• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.5 Pembahasan

Dalam pembahasan ini peneliti akan membahas tentang Disiplin Kerja Pegawai Negeri Sipil Di Kantor Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kota Cilegon. Dapat diketahui bahwa pendisiplinan pegawai negeri sipil sangatlah perlu dilakukan saat ini. Mengingat hal tersebut berpengaruh langsung terhadap kinerja pegawai negeri sipil dan citra bagi instansi terkait.

Secara umum pendisiplinan merupakan usaha-usaha untuk menanamkan nilai ataupun pemaksaan agar pegawai negeri sipil memiliki kemampuan untuk mentaati sebuah peraturan. Tidak terkecuali di Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kota Cilegon yang dimana aparatur pemerintah dituntut bekerja

lebih profesional, bermoral dan beretika dalam mendukung pelayanan terhadap masyarakat. Bukan tidak mungkin jika pegawai negeri sipil di DISPERINDAGKOP Kota Cilegon menjalankan tugasnya dengan baik maka tujuan aparatur negara akan berjalan dengan baik.

Dengan adanya penerapan yang baik memungkinkan akan meningkatkan disiplin kerja pegawai negeri sipil. Hal-hal yang menjadi penghambat dalam penerapan disiplin kerja pegawai negeri sipil akan dicarikan solusinya dan segera diselsaikan masalahnya oleh Dinas terkait. Dan disiplin kerja pegawai sangat penting karena menjadi tolak ukur dari keberhasilannya sebuah organisasi. Dengan adanya kedisiplinan pada seorang pegawai negeri sipil maka cita-cita pembangunan akan berjalan dengan baik dan sempurna, dan sebalikya jika penerapan disiplin disalah gunakan tentuya sulit mencapai pemerintah yang baik dan kondusif. Sedangkan menurut Hasibuan terdapat 8 indikator yang mempengaruhi suatu kedisiplinan kerja pegawai, antara lain :

1. Tujuan dan kemampuan

Berdasarkan teori yang digunakan oleh peneliti dengan menggunakan teori dari Hasibuan, dari poin ini dimana tujuan dan kemampuan ikut mempengaruhi sikap kedisiplinan pegawai. Tujuan yang akan dicapai harus jelas dan ditetapkan secara ideal serta cukup menantang bagi kemampuan pegawai. Hal ini berarti bahwa tujuan (pekerjaan) yang dibebankan kepada pegawai harus sesuai dengan kemampuan pegawai yang bersangkutan, agar dapat bekerja dengan sungguh-sungguh dan disiplin dalam pekerjaannya.

Tujuan dan kemampuan pegawai di DISPERINDAGKOP Kota Cilegon sudah berjalan dengan baik dengan berpacu pada visi dan misi organisasi instansi tersebut. Akan tetapi visi dan misi tidak akan berjalan dengan baik jika tidak dibarengi dengan kemampuan pegawai. Kemampuan pegawai di Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kota Cilegon berdasarkan dari hasil penelitian masih banyak pegawai negeri sipil yang belum sesuai dengan latar belakang pendidikanya, sehingga para pegawai diusahakan untuk bisa menyelesaikan tugas pekerjaanya walaupun tidak sesuai dengan tupoksi.

Walaupun latar belakang pendidikan pegawai tidak sesuai dengan tugas pekerjaanya, pegawai bisa dan mampu mengerjakan serta dapat melaksanakan pekerjaan dengan sebaik-baiknya serta mampu memberikan servis yang maksimum kepada pihak tertentu yang berkepentingan dengan pegawai yang lainnya, sesuai dengan bidang pekerjaa yang diberikan kepadanya.

2. Teladan pimpinan

Berdasarkan teori yang digunakan oleh peneliti, pada poin ini teladan pimpinan. Teladan pimpinan sangat berperan dalam menentukan kedisiplinan pegawai, karena pimpinan dijadikan teladan dan panutan oleh para bawahannya. Pimpinan harus memberikan contoh yang baik, berdisiplin baik, jujur, adil, serta sesuai kata dengan perbuatan.

