses pembelajaran. Pemilihan metode dan model pembelajaran yang tepat dapat mengoptimalkan kurikulum KTSP sesuai dengan kebutuhan dan hakekat KTSP itu sendiri. Bagi guru khususnya di SMA PL Giriwoyo sebaiknya memberikan metode pembelajaran yang tepat agar peserta didik dapat memahami materi yang disampaikan dalam proses pembelajaran. Ketepatan metode pembelajaran ini dapat mengoptimalkan implementasi KTSP dan meningkatkan komunitas masyarakat pembelajar (peserta didik) menjadi lebih efektif dan kreatif menggali potensi daerah masing-masing. 2. Cerita rakyat sebagai salah bagian hasil kebudayaan lokal belum sepenuhnya
diinventarisasi oleh instansi terkait. Dinas pendidikan dan dinas kebudayaan setempat memerlukan koordinasi dengan masyarakat setempat yang masih melestarikan tradisi lisan, khususnya cerita rakyat sebagai bagian dari kebudayaan lokal. Keragaman kebudayaan lokal tersebut dapat menjadi bagian kebudayaan nasional dan menjadi identitas khas dari suatu tempat.
cxxxvi
3. Peserta didik sebagai bagian dari masyarakat perlu kembali mencermati keberadaan tradisi lisan seperti cerita rakyat di daerah masing-masing. Keberadaan tradisi lisan perlu dilestarikan sebagai tugas mulia melestarikan dan mewariskan nilai-nilai positif dari hakekat cerita rakyat sebagai pembentuk hasil kekayaan budaya Indonesia.
4. Instansi terkait seperti sekolah di sekitar wilayah Giriwoyo maupun sekolah yang lain dapat memanfaatkan potensi lokal di wilayah masing-masing sebagai sumber dan media pembelajaran. Pemanfaatan potensi lokal ini dapat memberdayakan kreatifitas guru dalam mengembangkan model dan metode pembelajaran yang sesuai dengan mapel masing-masing, khususnya mapel sejarah itu sendiri.
5. Pelestarian tradisi lisan seperti cerita rakyat yang didokumentasikan secara tertulis dapat menjadi sarana inventarisasi kebudayaan lokal yang berkembang di Wonogiri umumnya sehingga memperkaya kebudayaan lokal sebagai wujud pengembangan identitas budaya wilayah tersebut. Kerjasama dengan instansi terkait seperti dinas pendidikan, dinas kebudayaan dan pemerintah daerah dapat bekerjasama melestarikan dan mendokumentasikan kebudayaan lokal tersebut sebagai pilar kebudayaan nasional Indonesia.
cxxxvii
DAFTAR PUSTAKA
A. Buku-buku
Ahmad Rihani H.M dan Abu Ahmadi. 1991. Pengelolaan Pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta
Dimyati dan Mudjiono. 1999. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dan PT Rineka Cipta. Dwi Ari Listiyani. 2009. Sejarah Untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: Pusat
Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
H.M. Ra’uf. 2005a. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan. Jakarta: BP. Dharma Bhakti. __________. 2005. Undang Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003
Tentang Sistem Pendidikan Nasional, Jakarta: BP. Dharma Bhakti.
Harsasi. 2000. Perbedaan efektivitas metode discovery inquiry dengan metode ceramah bervariasi terhadap wawasan ketokohan sejarah nasional Indonesia ditinjau dari motivasi belajar siswa. Tesis PPs UNS, tidak dipublikasikan.
Isjoni. 2007. Pembelajaran Sejarah pada Satuan Pendidikan. Bandung: Alfabeta. James Danandjaja. 1984. Folklor Indonesia, Jakarta: Grafiti Pers.
__________. 1995. Cerita Rakyat dari Jawa Tengah, Jakarta: Grasindo.
Liaw Yock Fang. 1991. Sejarah Kesusastraan Melayu Klasik. Jilid 1. Singapura: Pustaka Nasional Pte. Ltd.
__________. 1993. Sejarah Kesusastraan Melayu Klasik. Jilid 2. Singapura: Pustaka Nasional Pte. Ltd.
Milles, Matthew B. & Huberman. 1994. An Expanded Sourcebook Gualitative Data Analysis, New Delhi: Sage Publication.
Moleong, Lexy J. 1999. Metodologi Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: Rake Sarasin.
