• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Pembahasan

1. Keterlibatan Aktif Siswa Dalam Pembelajaran Melalui Pendekatan Realistik a. Siklus I

Pada siklus I, hasil observasi terhadap aktivitas belajar siswa melalui pendekatan realistik pada pembelajaran matematika, tahap pendahuluan guru sudah berusaha

menarik perhatian siswa untuk belajar yaitu dengan apersepsi di awal pembelajaran. Tetapi pada tahap awal siswa masih kurang konsentrasi dan memeperhatikan terhadap penjelasan yang disampaikan guru karena mereka melihat adanya perbedaan strategi yang diterapkan guru dalam pembelajaran. Disamping itu, siswa masih membawa kebiasaan mereka dalam pembelajaran yaitu mereka terpaku melihat buku dan penjelasan guru saja.

Pada kegiatan awal pembelajaran juga guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan memberitahukan kegiatan yang akan dilakukan selanjutnya sehingga membagi siswa ke dalam 4-5 kelompok dari jumlah keseluruhan siswa 21 orang. Setelah siswa dibagikan ke dalam kelompok maka guru meminta mereka duduk dalam kelompoknya masing-masing. Setiap kelompok mempersiapkan alat peraga yang dibutuhkan dalama kegiatan diskusi/kerja kelompok tidak lagi disibukkan oleh hal tersebut.

Kegiatan inti pembelajaran adalah guru membagikan LKS kepada setiap kelompok dan meminta siswa melakukan kegiatan peragaan berdasarkan petunjuk dalam LKS. Selain itu, untuk memperjelas maka guru menyampaikan petunjuk pengisian LKS dan melakukan peragaan melalui kegiatan contoh yang diberikan oleh guru. Saat kerja kelompok dimulai guru juga diminta membimbing siswa yang mengalami kesulitan dan meminta siswa untuk menanyakan hal-hal yang masih kurang dipahami. Kegiatan inti pembelajaran juga menyampaikan materi pembelajaran yang sudah dirancang pada pertemuan yang bersangkutan dan pemberian tugas individu atau kelompok yang diberikan secara langsung dalam setiap pembelajaran. Guru memotivasi siswa agar lebih giat dalam pembelajaran terutama dalam menyelesaikan tugas-tugas.

Hasil refleksi siklus pertama dinyatakan baik akan tetapi belum memenuhi kriteria keberhasilan yang diharapkan oleh karena kurang optimalnya rancangan dan penerapannya dalam pembelajaran, guru matematika kelas IV belum terbiasa manggunakan pendekatan pembelajaran matematika realistik dalam pembelajaran. Pada kegiatan ini siswa diminta melaporkan hasil kerja kelompoknya ke depan kelas, akan tetapi belum ada yang berani tampil dengan inisiatif sendiri tanpa harus disuruh oleh guru. Refleksi dan analisis tindakan pada siklus I nampaknya indikator keberhasilan siswa masih belum terpenuhi. Keberhasilan keaktifan siswa masih dalam kategori cukup, belum sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Hal ini juga didukung oleh hasil wawancara terhadap beberapa siswa dan juga analisis angket respon siswa terhadap pembelajaran menggunakan pendekatan realistik. Pada siklus I ini, persentase keterlibatan siswa dalam pembelajaran berdasarkan tabel analisis data kegiatan siswa atau keterlibatan siswa secara langsung dalam pembelajaran sebesar atau masuk kategori baik (cukup efektif), dengan rentang skor berada pada kelompok 75,3 - 100,3. Oleh karena itu guru kolaborator dan peneliti secara bersama berdiskusi untuk mengambil langkah selanjutnya.

b. Siklus II

Dari hasil pengamatan dan evaluasi terhadap penggunaan pendekatan realistik dalam pembelajaran matematika pada siklus II, tahap pendahuluan guru sudah sangat berusaha untuk menarik perhatian siswa untuk belajar yaitu melalui kegiatan apersepsi di awal pembelajaran. Setelah membuka dan melakukan apersepsi, kegiatan inti pada pembelajaran adalah menyampaikan materi pembelajaran yang sudah dirancang pada

pertemuan yang bersangkutan dan untuk pemberian tugas langsung (agar siswa aktif) dalam setiap pembelajaran. Sedangkan pada kegiatan kerja kelompok guru memotivasi siswa dan meminta siswa agar tidak ragu ataupun malu untuk bertanya kepada guru ataupun teman yang dianggap mampu.