Pimpinan di DISPERINDAGKOP Kota Cilegon sudah memberikan contoh dengan baik, misalnya pimpinan selalu menyempatkan untuk memberikan arahan kepada pegawai, baik ketika sedang rapat maupaun sedang melaksanakan apel

pagi. Pernyataan ini dibenarkan oleh pegawai di DISPERINDAGKOP Kota Cilegon, bahwa pimpinan sudah memberikan arahan dengan baik baik ketika sedang rapat maupun sedang apel pagi.

Sehingga pegawai akan memperhatikan sikap dan perilaku pimpinan yang kemudian akan diikuti oleh bawahannya. Bahkan beberapa pegawai sudah mengetahui kewajiban dan larangan yang terdapat pada pasal 3 dan pasal 4 PP No 53 Tahun 2010. Dengan teladan pimpinan yang baik, kedisiplinan bawahan pun akan baik. Jika teladan pimpinan kurang baik (kurang berdisiplin, para bawahan pun akan kurang disiplin.

3. Balas jasa

Berdasarkan teori yang digunakan oleh peneliti dengan menggunakan teori dari Hasibuan, dari poin balas jasa. Balas jasa ikut mempengaruhi kedisiplinan pegawai karena balas jasa memberikan kepuasan dan kecintaan pegawai terhadap pekerjaannya. Jika kecintaan pegawai semakin baik terhadap pekerjaan, kedisiplinan mereka akan semakin baik pula.

Balas jasa di DISPERINDAGKOP Kota Cilegon tidak diterapkan karena sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, bahwa kenaikan gaji maupun reward sudah diatur oleh pemerintah bukan dari pimpinan maupun intansi terkait. Tidak adanya reward atau kenaikan memang akan sedikit berpengaruh menurunya kedisiplinan pegawai karena tidak adanya pemacu atau penyemangat dalam pekerjaan. Bahkan pegawai mengaku tidak bisa mencukupi kebutuhan hidupnya jika hanya mengandalkan gaji sebagai pegawai.

Balas jasa berperan penting untuk menciptakan kedisiplinan pegawai. Artinya semakin besar balas jasa, semakin baik kedisiplinan pegawai. Sebaliknya apabila balas jasa kecil, kedisiplinan pegawai menjadi rendah. Pegawai sulit untuk berdisiplin baik selama kebutuhan-kebutuhan primernya tidak terpenuhi dengan baik.

4. Keadilan

Berdasarkan teori yang digunakan oleh peneliti dengan menggunakan teori dari Hasibuan, dari poin keadilan ini keadilan ikut mendorong terwujudnya kedisiplinan pegawai, karena ego dan sifat manusia yang selalu merasa dirinya penting, dan minta diperlakukan sama dengan manusia lainnya.

Begitu pun dengan keadilan pimpinan di DISPERINDAGKOP Kota Cilegon bahwa pimpinan sudah bersikap adil, Pimpinan di DISPERINDAGKOP Kota Cilegon tidak hanya meminta pegawainya selalu wajib mengikuti apel pagi, tetapi sebagai pimpinan pun harus ikut serta dalam kegiatan rutin tersebut, karena hal ini akan menimbulkan rasa sikap adil terhadap pegawai. Pimpinan tidak hanya memperingatkan secara teori saja tapi pimpinan pun bisa membuktikan sendiri secara prakteknya.

Hal ini diterapkan kepada seluruh pegawai di Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kota cilegon, setiap tindakan pimpinan selalu ingin yang terbaik, karena pimpinan merupakan cerminan untuk pegawainya. Jika pimpinannya sudah bersikap adil maka secara langsung pegawainya pun akan bersikap adil kepada pegawai yang lainnya. Oleh karena itu pimpinan harus terus

selalu bersikap adil kepada pegawainya agar pegawai selalu merasa dihargai dan tidak ada kecemburuan sosial antar pegawai dan pimpinan.

