BAB V PENUTUP
B. Saran
Dengan kerendahan dan keikhlasan hati, saran yang peneliti ajukan
mudah-mudahn menjadi perhatian. Saran yang peneliti ajukan adalah :
1. Kepada guru seyogyanya lebih meningkatkan profesionalisme dalam
KBM.
2. Guru seyogyanya lebih memvariasikan metode dalam pembelajaran agar
siswa lebih berpartisipasi aktif dan kreatif dalam mengikuti kegiatan
pembelajaran.
3. Guru seyogyanya lebih memperhatikan karakteristik siswanya dan
menggali potensi serta bakat minat yang ada dalam dirinya agar lebih
mudah dalam menyampaikan materi sesuai dengan kemampuan serta
karakteristik yang dimilikinya agar hasil belajarnya juga lebih baik.
4. Guru seyogyanya tidak membeda-bedakan antara siswa yang memiliki
kemampuan lebih dengan siswa yang memiliki kemampuan rendah dan
selalu memotivasi siswa untuk lebih bersungguh-sungguh dalam belajar.
5. Kepada lembaga pendidikan, seyogyanya lebih meningkatkan sarana dan
prasarana pendidikan disekolah agar dapat membantu proses dinamika
DAFTAR PUSTAKA
Aminuddin, dkk. 2014. Pendidikan Agama Islam untuk Perguruan Tinggi Umum. Bogor : Ghalia Indonesia.
Amrullah,M. 2014. Panduan Menyusun Proposal, Skripsi, Tesis & Disertasi. Yogyakarta: Smart Pustaka.
Arifah, F N. 2017. Panduan Menulis Penelitian Tindakan Kelas & Karya Tulis Ilmiah Untuk Guru. Yogyakarta : Araska.
Arikunto, S, dkk. 2009. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Bumi Aksara.
Bahri Djamarah, Syaiful & Zain, Aswan. 2014. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rienka Cipta.
Basuki, I & Hariyanto. 2014. Assessmen Pembelajaran. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.
Daud Ali, Muhammad. 2008. Pendidikan Agama Islam. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.
Gunawan, Heri. 2014. Pendidikan Islam Kajian Teoritis dan Pemikiran Tokoh. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.
Hamalik, Oemar. 2017. Proses Belajar Mengajar. Jakarta : PT Bumi Aksara
Hamruni. 2012. Strategi Pembelajaran. Yogyakarta : Insan Madani.
Karwono, H & Mularsih, Heni. 2017. Belajar dan Pembelajaran. Depok : PT Raja Grafindo Persada.
Kastolani. 2014. Model Pembelajaran Inovatif : Teori dan Aplikasi, Salatiga: STAIN Salatiga Press.
Khoiriyah. 2013. Memahami Metodologi Studi Islam (Suatu Konsep tentang Seluk Beluk Pemahaman Aajaran Islam, Studi Islam dan Isu-Isu Kontemporer dalam Studi Islam). Yogyakarta : Teras.
Kunandar. 2011. Langkah Mudah penelitian Tindakan Kelas sebagai pengembangan profesi Guru. Jakarta: PT Remaja Rodaskarya.
Lutfi, A. 2009. Pembelajaran Al-Qur‟an dan Hadits. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Departemen Agama Republik Indonesia.
Muhtalim dkk. 2007. Agama Islam Penuntun Akhlak SMP Kelas IX. Jakarta : PT Ghalia Indonesia Printing.
Mulyasa H E. 2005. Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya. Mulyasa H E. 2011. Praktik Penelitian Tindakan Kelas. Bandung : PT. Remaja
Rosda Karya.
Nata, Abuddin. 2010. Metodologi Studi Islam. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.
Rahyubi, Heri. 2014. Teori-Teori Belajar dan Aplikasi Pembelajaran Motorik Deskripsi dan Tinjauan Kritis. Bandung : Nusa Media.
Ratnawulan, Elis & Rusdiana. 2015. Evaluasi Pembelajaran. Bandung : CV Pustaka Setia.
