• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 5 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

5.3. Pembahasan

Penelitian ini dilakukan pada sampel penderita DM tipe 2 di RSUP H. Adam Malik Medan yang diperiksa serum trigliserida, SGOT dan SGPT. Sesuai kriteria inklusi dan eksklusi, sampel yang didapatkan sejumlah 24 sampel. Dimana jumlah sampel terbanyak adalah wanita sejumlah 17 sampel (70,8%). Dan jumlah sampel pria adalah 7 sampel (29,2%). Dengan rata-rata umur sampel adalah 57,96 tahun.

Pada penelitian ini dilaporkan sampel dengan kadar trigliserida di atas 199 sebanyak 10 sampel dan dengan kadara trigliserida di bawah 199 sebanyak 14 sampel. Dimana 8 sampel merupakan wanita.

5.3.1. Hubungan peningkatan serum trigliserida dengan peningkatan SGOT Dari keseluruhan sampel dijumpai peningkatan kadar SGOT sebanyak 4 sampel. Sampel yang didapati peningkatan trigliserida dan peningkatan SGOT sebanyak 2 sampel. Hal ini berarti hanya 20% dari sampel yang mengalami

peningkatan serum trigliserida mengalami peningkatan kadar SGOT. Jumlah ini dapat mengartikan bahwa tidak semua peningkatan serum trigliserida dijumpai peningkatan SGOT. Dan dari hasil tersebut juga dapat dilihat bahwa pada penderita DM tipe 2 dapat terjadi peningkatan SGOT tanpa disertai peningkatan serum trigliserida.

Melalui analisa chi-square didapatkan nilai p (nilai significansi) 0,711, IK95%. Hal ini berarti tidak terdapat hubungan antara peningkatan kadar serum trigliserida dengan kadar SGOT. Hasil ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan Wallace dkk. (2007) dimana dikatakan tidak terdapat hubungan antara kadar SGOT/AST dan SGPT/ALT dengan sensitivitas insulin dan lemak tubuh.

5.3.2. Hubungan peningkatan serum trigliserida dengan peningkatan SGPT Dari keseluruhan sampel dijumpai peningkatan kadar SGPT sebanyak 3 sampel. Sampel yang didapati peningkatan trigliserida dan peningkatan SGPT sebanyak 2 sampel. Hal ini juga berarti bahwa hanya 20% dari sampel dengan peningkatan serum trigliserida dijumpai peningkatan SGPT. Dan terdapat peningkatan SGPT tanpa disertai peningkatan serum trigliserida.

Melalui analisa chi-square didapatkan nilai p (nilai significansi) 0,348, IK 95%. Hal ini berarti tidak terdapat hubungan antara peningkatan kadar serum trigliserida dengan kadar SGPT. Hasil ini juga sesuai dengan penelitian yang dilakukan Wallace dkk. (2007) dimana dikatakan tidak terdapat hubungan antara kadar SGOT/AST dan SGPT/ALT dengan sensitivitas insulin dan lemak tubuh. Namun hasil ini berbeda dengan hasil yang diperoleh oleh penelitan Clark dkk. (2003), dimana dikatakan terdapat hubungan antara peningkatan enzim aminotransferase yang tak terjelaskan dengan serum trigliserida.

BAB 6

KESIMPULAN DAN SARAN 6.1. Kesimpulan

Dari hasil penelitian ini, dijumpai sekitar 20% sampel dengan peningkatan serum trigliserida dijumpai peningkatan kadar SGOT dan SGPT. Oleh sebab itu, dapat ditarik kesimpulan bahwa tidak semua kasus peningkatan serum trigliserida dijumpai peningkatan kadar SGOT.

Dari hasil penelitian ini juga didapatkan sampel yang mengalami peningkatan kadar SGOT (2 sampel) dan SGPT (1 sampel) tidak dijumpai peningkatan serum trigliserida. Maka dapat ditarik kesimpulan, pada penderita DM tipe 2 di RSUP H.Adam Malik Medan tahun 2009 dapat dijumpai peningkatan kadar SGOT dan SGPT tanpa didapati peningkatan serum trigliserida.

