BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.7 Pembahasan
1. Pengaruh Antara Status Sosial Ekonomi Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas XI Administrasi Perkantoran SMK Manajemen Penerbangan Pekanbaru.
Status sosial itu sendiri dapat diartikan dengan kondisi kemasyarakatan seseorang yang menjalani perubahan-perubahan melalui proses sosial. Proses sosial itu sendiri tentunya terjadi karena adanya interaksi sosial yang ada dimasyarakat. Menurut Abdulsyani (2002:152), interaksi sosial adalah bagaimana hubungan timbal balik yang dinamis antar masyarakat yang
menyangkut hubungan antara orang-orang secara perseorangan, antara kelompok maupun antara orang dengan kelompok-kelompok. Sedangkan kondisi ekonomi dapat diartikan sebagai keadaan atau kenyataan yang terlihat atau terasakan oleh indera manusia tentang keadaan orang tua dan kemampuan orang tua dalam memenuhi kebutuhan yang harusnya dipenuhi.
Hal ini selaras dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Sonia (2016) dalam penelitiannya yang berjudul Pengaruh Kondisi Sosial Ekonomi Orang Tua Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Ekonomi Siswa Kelas X dan XI IPS di SMA Negeri Bernas Pangkalan Kerinci Tahun Ajaran 2016-2017, hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan Kondisi Sosial Ekonomi Orang Tua terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Ekonomi Siswa Kelas X dan XI IPS di SMA Negeri Bernas Pangkalan Kerinci Tahun Ajaran 2016-2017.
Hal ini menunjukkan bahwa status status ekonomi orang tua dibutuhkan untuk mendapatkan prestasi belajar yang baik dan optimal. Status sosial ekonomi merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong peningkatan prestasi belajar siswa. Prestasi belajar akan menjadi optimal apabila penunjang dalam pembelajaran serta sarana dan prasarana yang tersedia cukup lengkap untuk sebuah pembelajaran. Untuk meningkatkan prestasi belajar siswa diperlukan penunjang pembelajaran seperti sarana dan prasana yang cukup lengkap sehingga siswa lebih semangat dalam proses pembelajaran, bagaimana kondisi dia berada saat ini dan terpenuhinya kebutuhan siswa tersebut. Status sosial ekonomi tersebut meliputi tingkat pendidikan orang tua, tingkat pekerjaan
orang tua, tingkat pendapatan orang tua, kepemilikan barang-barang berharga dan tingkat pengeluaran dan pemenuhan kebutuhan orang tua.
Setelah dilakukan survei tentang status sosial ekonomi orang tua terhadap prestasi belajar siswa terdapat beberapa faktor yang menyebabkan kurang maksimalnya prestasi belajar siswa, yaitu bagaimana siswa tersebut berpendapat bahwa kurang minat dalam pernyataan yang berbunyi pekerjaan yang dilakukan orang tua membuat saya bangga dan saya ingin melakukan pekerjaan itu juga. Hal ini dapat dilihat bahwa siswa ingin mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan apa yang dia inginkan dan tidak berdasarkan pekerjaan apa yang dilakukan oleh orang tua siswa tersebut. Oleh sebab itu perlu kedepannya adanya dorongan yang mendorong bahwa pekerjaan yang dilakukan orang tua membuat bangga dan keinginan lebih maju dari pekerjaan yang dilakukan oleh orang tua.
2. Pengaruh Motivasi Ekstrinsik Siswa Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas XI Administrasi Perkantoran SMK Manajemen Penerbangan Pekanbaru.
Menurut Supandi (2011:61), mendefinisikan motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang dapat ditimbulkan karena adanya rangsangan dari luar individu itu untuk mengembangkan dirinya. John W Santrock (2003:476) motivasi ekstrinsik adalah kemauan seseorang untuk mencapai sesuatu yang diinginkan didorong karena adanya perasaan ingin mendapatkan penghargaan disuatu kondisi atau menghindari hukuman. Motivasi eksternal adalah kemauan seseorang untuk meningktkan prestasi yang diberikan oleh orang lain kepada
dirinya seperti semangat, pujian dan nasehat baik dari orang tua, guru, teman dan orang lain yang cintainya.
Hal ini selaras dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Istinah (2011) dalam penelitiannya yang berjudul Pengaruh Kondisi Sosial Ekonomi Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Siswa Akuntansi di SMK Saintika Pekanbaru, hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan Kondisi Sosial Ekonomi Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Siswa Akuntansi di SMK Saintika Pekanbaru.
