• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

E. Pembahasan

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui intensitas pembelian tiket dengan fanatisme suporter PSS Sleman. Setelah melakukan analisis, ditemukan bahwa hipotesis dalam penelitian ini diterima. Berdasarkan hasil uji hipotesis dengan menggunakan Teknik korelasi Spearman’s rho, fanatisme suporter dan keputusan membeli memiliki korelasi sebesar 0.411 dengan 𝑝 (𝑝 < 0.05). Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan peneliti diterima yaitu terdapat hubungan yang positif antara intensitas pembelian tiket dan fanatisme suporter. Semakin positif intensitas pembelian tiket maka fanatisme suporter semakin positif atau tinggi. Begitu juga sebaliknya, semakin negatif intensitas pembelian tiket maka semakin rendah fanatisme suporter.

Hubungan positif juga terlihat dari nilai kategori kedua skala.

Baik skala intensitas pembelian tiket maupun skala fanatisme suporter, mempunyai hasil yang berbeda. Pada skala intensitas pembelian tiket

persentase kategori tinggi mendapatkan jumlah sebesar 25,83%, tetapi persentase tertinggi dalam skala intensitas pembelian tiket yaitu dalam kategori sedang dengan jumlah sebesar 74,16%. Sedangkan pada skala fanatisme suporter mendapat persentase sebesar 51,6% dan juga menjadi kategori tertinggi. Hal ini semakin menguatkan hipotesis yang telah diajukan peneliti yaitu, ada hubungan yang positif antara intensitas pembelian tiket dan fanatisme suporter. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa masing-masing variabel baik intensitas membeli tiket dan fanatisme memiliki hubungan yang positif satu dengan yang lainnya.

Dalam penelitian milik Fitria (2019) tentang “Hubungan antara intensitas penggunaan gadget dengan prestasi belajar siswa MAN 1 bengkalis” menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara intensitas penggunaan gadget dengan prestasi belajar siswa. Penelitian lain menunjukkan bahwa adanya hubungan yang positif dan signifikan antara intensitas penggunaan media sosial Instagram dan materialisme pada remaja yang menunjukkan semakin tinggi intensitas penggunaan media sosial Instagram, maka semakin tinggi pula materialisme pada remaja (Sukmaraga, 2018).

Sedangkan dalam penelitian yang membahas fanatisme, Sudharsono (2008) mengatakan dengan judul “Pengaruh Fanatisme Fans Sepak Bola Terhadap Perilaku Membeli Asesoris Sepak Bola, Studi Kasus Pada Suporter Klub PSS Slemania Wilayah Depok

Sleman” menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif antara fanatisme terhadap perilaku membeli aksesori sepak bola. Semakin tinggi fanatisme suporter, semakin tinggi pula perilaku membeli aksesori suporter. Penelitian tersebut menggunakan metode statistik regresi linier sederhana. Penelitian lain menyatakan bahwa terdapat hubungan yang positif antara fanatisme suporter dan keputusan pembelian merchandise dalam Saputra (2018) dengan artian bahwa semakin positif fanatisme suporter maka keputusan membeli merchandise suporter juga akan semakin tinggi, begitu pula sebaliknya semakin rendah fanatisme suporter semakin rendah pula keputusan membeli merchandise suporter.

Oleh karena intensitas bisa menjadi salah satu hal yang bisa mempengaruhi fanatisme suporter, maka di sini peneliti ingin menitikberatkan bahwa intensitas pembelian tiket mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap fanatisme suporter.

39 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis hipotesis , maka dapat disimpulkan bahwa intensitas pembelian tiket memiliki pengaruh terhadap fanatisme suporter PSS Sleman menunjukkan korelasi r=0.411 dengan nilai p=0.000 (p<0.05). Hal ini menunjukkan hal ini menunjukkan hubungan yang positif dan signifikan antara kedua variabel tersebut.

