• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Pembahasan

1. Efikasi diri siswa kelas X SMA Negeri 1 Depok Sleman Yogyakarta Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat efikasi diri siswa kelas

X SMA Negeri 1 Depok Sleman Yogyakarta pada kategori tinggi sejumlah

113 siswa (60.8%), kemudian kategori sedang 73 siswa (39.2%), dan pada

kategori rendah tidak ada (0%). Hal ini menunjukkan bahwa siswa di SMA

Negeri 1 Depok Sleman Yogyakarta memiliki kecenderungan efikasi diri

yang tinggi.

Hasil penelitian ini sejalan dengan pendapat Stipek dan Maddux (dalam

Santrock, 2008: 523) yang menjelaskan bahwa efikasi diri adalah keyakinan

diri dalam individu untuk mengatakan bahwa “aku bisa”. Hal ini sejalan dengan pendapat Baron dan Byrne (1991) bahwa indikator individu yang

memiliki efikasi diri positif ditentukan dalam usaha yang dilakukan untuk

mengatasi persoalan atau menyeleksi tugas, dan seberapa lama dia akan

mampu berhadapan dengan hambatan yang tidak diinginkan. Hal tersebut

sesuai dengan keyakinan yang dimiliki individu akan berhasil dalam

tindakannya.

Hal ini dapat dilihat dari hasil penelitian yang menunjukkan item nomor

empat belas dari variabel efikasi diri yang menyatakan “saya percaya dapat mengatasi rintangan dan tantangan di masa depan” termasuk dalam kategori item tertinggi di antara item yang lain. Terdapat pula item yang

menjadi item pernyataan tinggi pada skala efikasi diri yang menyatakan

72

diinginkan”. Pernyataan pada item tersebut mengarah pada indikator individu yang memiliki efikasi diri positif yakni bagaimana bentuk usaha

yang dilakukan individu untuk mengatasi persoalan atau menyeleksi tugas

(Baron dan Byrne, 1991).

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa siswa kelas X SMA Negeri

1 Depok Sleman Yogyakarta memiliki efikasi diri yang tinggi. Secara

keseluruhan dari 6 kelas yang diambil menjadi subyek, masing-masing lebih

banyak memiliki efikasi diri pada kategori yang tinggi.

2. Apsirasi karir siswa kelas X SMA Negeri 1 Depok Sleman Yogyakarta Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat aspirasi karir siswa

SMA Negeri 1 Depok Sleman Yogyakarta cenderung pada kategori tinggi

sejumlah 127 siswa (68.3%), kemudian kategori sedang 59 siswa (31.7%),

dan pada kategori rendah tidak ada (0%). Hal ini menunjukkan bahwa siswa

di SMA Negeri 1 Depok Sleman Yogyakarta memiliki kecenderungan

aspirasi karir yang tinggi.

Dalam penelitian ini aspirasi karir ditinjau dari tiga aspek yaitu cita-

cita, hasrat, dan ketetapan hati. Setelah dilakukannya penelitian ketiga aspek

tersebut masing-masing memiliki jumlah persentase, untuk aspek cita-cita

sebesar 28.2 %, aspek hasrat sebesar 48.3% dan aspek ketetapan hati

sebesar 23.5%. Hal tersebut menunjukkan bahwa tingkat tertinggi aspirasi

karir siswa kelas X SMA Negeri 1 Depok Sleman Yogyakarta adalah pada

73

melakukan aktivitas yang dapat meningkatkan bakat saya” termasuk kategori item pernyataan tertinggi di antara item yang lain.

Hasil penelitian ini sejalan dengan pendapat Hurlock (1999: 24) yang

menjelaskan bahwa individu yang memiliki aspirasi karir tinggi

menunjukkan antusiasme dalam mempersiapkan diri untuk mewujudkan

aspirasi karir di masa depan yang diinginkan. Lebih lanjut, Hurlock (1999:

24) berpendapat bahwa indikator individu yang memiliki aspirasi karir

tinggi ditentukan dalam usaha yang terarah dan optimal untuk mendapatkan

sesuatu yang lebih baik atau lebih tinggi daripada keadaan yang sekarang.

Penjelasan mengenai antusiame dalam mepersiapkan diri untuk

mewujudkan aspirasi karir senada dengan aspek hasrat dalam aspirasi karir

yang diartikan bahwa hasrat berkaitan dengan harapan dan keinginan

individu untuk memenuhi apa yang dinilainya penting dan ingin dicapai,

serta berkaitan dengan kemajuan diri dan peningkatan prestasi (Hurlock,

1980: 45).

Siswa SMA yang menjadi subyek penelitian ini usianya pada rentang

14-15 tahun. Berdasarkan kajian perkembangan karir, masa remaja tersebut

berada pada periode tentatif dan dalam hal ini diartikan bahwa siswa mulai

sadar akan kemampuan yang dimiliki terkait penentuan aspirasi karir

(Ginzberg, dan kawan-kawan dalam Didi Tarsidi, 2007: 4-6). Meninjau dari

karakteristik tersebut maka relevan jika hasil penelitian ini menunjukkan

bahwa aspirasi karir siswa kelas X SMA Negeri 1 Depok Sleman

74

karena subjek dalam penelitian ini berada pada periode tentatif, yang dapat

di artikan periode ini adalah masa dimana siswa kelas X SMA mulai sadar

dengan bakat dan kemampuan yang dimiliki terkait penentuan aspirasi karir.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian mengenai

tingkat aspirasi karir siswa kelas X di SMAN 1 Depok Sleman Yogyakarta

menunjukkan bahwa tingkat aspirasi karir yang dimiliki oleh siswa kelas X

SMAN 1 Depok Sleman Yogyakarta cenderung berada pada kategori tinggi.