5. Waskat

Berdasarkan teori yang digunakan oleh peneliti dengan menggunakan teori dari Hasibuan. dari poin waskat ini, tindakan nyata dan paling efektif dalam mewujudkan kedisiplinan pegawai. Dengan waskat berarti atasan harus aktif dan langsung mengawasi perilaku, moral, sikap, gairah kerja dan prestasi kerja bawahannya. Hal ini berarti pimpinan harus selalu hadir ditempat kerja agar dapat mengatasi dan memberikan petunjuk jika ada bawahannya yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan pekerjaannya.

Pengawasan pimpinan terhadap pegawai di DISPERINDAGKOP Kota Cilegon menurut pimpinan dan pegawainya sudah berjalan dengan baik, ini terlihat ketika pimpinan rutin melakukan pengecekan absensi pegawai, mengecek hasil kerja pegawainya tiap minggunya. dan pimpinan sering memberikan masuka akan pentingnya apel pagi bagi pegawai serta mengecek absensi ketika apel pagi.

Jika pengwasan yang dilakukan pimpinan rutin maka kedisiplinan pegawai dalam bekerja akan lebih baik dan jika sebaliknya pimpinan tidak rutin dalam melakukan pengawasan maka pegawai akan sering melakukan tindakan indisipliner. Waskat yang efektif merangsang kedisiplinan dan moral kerja pegawai. Pegawai merasa mendapat perhatian, bimbingan, petunjuk, pengarahan dan pengawasan dari pimpinan.

6. Sanksi Hukuman

Berdasarkan teori yang digunakan oleh peneliti dengan menggunakan teori dari Hasibuan, dari poin ini, sanksi hukuman di Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Kota Cilegon diterapkan dengan baik. Menurut pimpinan dan pegawainya, misalnya jika ada salah seorang pegawai negeri sipil di DISPERINDAGKOP Kota Cilegon yang tidak mengikuti apel pagi akan diberikan sanksi yang tidak terlalu berat.

Sanksi hukuman yang diberikanpun sesuai dengan peraturan pemerintah No. 53 Tahun 2010 tentang disiplin pegawai negeri sipil, hukuman disiplin yang diberikan dibagi menjadi tiga bagian, yaitu hukuman disiplin ringan, disiplin sedang dan disiplin berat, yakni sanksi hukuman berupa teguran lisan maupun tulisan untuk pegawai negeri sipil yang indisipliner dan sanksi hukuman sampai sanksi berupa pemberhentian tidak dengan hormat.

Sanksi hukuman yang diberikan untuk pegawai yang tidak masuk kerja selama mulai dari 5 hari sampai kurang lebih 40 hari dengan tanpa alasan yang sah, dan sanksi hukuman yang diberikkan untuk pegawai indisipliner ditindak secara berjenjang. Hal ini bermaksud agar pegawai tidak melakukan indisipliner. Dengan sanksi hukuman yang semakin berat, pegawai akan semakin takut melanggar peraturan pemerintahan, sikap, dan perilaku indisipliner pegawai akan berkurang.

7. Ketegasan

Berdasarkan teori yang digunakan oleh peneliti dengan menggunakan teori dari Hasibuan, dari poin ini. Ketegasan pimpinan di DISPERINDAGKOP Kota Cilegon dapat digambarkan bahwa pimpinan sudah bersikap tegas pada pegawai. Permyataam tersebut dibenarkan oleh salah satu pegawai di DISPERINDAGKOP Kota Cilegon, bahwa pimpinan sikap ketegasan pimpinan salah satunya adalah memberlakukan aturan wajib datang tepat pada waktunya, dan pulang sesuai dengan jadwalnya. Namun ketegasan pimpinan kadang tidak dihargai atau tidak di dengarkan oleh sebagian pegawai, contohnya salah satu pegawai yang tidak menghargai pimpinan, menelepon disaat jam bekerja.