Melalui hasil penelitian yang diperoleh pada penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa tidak terdapat hubungan antara peningkatan serum trigliserida dengan peningkatan enzim aminotransferase (SGOT dan SGPT) pada pasien DM tipe 2 di RSUP H. Adam Malik Medan tahun 2009.

6.2. Saran

Penelitian ini dilakukan pada sampel penderita DM tipe 2 pada tahun 2009. setelah disesuaikan dengan kriteria inklusi dan eksklusi, terdapat 24 sampel yang dapat diteliti. Jumlah ini sangat kurang mewakili populasi. Oleh karena itu, pada penelitian berikutnya disarankan untuk menggunakan sampel yang lebih banyak agar dapat mewakili seluruh populasi.

Penelitian ini dilakukan pada sampel penderita DM tipe 2 di RSUP H.Adam Malik Medan pada tahun 2009. Penelitian ini dilakukan pada penderita DM tipe 2, karena pada penderita DM tipe 2 terjadi gangguan metabolisme lemak. Dan DM tipe 2 merupakan salah satu faktor resiko terjadinya Perlemakan Hati Non-alkoholik. Oleh

karena itu, pada penelitian berikutnya, sampel dapat diambil dari penderita Obesitas, yang juga merupakan faktor resiko terjadinya Perlemakan Hati Non-alkoholik.

DAFTAR PUSTAKA

ADA (American Diabetes Association), 2005. Dalam: Sudoyo,Aru W., et al., ed.

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Jilid III, Edisi IV. Jakarta: Departemen Ilmu

Penyakit Dalam Fakultas Kdokteran Universitas Indonesia, 1852-1856.

Akbar, N., 2006. Kelainan Enzim pada Penyakit Hati. Dalam: Sudoyo,Aru W., et al., ed. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Jilid I, Edisi IV. Jakarta: Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kdokteran Universitas Indonesia, 424-426.

Amarapurkar, D.N., Patel, N.D. dan Kamanl, P.M., 2008. Evaluating Risk Factors for

Development of Non-Alcoholic Steatohepatitis in Type-II Diabetes Mellitus.

Mumbai, India. Available from:

[Accessed 19 March 2010]

Amirudin,R., 2006. Fisiologi dan Biokimia Hati. Dalam: Sudoyo,Aru W., et al., ed.

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Jilid I, Edisi IV. Jakarta: Departemen Ilmu

Penyakit Dalam Fakultas Kdokteran Universitas Indonesia, 415-419.

Burgert, T.S., et al., 2006. Alanine Aminotransferase Levels and Fatty Liver in

Chilhood Obesity: Associations with Insulin Resistance, Adiponectin, and Visceral Fat. Yale University School of Medicine. Available from:

Clare-Salzler, M.J., Crawford James M., Kumar, Vinay, 2007. Pankreas. In: Hartanto, H., Darmaniah, N., Wulandari, N., ed. Buku Ajar Patologi Robbins, vol.2. Ed.7. Jakarta: EGC, 722-732.

Clark, J.M., M.D., M.P.H., Brancati, Frederick L., M.H.S., dan Diehl, Anna Mae, M.D., 2003. The Prevalence and Etiology of Elevated Aminotransferase

Levels in the United States. Baltimore, Maryland: The Johns Hopkins

University. Available from:

April 2010]

Depkes RI (Departemen Kesehatan Republik Indonesia), 2008. Dalam: Kariadi, S.H.KS., 2009. Diabetes??Siapa Takut!!: Panduan Lengkap untuk Diabetisi,

Keluarganya, dan Profesional Medis. Cet-I. Bandung: Penerbit Qanita.

Fraser, A., et al., 2009. Alanine aminotransferase,g-glutamiltransferase, and incident

Diabetes. Bristol, U.K.: University of Bristol. Available from :

April 2010].

Friedman, L.S., 2008. Liver, Biliary Tract, and Pancreas. In: MacPhee, Stephen J., Papadakis, Maxine A., ed. Current Medical Diagnosis and Treatment, 47th edition. United States of America: The McGraw-Hill Companies,Inc. 567- 568; 583-584.

