HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A.Hasil Penelitian
2. Hasil Siklus I
Pada siklus I ini, yang tuntas KKM 75 ada 28 siswa atau 73,68 % dari keseluruhan siswa yang berjumlah 38 siswa. Dan yang belum tuntas sebanyak 10 siswa atau 26,32 % dari jumlah siswa yang ada di kelas VII A
72
Adapun data persentase ketuntasan hasil belajar siswa kelas VIII MTs
Ma‟arif 03 Grabag pada mata pelajaran Fiqih materi Shalat Jamak, Qasar dan Jamak Qasar pada siklus I, dapat dilihat dalam tabel berikut:
Tabel 4.5
Data Persentase Hasil Belajar Siswa Siklus I
Jumlah Ketuntasan Persentase Ketuntasan
Siklus
Tuntas Tidak tuntas Tuntas Tidak tuntas
I
28 10 73,68 % 26,32 %
Berdasarkan KKM di MTs Ma‟arif 03 Grabag tahun pelajaran 2017/2018 bahwa ketuntasan klasikal atau proses pembelajaran dikatakan berhasil atau tuntas apabila hasil belajar secara klasikal mencapai 85 % dari jumlah siswa yang ada mencapai nilai ≥ 75. Dengan demikian ketuntasan klasikal pada siklus I belum mencapai kriteria keberhasilan ketuntasan yang telah ditetapkan yakni 85 %, maka proses pembelajaran atau penelitian bersiklus atau PTK ini belum bisa dihentikan (masih perlu tindak lanjut). 3. Hasil Siklus II
Pada siklus II rata-rata hasil belajar siswa adalah 88,94 dengan ketuntasan mencapai 100 %. Pada siklus II ini hasil belajar siswa sangat meningkat dengan pesat. Adapun data persentase ketuntasan hasil belajar siswa kelas VII A MTs Ma‟arif 03 Grabag pada mata pelajaran Fiqih materi
73
Shalat Jamak, Qasar dan Jamak Qasar pada siklus II, dapat dilihat dalam tabel berikut:
Tabel 4.6
Data Persentase Hasil Belajar Siswa Siklus II
Jumlah Ketuntasan Persentase Ketuntasan
Siklus
Tuntas Tidak tuntas Tuntas Tidak tuntas
II
38 - 100 % - %
Persentase hasil belajar siswa pada siklus II dapat dilihat pada Tabel 4.6, yaitu 100 % atau keseluruhan siswa telah tuntas. Berdasarkan KKM di
MTs Ma‟arif 03 Grabag tahun pelajaran 2017/2018 bahwa ketuntasan klasikal atau proses pembelajaran dikatakan berhasil atau tuntas apabila hasil belajar secara klasikal mencapai 85 % dari jumlah siswa yang ada mencapai nilai ≥ 75. Dengan demikian ketuntasan klasikal pada siklus II telah mencapai kriteria keberhasilan ketuntasan yang telah ditetapkan yakni
85 %, dan 100 % ≥ 85 %. Maka proses pembelajaran atau penelitian
bersiklus atau PTK ini sudah bisa dihentikan (tidak perlu dilanjutkan). Peningkatan nilai hasil belajar siswa berlangsung pada pra siklus, siklus I dan siklus II. Dapat dilihat dari tabel sebagai berikut:
74 Tabel 4.7
Gabungan Nilai Hasil Belajar Siswa Antar Siklus
NO Nama Pra Siklus Siklus I Siklus II
1 Abdul Kasan Bisri 80 80 90
2 Ahmad Nashokha 90 100 100
3 Alix Zakaria 60 60 80
4 Alvita Chusnil Wafiqi 60 70 80
5 Anzil Ilmiurfatus Sharifah 60 80 90 6 Arisa Sifaul Khasanah 70 80 100
7 Azaria Agdie Prahita 70 80 80
8 Bagas Cakra Buana 80 80 90
9 Danang Mutafakun Izhar 60 70 80 10 Elsya Cahyaningtyas 60 60 80 11 Ezi Rahmawati 60 60 80 12 Fatimah Dzzahro 60 80 100 13 Febrian Okymada Setiawan 70 90 100 14 Hilma Layinatul Nafisah 60 80 90 15 Iman Taofik 50 70 80
75
16 Jeni Novita Sari 60 80 80
17 Jody Indra Rismantoro 60 70 80 18 Kusnanto 60 60 80 19 Maulida Nurul Khusna 60 80 100 20 Miftachul Ulum 90 90 90 21 Mucahmmad Fiqru Chadiq 60 70 90 22 Muhamad Aris 80 80 90 23 Muhamad Khuzaeron 75 80 100 24 Muhamad Nafan 80 80 90 25 Mukhamad Sulkhan 80 80 80 26 Mukhammad Fauzan 75 90 90 27 Nanang Ikhwan Setyawan 75 80 90 28 Puji Luhur 100 100 100
29 Raffi Azzi Maulana 90 100 100
30 Reni Kusuma Putri 80 80 80
31 Rifki Andri Ansyah 90 90 90
32 Rio Ferdynand 80 80 80
76
34 Sanita Hana Safara 80 90 90
35 Siti Hanifah 80 80 100
36 Sofa Andi Anggoro 70 80 80
37 Sudiyanto 75 80 90
38 Wafiq Azizah 85 90 100
Rata-rata 72,89 79,47 88,94
Persentase Ketuntasan 52,63% 73,68% 100%
Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa perolehan rata-rata nilai dan persentase ketuntasan siklus I meningkat dengan perolehan rata-rata nilai 79,47 dengan persentase ketuntasan sebesar 73,68%. Jika dibandingkan dengan rata-rata nilai dan persentase ketuntasan pra siklus yang hanya memperoleh rata-rata 72,89 dengan persentase ketuntasan 52,63% maka dapat disimpulkan bahwa telah terjadi peningkatan dari pra siklus ke siklus I. Demikian juga pada siklus II yang terjadi peningkatan rata-rata nilai menjadi 88,94 dengan persentase ketuntasan sebesar 100%.
