BAB 5 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
5.2. Pembahasan
Analisis data pada penelitian ini dilakukan dengan mengelompokkan status gizi menjadi 2 yaitu status gizi normal dan status gizi kurang. Pada penelitian yang didapat dari 100 sampel, umumnya balita memiliki status gizi normal sebanyak 73 orang (73%), dan balita yang memiliki gizi kurang sebanyak 27 orang (27%).
Sebanyak 73 balita yang berstatus gizi normal didapatkan 35 orang (48%) mengalami diare, sedangkan 37 balita (52%) mengalami diare. Pada 28 balita yang berstatus gizi kurang, didapatkan 20 orang (74%) diantaranya mengalami diare.
Dan 7 orang (26%) lainnya tidak mengalami diare. Secara perhitungan kasar, didapatkan data yang bermakna. Dimana pada balita yang berstatus gizi kurang persentase terjadinya diare sebesar 73% sedangkan balita yang berstatus gizi baik persentase terjadinya diare sebesar 48%. Angka kejadian diare pada balita berstatus gizi kurang lebih tinggi dibandingkan dengan status gizi normal.
Hasil penelitian ini secara statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi dengan angka kejadian diare pada balita dengan nilai p 0,02 (p < 0,05). Dengan ratio prevalence sebesar 0,7 yang artinya ratio
30
prevalence < 1 dengan dengan rentang interval kepercayaan tidak mencakup angka 1, berarti status gizi merupakan suatu faktor protektif terjadinya diare.
Penelitian sebelumnya tentang status gizi dengan kejadian diare pada balita oleh Hamisah menyatakan bahwa balita dengan status gizi kurang lebih cenderung untuk terjadi diare 3,6 kali lebih tinggi dibandingkan dengan balita yang berstatus gizi baik.28
Penelitian ini juga didukung oleh penelitian Erdan yang menyatakan status gizi merupakan faktor risiko kejadian diare pada balita usia 0-24 bulan.29 Pada data penelitian ini juga didapatkan bahwa kelompok usia umur 0-24 bulan lebih banyak terkena penyakit diare dibandingkan kelompok umur lainnya.
Kelemahan pada penelitian ini ada dua yaitu, pertama adalah masih banyaknya faktor perancu yang belum dikendalikan dalam penelitian, sehingga dapat terjadi bias pada hasil penelitian. Faktor perancu yang dimaksud adalah ketidaktahuan peneliti dalam setahun frekuensi diare pada anak dan ada kemungkinan subjek penelitian tidak datang ke Puskesmas saat diare. Faktor kedua terletak pada desain penelitian cross sectional yang hanya mengambil data diare dari rekam medik, sehingga data-data pendukung untuk mengetahui seberapa sering balita terkena diare tidak dapat ditemukan.
Pada penelitian ini hubungan antara status gizi dengan angka kejadian diare pada balita di Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai dapat dibuktikan. Hal ini, sesuai dengan hasil-hasil penelitian sebelumnya, dimana dikatakan bahwa kedua variabel ini berhubungan. Oleh karena itu, penelitian lebih lanjut mengenai hal ini harus dilakukan dengan mengatasi hal-hal yang telah peneliti ungkapkan di atas, khususnya dalam desain penelitian, sehingga dapat diketahui data yang lebih valid mengenai seberapa sering balita terkena penyakit diare.
KESIMPULAN DAN SARAN
6.1. Kesimpulan
1. Balita yang dijadikan sampel pada penelitian ini paling banyak berjenis kelamin perempuan yaitu sejumlah 53 orang (53%), sedangkan yang berjenis kelamin laki-laki berjumlah 47 orang (47%).
2. Balita yang dijadikan sampel pada penelitian ini paling banyak berusia mayoritas responden berumur 13-24 bulan sebanyak 30 orang (30%) . Sedangkan kelompok umur responden yang paling sedikit adalah umur 49-60 bulan sebanyak 8 orang (8%).