Rusmono. 2012. Strategi Pembelajaran dengan Problem Based Learning Itu Perlu: Untuk Meningkatkan Profesionalitas Guru. Bogor : Ghalia Indonesia.
Saefullah, U. 2012. Psikologi Perkembangan dan Pendidikan. Bandung : CV Pustaka Setia.
Sam‟s, Rosma Hartiny. 2010. Model Penelitian Tindakan Kelas. Yogyakarta : Sukses Offset.
Silberman, Melvin L. 2016. Active Learning. Bandung : Nuansa Cendekia.
Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-Faktor yang mempengaruhinya. Jakarta : Rienka Cipta.
Sudjana, Nana. 2014. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung PT. Remaja Rosdakarya.
Sugiono. 2015. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
ulifan, Ahmad. 2014. Penerapan Metode Question Students Have Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Akidah Akhlak Siswa Kelas IV MI Yakti Tampingan Tegal Rejo Magelang tahun pelajaran 2014. Skripsi tidak diterbitkan. Yogyakarta : Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah.
Supridjono, Agus. 2013. Cooperative Learning. Yogyakarta : Pustaka Belajar.
Tatapangarsa, Humaidi. 1991. Akhlak Mulia. Surabaya : PT Bina Ilmu
Uno B, Hamzah & Koni. 2016. Assessment Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.
Wakhidah, Zakiatul. 2010. Peningkatan Prestasi Belajar Melalui Metode Questions Students Have Pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Bandongan Kabupaten Magelang Tahun 2010. Skripsi tidak diterbitkan. Salatiga : Studi Pendidikan Agama Islam.
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
SIKLUS I
Sekolah : MTs Negeri Salatiga
Mata Pelajaran : Al Qur‟an Hadis Kelas/Semester : VII/Tujuh/Genap/2
Materi Pokok : Sikap Toleranku Mewujudkan Kedamaian
Alokasi Waktu : 2x40 menit
A. Kompetensi Inti
KI 1 : Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
KI 2 : Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya. KI 3 : Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan
prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
KI 4 : Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.
B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
1.1 Meyakini pentingnya sikap tasamuh. 1.1.1 Membiasakan diri bersikap tasamuh
2.1. Memiliki sikap tasamuh sebagai implementasi dari pemahaman tentang isi kandungan Q.S al-Kafirun (109), Q.S al-Bayyinah (98), dan hadis tentang toleransi dalam kehidupan sehari-hari.
2.1.1 Menunjukkan sikap tasamuh sebagai implementasi dari pemahaman tentang isi kandungan Q.S al-Kafirun (109), Q.S al-Bayyinah (98), dan hadis tentang toleransi dalam kehidupan sehari-hari.
3.1. Memahami isi kandungan Q.S al-Kafirun (109) dan Q.S al-Bayyinah (98) tentang toleransi dan membangun kehidupan umat beragama dan hadis riwayat Ahmad, Turmudzi, Ibnu Hibban, Hakim, Baihaqi dari Ibnu Umar RA ( ِهِراَجِل ْمُىُزْيَخ ِالله َدْنِع ِناَزيِجْلا ُزْيَخَو ِوِثِحاَصِل ْمُىُزْيَخ ِالله َدْنِع ِباَحْصَلأا ُزْيَخ) dan hadis riwayat Muslim dari Anas bin Malik ( ِهِراَجِل َّةِحُي ىَّتَح ٌدْثَع ُنِمْؤُي َلَ ِهِدَيِت ىِسْفَن ىِذَّلاَو ِوِسْفَنِل ُّةِحُي اَم)
3.1.1 Menjelaskan pengertian fanatik 3.1.2 Menjelaskan pengertian toleransi
3.1.3 Membaca Q.S al- Kafirun (109)
3.1.4 Menerjemahkan Q.S. al- Kafirun (109)
3.1.5 Menjelaskan isi kandungan Q.S al- Kafirun (109) 4.2. Menulis hadis tentang sikap tasamuh
4.2.1 Menuliskan hadis tentang sikap tasamuh
C.Tujuan Pembelajaran
Setelah melakukan pengamatan, menanya, mengeksplorasi, mengasosiasi dan mengkomunikasi diharapkan peserta didik mampu:
1. Menjelaskan pengertian fanatik 2. Menjelaskan pengertian toleransi 3. Membaca Q.S al- Kafirun (109)
4. Menerjemahkan Q.S. al- Kafirun (109) 5. Menjelaskan isi kandungan Q.S al- Kafirun
D. Materi Pembelajaran
1. Pengertian Fanatik
Menurut KBBI, fanatik ialah teramat kuat kepercayaan (keyakinan) terhadap ajaran politik (politik, agama dan sebagainya). Dengan demikian, orang yang fanatik dalam beragama berarti memiliki keyakinan yang kuat dan mantap dalam hati terhadap agamanya. Keyakinan itu akan mempengaruhi sikap hidupnya sehari-hari.