Moleong, Lexy J. 1995. Metode Penelitian Kualitatif, Bandung: Remaja Rosdakarya.
cxxxviii
Mustadji. 1993. Pengembangan Metoda dan Media Pengajaran Sejarah. Surabaya: Pusat Pengabdian Masyarakat-IKIP Surabaya.
Nasution, S. 2000. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar & Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.
Sumadi Suryabroto. 1984. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rajawali Press.
Suripan Sadi Hutomo. 1991. Mutiara Yang Terlupakan. Surabaya: Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI).
Suryobroto. 1986. Mengenal Metode Pengajaran di Sekolah. Yogyakarta: Amarta.
Susanto. 2007. Pengembangan KTSP Dengan Perspektif Manajemen Visi. Surabaya: Matapena.
Sutarto. 2007. Struktur dan Nilai Edukatif Cerita Rakyat di Kabupaten Wonogiri. Surakarta: Tesis PPs UNS, tidak dipublikasikan.
Sutopo, H.B. 1996. Metode Penelitian Kualitatif: Metode Penelitian untuk Ilmu-ilmu Sosial dan Budaya. Jurusan Seni Rupa Fak. Sastra UNS: Surakarta. __________. 2006. Metodologi Penelitian Kualitatif, Surakarta: Universitas
Sebelas Maret.
Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain. 2002. Strategi Belajar Mengajar, Jakarta: Rineka Cipta.
Taufik Abdullah. 2005. Sejarah Lokal Di Indonesia, Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
Tol, Roger dan Prudentia M.P.P.S. 1995. “Tradisi Lisan Nusantara”: Oral Traditions from the Indonesian Archipelago, A Three-Directional Approach”, dalam Warta Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) (edisi pertama): I-01 Maret 1995, hal. 12-16.
Widja, I Gde. 1983. Dasar-Dasar Pengembangan Strategi Serta Metode Pengajaran Sejarah. Jakarta: Dirjen Dikti.
__________. 1988. Pengantar Ilmu Sejarah Dalam Prespektif Pendidikan. Semarang: Satya Wacana.
__________. 1989. Sejarah Lokal Suatu Perspektif Dalam Pengajaran Sejarah. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal
cxxxix
Pendidikan Tinggi Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan.
Winkell, W.S. 1996. Psikologi Pengajar. Jakarta: Gramedia Widiasmara Indonesia.
Yatim Riyanto. 2005. Paradigma Pembelajaran. Surabaya: UNESA University Press.
__________. 2007. Metodologi Peneliltian Pendidikan Kualitatif dan Kuantitatif. Surabaya: UNESA University Press.
Zaim Elmubarok. 2008. Membumikan Pendidikan Nilai: Mengumpulkan yang Terserak Menyambung yang Terputus dan Menyatukan yang Tercerai. Bandung: Alfabeta. B. Artikel http://article.melayuonline.com/?a=SmtxL3FMZVZBUkU4Ng; 19/12/2007;19:20 http://culture.melayuonline.com/?a=TlJYei9zVEkvUXZ5bEpwRnN, 19/12/2007, 19:25. http://digilib.petra.ac.id/adscgi/viewer.pl/jiunkpe/s1/jdkv/2003, 19/12/2007, 19:50 http://sinarbulan.multiply.com/journal/item/146/Resensi, 20/12/2007, 07:15 http://www.balipost.co.id/balipostcetaK/2005/6/12/kel3.html, 20/12/2007, 08.05 http://www.duniaguru.com/index.php?option=com_content&task=vie,21/12/2007, 21:10 http://www.gramedia.com/buku_kat_list.asp, 21/12/2007: 21.15 http://www.gramediacyberstore.com/product_detail.cfm?bid=494167,23/12/2007. 16:16 http://www.kksmelati.org/artikel/fstaj-20 07, 23/12/2007. 16:25 http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2005/0305/12/khazanah, 23/12/2007; 17:05
cxl C. Wawancara
Wawancara tanggal 1 Agustus 2008 Wawancara tanggal 8 Agustus 2008 Wawancara tanggal 12 Agustus 2008 Wawancara tanggal 15 Agustus 2008 Wawancara tanggal 14 Oktober 2008 Wawancara tanggal 17 Oktober 2008 Wawancara tanggal 26 November 2008 Wawancara tanggal 10 Desember 2008 Wawancara tanggal 19 Desember 2008