• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Pembahasan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hambatan pelaksanaan

pembelajaran renang di Sekolah Dasar di Kecamatan Sewon Kabupaten Bantul

tahun 2017/2018 berdasarkan faktor pendidik, peserta didik, materi ajar, sarana dan

prasarana, dan lingkungan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa

hambatan pelaksanaan pembelajaran renang di Sekolah Dasar di Kecamatan Sewon

Kabupaten Bantul tahun 2017/2018 dalam kategori cukup. Secara rinci, hasil paling

tinggi yaitu pada kategori cukup, sebesar 36,36%, selanjutnya kategori tinggi,

sebesar 31,82%, artinya bahwa hambatan pelaksanaan pembelajaran renang di

Sekolah Dasar di Kecamatan Sewon Kabupaten Bantul tahun 2017/2018 masuk

kategori tinggi, berikutnya kategori rendah, sebesar 22,73%. Berdasarkan hasil

tersebut, menunjukkan bahwa pembelajaran renang yang kurang maksimal. Hal

tersebut dikarenakan transportasi yang digunakan untuk menuju ke kolam renang

transportasi umum seperti bus ataupun kereta mini dengan cara menyewa biaya

yang dikeluarkan akan jauh lebih banyak, apabila menggunakan sepeda masing

masing anak guru tidak sanggup dengan resiko yang akan terjadi dijalan apabila

dalam mengajar seorang diri, belum dengan tiket masuk kolam renang dengan

sejumlah siswa yang akan melaksanakan pembelajaran renang yang akan

menambah biaya.

Secara rinci, hambatan pelaksanaan pembelajaran renang di Sekolah Dasar

di Kecamatan Sewon Kabupaten Bantul tahun 2017/2018 berdasarkan faktor

pendidik, peserta didik, materi ajar, sarana dan prasarana, dan lingkungan

dijelaskan sebagai berikut:

1. Faktor Pendidik (Guru)

Hambatan pelaksanaan pembelajaran renang di Sekolah Dasar di

Kecamatan Sewon Kabupaten Bantul tahun 2017/2018 berdasarkan faktor pendidik

(guru) masuk dalam kategori cukup. Saat anak belajar di sekolah, faktor guru

merupakan faktor yang sangat penting yang nantinya akan mempengaruhi proses

pembelajaran berjalan dengan lancar. Sikap dan kepribadian guru, tinggi dan

rendahnya pengetahuan yang dimiliki guru dan bagaimana cara guru mengajarkan

pengetahuan tersebut kepada peserta didiknya mengajarkan pengetahuan tersebut

kepada peserta didiknya turut menentukan hasil belajar yang akan dicapai ke

depannya. Memupuk rasa senang terhadap olahraga merupakan tugas guru yang

utama, karena bila guru tidak bisa membangkitkan rasa senang terhadap olahraga

renang tersebut mustahil anak akan mau mengikuti dengan antusias pembelajaran

tugas guru pendidikan jasmani secara nyata sangat kompleks, guru pendidikan

jasmani sebagai pendidik tugasnya adalah lebih banyak memberikan dan

menanamkan sikap atau afektif ke peserta didik melalui pembelajaran pendidikan

jasmani. Melalui pembelajaran pendidikan jasmani dengan materi permainan dan

bermain, atletik, senam, renang, beladiri, dan olahraga/aktivitas di alam terbuka

para peserta didik ditanamkan sikap agar benar-benar menjadi manusia yang

berbudi pekerti luhur. Sukintaka (2004: 30), untuk memelihara kelancaran mengajar

renang maka seorang guru harus mengusahakan agar: (1) Datang dan siap sebelum

waktu pembelajaran dimulai. (2) Menyiapkan dan memeriksa alat bantu yang

digunakan dalam mengajar. (3) Berpakaian yang bersih, rapi cara memakainya dan

sesuai dengan situasi yang dihadapi. Jadi guru sangat berperan penting tidak hanya

berperan sebagai model atau teladan bagi siswa yang diajarinya, tetapi juga sebagai

pengelola proses pembelajaran, keberhasilan suatu proses pembelajaran sangat

ditentukan oleh kualitas dan kemampuan guru. Kepiawaian guru dalam

menggunakan metode, teknik, dan taktik pembelajaran.

2. Faktor Peserta Didik

Hambatan pelaksanaan pembelajaran renang di Sekolah Dasar di

Kecamatan Sewon Kabupaten Bantul tahun 2017/2018 berdasarkan faktor peserta

didik masuk dalam kategori cukup. Seorang siswa dapat menentukan apakah proses

pembelajaran tersebut berhasil atau tidak dilihat dari nilai akhir dalam proses

pembelajaran. Menurut Siswoyo, dkk (2008: 135), menyebutkan bahwa guru

haruslah memperhatikan bakat, minat, sikap dan kemampuan peserta didik. Seorang

mendalam terhadap karakteristik siswanya. Karakteristik siswa itu sangat beragam.