a. Pengertian Toleransi
Menurut KBBI, toleran adalah sikap suka menenggang (menghargai, membiarkan, membolehkan) pendirian (pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, kelakuan dan sebagainya) yang berbeda atau bertentangan dengan pendiriannya sendiri. Dengan kata lain toleran yaitu memberi kebebasan kepada orang lain untuk bersikap atau berpendirian sesuai dengan keinginannya. Konsep dalam Islam yang paling dekat dari segi pengertian dengan konsep toleransi barat ialah tasamuh yang berarti sikap pemurah, penderma, dan gampangan. atau juga dapat diartikan dengan mempermudah, memberi kemurahan dan keluasan. Dalam konteks ibadah, tasamuh berarti memberi kemudahan dalam menjalankan kewajiban-kewajiban ibadah, seperti sholat jama‟ qasar dalam perjalanan ataupun tayammum jika tidak dapat menemukan air untuk berwudhu. Namun dalam hal sosial, tasamuh akan sangat bermakna bagi kehidupan manusia, karena kemudahan dan kebebasan diberikan kepada orang lain untuk berpikiran yang berbeda dengan pemikirannya, melaksanakan ibadah yang berbeda dengan ibadah yang dilakukannya. Sehingga akan terjalin kehidupan yang harmonis dan saling menghargai dan menghormati satu sama lain.
b. Lafal dan terjemahan Q.S. al- Kafirun (109)
1( Katakanlah: "Hai orang-orang kafir,
2( Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. 3( Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang Aku sembah.
4( Dan Aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, 5( Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang Aku
sembah.
6( Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku." c. Isi kandungan Q.S. al- Kafirun (109)
Isi kandungan Q.S. al- Kafirun (109)
1) Turunnya Q.S al- Kafirun dilatarbelakangi oleh ajakan kaum musyrikin Quraisy yang selalu berupaya untuk membendung dakwah Rasulullah Saw. dengan bujukan sampai dengan cara penyiksaan dan intimidasi mengalami kegagalan. Akhirnya ada gagasan untuk mengajak kompromi Rasulullah Saw. Mereka mengajak Rasulullah beserta para sahabat untuk menyembah tuhan mereka dengan cara mereka menyembah selama 1 tahun, kemudian 1 tahun berikutnya mereka bersedia untuk menyembah Allah Swt. dengan tuntunan Rasulullah.
2) Ayat-ayat dalam Q.S al- Kafirun adalah jawaban Rasulullah Saw, atas ajakan kaum Quraisy untuk bertukar keyakinan. Namun Rasulullah dengan tegas menolak dengan mengatakan “aku tidak akan menyembah apa yang
kamu sembah” dan beliaupun menyatakan bahwa mereka orang-orang kafir
3) sebagaimana yang mereka janjikan. Dan pada ayat terakhir semakin jelas sikap yang ditunjukkan Rasulullah dalam hal aqidah, bahwasannya dalam hal beribadah maka kita berhak untuk melaksanakan ajaran sesuai dengan tuntunan agama kita. Sebagaimana mereka pun bebas melaksanakan aktivitas peribadatan sesuai dengan kepercayaannya. “bagimu agamamu dan bagiku agamaku”
E. Pendekatan, Model, dan Metode Pembelajaran
Pendekatan : Saintifik
Model : Discovery Learning (penggalian informasi)
Metode : Questions Student Have (pertanyaan yang dimiliki siswa).