Ganong, W.F., 2003. Fungsi Endokrin Pankreas dan Pengaturan Metabolisme Karbohidrat. In: Widjajakusumah, H.M.D., ed. Buku Ajar Fisiologi

Granner, D.K., 2003. Hormon Pankreas dan Traktus Gastrointestinal. In: Bani, Anna P., Sikumbang, Tiara M.N., ed. Biokimia Harper. Ed.25. Jakarta: EGC, 582- 586

Gustaviani, R., 2006. Diagnosis dan Klasifikasi Diabetes Melitus. Dalam: Sudoyo,Aru W., et al., ed. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Jilid III, Edisi IV. Jakarta: Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kdokteran Universitas Indonesia, 1857-1859.

Hasan, I., 2006. Perlemakan Hati Non Alkoholik. Dalam: Sudoyo,Aru W., et al., ed.

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Jilid I, Edisi IV. Jakarta: Departemen Ilmu

Penyakit Dalam Fakultas Kdokteran Universitas Indonesia, 462-465.

Kariadi, S.H.KS., 2009. Diabetes??Siapa Takut!!: Panduan Lengkap untuk Diabetisi,

Keluarganya, dan Profesional Medis. Cet-I. Bandung: Penerbit Qanita.

Manaf, A., 2006. Insulin: Mekanisme Sekresi dan Aspek Metabolisme. Dalam: Sudoyo,Aru W., et al., ed. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Jilid III, Edisi IV. Jakarta: Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kdokteran Universitas Indonesia, 1868-1869.

Masharani, U., 2008. Diabetes Mellitus and Hypoglycemia . In: MacPhee, Stephen J., Papadakis, Maxine A., ed. Current Medical Diagnosis and Treatment, 47th edition. United States of America: The McGraw-Hill Companies,Inc, 1034- 1038.

Mayes, P.A., 2003. Lipid yang Memiliki Makna Fisiologis. In: Bani, Anna P., Sikumbang, Tiara M.N., ed. Biokimia Harper. Ed.25. Jakarta: EGC, 151

Musso, G., et al., 2008. Should Nonalcoholic Fatty Liver DiseaseBe Included in the

Definiton of Metabolic Syndrome? Turin, Italy: Gradenigo Hospital. Available

from:

April 2010].

Nadeau, K.J., Klingensmith, G., dan Zeitler, P., 2005. Type 2 Diabetes in Children is

Frequently Associated with Elevated Alanine Aminotransferase. Denver,

Colorado: Department of Pediatrics, University of Colorado Health Science Center. Available from:

Perseghin, G., 2009. Where does insulin resistance start? The liver. Milan,Italy. Available from:

[Accessed 4 April 2010]

Pratt, D.S., Kaplan, Marshall S., 2008. Evaluation of Liver Function. In: Fauci, Anthony S., et al., ed. Harrison’s Principles of Internal Medicine, vol.2. Ed.17. United States of America: The McGraw-Hill Companies, Inc., 1923- 1926.

Sattar, N., et al., 2004. Elevated Alanine Aminotransferase Predicts New-Onset Type

2 Diabetes Idependently of Classical Risk Factors, Metabolic Syndrome, and C-Reactive Protein in the West of Scotland Coronary Prevention Study.

Scotland, U.K.: University of Glasgow. Available from:

[Accessed 2 April 2010]

Schteingart, D.E., 2005. Pankreas: Metabolisme Glukosa dan Diabetes Melitus. In: Hartanto, H., Susi , N., Wulansari, P. dan Mahanani, D.A., eds. Patofisiologi:

Konsep Klinis Proses-proses Penyakit, vol.2. Edisi 6. Jakarta:EGC, 1259-

1272.

Suyono, S., 2006. Diabetes Melitus di Indonesia. Dalam: Sudoyo,Aru W., et al., ed.

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Jilid III, Edisi IV. Jakarta: Departemen Ilmu

Penyakit Dalam Fakultas Kdokteran Universitas Indonesia, 1852-1856.

Suyono,S., 2004. Kecenderungan Peningkatan Jumlah Penyandang Diabetes. Dalam: Soegondo, S., Soewondo P., Subekti, I., ed. Penatalaksanaan Diabetes

Melitus Terpadu. Jakarta: Balai Penerbit FKUI, 1-5.