Berdasarkan data tersebut dapat diketahui bahwa pelaksanaan PTK dengan menggunakan strategi peer lesson meningkatkan hasil belajar siswa. Peningkatan persentase ketuntasan pada pra siklus, siklus I dan siklus II dapat dilihat dalam diagram sebagai berikut:
77 Gambar 4.4
Diagram Persentase Ketuntasan Keseluruhan
Berdasarkan diagram di atas, dapat diketahui bahwa persentase
ketuntasan siswa kelas VII A MTs Ma‟arif 03 Grabag kabupaten Magelang
mengalami peningkatan. Di mana sebelum penerapan strategi pembelajaran peer lesson persentase ketuntasan siswa yang diperoleh sebesar 52,63%. Sedangkan persentase ketuntasan siswa pada siklus I adalah 73,68% dan persentase ketuntasan siswa pada siklus II adalah 100%. Hal ini menunjukkan peningkatan hasil belajar dari pra siklus, siklus I dan siklus II.
Prasiklus
Siklus I
Siklus II
78 BAB V PENUTUP A.Kesimpulan
Berdasarkan penelitian tindakan kelas yang dilakukan di MTs Ma‟arif 03
Grabag Kabupaten Magelang tahun 2018, dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi peer lesson dapat meningkatkan hasil belajar Fiqih materi “Shalat Jamak, Qasar dan Jamak Qasar” pada siswa kelas VII A. Dalam pembelajaran Fiqih ini menjadi lebih menyenangkan ketika semua siswa terlibat dalam kegiatan pembelajaran dengan menggunakan strategi peer lesson. Hal ini merupakan salah satu cara kreatif bagi setiap siswa untuk melatih peer teaching masing-masing siswa di dalam kelas dan melatih untuk lebih percaya diri dalam menyampaikan materi terhadap sesama siswa.
Berdasarkan data yang tealah terkumpul dapat disimpulkan bahwa hasil belajar Fiqih pada setiap siklus mengalami peningkatan. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan pada setiap siklus. Dari pra siklus sebelum tindakan, siswa yang mencapai ketuntasan ada 52,63% atau 20 siswa dari keselurahan siswa dengan niali rata-rata kelas sebesar 72,89. Sedangkan pada siklus I, siswa yang tuntas sebanyak 28 siswa atau 73,68% dengan nilai rata-rata kelas sebesar 79,47. Pada siklus II sebanyak 38 siswa atau 100% telah tuntas dengan rata-rata kelas sebesar 88,94. Dengan demikian, maka sudah terbukti bahwa pembelajaran Fiqih materi “Shalat Jamak, Qasar dan Jamak Qasar” melalui penggunaan strategi peer lesson dapat meningkatkan hasil
79
belajar Fiqih pada siswa kelas VII A di MTs Ma‟arif 03 Grabag Kabupaten
Magelang tahun pelajaran 2017/2018. B.Saran
Berdasarkan tindak lanjut dari penelitian ini, maka penulis memberikan beberapa saran, diantaranya sebagai berikut:
1. Bagi Kepala Sekolah
Hendaknya kepala sekolah lebih memberikan dukungan kepada semua guru dalam kegiatan pembelajaran dengan lebih memperhatikan terhadap penyediaan fasilitas yang dibutuhkan guru dalam kegiatan pembelajaran, baik media pembelajaran maupun pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan dan mengembangkan keterampilan guru dalam mengajar.
2. Bagi Guru
a. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi refleksi bagi para guru untuk dapat menentukan dan menerapkan strategi pembelajaran yang tepat dalam proses pembelajaran, sehingga dapat menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan di dalam kelas.
b. Seorang guru yang bertindak sebagai fasilitator harus mampu mengikuti perkembangan teknologi terutama dalam pembelajaran, sehingga dapat mengetahui tentang berbagai macam pendekatan, model dan strategi pembelajaran agar bisa mengikuti kebutuhan dan keadaan dari siswa yang juga senantiasa ikut berkembang.
80 3. Bagi Siswa
Diharapkan untuk para siswa agar lebih menghargai, memperhatikan dan senantiasa melaksanakan apa yang telah diperintahkan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran. Dan tidak lupa untuk tetap menjaga kebersamaan di dalam kelas dan saling mendukung satu sama lain sesama siswa terutama dalam hal diskusi kelompok dan presentasi.
81