F. Media, Alat dan Bahan
Media : Slide Power Point, Gambar tentang hal yang berkaitan dengan materi, Kertas HVS.
Alat dan Bahan : Laptop, LCD Projector, White Board, Spidol, Bolpoin.
G. Sumber Belajar
1. Kementerian Agama Republik Indonesia. 2014. Al- Quran Hadis Mts Kelas VII (Buku Siswa) Jakarta: Kementerian Agama Republik Indonesia. (halaman 37 - 44).
2. T. Ibrahim dan H. Darsono 2014. Pemahaman Al-Qur‟an dan Hadis Kelas VII Mts. Jakarta: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri (halaman 72 – 76).
H. Langkah-Langkah Pembelajaran
Kegiatan Pendahuluan (10 menit)
a. Guru membuka pembelajaran dengan mengucap salam dan membaca basmalah bersama.
b. Guru memeriksa kehadiran peserta didik, kerapian dan kesiapan siswa serta kebersihan kelas.
d. Guru memberikan motivasi kepada siswa agar lebih giat dalam belajar. e. Guru menyampaikan materi yang akan disampaikan dan tujuan
pembelajaran.
f. Guru menyampaikan pertanyaan secara komunikatif mengenai hal yang terkait dengan materi pembelajaran.
g. Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok. 2. Kegiatan Inti (55 menit)
Mengamati :
a. Siswa mengamati penjelasan guru melalui tayangan slide power point yang telah ditampilkan tentang materi sikap toleranku mewujudkan kedamaian.
b. Siswa mengamati gambar yang berhubungan dengan materi sikap toleranku mewujudkan kedamaian.
Menanya :
a. Pendidik memberikan waktu kepada siswa untuk menanggapai/berkomentar tentang gambar yang diamati.
b. Siswa bertanya seputar hal-hal tentang materi sikap toleranku mewujudkan kedamaian.
Mengeksplorasi :
a. Peserta didik mendiskusikan tentang hal yang berkaitan dengan materi sikap toleranku mewujudkan kedamaian.
Mengasosiasi :
a. Guru membagikan kertas kosong kepada setiap peserta didik
b. Guru meminta peserta didik untuk menuliskan pertanyaan yang mereka miliki tentang materi yang sedang dipelajari pada selember kertas yang telah disediakan sebelumnya.
c. Guru meminta peserta didik untuk memutar kartu yang berisi pertanyaan itu searah jarum jam pada kelompoknya masing-masing.
d. Ketika setiap kartu diedarkan pada peserta berikutnya, siswa harus membacanya dan memberikan tanda centang pada kartu itu apabila kartu itu berisi pertanyaan yang disetujui.
e. Saat kartu kembali pada penulisnya setiap peserta berarti telah membaca seluruh pertanyaan kelompok tersebut.
Mengkomunikasikan :
a. Guru mengumpulkan kartu yang berisi pertanyaan siswa.
b. Guru meminta salah satu siswa untuk membacakan pertanyaan yang memperoleh suara terbanyak, dan menjawab pertanyaan tersebut apabila memungkinkan atau menunda jawaban pada pertemuan berikutnya.
3. Kegiatan Penutup (15 menit)
a. Guru memberikan penambahan dan penguatan kepada peserta didik tentang materi tersebut.
b. Guru dan peserta didik menyimpulkan intisari dari pelajaran tersebut. c. Guru memberikan soal post test secara tertulis.
d. Guru memberikan motivasi kepada siswa agar lebih giat dalam belajar.
e. Guru mengakhiri pelajaran salam dan bacaan hamdalah bersama.
I. Penilaian
1. Pengetahuan
a. Teknik Penilaian : Tes
b. Bentuk Instrumen : Lembar Penilaian Tertulis
No Indikator Butir Instrumen
1. Dapat menjelaskan pengertian toleransi dalam Q.S al- Kafirun
Menjelaskan pengertian toleransi dalam Q.S al-Kafirun
c. Instrumen Soal
Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan memberikan tanda (x) pada huruf a, b, c, dan d pada jawaban yang tepat!