Tushuizen, M.E., et al. 2008. Lack of association of liver fat with model parameters

of b-cell function in men with impaired glucose tolerance and type 2 diabetes.

Padowa, Italy: Department of Endocrinology/Diabetes Centre. Available from:

Wallace, T.M., et al., 2007. Relationship of Liver Enzymes to Insulin Senstivity and

Intra-Abdominal Fat. Washington : University of Washington. Available

from:

[Accessed

West, J., et al., 2006. Elevated serum alanine transaminase in patients with type 1 or

type 2 diabetes mellitus. Nottingham,U.K.. Available from:

2010]

WHO (World Health Organization), 1980. Dalam: Sudoyo,Aru W., et al., ed. Buku

Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Jilid III, Edisi IV. Jakarta: Departemen Ilmu

LAMPIRAN 1

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama : Yohannes Nauman

Tempat/tanggal lahir : Medan, 28 Agustus 1989 Agama : Kristen Protestan

Orangtua : dr. Arlen Saragi dr. Marikke Pakpahan Riwayat pendidikan : TK Fajar Medan

Sekolah Dasar St. Antonius 4 Medan Sekolah Menengah Pertama St. Thomas 1 Medan

Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Medan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

LAMPIRAN 2 HASIL ANALISIS SPSS

Tabel 1. Crosstabs

Case Processing Summary

Cases

Valid Missing Total

N Percent N Percent N Percent

jenis kelamin * umurDM 24 100.0% 0 .0% 24 100.0%

jenis kelamin * umurDM Crosstabulation

Count

umurDM

Total

<30 30-60 >60

jenis kelamin pria 0 5 2 7

wanita 1 8 8 17

Total 1 13 10 24

Tabel 2. Crosstabs

Case Processing Summary

Cases

Valid Missing Total

N Percent N Percent N Percent

jenis kelamin * SGOTpas Crosstabulation

SGOTpas

Total

≤40 >40

jenis kelamin pria Count 6 1 7

% within SGOTpas 30.0% 25.0% 29.2% wanita Count 14 3 17 % within SGOTpas 70.0% 75.0% 70.8% Total Count 20 4 24 % within SGOTpas 100.0% 100.0% 100.0% Tabel 3. Crosstabs

Case Processing Summary

Cases

Valid Missing Total

N Percent N Percent N Percent

jenis kelamin * SGPTpas 24 100.0% 0 .0% 24 100.0%

jenis kelamin * SGPTpas Crosstabulation

SGPTpas

Total

≤35 >35

jenis kelamin pria Count 7 0 7

% within SGPTpas 33.3% .0% 29.2%

wanita Count 14 3 17

% within SGPTpas 66.7% 100.0% 70.8%

Total Count 21 3 24

Tabel 4. Crosstabs

Case Processing Summary

Cases

Valid Missing Total

N Percent N Percent N Percent

jenis kelamin * Tripas 24 100.0% 0 .0% 24 100.0%

jenis kelamin * Tripas Crosstabulation

Tripas

Total

≤199 >199

jenis kelamin pria Count 5 2 7

% within Tripas 35.7% 20.0% 29.2% wanita Count 9 8 17 % within Tripas 64.3% 80.0% 70.8% Total Count 14 10 24 % within Tripas 100.0% 100.0% 100.0% Tabel 5. Crosstabs

Case Processing Summary

Cases

Valid Missing Total

N Percent N Percent N Percent

umurDM * SGOTpas Crosstabulation SGOTpas Total ≤40 >40 umurDM <30 Count 1 0 1 % within SGOTpas 5.0% .0% 4.2% 30-60 Count 10 3 13 % within SGOTpas 50.0% 75.0% 54.2% >60 Count 9 1 10 % within SGOTpas 45.0% 25.0% 41.7% Total Count 20 4 24 % within SGOTpas 100.0% 100.0% 100.0% Tabel 6. Crosstabs

