BAB III : METODE PENELITIAN
BAB 4 : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.4. Pembahasan
Berikut ini pembahasan pengaruh masing-masing variabel bebas yaitu Tingkat Profitabilitas (X1), Proporsi Hutang (X2), dan Perubahan Auditor (D) terhadap Audit Delay (Y).
4.4.1. Pengaruh Tingkat Profitabilitas Terhadap Audit Delay
Hasil analisis regresi linier berganda pada variabel ini menunjukkan bahwa Tingkat Profitabilitas teruji tidak berpengaruh signifikan terhadap struktur modal, dilihat dari nilai thitung sebesar -1,607 dan tingkat signifikan lebih dari 0,05 yaitu sebesar 0,111. Hal ini berarti besar kecilnya tingkat profitabilitas suatu perusahaan tidak memberikan dampak nyata pada Audit Delay.
Hasil penelitian ini tidak sependapat dengan hasil penelitian Subekti dan Widiyanti (2004) yaitu profitabilitas perusahaan, ukuran perusahaan, sektor industri perusahaan, jenis pendapat akuntan publik, dan ukuran KAP berpengaruh signifikan terhadap audit delay.
Tidak berpengaruhnya tingkat profitabilitas terhadap audit delay dapat dikarenakan proses audit perusahaan yang memiliki tingkat keuntungan kecil tidak berbeda dibandingkan proses audit perusahaan dengan tingkat keuntungan
59
yang besar. Perusahaan yang mengalami keuntungan baik kecil maupun besar akan cenderung untuk mempercepat proses auditnya.
Hasil penelitian yang signifikan ini mendukung adanya pendapat yang dikemukakan oleh Andi kartika(2003) yang mengatakan tidak ada pengaruh signifikan tingkat profitabilitas (TPROF) terhadap Audit Delay(DELAY) .
4.4.2. Pengaruh Proporsi Hutang Terhadap Audit Delay
Hasil analisis regresi linier berganda pada variabel ini menunjukkan bahwa Proporsi Hutang telah teruji berpengaruh signifikan terhadap Audit Delay, dilihat dari nilai thitung sebesar 2,317 dan tingkat signifikan lebih dari 0,05 yaitu sebesar 0,095. Dapat dikatakan besar kecilnya Proporsi Hutang perusahaan akan memberikan dampak pada Audit Delay. Semakin tinggi proporsi hutang perusahaan semakin meningkat pula kegagalan perusahaan dan dapat meningkatkan kekhawatiran tambahan auditor terhadap penyajian kewajaran dan keandalan laporan keuangan. Kekhawatiran tersebut cenderung memperpanjang waktu pengauditan yang dilakukan auditor sehingga memperlama penerbitan laporan keuangan auditan (Carslaw dan Kaplan, 1991).
Hasil penelitian ini sependapat dengan Carslaw dan Kaplan (1991) yang menunjukkan bahwa hanya variabel ukuran perusahaan dan pengumuman kerugian yang konsisten berpengaruh terhadap audit delay selama periode penelitian. Sedangkan jenis industri dan proporsi hutang terhadap total aset tidak berpengaruh terhadap audit delay.
4.4.3. Pengaruh Perubahan Auditor Terhadap Audit Delay
Hasil analisis regresi linier berganda pada variabel ini menunjukkan bahwa Perubahan Auditor teruji tidak berpengaruh signifikan terhadap Audit Delay, dilihat dari nilai thitung sebesar 1,073 dan tingkat signifikan lebih dari 0,05 yaitu sebesar 0,286. Hal ini berarti bahwa adanya perlakuan perubahan auditor pada tahun berjalan atau perlakuan lain tidak memberikan dampak nyata pada Audit Delay.
Jika dilihat dari deskripsi data pada tabel 4.7 yaitu tentang variabel Perubahan Auditor dapat dijelaskan bahwa dari 10 perusahaan yang pada tahun berjalan mengubah auditornya memiliki rata-rata Audit Delay sebesar 79,8 hari. Waktu tersebut cenderung tidak berbeda dengan waktu yang dibutuhkan oleh 93 perusahaan yang lain untuk Audit Delay yaitu sebesar 75,3 hari.