1. Setiap orang Islam harus memiliki sikap toleran dalam beragama, yaitu…
a. menghargai pendirian
b. kuat pendirian
c. pendirian yang ragu
d. kemandirian
2. Sikap fanatik dalam beragama adalah…. a. lemah keyakinan
b. berubah sikap c. kuat kepercayaan d. permusuhan
3. Sikap toleran apabila diterapkan maka hidup akan menjadi…. a. Harmonis dan saling menghargai
b. Saling bermusuhan c. Mencela satu sama lain d. Berubah sikap dan sifat
4. Konsep dalam Islam yang paling dekat dari segi pengertian dengan konsep toleransi barat ialah….
a. Fanatik b. Istiqamah c. Optimis
5. Sikap tasamuh adalah sikap yang berarti… a. Pemurah
b. Pelit c. Egois d. Sombong
6. Surat al-Kafirun dan al- Bayinnah menjelaskan tentang sikap… a. Toleran
b. Istiqomah c. Teguh hati d. Kemandirian
7. Arti dari ayat َنوُدُبْعَت اَم ُدُبْعَأ ٓ َلاadalah….
a. dan aku tidak menjadi penyembah apa yang kamu sembah b. dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah
c. aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah d. untukmu agamamu dan untukku agamaku
8. Surat al- Kafirun ayat 6 artinya adalah…
a. aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah
b aku tidak menjadi menyembah apa yang kamu sembah
c. dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah
d. untukmu agamamu dan untukku agamaku
9. Arti dari ayat
a. dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah
b. untukmu agamamu dan untukku agamaku
d. aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah
10. Surat al-Kafirun ayat 1 artinya…
a. untukmu agamamu dan untukku agamaku
b. dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah
c. Katakanlah: "Hai orang-orang kafir”
d. aku tidak menjadi menyembah apa yang kamu sembah
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
SIKLUS II
Sekolah : MTs Negeri Salatiga
Mata Pelajaran : Al Qur‟an Hadits Kelas/Semester : VII/Tujuh/Genap/2
Materi Pokok : Sikap Toleranku Mewujudkan Kedamaian
Alokasi Waktu : 2x40 menit
a. Kompetensi Inti
KI 1 : Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
KI 2 : Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya. KI 3 : Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan
prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
KI 4 : Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.
b. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
1.2 Meyakini pentingnya sikap tasamuh. 1.1.1 Membiasakan diri bersikap tasamuh
2.1. Memiliki sikap tasamuh sebagai implementasi dari pemahaman tentang isi kandungan Q.S al-Kafirun (109), Q.S al-Bayyinah (98), dan hadis tentang toleransi dalam kehidupan sehari-hari.
2.1.1 Menunjukkan sikap tasamuh sebagai implementasi dari pemahaman tentang isi kandungan Q.S al-Kafirun (109), Q.S al-Bayyinah (98), dan hadis tentang toleransi dalam kehidupan sehari-hari.