Case Processing Summary

Cases

Valid Missing Total

N Percent N Percent N Percent

umurDM * SGPTpas 24 100.0% 0 .0% 24 100.0%

umurDM * SGPTpas Crosstabulation

SGPTpas Total ≤35 >35 umurDM <30 Count 1 0 1 % within SGPTpas 4.8% .0% 4.2% 30-60 Count 11 2 13 % within SGPTpas 52.4% 66.7% 54.2% >60 Count 9 1 10 % within SGPTpas 42.9% 33.3% 41.7% Total Count 21 3 24 % within SGPTpas 100.0% 100.0% 100.0%

Tabel 7. Crosstabs

Case Processing Summary

Cases

Valid Missing Total

N Percent N Percent N Percent

umurDM * Tripas 24 100.0% 0 .0% 24 100.0%

umurDM * Tripas Crosstabulation

Tripas Total ≤199 >199 umurDM <30 Count 1 0 1 % within Tripas 7.1% .0% 4.2% 30-60 Count 8 5 13 % within Tripas 57.1% 50.0% 54.2% >60 Count 5 5 10 % within Tripas 35.7% 50.0% 41.7% Total Count 14 10 24 % within Tripas 100.0% 100.0% 100.0% Tabel 8. Crosstabs

Case Processing Summary

Cases

Valid Missing Total

N Percent N Percent N Percent

Tripas * SGOTpas Crosstabulation Count SGOTpas Total 40 >40 Tripas ≤199 12 2 14 >199 8 2 10 Total 20 4 24 Chi-Square Tests Value df Asymp. Sig. (2- sided) Exact Sig. (2- sided) Exact Sig. (1- sided) Pearson Chi-Square .137a 1 .711 Continuity Correctionb .000 1 1.000 Likelihood Ratio .136 1 .713

Fisher's Exact Test 1.000 .563

Linear-by-Linear Association .131 1 .717

N of Valid Cases 24

a. 2 cells (50.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 1.67. b. Computed only for a 2x2 table

Tabel 9. Crosstabs

Case Processing Summary

Cases

Valid Missing Total

N Percent N Percent N Percent

Tripas * SGPTpas Crosstabulation Count SGPTpas Total ≤35 >35 Tripas ≤199 13 1 14 >199 8 2 10 Total 21 3 24 Chi-Square Tests Value df Asymp. Sig. (2- sided) Exact Sig. (2- sided) Exact Sig. (1- sided) Pearson Chi-Square .882a 1 .348 Continuity Correctionb .098 1 .754 Likelihood Ratio .872 1 .350

Fisher's Exact Test .550 .371

Linear-by-Linear Association .845 1 .358

N of Valid Cases 24

a. 2 cells (50.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 1.25. b. Computed only for a 2x2 table

MASTER DATA

MR Jenis

Kelamin Umur Suku SGOT SGPT Kolesterol Trigliserida HDL LDL

376341 pria 44 Batak 40.9 19 145 64 92 20 378465 pria 48 JKS 14 14 223 92 36 69 381757 pria 80 - 31 29 143 447 11 116 365301 pria 45 Karo 24 11 216 447 11 162 390479 pria 61 - 13 23 78 128 19 33 279206 pria 48 Mandailing 8 17 221 88 37 161 400999 pria 51 - 19 17 103 128 14 38 379573 wanita 64 Batak 49 14 152 198 38 83 380552 wanita 70 Batak 13 12 178 260 26 123 378607 wanita 78 - 10 14 163 90 34 131 333227 wanita 57 Karo 29 30 160 139 51 82 382472 wanita 82 Batak 40 59 126 68 55 99 374988 wanita 44 - 11 10 203 327 23 127 383505 wanita 57 - 8 14 214 315 2.2 159 386392 wanita 48 Batak 62 41 284 200 46 240 37035 wanita 56 Simalungun 12 12 337 194 40 238 392069 wanita 71 Batak 10 14 135 267 9 73 389697 wanita 68 Karo 28 11 182 96 36 128 391038 wanita 58 - 21 29 125 78 29 80 393940 wanita 49 - 12 13 189 113 33 121 394983 wanita 69 - 17 18 144 218 13 75 12757 wanita 65 Batak 24 20 206 228 20 140 404279 wanita 22 - 20 10 142 108 18 103 408517 wanita 56 Jawa 82 47 169 255 20 69

Dokumen terkait