• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Pembahasan

Menurut Notoatmodjo (2010), pengetahuan (knowledge) adalah hasil tahu dari manusia yang sekedar menjawab pertanyaan “what”. Pengetahuan

merupakan hasil tahu dari manusia terhadap sesuatu, atau segala perbuatan manusia untuk memahami suatu objek tertentu. Pengetahuan dapat berwujud barang-barang baik lewat indera maupun lewat akal, dapat pula objek yang dipahami oleh manusia berbentuk ideal atau yang bersangkutan dengan masalah kejiwaan.

Pengetahuan ibu hamil tentang nutrisi pada saat kehamilan sangat penting untuk diperhatikan. Asupan yang dikonsumsi oleh ibu hamil harus memenuhi

standar gizi, agar tumbuh kembang janin baik dan kesehatan ibu terjamin (Miyata dan Proverawati, 2010).

Nutrisi ibu hamil adalah peningkatan konsumsi makanan hingga 300 kalori per hari, mengonsumsi makanan yang mengandung protein, zat besi, minum cukup cairan (menu seimbang) (Saifuddin, 2006). Menurut Kristiyanasari (2010), kebutuhan nutrisi ibu hamil adalah kebutuhan energi yaitu 27.000-80.000 Kkal atau 100 Kkal/hari, kebutuhan karbohidrat sekitar 1.500 kalori, kebutuhan protein dan asam amino sebanyak 350-450 gram, kebutuhan lemak yaitu 25% dari seluruh kalori yang dikonsumsi sehari, kebutuhan vitamin A yaitu 25 mg/hari, kebutuhan vitamin D yaitu 10 mg/hari, kebutuhan vitamin E yaitu sebanyak 15 mg (22,5 IU), kebutuhan vitamin C 70 mg/hari, kebutuhan asam folat 400 mg/hari, kebutuhan kalsium 1200-1500 mg/hari, kebutuhan magnesium 320 mg dan kebutuhan tablet Fe 1000 mg.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan ibu hamil trimester I tentang nutrisi selama kehamilan pada kategori baik sebanyak 7 responden (23,4%), tingkat pengetahuan cukup sebanyak 19 responden (63,3%) dan tingkat pengetahuan kurang sebanyak 4 responden (13,3%). Hasil penelitian ini serupa dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Kurniati (2012), dengan judul “Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Kebutuhan Nutrisi Selama Kehamilan di BPM Haryanti Annas Singosari Mojosongo Boyolali” jumlah responden 52 orang ibu hamil, dengan hasil Hasil penelitian mayoritas pada tingkat pengetahuan cukup sebanyak 37 responden (71,2%).

Menurut Cahyonoputra (2009), ada beberapa faktor yang mempengaruhi pengetahuan seseorang, yaitu pendidikan, media massa/Informasi, sosial budaya dan ekonomi, lingkungan, pengalaman dan usia.

Menurut Cahyonoputro (2009), Pendidikan mempengaruhi proses belajar, semakin tinggi pendidikan seseorang maka semakin mudah seseorang itu menerima informasi. Sebagian besar pendidikan responden pada penelitian ini adalah SLTA (66,7%). Informasi yang diperoleh baik dari pendidikan formal maupun non formal dapat memberikan pengaruh jangka pendek (immediate

impact) sehingga menghasilkan perubahan atau peningkatan pengetahuan.

Responden pada penelitian ini telah mendapatkan informasi tentang nutrisi dari petugas kesehatan (90%) dan media elektronik (10%). Status ekonomi seseorang akan menentukan tersedianya suatu fasilitas yang diperlukan untuk kegiatan tertentu, sehingga status sosial ekonomi ini akan mempengaruhi pengetahuan seseorang, semakin tinggi tingkat sosial ekonomi semakin tinggi tingkat pengetahuan. Mayoritas responden dalam penelitian ini bekerja sebagai pegawai swasta (53,3%). Lingkungan berpengaruh terhadap proses masuknya pengetahuan kedalam individu yang berada dalam lingkungan tersebut. Hal ini terjadi karena ada atau tidaknya interaksi timbal balik yang akan direspon sebagai pengetahuan oleh setiap individu. Pengalaman sebagai sumber pengetahun untuk memperoleh kebenaran. Usia mempengaruhi terhadap daya tangkap dan pola pikir seseorang. Semakin bertambah usia akan semakin berkembang pula daya tangkap dan pola pikirnya dari hasil penelitian usia responden mayoritas pada usia reproduksi yaitu usia 20 - 35 tahun (90%).

Pengetahuan tentang nutrisi selama kehamilan sangat penting diketahui oleh ibu hamil apabila ibu mengalami kekurangan nutrisi selama hamil akan menimbulkan resiko dan komplikasi pada ibu antara lain anemia, perdarahan, berat badan ibu tidak bertambah secara normal dan terkena infeksi. Komplikasi pada persalinan meliputi persalinan sulit dan lama, persalinan sebelum waktunya (premature) dan perdarahan setelah persalinan. Komplikasi pada janin meliputi proses pertumbuhan janin terhambat dan dapat menimbulkan keguguran, abortus, kematian neonatal, cacat bawaan, anemia pada bayi, asfiksia, dan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR).