Ketegasan pimpinan dalam melakukan tindakan akan mempengaruhi kedisiplinan pegawai. Pimpinan harus berani dan tegas bertindak untuk menghukum setiap pegawai yang indisipliner sesuai dengan sanksi hukuman yang telah ditetapkan. Pimpinan yang berani menindak tegas menerapkan hukuman bagi pegawai yang indisipliner akan disegani dan diakui kepemimpinannya oleh bawahannya. Dengan demikian pimpinan akan memelihara kedisiplinan pegawainya.

8. Hubungan Kemanusiaan

Berdasarkan teori yang digunakan oleh peneliti dengan menggunakan teori dari Hasibuan, dari poin hubungan kemanusiaan, pimpinan harus terus berusaha menciptakan suasana kemanusiaan yang serasi serta memikat diantara semua

pegawainya. Terciptanya human relationship yang serasi akan mewujudkan lingkungan dan suasana kerja yang nyaman.

. Hubungan kemanusiaan Pegawai ataupun pimpinan di DISPERINDAGKOP Kota Cilegon saling berhubungan dengan baik, dengan begitu pegawai dan pimpinan yang terjalin harmonis secara tidak langsung berakibat pada makin meningkatnya kedisiplinan pegawai, sehingga pegawai akan selalu senantiasa melakukan yang terbaik bagi instansinya.

Berdasarkan hasil wawancara dan penelitian yang dilakukan, bahwa Disiplin Kerja Pegawai Negeri Sipil di Kantor Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kota Cilegon dinilai cukup baik dengan beberapa indikator yang terpenuhi. Hal ini akan memotivasi kedisiplinan yang baik. Jadi kedisiplinan pegawai akan tercipta apabila hubungan kemanusiaan berjalan dengan baik.

Tabel 4.4

Rekapitulasi Temuan Lapangan

Indikator Hasil Penelitian Kesimpulan

Tujuan dan

Kemampuan i. Tujuan Perindustrian, Perdagangan dan PNS di Dinas Koperasi Kota Cilegon sudah berjalan sesuai dengan visi misi di dinas tersebut.

ii. Latar belakang pendidikan PNS di Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kota Cilegon belum sesuai dengan Tupoksinya.

Baik

Teladan Pimpinan 1. Pimpinan di Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi kota Cilegon sudah memberikan contoh yang baik terhadap pegawainya, salah satunya dengan pimpinan rajin mengikuti apel.

Baik

Balas Jasa 1. Balas jasa di Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kota Cilegon tidak dijalan dengan baik dimana pegawai yang berdisiplin baik tidak diberikan reward oleh pimpinan.

Belum baik

Keadilan 1. Pimpinan di Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kota Cilegon sudah adil dalam kebijakanya, dimana pimpinan tidak membeda-bedakan pemberian tugas kepada pegawainya.

Baik

Pengawasan

Melekat 1. Pimpinan di Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi kota Cilegon sudah mengawasi pegawainya dengan melekat, dimana seorang pimpinan sering mengawasi pegawainya dalam melakukan tugas pekerjaanya.

Baik

Sanksi Hukuman 1. Sanksi hukuman bagi pegawai yang indisipliner di Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kota Cilegon sudah diterapkan dengan baik, serta berpacu pada peraturan pemerintah.

Baik

Ketegasan 1. Pimpinan di Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi kota Cilegon sudah mempunyai sifat yang tegas terhadap pegawainya salah satunya dengan memberlakukan sanksi hukuman

bagi pegawai yang melakukan tindakan indisipliner.

Hubungan

Kemanusiaan 1. Hubungan kemanusiaan di Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kota Cilegon sudah diterapkan dengan baik, dimana pimpinan di dinas tersebut menjalin hubungan baik dengan para pegawainya.