B. Saran

1. Bagi Subjek Penelitian

Saran untuk subjek dari hasil penelitian ini yaitu bisa dijadikan sebagai salah satu referensi untuk meningkatkan intensitas pembelian tiket guna meningkatkan sifat fanatisme positif yang sudah dimiliki saat ini.

2. Bagi Peneliti Selanjutnya

Data dalam penelitian ini diharapkan bisa menjadi referensi untuk penelitian selanjutnya. Untuk peneliti selanjutnya mungkin dapat menggunakan beberapa faktor lain seperti umur subjek serta waktu yang akan digunakan untuk meneliti.

40

DAFTAR PUSTAKA

Ajzen, I. (2005). Attitudes, personality, and behavior. New York: Open University Press.

Anang Zakaria. 2017. Mengenal BCS PSS Sleman, yang Disebut Ultras Terbaik Asia https://bola.tempo.co/read/849924/mengenal-bcs-pss-sleman-yang-disebut-ultras-terbaik-asia/full&view=ok. Diakses pada tanggal 9 Maret 2020.

Anam, H.C (2016). Studi pendahuluan (tidak diterbitkan). Bali: Universitas Udayana

Anam, H.C & Supriyadi (2018). Hubungan fanatisme dan konformitas terhadap agresivitas verbal anggota komunitas suporter sepak bola di kota Denpasar, Skripsi, Psikologi, Universitas Udayana

Angipora, M.P. (2002). Dasar – dasar Pemasaran. Jakarta: Raja Grafindo

APA college dictionary of psychology, (2009). Washington, DC: American Psychological Association.

Arikunto, Suharsimi. 2014. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : Rineka Cipta.

Assael, H. (2001). Consumer Behavior and Marketing Action (6th ed). Singapore: Thomson Learning

Astomo, K.R. (2021). Suporter Indonesia terfanatik ketiga di dunia. Diakses dari:

http://www.beritajatim.com/detailnews.php/5/Olahraga/2012-06-06/137686/Suporter_Indonesia_Terfanatik_Ketiga_di_Dunia. Pada tanggal 5 oktober 2012.

Azwar, Metode Penelitian, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010).

Azwar, Saifuddin. (2012). Penyusunan Skala Psikologi. Edisi 2. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Azwar, Saifuddin. 2016. Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Bungin, B. (2005). Metode Penelitian Kuantitatif. Jakarta: Kencana.

Chaplin, J.P. (2008). Kamus Lengkap Psikologi. Jakarta: Rajawali Press.

Dharmmesta, B. S. (2003). Sikap dan Perilaku Konsumen Dalam Pemasaran: Sebuah Tinjauan Sosial Kognitif. Jurnal Kajian Bisnis, (29), 1-25.

Eduard Yohannis Tamaela. (2015). Determinan dimensi kepercayaan merek terhadap keputusan pembelian kaos merek gagartang di kota ambon – PDF. Benchmark, 4(1), 48-61.

Gay & Diehl. (1992). Research Methods for Business and Management. New York:

MacMillan Publishing Company.

Goddard, H. (2001). Civil religion. New York: Cambridge University Press.

Gunanto, R. 2015. Representasi Fanatisme Suporter dalam Film Romeo dan Juliet. Jurnal Ilmu Komunikasi, (Online), 14 (2):242-256,

Habibie TN., 2015, Hubungan Antara Fanatisme Dan Solidaritas Sosial Di Komunitas Ici Moratti Regional Malang, Skripsi, Sosiologi, Universitas Brawijaya Malang.

Hadi, Sutrisno. 2004. Penelitian Research. Yogyakarta: BPFE.

Hapsari, I. & Wibowo, I. 2015. Fanatisme dan Agresivitas Suporter Klub Sepak Bola. Jurnal Psikologi,(Online), 8 (1): 52-58.

