• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Pembahasan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dijelaskan, dapat diketahui bahwa pemberdayaan petani kelapa sawit di Kecamatan Malili Kabupaten Luwu Timur dilaksanakan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Luwu Timur. Program pemberdyaan

yang telah dilaksankan Dinas Pertanian selaras dengan proses pemberdayaan yaitu:

1) Peremcanaan, 2) Pelaksanaan dan 3) Evaluasi. Selengkapnya dalah sebagai berikut.

1. Perencanaan

Proses perencanaan adalah tahap awal yang sangat penting dalam kegiata pemberdayaan yang akan dilakukan. Perencanaan bertujuan untuk memberikan pengarahan yang lebih baik untuk para petani sehingga dengan adanya perencanaan ini kegiatan pemberdayaaan yang akan dilakukan akan lebih tersusun dan tersistematis. Menurut Kauffan dkk perencanaan adakah proses penentu tujuan atau sasaran yang hendak dicapai dan menerapkan jalan serta sumber yang untuk mencapai tujuan selektif mungkin.

Perencanaan dalam pemberdayaan merupakan upaya perumusan tujuan tindakan pemberdayaan dalam rangka mencapai tujuan yang diprioritaskan.

Proses perencanaan ini memberikan dampak yang sangat baik untuk kegiatan pemberdayaan dan juga berdampak baik untuk para petani kelapa sawit karena dengan adanya proses pemberdayaan ini petani akan merasa peduli dan akan menumbuhkan peningkatan kualitas dalam diri petani.

Pada proses awal perencanaan ini Dinas Pertanian selaku pelaksana dalam program ini memberikan informasi dan pengarahan kepada para petani agar petani mengetahui bahwa program pemberdayaan yang akan dilaksankan di lahan perkebunan mereka adalah program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Selain memberikan informasi dan pengarahan kepada petani Dinas Pertanian juga membuat perencanaan awal dengan membentuk tim

67

ivestigasi, melakukan investigasi lapangan dan mensurvei lahan perkebunan yang akan diremajakan. Setelah melakukan survei sawit-sawit yang telah berumur lebih dari 25 tahun dilakukan penebangan kemudian dilanjutkan dengan pembuatan lubang tanam. Pembanagunan konservasi tanah dan air sangat penting untuk dilakukan karena dapat mempengaruhi pertubuhan bibit sawit pasca tanaman. Penyediaan pupuk dan bibit yang berkualitas sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan bibit sawit. Program peremajaan ini diperuntukkan pada tanaman sawit yang sudah berumur lebub dari 25 tahun atau ditas 5 tahun apabila bibit asalan atau bibit yang kurang baik kualitasnya.

2. Pelaksanaan

Berdasarkan hasil pengamatan peneliti Tindakan peremajaan sawit oleh petani sangat dipengaruhi oleh persepsi yang berdasarkan pada pengetahuan petani tentang pentingnya peremajaan dalam peningkatan dalam produksi kelapa sawit. Hasil pengamatan saat melihat observasi awalterlihat beberapa masalah yang ada dilapangan, yaitu: a.) kurangnya pengehahuan petani tentang pentingnya peremajaan kelapa sawit dan memilih benis kelapa saiwt yang berkualitas, hal ini disebabkan karena keterbatasa informasi yang diperoleh petani dan penyuluh baik melalui penyuluhan atau pelatihan. b.) keterbatasan akses permodalan untuk melakukan peremajaan kelapa sawit, hal ini disebabkan karena pengetahuan petani yang masih kurang tentang peranan pemerintah dalam pengelolaan permodalan dalam pertanian.

c.) kurangnya pengetahuan petani tentang legalitas dan proses pengesahan lahan sebagai hak milik. d.) keterbatasan media penyuluh baik media cetak maupun media elektronik yang dapat digunakan oleh penyuluh dalam kegiatan penyuluhan kepada petanitentang peremajaan kelapa sawit dan perenanan kelembagaan petani.

Kegiatan penyuluhan tentang kelembagaan petani dengan memberikan penyuluhan secara interaktif pentingnya pengaktifan kelompok tani sebagai wahana belajar, diskusi dan akses informasi untuk mendapatkan bantuan dana. Kegiatan penyuluhan dilakukan setelah musim panen tiba yang gunanya untuk menumbuhkan pengetahuan baru kepada para petani dan mendapatkan informasi pertnian yang bermanfaat. Kegiatan penyuluhan dilakukan oleh PPL ( Penyuluh Pertanian Lapangan). Swadaya, dan sukarelawan. Kegiatan penyuluhan dilakukan melalui demonstrasi dapat memaparkan secara rinci dan jelas bagaimana sebaiknya melakukan peremajaan kelapa sawit dengan memberikan pemaparan keuntungan dan kerugian dari tentang Teknik peremajaan kelapa sawit yaitu tentang penumbangan serempak , Teknik underplanting, Teknik tumpeng sari dan system peremajaan bertahap. Kegiatan penyuluhan dengan system diskusi dan tanya jawab serta bantuan media cetak dapat menambah wawasan petani.

