• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Pembahasan

Hasil penelitian menunjukan Tingkat pengetahuan ibu hamil tentang

Antenatal Care di BPM Murtini Margorejo Gedangan Cepogo Boyolali

responden dengan tingkat pengetahuan baik sebanyak 8 responden (21,0%), tingkat pengetahuan cukup sebanyak 24 responden (63,1%), dan yang mempunyai pengetahuan kurang sebanyak 6 responden (15,8%).

Menurut Notoatmodjo (2011), pengetahuan adalah hasil ‘tahu’, dan ini terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Pengindraan terjadi melalui panca indra manusia, yakni: indra penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa, dan raba. Sebagian besar pengetahuan

manusia diperoleh melalui mata dan telinga. Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang (overt behavior). Faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan dipengaruhi oleh pendidikan, pekerjaan, umur, lingkungan, minat, pengalaman, kebudayaan lingkungan sekitar dan informasi. (Mubarak dkk (2007).

Karakteristik responden berdasarkan pendidikan diperoleh hasil responden yang berpendidikan SMP berjumlah 13 responden yang memiliki tingkat pengetahuan baik 1 responden, berpengetahuan cukup sebanyak 10 responden dan berpengetahuan kurang sebanyak 2 responden. Responden yang berpendidikan SMA berjumlah 20 responden yang memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 6 responden, berpengetahuan cukup sebanyak 11 responden dan berpengetahuan kurang 3 responden. Responden yang berpendidikan PT berjumlah 5 responden yang memiliki pengetahuan baik 1 responden, cukup 3 responden, kurang 1 responden. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pendidikan dapat mempengaruhi pengetahuan seseorang. Hasil penelitian tersebut sesuai dengan teori yang disampaikan Mubarak dkk (2007), bahwa pendidikan mempengaruhi proses belajar makin tinggi pendidikan seseorang semakin mudah pula menerima informasi dan pada akhirnya semakin banyak pula pengetahuan yang dimiliki.

Karakteristik responden berdasarkan pekerjaan diperoleh hasil ibu hamil yang tidak bekerja (sebagai ibu rumah tangga) berjumlah 20 responden

yang memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 6 responden, berpengetahuan cukup sebanyak 11 responden dan berpengetahuan kurang sebanyak 3 responden. Ibu hamil yang bekerja (sebagai pegawai swasta, wiraswasta dan PNS) berjumlah 18 responden yang memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 2 responden, berpengetahuan cukup sebanyak 13 responden dan berpengetahuan kurang sebanyak 3 responden. Berdasarkan data di atas, dapat disimpulkan bahwa pekerjaan tidak mempengaruhi pengetahuan karena ibu yang tidak bekerja memiliki pengetahuan yang baik dari pada ibu yang. Hasil penelitian tersebut tidak sesuai dengan teori yang disampaikan oleh Mubarak dkk (2007), pekerjaan dapat menjadikan seseorang memperoleh pengalaman dan pengetahuan baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Sebaliknya orang yang tidak memiliki pekerjaan mereka tidak akan memiliki banyak sekali pengalaman dan relasi sehingga pengetahuan yang didapat juga sangat kurang

Karakteristik responden berdasarkan usia diperoleh hasil ibu hamil yang berumur kurang dari 20 tahun berjumlah 4 responden yang memiliki tingkat pengetahuan baik tidak ada, berpengetahuan cukup sebanyak 3 responden dan berpengetahuan kurang sebanyak 1 responden. Ibu hamil yang berumur 20-35 tahun berjumlah 32 responden yang memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 7 responden, berpengetahuan cukup sebanyak 20 responden dan berpengetahuan kurang sebanyak 5 responden. Ibu hamil yang berumur lebih dari 35 tahun berjumlah 2 responden yang memiliki tingkat pengetahuan baik tidak ada, berpengetahuan cukup sebanyak 1 responden dan berpengetahuan

kurang 1 responden. Berdasarkan data di atas, dapat disimpulkan bahwa usia mempengaruhi pengetahuan seseorang hal tersebut sesuai teori yang disampaikan oleh Mubarak dkk (2007). Usia mempengaruhi pengetahuan terhadap perubahan pada aspek fisik dan psikologis (mental). Seseorang yang usianya sudah sangat dewasa cenderung pemikirannya lebih luas dan pengalamannya lebih banyak sedangkan seseorang yang usianya masih muda maka pemikiran dan pengalamannya masih belum begitu luas .

Karakteristik responden berdasarkan paritas / jumlah anak diperoleh hasil responden dengan ibu primigravida sebanyak 15 responden yang memiliki tingkat pengetahuan baik 2 responden, berpengetahuan cukup sebanyak 12 responden dan berpengetahuan kurang 1 responden. Responden dengan ibu multigravida berjumlah 23 responden yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 7 responden, berpengetahuan cukup 14 responden dan berpengetahuan kurang 2 responden. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pengalaman dapat mempengaruhi pengetahuan seseorang. Hasil penelitian tersebut sesuai dengan teori yang disampaikan Mubarak dkk (2007), bahwa pengalaman mempengaruhi ilmu pengetahuan semakin banyak pengalaman yang didapatkan oleh seseorang maka semakin banyak pula pengetahuan yang didapatkan.

Minat mempengaruhi kecenderungan atau keinginan yang tinggi terhadap sesuatu. Minat menjadikan seseorang untuk mencoba dan menekuni sesuatu hal dan pada akhirnya diperoleh pengetahuan yang lebih mendalam. Lingkungan sangat berpengaruh dalam pembentukkan sikap pribadi atau

sikap informasi, dimana lingkungan juga memiliki andil dalam seseorang memperoleh pengetahuan, jika lingkungan tersebut adalah lingkungan yang mayoritas penduduk memiliki pendidikan yang rendah maka tingkat pengetahuan yang didapatkan juga rendah begitupun sebaliknya apabila mayoritas penduduknya memiliki pendidikan yang tinggi maka seseorang akan memiliki pengetahuan yang tinggi.

Seorang ibu hamil harus mengetahui tentang Antenatal Care, karena dengan pengetahuan dapat mendorong ibu hamil untuk melakukan tindakan

Antenatal Care. Menurut Mufdlilah (2009), Antenatal care adalah suatu

program yang terencana berupa observasi, edukasi dan penanganan medik pada ibu hamil, untuk memperoleh suatu proses kehamilan dan persalinan yang aman dan memuaskan. Ibu hamil dianjurkan untuk melakukan pengawasan antenatal sedikitnya sebanyak 4 kali, yaitu 1 kali pemeriksaan pada trimester I, I kali pemeriksaan pada trimester II, dan II kali pada trimester III (Hutahaean, 2012).

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan ibu hamil tentang Antenatal Care di BPM Murtini Margorejo Gedangan Cepogo Boyolali paling banyak pada ketegori cukup yaitu 24 responden (63,1%). Hasil penelitian ini sama dengan penelitian Sinta Setyowati (2010) dengan hasil bahwa Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Trimester III Tentang Antenatal Care di RSUD Surakarta pengetahuan paling banyak pada kategori cukup yaitu 37 responden (74%). Hal tersebut

dipengaruhi oleh faktor umur, pendidikan, pengalaman, minat, kebudayaan lingkungan sekitar dan informasi.

Dokumen terkait