Hasil penelitian yang menunjukkan perubahan auditor (CHANGE) tidak berpengaruh signifikan terhadap Audit Delay(DELAY) berbanding terbalik dengan penelitian Cullinan et al.(2003) yang mengatakan ada pengaruh signifikan perubahan auditor (CHANGE) terhadap Audit Delay(DELAY). Adanya perbedaan hasil penelitian satu dengan yang lain kemungkinan dipengaruhi auditor baru dapat memahami sistem pengendalian internal perusahaan tersebut dan meninjau laporan auditan dari auditor sebelumnya dengan lebih cepat dan keandalan atas laporan auditan dari auditor sebelumnya dapat dipercaya dan tidak diragukan lagi sehingga dapat digunakan sebagai acuan pegangan awal pengauditan.
61
4.4.4. Implikasi Hasil Penelitian
Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa Tingkat Profitabilitas, dan Perubahan Auditor tidak terbukti berpengaruh terhadap Audit Delay, sedangkan Proporsi Hutang terbukti berpengaruh terhadap Audit Delay, sehingga memberikan implikasi bagi perusahaan publik, untuk memberikan keleluasaan kepada auditor untuk melakukan pekerjaan lapangan sebelum tanggal penutupan buku. Perusahaan diharapkan dapat membantu pekerjaan auditor, dengan memberikan data-data yang diperlukan selama proses pemeriksaan, memberikan jawaban-jawaban yang benar dan wajar atas pertanyaan yang diajukan oleh auditor sehingga laporan keuangan auditan dapat diterbitkan lebih awal.
Bagi auditor, disarankan untuk merencanakan pekerjaan lapangan dengan sebaik-baiknya sehingga pekerjaan dapat dilakukan secara efektif dan efisien. Mengingat jumlah klien yang diaudit dari tahun ke tahun semakin meningkat, maka auditor harus merencanakan dengan seksama agar laporan keuangan auditan yang dihasilkan tepat waktu. Untuk itu auditor dapat memulai pekerjaan lapangan sebelum tahun buku berakhir, mengingat penunjukan auditor untuk mengaudit laporan keuangan perusahaan publik sudah dilakukan oleh manajemen sebelum tanggal penutupan buku, yaitu pada saat rapat umum pemegang saham.
Bagi investor untuk mewaspadai adanya keterlambatan publikasi laporan keuangan emiten, karena kemungkinan besar emiten pada tahun berjalan mengalami kerugian atau mendapat opini selain unqualified.
Bagi regulator pasar modal perlu membuat kebijakan untuk memberikan sanksi yang memberikan efek jera kepada emiten yang terlambat
mempublikasikan laporan keuangan. Kebijakan tersebut untuk melindungi investor dari ketidakpastian (risiko).
4.4.5. Perbedaan Hasil Penelitian Sekarang dengan Penelitian Terdahulu
Beberapa perbedaan hasil penelitian sekarang dengan penelitian terdahulu, antara lain :
Tabel 4.14 : Perbedaan Hasil Penelitian Sekarang dengan Penelitian Terdahulu
No Nama
Peneliti Kesimpulan
1 Ashton dkk. (1987) Hasil analisis univariate pada keseluruhan sampel memperlihatkan bahwa audit delay signifikan lebih lama pada perusahaan yang mempunyai qualified opinion, merupakan perusahaan industrial, bukan perusahaan publik, mempunyai tahun tutup buku selain bulan
Desember, pengendalian internal dan EDP yang lemah, dan pekerjaan pemeriksaan relatif banyak dilakukan setelah berakhirnya penutupan tahun buku. Sementara pada uji analisis multivariate, hanya ukuran perusahaan, kompleksitas operasional, status perusahaan publik atau non publik, kualitas SPI dan campuran relatif antara waktu
pemeriksaan pada interim dan akhir tahun yang berpengaruh secara signifikan pada keseluruhan sampel
2 Carslaw dan Kaplan (1991) meneliti audit delay
hanya variabel ukuran perusahaan dan pengumuman kerugian yang konsisten berpengaruh terhadap audit delay selama periode penelitian 3 Halim (2000) faktor pengumuman rugi, tahun buku yang berakhir 31 Desember, dan
lamanya menjadi klien KAP mengakibatkan jangka waktu audit delay lebih panjang. Di sisi lain, hasil penelitian multivariate menunjukkan bahwa ketujuh faktor tersebut secara serentak berpengaruh terhadap audit delay, namun yang berpengaruh kuat hanya pengumuman rugi dan tahun buku