3.1. Memahami isi kandungan Q.S al-Kafirun (109) dan Q.S al-Bayyinah (98) tentang toleransi dan membangun kehidupan umat beragama dan hadis riwayat Ahmad, Turmudzi, Ibnu Hibban, Hakim, Baihaqi dari Ibnu Umar RA ( ِهِراَجِل ْمُىُزْيَخ ِالله َدْنِع ِناَزيِجْلا ُزْيَخَو ِوِثِحاَصِل ْمُىُزْيَخ ِالله َدْنِع ِباَحْصَلأا ُزْيَخ) dan hadis riwayat Muslim dari Anas bin Malik ( ِهِراَجِل َّةِحُي ىَّتَح ٌدْثَع ُنِمْؤُي َلَ ِهِدَيِت ىِسْفَن ىِذَّلاَو ِوِسْفَنِل ُّةِحُي اَم)
3.1.6 Membaca Q.S al-Bayyinah (98)
3.1.7 Menerjemahkan Q.S al-Bayyinah (98)
3.1.8 Menjelaskan isi kandungan Q.S al-Bayyinah (98)
3.1.9 Menjelaskan keterkaitan antara Q.S al- Kafirun (109) dan Q.S al-Bayyinah (98) dalam menjaga kerukunan antar umat beragama
3.2.1 Menerapkan kandungan Q.S al- Kafirun (109) dan Q.S al-Bayyinah (98) dalam kehidupan sehari-hari
3.2.2 Menjelaskan hikmah fanatik dan toleransi dalam kehidupan sehari-hari
4.2. Menulis hadis tentang sikap tasamuh
a. Menuliskan hadis tentang sikap tasamuh
c. Tujuan Pembelajaran
Setelah melakukan pengamatan, menanya, mengeksplorasi, mengasosiasi dan mengkomunikasi diharapkan peserta didik mampu:
1. Membaca Q.S al-Bayyinah (98) 2. Menerjemahkan Q.S al-Bayyinah (98)
3. Menjelaskan isi kandungan Q.S al-Bayyinah (98)
4. Menjelaskan keterkaitan antara Q.S al- Kafirun (109) dan Q.S al-Bayyinah (98) dalam menjaga kerukunan antar umat beragama
5. Menerapkan kandungan Q.S al- Kafirun (109) dan Q.S al-Bayyinah (98) dalam kehidupan sehari-hari
6. Menjelaskan hikmah fanatik dan toleransi dalam kehidupan sehari-hari D. Materi Pembelajaran
1. Lafal dan Terjemahan Q.S al-Bayyinah (98)
a) Orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata,
b) (yaitu) seorang Rasul dari Allah (Muhammad) yang membacakan lembaran- lembaran yang disucikan (Al Quran),
c) Di dalamnya terdapat (isi) kitab-kitab yang lurus.
d) Dan tidaklah berpecah belah orang-orang yang didatangkan Al Kitab (kepada mereka) melainkan sesudah datang kepada mereka bukti yang nyata.
e) Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus.
f) Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka jahannam; mereka kekal di dalamnya. mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.
g) Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.
h) Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah syurga 'Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepadanya. yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya. 2. Isi kandungan Q.S al-Bayyinah
a) Orang-orang kafir dari golongan ahli kitab (Yahudi dan Nasrani) dan orang-orang musyrik. Mereka mengatakan tidak akan meninggalkan ajaran agama mereka sampai datang keterangan yang nyata. Keterangan itu adalah nabi akhir zaman yang mereka dambakan akan membacakan lembaran-lembaran kitab suci sebagai pedoman hidup. Dengan demikian sikap tegas mereka sebagai bukti dimilikinya fanatisme beragama.
b) Dalam lembaran lembaran yang disucikan itu terdapat kandungan kitab-kitab dari Allah yang sangat tegak, adil, dan lurus tanpa adanya kesalahan sedikitpun, karena ia berasal dari Allah.
c) Orang-orang yang menerima kitab-kitab yang diturunkan kepada umat-umat sebelum kita, dimana setelah Allah memberikan hujjah dan bukti kepada mereka, mereka malah berpecah-belah dan berselisih mengenai apa
d) yang dikehendaki Allah dari kitab-kitab mereka. Mereka mengalami banyak perselisihan.
e) Balasan dan ganjaran bagi orang kafir Ahlul kitab dan juga orang-orang musyrik yang menolak kitab-kitab Allah yang diturunkan serta menentang Nabi-nabi Allah yang diutus, bahwa pada hari kiamat kelak tempat mereka adalah neraka jahannam, mereka kekal di dalamnya, yakni tidak akan pindah dari neraka itu untuk selamanya dan Allah Ta‟ala juga menceritakan tentang keadaan orang-orang yang berbuat baik, yaitu yang beriman dengan sepenuh hati dan mengerjakan amal shalih dengan badan mereka bahwa mereka adalah sebaik-baik makhluk. Mereka akan mendapatkan balasan surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.