3. Status gizi balita yang dijadikan sampel berdasarkan BB/U yang paling banyak adalah status gizi normal sebanyak 73 orang (73%) dan yang paling sedikit adalah gizi kurang sebanyak 27 orang (27%).
4. Terdapat hubungan antara status gizi dengan angka kejadian diare pada balita di Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai dengan p value 0,02 ( < 0,05).
5. Status gizi merupakan faktor protektif terjadinya diare pada Balita di Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai dengan nilai ratio prevalence 0,7.
6.2. Saran
1. Bagi Puskesmas
Pada penelitian ini hubungan antara status gizi dengan angka kedian diare pada balita dapat dibuktikan. Maka dari itu, hendaknya petugas kesehatan di Puskesmas melakukan penyuluhan kepada masyarakat mengenai penyakit diare dan bahayanya. Serta melakukan pemantauan status gizi pada balita agar mengurangi jumlah balita yang berstatus gizi kurang.
32
2. Bagi Masyarakat
Diharapkan masyarakat lebih memperhatikan status gizi anak karena anak yang memiliki status gizi kurang cenderung lebih mudah terkena penyakit infeksi khususnya diare.
3. Bagi Peneliti Lain
Pada penelitian selanjutnya, diharapkan peneliti dapat mengambil data primer, memperhatikan frekuensi diare anak dalam setahun, dan menambah jumlah sampel penelitian agar mendapatkan hasil yang lebih baik.
DAFTAR PUSTAKA
1. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Buku saku petugas kesehatan lima langkah tuntaskan (LINTAS) diare. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI. 2011.
2. World Health Organization (WHO). Diarrhoea: Why children are still dying and what can be done. Swiss: World Health Organization (WHO); 2009.
3. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Situasi diare di Indonesia.
Jakarta: Kementerian Kesehatan RI. 2011.
4. Departemen Kesehatan RI. Rencana pembangunan jangka panjang bidang kesehatan 2005-2025. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI. 2009.
5. Katz R, Manikam R, Schuberth L. Pediatric and adolescent disorders. Dalam : Shlis ME, Shike M, Ross AC, Caballero B, Cousins RJ (edittor), Modern nutrition in health and disease. Edisi ke-10. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins. 2006. p. 876-80.
6. World Health Organization (WHO). Underweight in children. World Health Organization (WHO). 2010. Available from :
http://www.who.int/gho/mdg/poverty_hunger/underweight_text/en/index.ht ml
(Diakses pada tanggal 17 April 2016).
7. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Riset kesehatan dasar. Jakarta:
Kemeterian Kesehatan RI. 2013.
8. Supariasa, IDN, dkk. Penilaian Status Gizi. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.
2002.
9. Brown, K.H., Diarrhea and Malnutrition. America Society for Nutritional Sciences. J. Nutr. 2003: 133: 328S–332S.
10. Dewey, K.G., Mayers, D.R. Early Child Growth : How do nutrition and infection interact?. Maternal and Child Nutrition, Volume 7 Issue Supplement s3, Article first published online. 2011.
34
11. Simadibrata M, Daldiyono. Diare akut. Dalam : Sudoyo AW, Setiyohadi B, Alwi I, Simadibrata M, Setiati S, editors. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam.
Jakarta: Interna Publishing. 2007. p. 408.
12. World Health Organization (WHO). World health statistics: causes of death.
Perancis: World Health Organization (WHO). 2009.
13. Nelwan, Erni Juwita. Diare akut karena infeksi. Dalam : Setiati S, Alwi I, Sudoyo A W, Simadibrata M, Setiyohadi M, editors. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta: Interna Publishing. 2014. p. 570.
14. Sumarno et al. Diare pada bayi dan anak. Dalam : Sumarno et al. 2007, Ilmu Kesehatan Anak, Jakarta: Bagian Ilmu Kesehatan Anak FK UI. 2007. p. 283-294.
15. World Gastroenterology Organisation (WGO). Acute diarrhea in adults and children : A Global Perspective .World Gastroenterology Organisation.