152

Pada penelitian ini menggunakan teori Hasibuan (2007: 193). Dimana teori menjelasakan bahwa kedisiplinan harus di tegakan dalam suatu organisasi publik. Tanpa dukungan disiplin pegawai yang baik, sulit bagi organisasi untuk mewujudkan visi misinya. Jadi, kedisiplinan adalah kunci keberhasilan suatu organisasi dalam mencapai tujuanya. Maka kriteria yang dipakai dalam disiplin kerja tersebut dapat di kelompokan menjadi beberapa indikator yaitu adalah Tujuan dan kemampuan, Teladan pimpinan, Balas jasa, Keadilan, Waskat, Sanksi hukuman, Ketegasan dan Hubungan kemanusiaan. Kesimpulanya dari hasil penelitian menunjukan bahwa Disiplin kerja pegawai negeri sipil di Kantor Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kota Cilegon sudah berjalan dengan baik. Hal ini berkaitan dengan disiplin kerja pegawai tersebut dapat dikelompokan dari teori yang digunakan, yaitu teori disiplin. Adapun indikator-indikatornya yaitu :

1. Tujuan PNS di Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kota Cilegon sudah berjalan sesuai dengan visi misi di dinas tersebut.

2. Pimpinan di Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi kota Cilegon sudah memberikan contoh yang baik terhadap pegawainya, salah satunya dengan pimpinan rajin mengikuti apel.

3. Pimpinan di Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kota Cilegon sudah adil dalam kebijakanya, dimana pimpinan tidak membeda-bedakan pemberian tugas kepada pegawainya

4. Pimpinan di Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi kota Cilegon sudah mengawasi pegawainya dengan melekat, dimana seorang pimpinan sering mengawasi pegawainya dalam melakukan tugas pekerjaanya

5. Sanksi hukuman bagi pegawai yang indisipliner di Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kota Cilegon sudah diterapkan dengan baik, serta berpacu pada peraturan pemerintah

6. Pimpinan di Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi kota Cilegon sudah mempunyai sifat yang tegas terhadap pegawainya salah satunya dengan memberlakukan sanksi hukuman bagi pegawai yang melakukan tindakan indisipliner.

7. Hubungan kemanusiaan di Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kota Cilegon sudah diterapkan dengan baik, dimana pimpinan di dinas tersebut menjalin hubungan baik dengan para pegawainya.

Dilihat dari seluruh indikator maka dapat disimpulkan bahwa Disiplin kerja pegawai negeri sipil di kantor Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kota Cilegon sudah berjalan dengan baik.

5.2 Saran

Berdasarkan dari hasil penelitian ini mengemukakan saran yang berkaitan dengan disiplin kerja pegawai negeri sipil di Kantor Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kota Cilegon yaitu :

1. Pegawai negeri sipil di Dinas Perindutrian, Perdagangan dan Koperasi Kota Cilegon tugas dan fungsinya masih belum sesuai dengan latar belakang pendidikanya. Walaupun pegawai negeri sipil di Dinas Perindustrian, Perdangan dan Koperasi Kota Cilegon menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik, tetap akan lebih lagi jika pegawai negeri sipil diberikan tugas dan fungsinya sesuai dengan latar belakang pendidikanya. 2. Ada beberapa pegawai negeri sipil di Dinas Perindustrian, Perdagangan

dan Koperasi Kota Cilegon selalu taat mematuhi peraturan seperti pegawai prestasi, rajin mengkuti apel pagi, datang tepat waktu dan pulang sesuai dengan jam pulangnya. Disiplin pegawai negeri sipil seperti ini harusnya diberikan apresiasi sehingga pegawai negeri sipil akan lebih merasa dihargai dan maksimal lagi dalam bekerja.

154

Yogyakarta: BPFE

Hasibuan, Malayu. 2002. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta : Bumi Aksara Aksara

2007. Manajemen Sumber Jaya Manusia edisi revisi. Jakarta : Bumi Aksara Aksara

Irawan, Prasetya. 2005. Materi Pokok Penelitian Adminstrasi. Jakarta: Universitas Terbuka.

Lateiner, Alfred R. 1983. Teknik Memimpin Pegawai dan Pekerja. Dalam Imam Soedjono. Jakarta : Aksara Baru

Mangkunegara, A.A. Anwar Prabu. 2001. Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Bandung : Remaja Rosdakarya.

Miles, Matthew dan Michael Hubeman. 2009. Analisis Data Kualitatif ( Buku SumbermTentang Metode-metode Baru ). UI Press : Jakarta Moleong, Lexy. 2006. Metode Penelitian Kualitatif Edisi Revisi. Bandung: PT.