3. Keterkaitan Q.S al- Kafirun (109) dan Q.S al-Bayyinah (98) dalam menjaga kerukunan antar umat beragama.
Surat al-Kafirun dan surat al-Bayyinah mempunyai keterkaitan sangat erat yang saling melengkapi. Surat al-Kafirun ayat 2-5 dan al-Bayyinah ayat 1-2 sebagai landasan hukum wajibnya memiliki fanatisme atau istiqamah dalam beragama. Keyakinan telah dipilih harus diperjuangkan dengan segala kemampuan dan kekuatan. Dengan demikian, keyakinan itu tidak akan mudah goyah oleh pengaruh keyakinan lain. Keyakinan ini harus ditanamkan terhadap seluruh anggota keluarga.
Meski demikian, kita harus menyadari bahwa kita tidak hidup sendirian atau dengan sekelompok orang yang seide dengan kita. Kita hidup bersama orang lain yang memiliki keyakinan atau ide yang berbeda. Oleh karena itu, masing-masing pihak harus dapat menyesuaikan diri hidup di tengah masyarakat yang beraneka ragam. Fanatisme harus tetap dimiliki, tetapi tasamuh/toleran tidak boleh diabaikan.
4. Menerapkan kandungan Q.S al- Kafirun (109) dan Q.S al-Bayyinah (98) dalam kehidupan sehari-hari
Diantara wujud fanatisme dan tasamuh menurut kandungan surat al-Kafirun dan al-Bayyinah adalah sebagai berikut.
a. Fanatik
1) Sebagai seorang muslim, kita harus mempertahankan keyakinan sampai akhir hayat.
2) Tidak mudah terpengaruh oleh keyakinan lain karena kita yakin hanya agama Islam yang benar.
3) Tidak mengorbankan keyakinan demi keuntungan dunia karena kita tahu bahwa perbuatan itu akan membawa pada kerugian.
b. Tasamuh atau Toleran
1) Tidak memaksakan keyakinan kepada orang lain karena tidak dibenarkan oleh agama dan akal sehat.
2) Sabar dalam menghadapi sikap orang-orang yang mendustakan Islam, sebagaimana para rasul terdahulu.
3) Bersahaja dalam melaksanakan dakwah, tidak mengikuti jalan pikiran objek dakwah.
4) Bebas menjalin hubungan dengan nonmuslim selama tidak menyangkut masalah akidah dan ibadah.
5 Hikmah fantik dan toleransi dalam kehidupan sehari-hari Dampak positif sikap fanatik, yaitu
a. Memiliki keyakinan yang kuat sehingga lebih mantap dalam melaksanakan agama.
b. Memiliki harga diri sehingga diperhitungkan pihak lain c. Terpuji dalam pandangan Allah Swt.
Adapun dampak positif dari sifat toleransi, antara lain
a. Terwujudnya kehidupan masyarakat yang rukun dan damai.
b. Terwujudnya keamanan dan ketentraman hidup sesama anggota masyarakat.
c. Terpenuhinya hak-hak setiap anggota masyarakat sehingga menimbulkan kepuasan batin.
d. Menumbuhkan persatuan dan rasa kebersamaan.
E. Pendekatan, Model, dan Metode Pembelajaran
Pendekatan : Saintifik
Model : Discovery Learning (penggalian informasi)
Metode : Questions Students Have (pertanyaan yang dimiliki siswa).
F. Media, Alat dan Bahan
Media : Slide Power Point, Gambar tentang hal yang berkaitan dengan materi, Kertas HVS.
Alat dan Bahan : Laptop, LCD Projector, White Board, Spidol, Bolpoin.
G. Sumber Belajar
1. Kementerian Agama Republik Indonesia. 2014. Al- Quran Hadis Mts Kelas VII (Buku Siswa) Jakarta: Kementerian Agama Republik Indonesia. (halaman 44-45).
2. T. Ibrahim dan H. Darsono 2014. Pemahaman Al-Qur‟an dan Hadis Kelas VII Mts. Jakarta: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri (halaman 78-83).
H. Langkah-Langkah Pembelajaran
1. Kegiatan Pendahuluan (10 menit)
a. Guru membuka pembelajaran dengan mengucap salam dan membaca basmalah bersama.
b. Guru memeriksa kehadiran peserta didik, kerapian dan kesiapan siswa