Sebagai guru haruslah mengetahui karakteristik siswanya sebelum melaksanakan

pembelajaran renang sehingga tercipta pembelajaran yang kondusif dan progresif.

Dalam proses pembelajaran renang, sangat terkait dengan situasi dan kondisi

kegiatan pembelajaran renang sangat jauh berbeda dengan cabang-cabang olahraga

yang lain, yang pada umumnya kegiatannya diadakan di darat yang situasi dan

kondisinya tidak menyalahi kehidupan manusia sehari-hari. Menurut Murni, (2000:

18-19), beberapa unsur yang harus dikembangkan terhadap diri anak didik dalam

mengikuti pembelajaran renang agar penguasaan materi lebih efektif dan efisien,

yaitu: (1) Memupuk rasa senang terhadap olahraga renang, (2) Memupuk

keberanian, (3) Meningkatkan rasa percaya diri, (4) Meningkatkan ketekunan.

Menurut Sukintaka (2004: 35), anak yang kecakapannya kurang perlu memperoleh

perhatian khusus, berikan mereka kesempatan berlatih yang lebih banyak dari pada

anak yang lebih menguasai pelajaran yang diberikan. Jadi siswa merupakan faktor

yang berpengaruh dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani karena tujuan

dari pembelajaran renang adalah menjadikan siswa mengetahui dan menguasai

gerak dasar renang.

3. Faktor Materi Ajar

Hambatan pelaksanaan pembelajaran renang di Sekolah Dasar di

Kecamatan Sewon Kabupaten Bantul tahun 2017/2018 berdasarkan faktor materi

ajar masuk dalam kategori cukup. Menurut Slameto (2003: 65) yang dikutip oleh

skripsi Wirayanti (2007), kurikulum diartikan sebagai sejumlah kegiatan yang

pelajaran agar siswa menerima, menguasai, dan mengembangkan bahan pelajaran

itu. Jelaslah bahwa pembelajaran itu mempengaruhi belajar siswa. Apalagi

kurikulum 2013 yang saat ini menjadi pedoman bagi guru saat melaksanakan

pembelajaran, sama-sama penting dengan peran guru saat melaksanakan

pembelajaran. Apabila dalam kurikulum 2013 menghambat dalam pembelajaran

siswa atau tidak sesuai maka seorang guru harus dituntut aktif dalam menciptakan

suatu pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa yang ada di sekolah

tersebut. Dalam pembelajaran renang, materi yang diajarkan renang gaya bebas dan

gaya dada ini merupakan pengulangan materi, akan tetapi pada bagian lainnya

ditambahkan dengan teknik-teknik lanjutan sehingga penguasaan siswa akan

bertambah. Dalam standar kompetensi semester satu, mempraktikan teknik dasar

renang gaya bebas dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. untuk semester dua

mempraktikan teknik dasar renang gaya dada dan nilai-nilai yang terkandung di

dalamnya. Suryatna (2004: 14) menyatakan dalam pelajaran renang, perlu

diutamakan timbulnya kesenangan dan diperolehnya keterampilan gerak di air.

Berenang tidak harus seperti yang dilakukan oleh perenang mahir yang terikat oleh

aturan. Berenang bagi siswa SD harus dikemas dan disajikan secara bertahap dan

berkelanjutan. Jadi dalam materi renang guru harus mengajarkan siswa dari materi

yang mudah/dasar ke materi yang sulit. Memberikan materi yang berkelanjutan

sesuai dengan kompetensi dasar yang berlaku.

4. Faktor Sarana dan Prasarana

Hambatan pelaksanaan pembelajaran renang di Sekolah Dasar di Kecamatan

dan prasarana masuk dalam kategori cukup. Penggunaan sapras sebagian besar yang

diambil secara random yang ada di sekolah dasar yang ada dikecamatan sewon

seperti kolam renang yang digunakan yaitu berbeda beda. Seperti contohnya SD

Negeri 1 Blunyahan menggunakan kolam renang yang dipunyai oleh salah satu wali

murid yang ada di SD tersebut, untuk SD Negeri 2 Blunyahan menggunakan kolam

renang yang ada dipusat bantul yaitu kolam renang tirto sari sama seperti SD Negeri

Timbulharjo yang menggunakan kolam renang yang sama. Selain kolam renang

yang masih kurang memadai jarak tempuh menuju kolam renang tersebut juga tidak

terlalu dekat dan harus menggunakan transportasi yang mendukung sesuai dengan

sekolah masing masing.