4 Wirakusuma (2004) rentang waktu penyelesaian audit laporan keuangan bersama-sama dengan variabel solvabilitas dan opini auditor mempengaruhi rentang waktu pengumuman laporan keuangan auditan ke publik
5 Subekti dan Widiyanti (2004)
Dari kelima faktor yang diuji, yakni meliputi profitabilitas perusahaan, ukuran perusahaan, sektor industri perusahaan, jenis pendapat akuntan publik, dan ukuran KAP, tampak bahwa kelima faktor tersebut berpengaruh signifikan terhadap audit delay
6 Haron dkk. (2006) variabel opini auditor, tipe industri, dan anak cabang dari perusahaan multinasional yang terbukti berpengaruh terhadap audit delay. Perusahaan yang mendapatkan qualified opinion dan perusahaan dengan jenis industri manufaktur audit delay-nya cenderung panjang. Sedangkan perusahaan yang merupakan anak cabang perusahaan multinasional akan lebih cepat waktu audit delay-nya
7 Maya (2013) Tingkat Profitabilitas, dan Perubahan Auditor tidak terbukti berpengaruh terhadap Audit Delay, sedangkan Proporsi Hutang terbukti berpengaruh terhadap Audit Delay
63
4.4.6. Keterbatasan Penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan kesadaran penuh bahwa penelitian ini mempunyai banyak kelemahan dan keterbatasan. Beberapa keterbatasan dalam penelitian ini antara lain :
1. Variabel yang digunakan hanya 3 (tiga) variabel saja dalam menguji audit delay. Beberapa faktor lain yang mungkin memiliki pengaruh terhadap audit delay adalah inventory turnover ratio, pengumuman rugi/laba operasi, jenis industri perusahaan, dan lain sebagainya.
2. Penelitian ini hanya menggunakan data sekunder, data-data primer yang tidak dipublikasikan seperti luas audit yang dilakukan, tingkat pengendalian internal klien, kompleksitas EDP, resiko audit, yang tidak dimasukkan dalam penelitian.
3. Perusahaan yang dijadikan obyek penelitian adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek pada tahun 2010 sebanyak 103 perusahaan.
5.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda, maka kesimpulan yang dapat
diambil adalah :
1. Tingkat Profitabilitas tidak terbukti berpengaruh signifikan terhadap Audit Delay,
sehingga hipotesis ke-1 tidak teruji kebenarannya.
2. Proporsi Hutang terbukti berpengaruh signifikan terhadap Audit Delay, sehingga
hipotesis ke-2 teruji kebenarannya
3. Perubahan Auditor tidak terbukti berpengaruh signifikan terhadap struktur modal,
sehingga hipotesis ke-3 tidak teruji kebenarannya.
5.2. Saran
Berdasarkan pembahasan dan kesimpulan dari hasil analisis regresi linier
berganda, maka saran yang dapat diambil adalah :
1. Bagi perusahaan publik, untuk memberikan keleluasaan kepada auditor untuk
melakukan pekerjaan lapangan sebelum tanggal penutupan buku. Perusahaan
diharapkan dapat membantu pekerjaan auditor, dengan memberikan data-data
yang diperlukan selama proses pemeriksaan, memberikan jawaban-jawaban yang
benar dan wajar atas pertanyaan yang diajukan oleh auditor sehingga laporan
keuangan auditan dapat diterbitkan lebih awal.
65
2. Bagi auditor, disarankan untuk merencanakan pekerjaan lapangan dengan
sebaik-baiknya sehingga pekerjaan dapat dilakukan secara efektif dan efisien. Mengingat
jumlah klien yang diaudit dari tahun ke tahun semakin meningkat, maka auditor
harus merencanakan dengan seksama agar laporan keuangan auditan yang
dihasilkan tepat waktu. Untuk itu auditor dapat memulai pekerjaan lapangan
sebelum tahun buku berakhir, mengingat penunjukan auditor untuk mengaudit
laporan keuangan perusahaan publik sudah dilakukan oleh manajemen sebelum
tanggal penutupan buku, yaitu pada saat rapat umum pemegang saham.
3. Bagi investor untuk mewaspadai adanya keterlambatan publikasi laporan
keuangan emiten, karena kemungkinan besar emiten pada tahun berjalan
mengalami kerugian atau mendapat opini selain unqualified.
4. Bagi regulator pasar modal perlu membuat kebijakan untuk memberikan sanksi
yang memberikan efek jera kepada emiten yang terlambat mempublikasikan
laporan keuangan. Kebijakan tersebut untuk melindungi investor dari
ketidakpastian (risiko).