Remaja Rosdakarya.

Muchhadarsyah, Sinungan. 2005. Produktivitas Apa dan Bagaimana. Jakarta: Angkasa Persada.

Prijodarminto, Soegeng. 1992. Disiplin Kiat Menuju Sukses. Jakarta : Pradnya Paramita.

Sastrohadiwiryo, B. Siswanto. 2003. Manajemen Tenaga Kerja indonesia Pendekatan Administrasi dan Operasional. Jakarta : Bumi Aksara.

Sedarmayanti. 2010. Manajemen Sumber daya Manusia, Reformasi Birokrasi, dan Manajemen Pegawai Negeri Sipil. Bandung : Refika Aditama.

Sugiyono. 2005. Metode Penelitian Administrasi. Bandung : Alfabet.

Sutrisno, Edy. 2011. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta : Kencana Prenada Media Group.

Widodo, D.S 1991. Pokok-pokok Pengertian Ilmu Administrasi Kepegawaian. Jakarta : Ghalia.

Yuniarsih, Tjutju. 2009. Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung : Alfabeta.

Dokumen

Undang- undang No 43 Tahun 1999 tentang Pokok-pokok Kepegawaian

Peraturan Pemerintah No 42 Tahun 2004 tentang Pembinaan Jiwa Korps dan Kode etik pegawai negeri sipil.

Peraturan Pemerintah No 53 Tahun 2010 tentang Disiplin pegawai.

Peraturan pemerintah No 30 Tahun 1980 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

Sumber lain

http://contohdanfungsi.blogspot.com/2012/10/pengertian-pegawai.html diunduh pada tanggal 3 agustus 2015 pada pukul 13.30

http://nanangbudianas.blogspot.com/2013/02/pengertian-pegawai.html diunduh

pada tanggal 3 agustus 2015 pada pukul 13.46

http://najasmileforyou.blogspot.com/2013/05/manajemen-sumber-daya-manusia-disilpin.html diunduh pada tanggal 13 agustus 2015 pada pukul 20.11

http://disperindagkop.cilegon.go.id/index.php/profil/visi-dan-misi diunduh pada tanggal 19 agustus 2015 pada pukul 11.00

Penelitian ini dilaukan dalam rangka penyusunan skripsi serta sebagai salah satu syarat untuk menempuh ujian sarjana Program Studi Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Untuk memperoleh data yang diperlukan dan berkaitan dengan topik permasalahan penelitian, maka disusunlah pedoman wawancara seperti dibawah ini. Penelitian akan menjadi kerehasiaan informan dalam penelitian ini.

Informan :

a. Sekretaris Dinas

b. Kasubag Umum dan Kepegawaian c. Kabid Pertambangan dan Energi d. Kabid Perindsutrian

e. Staf Pegawai di Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi.

Pertanyaan I1-1 – I1-4

1. Tujuan dan Kemampuan

a. Bagaiaman kemampuan pegawai dalam bekerja? b. Apakah pegawai harus memilki tujuan dalam bekerja?

b. Apakah pimpinan sudah mencontohkan disiplin yang baik kepada pegawai?

c. Apakah pimpinan sudah menerapkan disiplin dengan baik?

3. Balas Jasa

a. Apakah pimpinan memberikan hadiah atau reward kepada pegawai yang berprestasi?

b. Apakah ada kenaikan gaji atau kesejahteraan bagi pegawai yang berdisiplin dengan baik?

4. Keadilan

a. Apakah tindakan pimpinan terhadap pegawai sudah obyektif? 5. Pengawasan Melekat

a. Apakah pimpinan mengontrol langsung kegiatan bekerja para pegawai?

b. Bagaimana pimpinan berperan aktif dalam menyampaikan pentingnya disiplin dalam suatu oorganisasi?

c. Apakah pimpinan berperan aktif dalam meningkatkan disiplin kerja?

pemerintah yang sudah ditetapkan? 7. Ketegasan

a. Apakah pimpinan dalam suatu organisasi perlu bersikap tegas? b. Bagaimana bentuk ketegasan yang diberikan pimpinan kepada

bawahanya?

c. Apakah pimpinan selalu menegur dan memberikan sanksi dengan tegas pegawai yang melanggar indisipliner?