Berdasarkan hasil refleksi dan analisis terhadap keterlibatan aktif siswa selama proses pembelajaran pada siklus II, menunjukkan bahwa siswa sudah sangat aktif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran dan rata-rata sebagian besar siswa sudah terlihat berpartisipasi dalam menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan. Pada siklus II menunjukkan bahwa siswa sudah terlihat aktif bertanya baik kepada guru maupun temannya, dan bersedia melaporkan hasil kerja kelompok dengan inisiatifnya sendiri. Peningkatan yang lain adalah siswa sudah mulai berani menanggapi dan memberi komentar terhadap hasil kerja kelompok lain. Pada siklus II, indikator keterlibatan aktif siswa masuk dalam kategori sangat aktif atau sebesar 86,15 persen.

2. Prestasi Belajar Siswa

Penelitian tindakan kelas ini dilakukan untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran matematika yang diharapkan dengan adanya peningkatan keaktifan siswa tersebut dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Setelah dilakukan penelitian tindakan kelas melalui dua siklus dan empat kali pertemuan (siklus I, dua kali pertemuan , dan siklus II, dua kali pertemuan), terlihat peningkatan yang signifikan terhadap prestasi belajar siswa. Dalam proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan realistik, terlihat adanya peningkatan pada perhatian dan konsentrasi siswa dalam pembelajaran, kemampuan siswa dalam berkomunikasi dengan teman dan guru, keberanian siswa mengemukakan pendapat dan mengajukan

pertanyaan, keterampilan siswa menggunakan alat peraga sederhana, ketekunan siswa dalam bekerja, kemampuan menggunakan waktu secara efektif, dan kemampuan bekerjasama dalam kelompok.

Peningkatan prestasi belajar matematika siswa selama dua siklus dapat dijelaskan sebagai berikut:

a. Siklus I

Pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan realistik pada siklus I pada pelajaran matematika dengan materi pokok memahami sifat-sifat bangun datar jajar genjang dan menentukan luasnya. Pendekatan realistik mengharapkan siswa dapat mengaitkan pembelajaran dengan kehidupan nyata yang dialami sehari-hari. akan tetapi karena siswa belum terbiasa menggunakan metode dan pembelajaran realistik, maka menyebabkan proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan realistik pada siklus I hanya dapat digolongkan ke dalam kriteria baik.

Berdasarkan hasil tes akhir (post test) tindakan siklus I, diperoleh rata-rata kelas sebesar 7,7. nilai tertinggi adalah 9 dan nilai terendahnya adalah 7. prestasi tersebut sebenarnya sudah bisa dikatakan cukup baik karena keseluruhan siswa sudah masuk dalam kriteria berhasil dalam belajar (belajar tuntas). Akan tetapi lebih baik kalau diadakan tindakan lanjutan agar nilai siswa bisa masuk dalam kategori memuaskan. b. Siklus II

Setelah diadakan refleksi dan perbaikan tindakan pelaksanaan proses pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan realistik pada siklus II terjadi peningkatan pada prestasi belajar siswa yang sangat signifikan. Guru mulai aktif memberikan bimbingan kepada siswa. Dan sebagai timbal baliknya, siswa

mengikuti pembelajaran dengan lebih aktif baik dalam hal bertanya maupun mengemukakan pendapat, selain itu siswa juga terlihat lebih memperhatikan dan konsentrasi dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.

Berdasarkan hasil tes akhir tindakan siklus II dan uraian di atas, tujuan yang ingin dicapai sudah sangat sesuai dengan yang diharapkan. Perolehan nilai rata-rata meningkat menjadi 8,4. Akan tetapi hanya 95% siswa yang masuk kriteria belajar tuntas, karena ada seorang siswa yang mendapat nilai 6, akan tetapi secara rata-rata kelas, peningkatan tersebut sangat terlihat dari yang tadinya berkategori baik menjadi memuaskan. Dengan hasil tersebut maka tujuan dari penelitian tindakan kelas yang selain untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa tetapi juga agar prestasi siswa juga meningkat sudah tercapai.

Dokumen terkait