2002. p. 7-8.
16. Mansjoer A, dkk. Kapita selekta kedokteran. Edisi Ketiga Jilid 2. Bab 51:
Gastroenterologi Anak. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
2000.
17. Subagyo, B dan Santoso, N.B., Diare akut. Dalam : Juffrie, M., Oswari, H., Arief, S., editors. Buku Ajar Gastroenterologi-Hepatologi. Jakarta: Balai Penerbit IDAI. 2012. p. 87-120.
18. Kliegman R.M., Marcdante K.J., and Behrman R.E. Nelson essentials of pediatric. 5th ed. Philadelphia: Elsevier Saunders. 2006.
19. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman pemantauan konsumsi gizi melalui posyandu. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI. 2000.
20. Apriadji, H.W., Gizi keluarga. Jakarta: Penebar Swadaya. 1986.
21. Suhardjo. Berbagai cara pendidikan gizi. Jakarta: Bumi Aksara; 2003.
22. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman rencana aksi nasional pencegahan dan penanggulangan gizi buruk 2006 – 2010. Medan: Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara. 2006.
23. Arisman. Gizi dalam daur kehidupan. Cetakan III . Jakarta: Buku Kedokteran EGC. 2007.
24. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor : 1995/MENKES/SK/XII/2010 tentang standar penilaian status gizi anak. Jakarta: Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2011.
25. Primayani, D. Status gizi pada pasien diare akut di ruang rawat inap anak RSUD SoE, Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT. Sari Pediatri, 2009 Agustus: 11(2):90-3.
26. Sjahmiem, M. Ilmu gizi 2 penanggulangan gizi buruk. Jakarta: Papas Sinar Sinanti. 2003.
27. Suharyono. Diare akut : klinik dan laboratorik. Cetakan 2. Jakarta: Rineka Cipta. 2008.
28. Hamisah, I. Hubungan Status Gizi dan prefalensi Diare Akut Pada Anak Usia di Bawah 5 Tahun di Kabupaten Klaten. Universitas Gadjah Mada. Tesis.
2011.
29. Erdan. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Terjadinya Diare Akut Pada Usia 0-24 Bulan di Kabupaten Gunung Kidul. Universitas Gadjah Mada. Tesis. 2005.
Lampiran 1
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Nama : Rycha Dwi Syafutri
Tempat, Tanggal Lahir : Sei Rampah, 14 April 1995
Alamat : Jl. Abdul Hakim, Gg. Wakaf No. 7, Medan Selayang
Agama : Islam
Jenis Kelamin : Perempuan Riwayat Pendidikan :
1. Taman Kanak-kanak Swasta R.A. Kartini Sei Rampah (1999 – 2001) 2. Sekolah Dasar Negeri 102016 Sei Rampah (2001 – 2007) 3. Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Sei Rampah (2007 – 2010) 4. Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Medan (2010 – 2013) Riwayat Organisasi :