D. Keterbatasan Penelitian 1. Kendala Penelitian

Kendala dalam penelitian ini adalah pada saat pengisian kuesioner ibu kurang memahami bahasa khususnya bahasa ilmiah dalam kesehatan yang digunakan dalam kuesioner, sehingga berpengaruh pada jawaban ibu. 2. Keterbatasan penelitian

Keterbatasan penelitian dalam penelitian ini adalah variabel penelitian ini merupakan variabel tunggal, sehingga hasil penelitian terbatas pada tingkat pengetahuan. Kuesioner yang digunakan merupakan kuesioner tertutup sehingga responden hanya bisa menjawab benar atau salah.

53 BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Penelitian ini mengambil judul “Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Trimester I Tentang Nutrisi Selama Kehamilan di BPS Mitra Ibu Sragen. Responden dalam penelitian ini terdiri dari 30 ibu hamil trimester I sehingga penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Trimester I Tentang Nutrisi Selama Kehamilan di BPS Mitra Ibu Sragen pada tingkat pengetahuan baik sebanyak 7 responden (23,4%).

2. Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Trimester I Tentang Nutrisi Selama Kehamilan di BPS Mitra Ibu Sragen pada tingkat pengetahuan cukup sebanyak 19 responden (63,3%).

3. Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Trimester I Tentang Nutrisi Selama Kehamilan di BPS Mitra Ibu Sragen pada tingkat pengetahuan kurang sebanyak 4 responden (13,3%).

B. Saran

1. Bagi Bidan Praktek Swasta (BPS)

Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam usaha promosi kesehatan khususnya tentang kebutuhan nutrisi pada ibu hamil dan meningkatkan KIE terhadap ibu hamil.

2. Bagi Responden

Diharapkan lebih meningkatkan pengetahuan dengan mencari informasi tentang kebutuhan nutrisi selama kehamilan melalui media cetak yaitu dengan banyak membaca buku, majalah, koran dan media elektronik seperti radio, televisi, internet.

3. Bagi peneliti selanjutnya

Dapat mengembangkan variabel penelitian sehingga didapatkan hasil yang lebih baik, pengumpulan datanya menggunakan kuesioner terbuka supaya hasilnya lebih baik lagi dan bahasa ilmiah dalam kesehatan lebih baik tidak digunakan supaya hasilnya lebih valid.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, S. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Edisi Revisi V. Jakarta : Rineka Cipta.

––––––––––––––– . 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta:

Rineka Cipta.

Ayuanita dan Mahardika, A. 2012. Pantangan-Pantangan Ibu Hamil Hal-Hal

yang Tidak Boleh dan Boleh Dilakukan Ibu Hamil. Yogyakarta: Araska.

Cahyonoputra. 2009. Konsep pengetahuan. (online) http://cahyonoptra.blogspot/konsep-pengethuan.html. Diakses tanggal 21 Februari 2012.

Campbell, S, dan Machonochie. 2006. Kehamilan Hari Demi Hari. Jakarta: PT Gelora Aksara Pratama.

Depkes RI. 2007. Pengertian Kehamilan. (online) http://

http://www.DepkesRI.co.id.html Diakses tanggal 14 Maret 2012.

Dinkes. 2011. Target MDGs Bidang Kesehatan.

http://www.1456-depkes-target-mdgs-bidang-kesehatan.html. Diakses 23 Februari 2012.

Hidayat, A, A. 2010. Metode Penelitian Kebidanan dan Teknik Analisa Data. Jakarta : Salemba Medika.

Kristiyanasari, W. 2010. Gizi Ibu Hamil. Yogyakarta: Nuhamedika.

Mahfoed, I. 2007. Metodologi Penelitian Bidang Kesehatan, Keperawatan dan

Kebidanan. Yogyakarta: Fitramaya.

Miyata, S. M. I, dan Proverawati, A. 2010. Nutrisi Janin dan Ibu Hamil. Yogyakarta: Nuha Medika.

Nasrulloh, A. 2009. Perbedaan Antara Ilmu dan Pengetahuan. Diakses melalui

http://filsafatindonesia1001.wordpress.com, 23 Februari 2012.

Notoatmodjo, S. 2010. Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta.

–––––––––––––––––. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta.

Prawirohardjo, S. 2009. Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Puataka Sarwono Prawirohardjo.

Proverawati, A, dan Wati, E. K. 2011. Ilmu Gizi untuk Keperawatan dan Gizi

Kesehatan. Yogyakarta: Nuha medika.

Riwidikdo, H. 2010. Statistik untuk Penelitian Kesehatan dengan Aplikasi

Program R dan SPSS. Yogyakarta: Pustaka Rihama.

Saifuddin, A. B. 2006. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

Sugiyono. 2010. Statistik Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta. Waryana. 2010. Gizi Reproduksi. Yogyakarta: Pustaka Rihama.

Dokumen terkait