3. Pengaruh efikasi diri terhadap aspirasi karir pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Depok Sleman Yogyakarta

Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa pengujian

hipotesis pada penelitian ini membuktikan adanya pengaruh efikasi diri

terhadap aspirasi karir pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Depok Sleman

Yogyakarta. Hal ini ditunjukkan dari nilai koefisien beta yang positif yakni

0.730, selanjutnya dengan membandingkan nilai signifikansi 0.000 dengan

taraf kesalahan 5% atau 0.05 (p<0.05) yang artinya bahwa efikasi diri

berpengaruh positif dan signifikan terhadap aspirasi karir.

Lebih lanjut, hasil perhitungan antara efikasi diri dengan aspirasi karir

diperoleh nilai konstanta sebesar 22.426 dan nilai koefisien regresi prediktor

sebesar 0.730. Hasil menunjukkan bahwa nilai signifikasinnya adalah 0.000

berarti p<0,05 dengan persamaan regresi linearnya yaitu Y = 22.426 +

(0.730)X. Model regresi ini memiliki arti bahwa diperkirakan seandainya

nilai X (efikasi diri) pada subyek 1 dalam penelitian ini adalah 78, maka

75

Berdasarkan hasil yang diperoleh tersebut, dapat disimpulkan bahwa ada

pengaruh positif dan signifikan efikasi diri terhadap aspirasi karir pada

siswa kelas X SMA Negeri 1 Depok Sleman Yogyakarta, yang artinya

bahwa efikasi diri memprediksi aspirasi karir.

Aspirasi karir salah satunya dipengaruhi oleh pola kepribadian karena

mengarahkan penentuan tujuan cita-cita. Pola kepribadian akan berpengaruh

pada jenis dan kekuatan aspirasi individu. Individu yang meyakini akan

kemampuan yang dimiliki akan memotivasi diri individu untuk memperoleh

cita-cita. Keyakinan tersebut dinamakan efikasi diri. Efikasi diri

mempengaruhi pilihan karir, kinerja dalam karir, dan ketekunan dalam

menghadapi rintangan dan pengalaman masa lalu (Hackett dan Betz dalam

Sullivan dan Mahalik, 2000). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa

aspirasi karir salah satunya dipengaruhi oleh efikasi diri.

Hal tersebut dibuktikan oleh temuan tambahan yang menunjukkan

bahwa besarnya kontribusi efikasi diri untuk aspirasi karir sebesar 53.3%,

yang artinya dalam penelitian ini kontribusinya cukup besar, dan sisanya

46.7% dipengaruhi oleh faktor lain, yang meliputi faktor intelegensi, minat

pribadi, pengalaman masa lampau, pola kepribadian, nilai pribadi, jenis

kelamin, kompetisi, latar belakang ras, ambisi orang tua, harapan sosial,

dukungan keluarga, urutan kelahiran, tradisi budaya, dan media massa

(Hurlock dalam Sinta Destriana Putri, 2013: 16-19).

Hasil penelitian ini juga didukung oleh hasil penelitian Hackett (dalam

76

mempengaruhi pilihan keputusan karir mahasiswa. Hal tersebut juga

diperkuat oleh hasil penelitian Partino (dalam Farida Nur Iffah, 2012: 6)

yang menyatakan bahwa kematangan karir dipengaruhi oleh faktor-faktor

antara lain: efikasi diri, layanan bimbingan, persepsi penjurusan, riwayat

hidup, dan prestasi akademik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa

efikasi diri menjadi salah satu faktor utama yang mempengaruhi aspirasi

karir individu.

Berdasarkan hasil dua penelitian terdahulu yang tersebut di atas,

terdapat pula penelitian sebelumnya yang menunjang penelitian ini yakni

penelitian oleh Min-Suk Kim dan Soon-Young Yun (2015) yang

menjelaskan bahwa siswa dengan efikasi diri akademik tinggi dan memiliki

motivasi berprestasi yang tinggi diindikasikan memiliki tingkat aspirasi

karir yang tinggi pula, karena siswa dengan aspirasi karir yang tinggi cenderung lebih matang dalam hal mempersiapkan karir yang sesuai dengan

bakat dan kemampuan yang dimiliki.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa

terdapat pengaruh efikasi diri terhadap aspirasi karir siswa kelas X SMA

Negeri 1 Depok Sleman Yogyakarta, yang artinya variabel efikasi diri dapat

77

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN

Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil analisis yang dilakukan maka

dapat ditarik kesimpulan bahwa.

1. Efikasi diri siswa kelas X SMA Negeri Yogyakarta berada pada kategori

tinggi.

2. Aspirasi karir siswa kelas X SMA Negeri Yogyakarta berada pada

kategori tinggi.

3. Terdapat pengaruh efikasi diri terhadap aspirasi karir secara positif dan

signifikan pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Depok Sleman Yogyakarta.

Hal ini berarti bahwa variabel efikasi diri dapat memprediksikan aspirasi

karir siswa kelas X SMA Negeri 1 Depok Sleman Yogyakarta.

Dokumen terkait