Pelaksanaan bertujuan untuk mewujudkan suatu kegiatan yang telah direncanakan sebelumnya. Tindakan Dinas Pertanian dalam proses pelaksanaan ini adalah bantuan bibit sawit dan subsidi pupuk yang bertujuan

69

agar petani bisa meningkatkan hasil produksi dan pengembangan produktivitas pertanian. pelaksanaan pemberdayaan yang dikemukakan oleh Kindervatter (Reswari M, 2015) menyatakan bahwa pemberdayaan dimulai dari struktur yang melatarbelakangi adanya kesamaan tujuan dalam menentukan keputusan Bersama, hubungan yang baik antara masyarakat dengan fasilitator, mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, adanta tujuan yang ingin dikembangkan, membantu masyarakat dalam menyelesaikan masalahnya, dan terpenuhinya bahan-bahan yang diperlukan.

Pada proses pelaksanaan ini Dinas Pertanian selaku pemberi fasilitas program pemberdayaan ini melakukan penanaman bibit pada tahap pertama dengan luas lahan 60Ha. Bibit sawit yang sudah ditanam kemudian diberikan naungan yang bertujuan agar bibit sawit pasca tanam tidak terlalu banyak disinari matahari langsung. Dinas Pertanian Kabupaten Luwu timur juga mengarahkan petani untuk melakukan penyiraman secara teratur keoada bibit sawit pasca tanam.

3. Evaluasi

Evaluasi bertujuan untuk mengetahui tingkat kesadaran petani dan juga untuk meninjau pekebangan terhadap saiwt yang telah di remajakan.

Menurut Reswari (2015) evaluasi dilakukan untuk mengetahui tingkat pemahaman serta pemberdayaan tentang kegiatan yang akan dilakukan, baik secara langsung. Evaluasi dilaksanakan oleh instruktur atau pemberdaya kegiatan. Pada proses akhir ini setiap satu minggu Dinas Pertanian meninjau perkembangan diwilayah perkebunan sawit dengan mengadakan

kunjungan langsung kewilayah perkebunan kelapa sawit. Pada proses evaluasi ini dapat dilihat juga perkembangan bibit yang akan ditanam di perkebunan tersebut. Para petani diberi kemampuan untuk mengelola bibit yang diberikan dengan menjaga dan merawat sawit-sawit sehingga dapat menghasilkan sawit yang berkualitas dimasa mendatang. Adapun kelebihan dari kegiatan pemberdayaan ini adalah para petani dapat mengetahui cara atau proses dalam perawat sawit dan juga hasil produksi dari tanaman sawit ini mengalami peningkatan. Adapun kekurangan dalam kegaiatan pemberdayaan ini masyarakat petani teralu bergantung pada Dinas Pertanian sehingga para tidak bisa berkerasi dan berfikir ktitis.

Berdasarkan penjelasan diatas, dapat diketahui bahwa Dinas Pertanian Kabupaten Luwu Timur telah menyelanggarakan program pemberdayaan petani yaitu PSR (Peremajaan Sawit Rakyat) di Kecamatan Malili Kabupaten Luwu Timur. Dengan adanya program pemberdayaan yang dilaksanakan Dinas Pertanian ini dapat membantu masyarakat petani khususnya petani kelapa sawit di Kecamatan Malili Kabupaten Luwu Timur dan menyadarkan petani bahwa program pemberdayaan ini sangat penting untuk dilaksanakan karena dapat membantu petani dalam meningkatkan kualitas sawit yang dihasilkan,. Dinas Pertanian juga sangat berperan penting dalam program pemberdayaan ini karena ini adalah awal dari terciptanya kesejahteraan petani dan meningkatkan perekonomian petani.

Adapun kondisi sebelum adanya program pemberdayaan ini para belum mengetahui tahapam dalam pemberdayaan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) petani belum mampu berkerasi dalam lingkup pertanian dan masih bergantung pada Dinas

71

Pertanian, tapi setelah adanya pemberdayaan ini para petani telah mampu melatih diri mereka dan lebih mampu menjadi petani yang mandiri dan berkreativitas tinggi dalam berusaha tani.

69 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan mengenai Peran Dinas Pertanian Dalam Pemberdayaan Petani Kelapa Sawit di Kecamatan Malili Kabupaten Luwu Timur, dapat disimpulkan bahwa Dinas Pertanian Kabupaten Luwu Timur telah melaksanakan program pemberdayaan petani kelapa sawit di Kecamatan Malili Kabupaten Luwu Timur. Adapun bentuk pemberdayaan yang diberikan Dinas Pertanian kepada petani kelapa sawit yaitu program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang diperuntukkan pada tanaman sawit yang telah berumur diatas 25 tahun. Adapun proses dari pemberdayaan yaitu:

1. Perencanaan yang bertujuan untuk memberikan informasi dan pengarahan kepada para petani agar petani mengetahui bahwa program pemberdayaan yang akan dilaksankan di lahan perkebunan mereka adalah program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Selain memberikan informasi dan pengarahan kepada petani Dinas Pertanian juga membuat perencanaan awal dengan membentuk tim ivestigasi, melakukan investigasi lapangan dan mensurvei lahan perkebunan yang akan diremajakan. Setelah melakukan survei sawit-sawit yang telah berumur lebih dari 25 tahun dilakukan penebangan kemudian dilanjutkan dengan pembutan lubang tanam.

2. Pelaksanaan pada proses ini Dinas Pertanian selaku pemberi fasilitas program pemberdayaan ini melakukan penanaman bibit pada tahap pertama dengan luas lahan 60Ha.

3. Evaluasi pada proses akhir ini setiap satu minggu Dinas Pertanian meninjau perkembangan diwilayah perkebunan sawit dengan mengadakan kunjungan langsung kewilayah perkebunan kelapa sawit.

Pemberdayaan petani kelapa sawit melalui program PSR (Peremajaan Sawit Rakyat) yang telah dilaksanakan ini membuahkan hasil yang sesuai dengan yang diharapkan dan juga sangat memberi manfaat utamanya bagi petani kelapa sawit. Setalah adanya program pemberdayaan ini petani lebih banyak mengetahui cara mengelola, memilih bibit serta pupuk yang berkualitas baik dan menanam bibit sawit yang baik.

B. Saran

Berdasarkan saran yang telah dijelaskan, maka penulis memberikan saran terkait pemberdayaan petani di Kecamatan Malili Kabupaten Luwu Timur, yaitu sebagai berikut:

1. Dinas Pertanian Kabupaten Luwu Timur diharapkan agar lebih giat dalam memperhatikan lingkungan pertanian sekitar khusunya perkebunan kelapa sawit dengan melakukan penyuluhan dan sosialisasi kepada petani.

2. Masyarakat terkhusus para petani diharapkan agar dapat berpartisipasi dan terlibat secara aktif apabila ada program-program pemberdayaan petani yang diselenggarakan berikutmya.

71

DAFTAR PUSTAKA

Ahmar, Mappamiring, & Parawangi, A. (2016). Peran Pemerintah dalam Pemberdayaan Petani Padi di Desa Parumpanai Kecamatan Wasuponda Kabupaten Luwu Timur. Administrasi Negara, 2(2), 120–136.

Anjas. (2018). Analisis Efesiensi Produksi Kelapa Sawit Rakyat Berfaktor Resiko di Kecamatan Wotu Kabupaten Luwu Timur. PDF

Arsal A. (2018). Analisis Keuntungan Private dan Sosial Usaha Tani Kelapa Sawit di Kabupaten Luwu Timur. PDF

Asis A. (2018). Pola Interaksi Sosial Masyarakat Multiteknik di Tomoni Kabupaten Luwu Timur.

Bungin, B. (2013). Metodologi Penelitian Sosial dan Ekonomi.

http://eprints.uanl.mx/5481/1/1020149995.PDF

Firnanda R. (2018). Upaya kelompok tani dalam pemberdayaan petani nanas di desa totokaton kecamatan punggur kabupaten lampung tengah.

F. Yunus, Saifuddin, Suadi. (2017). Model Pemberdayaan Masyarakat Terpadu.

PDF

Foe, J. A. krisna, & Sunaryanto, L. T. (2020). Peranan Yayasan Swasta Terhadap Pemberdayaan Petani Desa di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kbupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. 16(2), 185–198.

H. Hamid. (2018). Manajemen Pemberdayaan Masayarakat. PDF

Hasan, I. I. Mais, & Nurmayani, S. (2020). Analisis Peran Sektor Pertanian Dalam Pembangunan Wilayah di Kabupaten Luwu Timur.

Jurnal.agribisnis.umi.ac.id.

Irawan, E. (2017). Strategi Pemerintah Desa Dalam Pemberdayaan Kelompok Tani Di Desa Tambe Kecamatan Bolo Kabupaten Bima (Studi kasus di Desa Tambe Kecamatan Bolo Kabupaten Bima). Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Indonesia, 2(1), 45–52. https://doi.org/10.37673/jebi.v2i1.52

M. Bahua. (2015).

P

enyuluhan dan Pemberdayaan Petani Indonesia. PDF

Mutmainna, I., Hakim, L., & Saleh, D. (2016). Pemberdayaan Kelompok Tani Di Kecamatan Marioriwawo Kabupaten Soppeng. Jurnal Administrasi Publik,

2(3), 269–283.

Nurhandayani. (2019). Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi dan Tingkat Kesempatan Kerja Terhadap Tingkat Kemiskinan di Kabupaten Luwu Timur. Skripsi Ilmu Ekonomi dan Bisnis.

Purnomo, D. D. W. P. (2015). Perberdayaan Masyarakat Dalam Meningkatkan Kualitas Kesehatan Oleh Program Pamsimas (Penyediaan Air Minum Dan Sanitasi Berbasis Masyarakat) Di Desa Tibayan Kecamatan Jatinom Kabupaten Klaten.

Rahayu, E. S. (2018). Pemberdayaan Masyarakat Petani Dalam Program Pekarangan Terpadu di Desa Sambirejo Kecamatan Ngawen Kabupaten Gunung Kidul.

Reswari M. (2015). Pemberdayaan masyarakat melalui pertanian tangguh masukan lokal pada kelompok tani mekar sari desa curugsewu kecamatan patean kabupaten kendal. Skripsi, Pemberdayaan masyarakat melalui pertanian, 1–

114.

Sakinah, F. (2017). Transformasi Struktur Ekonomi Kabupaten Luwu Timur.

Skripsi, Ilmu Ekonomi dan Bisnis.

Saleh A. (2016). Peran kelompok tani suka maju dalam pemberdayaan petani sayur-mayur di desa eran batu kab.enrekang. In Journal of Chemical Information and Modeling. Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pare-pare.

Santoso, A. S. (2015). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Sentra Pertanian Di Rumah Pintar “Pijoengan” Desa Srimartani, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Setiani, M. E. W. dan C. (2016). Strategi Pemberdayaan Petani Dalam Berusahatani. Jurnal Pengkajian Teknologi Pertanian, 1(10), 41–51.

http://digital.library.ump.ac.id/51/1/4. Strategi Pemberdayaan Petani Dalam Berusahatani.pdf

73

L A M

P

I

R

A

N

Table Matriks Instrumen Penelitian:

Rumusan Fokus Indikator Pertanyaan sumber Data

Masalah Masalah Focus penelitian informan dokumen masalah

75

Gambar 1. Peta Wilayah Kabupaten Luwu Timur

77

Gambar 2. Kantor dinas Pertanian Kabupaten Luwu Timur

Gambar 3. Dokumentasi permohonan izin penelitian di Kantor Dinas Pertanian Luwu Timur

Gambar 4. Pengambilan Data di Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Luwu Timur

79

Gambar 5. Wawancara dengan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Luwu Timur

Gambar 6. Dokumentasi Bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL)

81

Gambar 7. Dokumentasi Lahan Perkebunan Kelapa Sawit

Gambar 8. Dokumentasi dengan Kepala Desa Puncak Indah Kecamatan Malili

Gambar 9. Wawancara dengan Petani Kelapa Sawit

83

85

87

RIWAYAT HIDUP

Meinurmalasari Ulandari, Lahir di Wasuponda pada tanggal 06 Mei 1999, anak pertama dari tiga bersaudara, buah cinta kasih dari Ayahanda Baharuddin. M dan Ibunda Nurbaya Turu Padang. Penulis pertama kali menempuh Pendidikan tepat pada umur 6 tahun di Sekolah Dasar (SD) Pada SDN 253 Amasi tahun 2005 dan selesai pada tahun 2011, dan pada tahun yang sama penulis melanjutkan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di SMPN 4 Malili Kabupaten Luwu Timur dan selesai pada tahun 2014, pada tahun yang sama penulis melanjutkan Pendidikan di Sekolah Menangah Atas (SMA) di SMAN 1 Malili Kabupaten Luwu Timur, dan selesai pada tahun 2017. Setelah menyelsaikan pendidkan SMA penulis melanjutkan Pendidikan di Universitas Muhammadiyah Makassar (UNISMUH) dengan mengambil jurusan Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politi, dan selesai pada tahun 2022 dengan gelar sarjana S.AP. Penulis sangat bersyukur keran telah diberikan kesempatan untuk menambah ilmu pengetahuan yang nantinya dapat diamalkan dan dapat meberikan manfaat baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

Dokumen terkait