Faktor guru dan cara mengajarnya berkaitan erat dengan ketersediaan

alat-alat pembelajaran yang tersedia di sekolah. Sekolah yang memiliki sarana dan

prasarana lengkap yang diperlukan dalam belajar ditambah dengan guru yang

berkualitas akan mempermudah dan mempercepat belajar anak-anak. Secara umum

dapat dikatakan suatu proses pembelajaran harus mencakup semua tujuan

pembelajaran. Dalam proses pembelajaran ada faktor pendukung dan faktor

penghambat, kadang tidak sesuai dengan harapan, faktor-faktor yang

mempengaruhi terhadap keberhasilan proses pembelajaran harus dimanfaatkan

secara optimal mungkin. Namun harus diperhatikan, faktor-faktor tersebut

berkaitan satu sama lainya dengan itu bisa disebut bahwa suatu pembelajaran

berhasil tanda adanya faktor faktor penghambat tersebut tetapi sebaliknya mesti ada

yang salah dalam suatu proses pembelajaran tersebut. Sarana adalah segala

bahkan dibawa oleh pelakunya atau siswa. Prasarana adalah segala sesuatu yang

diperlukan dalam pembelajaran pendidikan jasmani, mudah dipindah (semi

permanen) tetapi berat atau sulit. Prasarana atau fasilitas adalah segala sesuatu yang

diperlukan dalam pembelajaran pendidikan jasmani, bersifat permanen atau tidak

dapat dipindahpindahkan (Suryobroto, 2001: 4). Dalam berenang, unsur yang

sangat vital atau media utamanya adalah air. Apabila tidak ada air maka proses

pembelajaran renang tidak terlaksana. Mengingat pentingnya kebersihan dalam

berenang, hendaknya air yang digunakan harus memenuhi syarat-syarat tertentu,

yaitu: bersih, jernih dan bersuhu air berkisar 23-25°C (Muhajir, 2007: 84). Dalam

pelaksanaan praktik pembelajaran renang, prasarana atau fasilitas yang dibutuhkan

dalam proses pembelajaran adalah kolam renang. Agar dapat berfungsi dengan baik

dan optimal sebagai fasilitas olahraga secara edukatif, rekreatif, maupun prestatif.

Sukintaka (2004: 10), agar jalan pelajaran berjalan lancar, dalam mencapai tujuan

kadang-kadang diperlukan media pengajaran. Media pengajaran itu antara lain:

Gambar atau alat peraga, Slide, Film, Televisi, Over head projector. Alat-alat yang

langsung digunakan dalam pelajaran harus dapat ditentukan secara pasti bagaimana

cara menggunakannya, dan hasil yang diharapkan dengan menggunakan alat

tersebut. Misalkan papan-papan untuk berlatih kaki, tembok dan stang pada tembok

untuk belajar dan berlatih teknik tangan atau kaki dalam bermacammacam gaya.

Jadi sarana dan prasarana sangat berperan dalam proses pembelajaran untuk

menunjang pembelajaran yang lebih efektif dan efisien untuk pencapaian tujuan dai

5. Faktor Lingkungan

Hambatan pelaksanaan pembelajaran renang di Sekolah Dasar di

Kecamatan Sewon Kabupaten Bantul tahun 2017/2018 berdasarkan faktor

lingkungan masuk dalam kategori cukup. Lingkungan sekolah sebagai tempat

belajar selayaknya harus mampu menciptakan suasana yang tenang, aman dan

nyaman untuk mendukung terlaksananya proses pembelajaran dengan baik.

Kondisi lingkungan sekolah dan sekitar sekolah sangat mempengaruhi

kelangsungan proses pembelaaran. Menurut Semiawan (1992: 96), ada empat jenis

sumber belajar yang sangat bermanfaat, yaitu: (1) Masyarakat desa atau kota di

sekeliling lingkungan sekolah, (2) Lingkungan fisik di sekitar sekolah, (3) Bahan

sisa yang tidak terpakai atau bahan bekas yang terbuang dapat diolah menjadi dan

bermanafaat sebagai alat bantu belajar. (4) Peristiwa alam dan peristiwa yang terjadi

di masyarakat cukup menarik perhatian siswa. Jadi lingkungan juga dapat

mempengaruhi pembelajaran, lingkungan yang kondusif dapat menjadikan

pembelajaran berlangsung dengan baik dan sebaliknya.

Dokumen terkait