1. Bendahara Umum OSIS SMPN 1 Sei Rampah (2008 – 2009) 2. Wakil Bendahara Umum ICT ONE SMAN 1 Medan (2010 – 2011) 3. Bendahara Umum ICT ONE SMAN 1 Medan (2011 – 2012) 4. Sekretaris Umum PMR 009 SMAN 1 Medan (2011 – 2012) 5. Ketua Seksi VI OSIS SMAN 1 Medan (2011 – 2012) 6. Anggota Bakmiss SMAN 1 Medan (2011 – 2012) 7. Anggota Divisi Humas BKM Ar- Rahmah FK USU (2015 – 2016) 8. Anggota Divisi Diklat TBM FK USU PEMA FK USU (2015 – 2016)
9. Staff Diklat PTBMMKI (2015 – 2016)
ETHICAL CLEARENCE
Lampiran 3
SURAT IZIN PENELITIAN
DATA INDUK
No Nama Jenis Kelamin Umur BB (kg) TB (cm) Diagnosa BB/TB BB/U TB/U
1 A1 Laki-laki 24 bulan 7.5 74 Diare Gizi Kurang Kurang Berat Pendek
2 A2 Perempuan 37 bulan 11 89 Diare Gizi Baik Gizi Baik Normal
3 A3 Perempuan 9 bulan 7.5 54 Diare Gizi Lebih Gizi Baik Pendek
4 A4 Perempuan 55 bulan 12 95 Diare Gizi Baik Kurang Berat Pendek
5 A5 Laki-laki 21 bulan 8.5 80 Diare Gizi Kurang Kurang Berat Normal
6 A6 Laki-laki 34 bulan 8.1 68 Diare Gizi Baik Kurang Berat Pendek
7 A7 Perempuan 19 bulan 9 74 Diare Gizi Baik Gizi Baik Pendek
8 A8 Perempuan 13 bulan 8 52 Diare Gizi Lebih Gizi Baik Pendek
9 A9 Perempuan 12 bulan 8 0 Diare Gizi Kurang Gizi Baik Pendek
10 A10 Laki-laki 14 bulan 10.5 70 Diare Gizi Lebih Gizi Baik Pendek
11 A11 Laki-laki 60 bulan 15 103 Diare Gizi Baik Gizi Baik Normal
12 A12 Laki-laki 52 bulan 12 99 Diare Gizi Kurang Kurang Berat Normal
13 A13 Perempuan 20 bulan 10.6 81 Diare Gizi Baik Gizi Baik Normal
14 A14 Perempuan 28 bulan 11.5 0 Diare Gizi Kurang Gizi Baik Normal
15 A15 Laki-laki 14 bulan 8.2 65 Diare Gizi Baik Gizi Baik Pendek
16 A16 Perempuan 22 bulan 8 79 Diare Gizi Kurang Kurang Berat Normal
17 A17 Laki-laki 39 bulan 11.7 94 Diare Gizi Kurang Kurang Berat Normal
18 A18 Perempuan 6 bulan 6.6 62 Diare Gizi Baik Gizi Baik Normal
19 A19 Perempuan 33 bulan 12.5 0 Diare Gizi Kurang Gizi Baik Normal
20 A20 Laki-laki 29 bulan 10 70 Diare Gizi Baik Kurang Berat Pendek
21 A21 Laki-laki 7 bulan 7.1 70 Diare Gizi Kurang Gizi Baik Normal
22 A22 Perempuan 20 bulan 8.8 79 Diare Gizi Baik Gizi Baik Normal
23 A23 Perempuan 9 bulan 6 68 Diare Gizi Kurang Kurang Berat Normal
24 A24 Laki-laki 24 bulan 9.6 79 Diare Gizi Baik Kurang Berat Pendek
25 A25 Perempuan 9 bulan 8.1 82 Diare Gizi Kurang Gizi Baik Tinggi
26 A26 Laki-laki 13 bulan 9.5 95 Diare Gizi Kurang Gizi Baik Tinggi
27 A27 Perempuan 8 bulan 6.8 68 Diare Gizi Baik Gizi Baik Normal
28 A28 Laki-laki 12 bulan 8.2 55 Diare Gizi Lebih Gizi Baik Pendek
29 A29 Perempuan 9 bulan 7.5 55 Diare Gizi Lebih Gizi Baik Pendek
30 A30 Laki-laki 23 bulan 10.1 85 Diare Gizi Baik Gizi Baik Normal
31 A31 Laki-laki 28 bulan 11 0 Diare Gizi Kurang Gizi Baik Normal
32 A32 Perempuan 7 bulan 7.9 65 Diare Gizi Baik Gizi Baik Normal
33 A33 Perempuan 8 bulan 8.2 79 Diare Gizi Kurang Gizi Baik Tinggi
34 A34 Laki-laki 4 bulan 5.3 61 Diare Gizi Kurang Kurang Berat Normal
35 A35 Laki-laki 14 bulan 10.5 88 Diare Gizi Kurang Gizi Baik Tinggi
36 A36 Perempuan 21 bulan 10 88 Diare Gizi Kurang Gizi Baik Normal
37 A37 Laki-laki 34 bulan 10 88 Diare Gizi Kurang Kurang Berat Normal
38 A38 Perempuan 42 bulan 13 93 Diare Gizi Baik Gizi Baik Normal
39 A39 Perempuan 5 bulan 5 0 Diare Gizi Kurang Kurang Berat Normal
40 A40 Laki-laki 28 bulan 11.8 92 Diare Gizi Baik Gizi Baik Normal
41 A41 Laki-laki 15 bulan 7.2 70 Diare Gizi Kurang Kurang Berat Pendek
42 A42 Laki-laki 8 bulan 6.5 67 Diare Gizi Kurang Kurang Berat Normal
43 A43 Laki-laki 39 bulan 12 96 Diare Gizi Kurang Gizi Baik Normal
45 A45 Perempuan 16 bulan 9.3 85 Diare Gizi Kurang Gizi Baik Tinggi
46 A46 Laki-laki 34 bulan 9 82 Diare Gizi Kurang Kurang Berat Pendek
47 A47 Laki-laki 7 bulan 7.4 64 Diare Gizi Baik Gizi Baik Pendek
48 A48 Perempuan 25 bulan 8 77 Diare Gizi Kurang Kurang Berat Pendek
49 A49 Laki-laki 8 bulan 8.3 77 Diare Gizi Kurang Gizi Baik Tinggi
50 A50 Laki-laki 30 bulan 10.6 88 Diare Gizi Kurang Gizi Baik Normal
51 A51 Perempuan 19 bulan 8 78 Diare Gizi Kurang Kurang Berat Normal
52 A52 Perempuan 41 bulan 10 89 Diare Gizi Kurang Kurang Berat Pendek
53 A53 Laki-laki 14 bulan 7 68 Diare Gizi Baik Kurang Berat Pendek
54 A54 Perempuan 10 bulan 8 60 Diare Gizi Lebih Gizi Baik Pendek
55 A55 Perempuan 9 bulan 7.5 55 Diare Gizi Lebih Gizi Baik Pendek
56 A56 Laki-laki 36 bulan 17 102 Tidak Diare Gizi Baik Gizi Baik Normal
57 A57 Perempuan 56 bulan 13.7 98 Tidak Diare Gizi Baik Gizi Baik Normal
58 A58 Perempuan 58 bulan 16 104 Tidak Diare Gizi Baik Gizi Baik Normal
59 A59 Laki-laki 16 bulan 8.7 78 Tidak Diare Gizi Kurang Kurang Berat Pendek 60 A60 Perempuan 12 bulan 8.3 82 Tidak Diare Gizi Kurang Gizi Baik Tinggi 61 A61 Laki-laki 51 bulan 13 98 Tidak Diare Gizi Baik Kurang Berat Normal
62 A62 Perempuan 30 bulan 12 90 Tidak Diare Gizi Baik Gizi Baik Normal
63 A63 Perempuan 22 bulan 9.7 81 Tidak Diare Gizi Baik Gizi Baik Normal
64 A64 Perempuan 34 bulan 16.5 93 Tidak Diare Gizi Lebih Gizi Baik Normal
65 A65 Laki-laki 22 bulan 11 75 Tidak Diare Gizi Baik Gizi Baik Pendek
66 A66 Perempuan 34 bulan 10 78 Tidak Diare Gizi Baik Kurang Berat Pendek
67 A67 Perempuan 10 bulan 8 78 Tidak Diare Gizi Kurang Gizi Baik Tinggi
68 A68 Perempuan 2 bulan 5.1 57 Tidak Diare Gizi Baik Gizi Baik Normal
69 A69 Perempuan 29 bulan 11 80 Tidak Diare Gizi Baik Gizi Baik Pendek
70 A70 Perempuan 58 bulan 12 88 Tidak Diare Gizi Baik Kurang Berat Pendek
71 A71 Perempuan 9 bulan 8.5 68 Tidak Diare Gizi Baik Gizi Baik Normal
72 A72 Laki-laki 20 bulan 10 79 Tidak Diare Gizi Baik Gizi Baik Normal
73 A73 Perempuan 14 bulan 8 83 Tidak Diare Gizi Kurang Gizi Baik Tinggi
74 A74 Laki-laki 59 bulan 13.8 100 Tidak Diare Gizi Baik Kurang Berat Pendek
75 A75 Perempuan 8 bulan 8 57 Tidak Diare Gizi Lebih Gizi Baik Pendek
76 A76 Laki-laki 12 bulan 7.1 74 Tidak Diare Gizi Kurang Kurang Berat Normal
77 A77 Perempuan 12 bulan 7 72 Tidak Diare Gizi Kurang Gizi Baik Normal
78 A78 Perempuan 42 bulan 12 96 Tidak Diare Gizi Baik Gizi Baik Normal
79 A79 Perempuan 36 bulan 10 87 Tidak Diare Gizi Baik Kurang Berat Pendek
80 A80 Perempuan 4 bulan 5.9 60 Tidak Diare Gizi Baik Gizi Baik Normal
81 A81 Perempuan 39 bulan 13 91 Tidak Diare Gizi Baik Gizi Baik Normal
82 A82 Perempuan 17 bulan 10 90 Tidak Diare Gizi Kurang Gizi Baik Tinggi
83 A83 Perempuan 32 bulan 12 86 Tidak Diare Gizi Baik Gizi Baik Normal
84 A84 Laki-laki 4 bulan 6.6 54 Tidak Diare Gizi Lebih Gizi Baik Pendek
85 A85 Laki-laki 20 bulan 10 80 Tidak Diare Gizi Baik Gizi Baik Normal
86 A86 Perempuan 6 bulan 6.2 63 Tidak Diare Gizi Baik Gizi Baik Normal
87 A87 Laki-laki 44 bulan 14.6 97 Tidak Diare Gizi Baik Gizi Baik Normal 88 A88 Perempuan 36 bulan 11 104 Tidak Diare Gizi Kurang Gizi Baik Tinggi
89 A89 Perempuan 44 bulan 17 90 Tidak Diare Gizi Lebih Gizi Baik Pendek
90 A90 Perempuan 25 bulan 10.2 80 Tidak Diare Gizi Baik Gizi Baik Normal
91 A91 Perempuan 35 bulan 12 89 Tidak Diare Gizi Baik Gizi Baik Normal
93 A93 Laki-laki 16 bulan 10 68 Tidak Diare Gizi Lebih Gizi Baik Pendek
94 A94 Laki-laki 28 bulan 14 98 Tidak Diare Gizi Baik Gizi Baik Tinggi
95 A95 Laki-laki 26 bulan 11 95 Tidak Diare Gizi Kurang Gizi Baik Normal 96 A96 Laki-laki 16 bulan 9.6 65 Tidak Diare Gizi Lebih Gizi Baik Pendek
97 A97 Laki-laki 26 bulan 10 85 Tidak Diare Gizi Baik Gizi Baik Normal
98 A98 Laki-laki 12 bulan 8.9 62 Tidak Diare Gizi Lebih Gizi Baik Pendek
99 A99 Laki-laki 23 bulan 10 82 Tidak Diare Gizi Baik Gizi Baik Normal
100 A100 Laki-laki 37 bulan 12 89 Tidak Diare Gizi Baik Gizi Baik Pendek
Lampiran 5
HASIL UJI STATISTIK
Jenis Kelamin
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Gizi Baik 73 73.0 73.0 73.0
Kurang Berat 27 27.0 27.0 100.0
Total 100 100.0 100.0
TB/U
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative
Continuity Correctionb 4.432 1 .035
Likelihood Ratio 5.648 1 .017
Fisher's Exact Test .024 .017
N of Valid Cases 100
a. 0 cells (0.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 12.15.
b. Computed only for a 2x2 table