8. Hubungan Kemanusaiaan

a. Bagaimana cara pimpinan dalam menjalin sikap dan perbuatan yang harmonis kepada bawahanya?

Pertanyaan I2-1 – I2-5

1. Tujuan dan kemampuan

a. Apakah latar belakang pendidikan anda sudah disesuaikan dengan penempatan kerja anda saat ini?

b. Bagaimana dengan inisiatif anda didalam menyelesaikan pekerjaan? 2. Teladan Pimpinan

a. Apakah pimpinan sudah menerapkan disiplin dengan baik? b. Apakah pimpinan sudah memberikan contoh disiplin yang baik?

b. Apakah ada kenaikan gaji atau kesejahteraan bagi pegawai negeri sipil yang berprestasi?

4. Keadilan

a. Apakah tindakan pimpinan terhadap pegawai negeri sipil sudah obyektif?

b. Apakah pimpinan ditempat anda bekerja mempunyai sikap adil dan bijaksana dalam kepemimpinanya?

5. Waskat

a. Apakah pimpinan ditempat anda bekerja selalu mengawasi pekerjaan anda?

6. Sanksi Hukuman

a. Apakah anda termasuk pegawai yang sering melakukan tindakan tidak disiplin?

b. Sanksi apa yang didapat jika anda melakukan tiindakan indisipliner? 7. Ketegasan

a. Apakah pimpinan tekgas dalam menjalankan kepemimpinanya? 8. Hubungan Kemanusiaan

a. Bagaimana dengan komunikasi anda dengan pimpinan? b. Bagaimana dengan komunikasi antar pegawai negeri sipil yang

Cilegon. Wawancara pada tanggal 13 November 2015. Jam 14.04 WIB.

P (Peneliti) : Bagaimana kemampuan pegawai dalam bekerja?

I (Informan) : Didalam melakukan aktifitas pelaksanaan pekerjaan umumnya para pegawai sudah memahami dan mampu melaksanakan pekerjaan sesuai dengan tupoksinya.

P :Apakah pegawai harus memilki tujuan dalam bekerja?

I :Di dalam melakukan aktifitas pelaksanaan pekerjaan umunya para pegawai sudah memahami dan mampu melaksanakan pekerjaan sesuai dengan tupoksinya serta mempunyai tujuan dalam bekerja karenanya untuk mencapai sebuah organisasi yang baik maka dibutuhkan pegawai yang berdisiplin dalam melakukan pekerjaanya:.

P : Apakah kemampuan SDM pegawai disesuaikan dengan pekerjaanya? I :Walaupun latar belakang pendidikan pegawai tidak sesuai dengan

pekerjaan namun dikarenakan sudah merupakan tugas dan tuntutan organisasi semua pekerjaan dapat diselesaikan dengan cukup baik. P :Sejauh mana pimpinan memiliki inisiatif untuk memberikan arahan

P :Apakah pimpinan sudah mencontohkan disiplin yang baik kepada pegawai?

I :Pada intinya pimpinan selalu memberikan contoh disiplin yang tegas terhadap semua pegawai

P :Apakah pimpinan memberikan hadiah atau reward kepada pegawai yang berprestasi?

I : Tidak ada reward atau hadiah tertentu karena hal tersebut telah diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.

P : Apakah tindakan pimpinan terhadap pegawai sudah obyektif?

I :Tindakan pimpinan sudah obyektif karena selalu berkonsultasi dengan atasan pegawai yang bersangkutan.

P :Apakah ada kenaikan gaji atau kesejahteraan bagi pegawai yang berdisiplin dengan baik?

I :Kenaikan gaji sudah diatur dalam peraturan Pemerintah tentang

Dokumen terkait