Hal ini menunjukkan bahwa motivasi ekstrinsik yang dimiliki siswa adalah adanya dorongan dari luar diri siswa untuk mengadakan perubahan yang baik dan tentunya akan mendorong dalam penunjang prestasi belajar siswa.
Motivasi belajar memiliki peranan penting bagi keberhasilan siswa, prestasi belajar akan menjadi optimal apabila terhadap motivasi belajar yang tinggi.
Makin tepat motivasi ekstrinsik yang diberikan maka akan semakin berhasil siswa menerima dan memahami materi pelajaran disekolah. Keberhasilan motivasi belajar dapat diukur dari tekunnya siswa tersebut menghadapi tugas, tanggap dalam menghadapi setiap kesulitan, memiliki minat yang tinggi dalam pembelajaran, memiliki hasrat yang tinggi untuk berhasil dan selalu menjaga agar motivasi yang ada pada dirinya tetap terjaga.
Setelah dilakukan survei tentang motivasi ekstrinsik siswa terdapat beberapa faktor yang menyebabkan kurang maksimalnya prestasi belajar siswa, yaitu pernyataan yang berbunyi teman-teman saya selalu memberikan semangat kepada saya untuk giat belajar. Hal ini dapat diketahui bahwa dorongan
semangat dari teman juga berpengaruh dalam memberikan motivasi untuk meningkatkan prestasi siswa. Dalam hal ini semangat yang diberikan teman merupakan hal yang kurang dilakukan sesama siswa untuk itu alangkah lebih baik jika guru memberikan nasihat kepada siswa untuk memberikan semangat kepada sesama teman dan juga guru tersebut memberikan semangat kepada siswa untuk lebih giat belajar agar prestasi yang diperoleh siswa baik dan dapat ditingkatkan lagi.
3. Pengaruh Antara Status Sosial Ekonomi Orang Tua Dan Motivasi Ekstrinsik Siswa Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas XI Administrasi Perkantoran SMK Manajemen Penerbangan Pekanbaru.
Status sosial itu sendiri dapat diartikan dengan kondisi kemasyarakatan seseorang yang menjalani perubahan-perubahan melalui proses sosial. Proses sosial itu sendiri tentunya terjadi karena adanya interaksi sosial yang ada dimasyarakat. Menurut Abdulsyani (2002:152), interaksi sosial adalah bagaimana hubungan timbal balik yang dinamis antar masyarakat yang menyangkut hubungan antara orang-orang secara perseorangan, antara kelompok maupun antara orang dengan kelompok-kelompok. Sedangkan kondisi ekonomi dapat diartikan sebagai keadaan atau kenyataan yang terlihat atau terasakan oleh indera manusia tentang keadaan orang tua dan kemampuan orang tua dalam memenuhi kebutuhan yang harusnya dipenuhi. Menurut Supandi (2011:61), mendefinisikan motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang dapat ditimbulkan karena adanya rangsangan dari luar individu itu untuk
mengembangkan dirinya. John W Santrock (2003:476) motivasi ekstrinsik adalah kemauan seseorang untuk mencapai sesuatu yang diinginkan didorong karena adanya perasaan ingin mendapatkan penghargaan disuatu kondisi atau menghindari hukuman. Motivasi eksternal adalah kemauan seseorang untuk meningktkan prestasi yang diberikan oleh orang lain kepada dirinya seperti semangat, pujian dan nasehat baik dari orang tua, guru, teman dan orang lain yang cintainya.
Hal ini selaras dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Arum Rina Choirani (2013) dalam penelitiannya yang berjudul Pengaruh Status Sosial Ekonomi Orang Tua dan Motivasi Belajar Ekstrinsik Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi di MAN Malang II Batu, hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan Motivasi Belajar Ekstrinsik Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi di MAN Malang II Batu, terdapat pengaruh positif dan signifikan Status Sosial Ekonomi Orang Tua dan Motivasi Belajar Ekstrinsik secara bersama-sama Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi di MAN Malang II Batu, Motivasi Belajar Ekstrinsik
Hal ini menunjukkan bahwa salah satu yang mempengaruhi prestasi belajar adalah status sosial ekonomi orang tua dan motivasi ekstrinsik siswa.
Faktor yang mempengaruhi prestasi belajar yang berasal dari dalam diri terdiri dari minat dan bakat serta motivasi dari seseorang itu sendiri. Sedangkan faktor eksternal meliputi tingkat pendidikan orang tua, tingkat pekerjaan orang tua, tingkat pendapatan orang tua, kepemilikan barang-barang berharga dan tingkat
pengeluaran dan pemenuhan kebutuhan orang tua. Motivasi merupakan dorongan pada anak yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan yang baik pada dirinya dan tingkah laku. Motivasi belajar di ukur dengan adanya hasrat untuk maju dan perubah, adanya keinginan untuk pendapat pujian dan maju dari orang lain, memiliki minat belajar yang tinggi dan bagaimana siswa tersebut tekun dalam belajar untuk pendapatkan penghargaan yang diperoleh dari dirinya atau orang lain.