5. Bagi penelitian yang akan datang hendaknya menambah dan mengembangkan
variabel bebas selain Tingkat Profitabilitas, Proporsi Hutang, dan Perubahan
Auditor serta memperluas jangkauan populasi dan memperpanjang periode
pengamatan, agar meningkatkan generalisasi hasil penelitian.
Publik. Edisi Ketiga. Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti Agus Sartono, 2001. Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi. Yogyakarta:
BPEF-YOGYAKARTA.
Ahmad, Hamzah, M. Nisarul Alim, Imam Subekti. 2005. Pengujian Audit Report Lag Menggunakan Client Cycle Time dan Firm Cycle Time. Makalah. SNA VIII Solo.
Ahmad, Raja Adzrin Raja, and Khairul Anuar Kamarudin. 2003. Audit Delay and The Timeliness of Corporate Reporting: Malaysian Evidence. Paper. MARA University of Technology: Hawaii International Conference on Business.
Ang, Robert .1997) Buku Pintar Pasar Modal Indonesia, Jakarta:Media soft Indonesia.
Anshori, Muslich dan Sri Iswati. 2009. Metodologi Penelitian Kuantitatif.
Surabaya: Pusat Penerbitan dan Percetakan UNAIR
BAPEPAM. Kewajbian Penyampaian Laporan Keuangan Berkala.(Online), (www.bapepam.go.id/old/hukum/peraturan/X/X.K.2.pdf, diakses 6 Nopember 2011).
Carslaw, Charles A.P.N., and Steven E. Kaplan. 1991. An Examination of Audit Delay: Further Evidence from New Zealand. Accounting and Business Research. 22 (85): 21-32.
Cullinan, Charles P & Bryant., et al. 2003. Competing size theories and audit lag: Evidence from mutual fund audits. Journal of American Academy of Business, Cambridge; Sep 2003; 3, 1/2; ABI/INFORM Global.pg. 183. Givoly, D, dan D. Palmon, 1982, Timeliness of Annual Earnings Announcement:
Some Empirical Evidence, The Accounting Review (July), p. 486-508. Ghozali, Imam. 2006. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Edisi
ke4. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Haryono Jusup. 2001. Auditing (Pengauditan). Buku I Cetakan Pertama, Yogyakarta: STIE YKPN.
IAI. 2002. Standar Profesional Akuntan Publik. Jakarta: Salemba Empat. IAI. 2001. Standar Profesional Akuntan Publik. Jakarta: Salemba Empat.
Karim, Waresul & Ahmed.,et al. 2006. The effect of regulation on timeliness of corporate financial reporting: Evidence from Bangladesh. JOAAG, Vol. 1. No. 1.
Kartika, Andi. 2009. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Audit Delay Di Indonesia. Jurnal Bisnis dan Ekonomi universitas Stikubank Semarang. Kartikasari, Andrawina. 2006. Analisis Faktor-Faktor yang Berpengaruh
Terhadap Audit Delay (Stude Empiris pada Lembaga Keuangan yang Tercatat di Bursa Efek Jakarta). Skripsi. Universitas Airlangga. Surabaya.
Knechel, W. Robert dan Jeff L. Payne. 2001. Additional Evidence on Audit Report Lag, Auditing: A Journal of Practice & Theory Vol. 20 No. 1 March: 137-146.
Lawrence, Janice, and Barry Bryan. 1998. Characteristics Associated With Audit Delay In The Monitoring Of Low Income Housing Projects. Journal of Public Budgeting, Accounting & Financial Management. 10 (2): 173-191.
Miller, M.H. & F. Modigliani, 1961, Dividend Policy, Growth and the Valuation of Share, Journal of Business, Vol.34: 411-433.
Mulyadi. 2002. Auditing (Pengauditan), Buku I Edisi Ke Enam, PT. Salemba Empat.
Munawir. 2004. Analisa Laporan Keuangan. edisi 4. Yogyakarta. Liberti.
Saleh, Rachmad dan Susilowati. 2004. ”Studi Empiris Ketepatan Waktu Pelaporan Keuangan Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Jakarta”.
Jurnal Bisnis Strategi. Vol.13. h. 67-80.
Stephen A. Ross. 1997. The Determination of Financial Structure: The Incentive-Signalling Approach. The Bell Journal of Economics, Vol. 8, No. 1. (Spring, 1977), pp. 23-40
Subekti, Imam, dan Novi Wulandari Widiyanti. 2004. Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Audit Delay di Indonesia. Makalah. SNA VII Denpasar.
www.google.com www.idx.co.id www.wikipedia.com