Hastika D., 2019. Pengaruh Intensitas Mengakses Instagram Korean Pop Terhadap Perilaku Fanatisme Pada Mahasiswa Dirasat Islamiyah UIN Jakarta. Skripsi. Fakultas Ilmu Dakwah Dan Ilmu Komunikasi. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Hidayat, A. A. (2007). Metode Penelitian Keperawatan dan Teknik Analisa Data. Jakarta:

Salemba Medika

Hidayatullah.(1995). Arti Suporter. Diakses dari Artikata http://www.artikata.com/arti-180066-supporter.html. Diakses pada tanggal 9 Maret 2020.

Hornby, N. (2000). Fever Pitch : a Fan’s Life. London: Gollancz

Horrigan, J.B. 2002. New Internet Users: What They Do Online, What They Don‟t, and Implications for the „Net‟s Future. Pew Internet and American Life Project pg. 1-27.

Kriyantono, R. (2006). Teknik Praktis Riset Komunikasi. Jakarta: Kencana Prenadamedia Group

Lucky, N. & Setyowati, N. 2013. Fenomena Perilaku Fanatisme Suporter Sepak Bola (Studi Kasus Komunitas Suporter Persebaya Bonek di Surabaya). Kajian Moral dan Kewarganegaraan, (Online), 1 (1):180-195.

Lupiyoadi dan Hamdani, 2006. Manajemen Pemasaran jasa Edisi kedua. Penerbit Salemba Empat: Jakarta

Mardalis. (2006). Metode Penelitian Suatu Pendekatan Proposal. Jakarta: Bumi Aksara.

Muslich. (1993). Metode Kuantitatif. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi UI Nuryani E, 2014. Hubungan Intensitas Mengakses Facebook dengan Motivasi Belajar Siswa

SMA Negeri 2 Tenggarong Seberang. https://ejournal.ilkom.fisip-unmul.ac.id/site Praja. Juhaya, S. (2010). Aliran-aliran filsafat dan etika. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Rahmansyah, M.A. (2016). Makna Fanatisme pada Suporter Klub Sepak Bola Manchester United. Skripsi. Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma; tidak diterbitkan.

Santoso, Singgih. (1999). SPSS: Mengolah Data Statistik Secara Profesional Versi 7.5.

Jakarta: Elex Media Komputindo

Santoso, Agung. (2010). Statistik untuk Psikologi dari Blog Menjadi Buku. Yogyakarta:

Universitas Sanata Dharma.

Saputra GY. 2018. Hubungan Antara Fanatisme Dengan Keputusan Pembelian Merchandise Pada Suporter Klub Manchester United. Skripsi. Fakultas Psikologi, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

Seregina, K. M. (2011). Fanaticism - Its Development and Meanings in Consumers' Lives.

Aalto University School of Economics

Sindhunata. (2017). Bola-bola Nasib. Yogyakarta: Yayasan Basis dan Boekoe Tjap Petroek Sodikin, & Ahmad. (2010) Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan. Jakarta: Pusat

Perbukuan Kementrian Pendidikan Nasional.

Sugiyono (2015). Metode Penelitian Kombinasi (Mix Methods). Bandung: Alfabeta Suryabrata, Sumadi. 2005. Pengembangan Alat Ukur Psikologis. Yogyakarta: Andi Sutrisno, Hadi. (2014). Metodologi Research. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Thorne, S. & Bruner, G.C. (2006). An Exploratory Investigation of The Characteristic of Consumer Fanaticism. Qualitative Market Research : an International Journal

44

LAMPIRAN-LAMPIRAN

a. Mean

b. T-test

c. Uji normalitas

d. Uji linearitas

e. Uji hipotesis

Correlations

Intensitas Fanatisme Spearman's rho Intensitas Correlation Coefficient 1.000 .411**

Sig. (1-tailed) . .000

N 120 120

Fanatisme Correlation Coefficient .411** 1.000

Sig. (1-tailed) .000 .

N 120 120

**. Correlation is significant at the 0.01 level (1-tailed).

f. Uji Reliabilitas

Dokumen terkait