Status sosial ekonomi orang tua dan motivasi ekstrinsik siswa yang tinggi merupakan faktor penting dalam tercapainya prestasi belajar siswa yang baik, dimana status sosial ekonomi orang tua dan motivasi ekstrinsik secara bersama-sama merupakan hal yang penting dalam mendorong prestasi siswa yang baik dan paling penting guna mencapai prestasi belajar siswa yang optimal.
98 BAB V PENUTUP 5.1.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Sekolah Menengah Kejuruan Manajemen Penerbangan Pekanbaru diperoleh kesimpulan sebagai berikut :
1. Terdapat pengaruh positif signifikan Status Sosial Ekonomi Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas XI Administrasi Perkantoran SMK Manajemen Penerbangan Pekanbaru.
2. Terdapat pengaruh positif signifikan Motivasi Ekstrinsik Siwa Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas XI Administrasi Perkantoran SMK Manajemen Penerbangan Pekanbaru.
3. Terdapat pengaruh positif signifikan Status Sosial Ekonomi Orang Tua dan Motivasi Ekstrinsik Siswa Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas XI Administrasi Perkantoran SMK Manajemen Penerbangan Pekanbaru. Dapat disimpulkan bahwa variabel status sosial ekonomi orang tua (X1) dan motivasi belajar (X2) secara bersamaan berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar pada SMK Manajemen Penerbangan di Pekanbaru.
5.1.2 Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, maka penulis ingin memberikan saran-saran kepada yang bersangkutan untuk dapat mempertimbangkan saran-saran yang diberikan sebagai berikut :
1. Kepada siswa/i, hendaknya lebih meningkatkan prestasi belajar dalam pembelajaran agar prestasi yang diperoleh dapat meningkat dengan cara lebih giat belajar agar prestasi belajar semakin maksimal.
2. Kepada pihak sekolah, diharapkan untuk lebih membantu menumbuhkan motivasi ekstrinsik pada diri siswa untuk lebih tekun dalam belajar sehingga dapat menghasilkan prestasi belajar yang diinginkan secara lebih maksimal.
3. Kepada peneliti selanjutnya untuk dapat lebih mendalami apa saja hal yang memacu untuk meningkatkan prestasi belajar siswa yang tidak diteliti oleh penulis saat ini.
100
DAFTAR PUSTAKA
Abdulsyani. 2002. SOSIOLOGI Skematika Teori dan Terapan. Jakarta : PT Bumi Aksara.
Ahmadi dan Supriyadi. 2006. Psikologi Belajar. Jakarta : Rineka Cipta.
Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktis.
Jakarta: PT Rineka Cipta.
Djamarah, Syaiful Bahri. 1994. Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru. Surabaya :Usaha Nasional.
Lilik. 2007. Human Capital Competencies. Jakarta : PT Elex Media.
Komputindo.
Mudjiono, Dimyati. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka
Nasution. 1994. Berbagai Pendekatan Belajar dan Mengajar. Jakarta : Bina Aksara
Notoatmodjo, Soekidjo. 2003. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta : PT Rineka Cipta.
Purwanto, Ngalim. 2010. Prinsip-Prinsip dan Teknis Evaluasi Pengajaran.
Bandung : PT Remaja Rosdakarya.
Rosyid, Moh Zaiful, Mustajab, Aminol. 2019. Prestasi Belajar. Malang : CV Literasi Nusantara Abadi.
Sadirman. 2011. Belajar & Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Salim, Peter dan Yeni, S. 1995. Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer. Jakarta : Modern English.
Santrock, John W. 2003. Adolescence. Perkembangan Remaja. Jakarta : Erlangga.
Soekanto, Soerjono. 2007. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta : Rajawali Press.
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suhardi. 2013. The Science Of Motivation Kitab Motivasi. Jakarta : PT Elex Media. Komputindo.
Sumardi, M. 2004. Kemiskinan dan Kebutuhan Pokok. Jakarta : Rajawali Jakarta.
Tulus, Tu’u. 2004. Peran Disiplin pada Perilaku dan Prestasi Siswa. Jakarta : Grasindo.
Winkel, W.S. 2004. Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama.