BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
D. Pembahasan
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa hasil deskripsi data kepemimpinan guru dengan skor tertinggi 56 dan skor terendah 37.
Temuan dalam penelitian ini berhasil mengungkap bahwa 57 orang siswa sebagai responden, 23 (40,3%) guru memiliki kepemimpinan yang sangat baik, 16 (28,1%) guru memiliki kepemimpinan yang baik, 13 (22,8%) guru memiliki kepemimpinan yang kurang, 5 (8.8%) guru memiliki kepemimpinan yang kurang sekali. Ini membuktikan bahwa kepemimpinan guru berkategori sangat baik.
Menurut Purbakawaca (2009:128), kepemimpinan guru adalah suatu kesiapan, kemampuan yang dimiliki oleh seorang guru dalam mempengaruhi, mendorong, membimbing, mengarahkan dan menggerakan siswanya yang ada hubungannya dengan pelaksanaan dan pengembangan proses pembelajaran, agar segenap kegiatan dapat berjalan secara efektif dan efisien dalam mencapai tujuan pendidikan.
Kepemimpinan guru tergolong sangat baik.
Kanawati dalam jurnalnya yang meneliti di SMP Negeri 5 Enrekang menjelaskan hasil menunjukkan bahwa sebanyak 10 responden menilai tingkat kepemimpinan guru di sekolah masih rendah dengan porsentase sebesar 14%, selanjutnya sebanyak 50 responden menilai tingkat kepemimpinan guru di sekolah berada pada kategori sedang dengan porsentase 72% dan 10 responden menilai tingkat kepemimpinan guru di sekolah berada pada kategori tinggi dengan porsentase 14%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tingkat kepemimpinan guru berada pada kategori sedang.
Berdasarkan penelitian dan juga teori bahwa menurut kepemimpinan guru dalam menyiapan materi pembelajar, mempengaruhi siswa dalam pembelajaran, mendorong siswa sehingga termotivasi untuk belajar, membimbing siswa dalam belajar, mengarahkan dan menggerakan siswa dalam pelaksanaan dan pengembangan proses pembelajaran, agar segenap kegiatan dapat berjalan secara efektif dan efisien dalam mencapai tujuan pendidikan. Dan berdasarkan penelitian dari penilian sisswa sebanyak 57 orang siswa menilai 38,6% kepemimpinan guru.
Maka disimpulkan kepemimpinan guru di SMA Negeri 1 Kecamatan Suliki tergolong sangat baik.
Selanjutnya hasil penelitian tentang motivasi belajar didapat hasil deskripsi data motivasi belajar dengan skor tertinggi 57 dan skor terendah 34. Temuan dalam penelitian ini berhasil mengungkap bahwa 57 orang siswa sebagai responden, 32 (56,1%) siswa memiliki motivasi belajar yang sangat baik, 15 (26,3%) siswa memiliki motivasi belajar yang baik, 9 (15,8%) siswa memiliki motivasi belajar yang kurang, 1 (1,8%) siswa memiliki motivasi belajar yang kurang sekali. Ini membuktikan bahwa motivasi belajar berkategori sangat baik.
Menurut Clayton Alderfer dalam bukunya Nashar motivasi belajar adalah suatu dorongan internal dan eksternal yang menyebabkan seseorang (individu) untuk bertindak atau berbuat untuk mencapai tujuan, sehingga perubahan tingkahlaku pada diri peserta didik diharapkan terjadi. Seseorang dikatakan memiliki motivasi belajar yang tinggi ketika ia terdorong belajar kerena hendak mencapai hasil belajar yang maksiamal.
Kasnawati dalam jurnalnya yang melakukan penelitian di SMP Negeri 5 Enrekang menunjukkan bahwa sebanyak 7 responden menilai tingkat motivasi belajar peserta didik masih rendah dengan porsentase sebesar 10%, selanjutnya sebanyak 56 responden menilai tingkat motivasi belajar peserta didik berada pada kategori sedang dengan porsentase 80% dan 7
responden tingka motivasi belajar peserta didik berada pada kategori tinggi dengan porsentase 10%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tingkat motivasi belajar peserta didik berada pada kategori sedang.
Berdasarkan penelitian dan juga teori mengenai motivasi belajar dapat diketahui bahwa motivasi belajar adalah suatu dorongan internal dan eksternal yang menyababkan siswa terdorong untuk belajar. Motivasi dipengaruhi banyak faktor, baik itu faktor internal maupun faktor eksternal. Salah satu faktor eksternal motivasi belajar siswa adalah kepemimpinan guru di kelas.
Berdasarkan hasil penelitian yang dipaparkan diatas diketahui bahwa persentai paling tinggi mengenai motivasi belajar siswa yang diambil dari 57 siswa adalah 49,1% dengan kategori sangat baik. Hal ini membuktikan bahwa motivasi belajar siswa SMA Negeri 1 Kecamatan Suliki bergolong sangat baik.
Hasil penelitian mengenai korelasi kepemimpinan guru dengan motivasi belajar siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Kecamatan Suliki, dapat diketahui berdasarkan hasil analisa hipotesis menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara kepemimpinan guru dengan motivasi belajar siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 kecamatan Suliki.
Hasil tersebut diperoleh dari hitungan korelasi bahwa korelasi kepemimpinan guru dengan motivasi belajar siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 kecamatan Suliki didapatkan harga thitung= 0,486 dan ttabel= 0,266 artinya thitung lebih besar dari pada ttabel.
Dengan demikian thitung > ttabel (0,486>0,266), maka Ha diterima dan Ho ditolak sehingga dapat dinyatakan bahwa “terdapat korelasi yang signifikan antara kepemimpinan guru dengan motivasi belajar siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 kecamatan Suliki.”
Hasil penelitian ini dikuatkan dengan penelitian yang dilakukan ASMA mahasiswa UIN Alauddin tentang Pengaruh Kepemimpinan Guru terhadap Motivasi belajar peserta didik di SMP Negeri 5 Enrekang. Hasil
penelitian ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang berarti. Hasil statistik inferensial pengujian hipotesis yang menunjukan bawa nilai (t) yang diperoleh dari perhitungan (thitung)=2,935 dengan taraf signifikan sebesar 5% (thitung>ttabel) = (2,935>1,666) membuktikan bahwa konstribusi pengaruh kepemimpinan guru terhadap motivasi belajar peserta didik yakni sebesar 11,2%. Selanjutnya dari pengaruh hasil penelitian ini menunjukan bahwa ternyata ada pengaruh antara kepemimpinan guru terhadap motivasi belajar peserta didik di SMP Negeri 5 Enrekang.
Selain itu penelitian yang dilakukan oleh Yosep Agus Budiono tentang Pengaruh Gaya Belajar dan Kepemimpinan Guru Terhadap Motivasi Belajar Siswa di Kalangan Siswa Kelas XII SMK Negeri 1 Salatiga. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang berarti. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh persamaan regresi linier berganda Y = 54,215 + (-0,295)X1 + (0, 323)X2, artinya gaya mengajar berpengaruh negatif dan kepemimpinan guru berpengaruh positif terhadap motivasi belajar siswa. Berdasarkan analisis dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa: 1) gaya belajar berpengaruh negatif signifikan terhadap motivasi belajar. Hal ini dibuktikan dari hasil analisis diperoleh koefisien regresi sebesar -0,295 (bertanda negatif) terhadap motivasi belajar dan nilai thitung (-3,249) > ttabel (-1,664) dan hasil signifikansi (0,002) < α (0,005). 2) Kepemimpinan guru dalam pengaruh positif signifikan terhadap motivasi belajar. Hal ini terbukti dari hasil analisis diperoleh koefisien regresi sebesar 0,323 (bertanda positif) terhadap motivasi belajar dari thitung (6,069) > ttabel(1,664) dan nilai signifikansi (0,000) < α (0,005). 3) gaya belajar dan kepemimpinan guru tidak bersama-sama berpengaruh positif terhadap motivasi belajar tetapi berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar. Hal ini dibuktikan berdasarkan pernghitungan Fhitung (29,191) > Ftabel (2,373) dan signifikansi (0,000) < α (0,005). Hasil penghitungan koefisien diterminasi R2 sebesar 0,434, berarti sebesar 43,3% variasi dari motivasi
belajar dapat dijelaskan oleh gaya belajar dan kepemimpinan guru.
Sedangkan sebesar 56,6% lainnya dijelaskan oleh variabel lain diluar model.
Begitu juga penelitian yang dilakukan oleh Linda RL Hutagalun tentang Pengaruh kepemimpinan guru terhadap motivasi belajar siswa kelas V SD Negeri 101777 Saentis. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa memiliki pengaruh yang berarti. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukan, terdapat pengaruh yang signifikan kepemimpinan guru terhadap hasil belajar siswa dimana rxy > rtabel yaitu 0,614 > 0, 316 dan nilai thitung > ttabel yaitu 4,77 > 2,68. Sehingga hipotesis yang diajukan dapat diterima dan teruji kebenarannya pada taraf α = 0,005. Sebelum melakukan teknik analisis data terlebih dahulu dilakukan uji persyaratan analisis data yakni uji normalitas dan uji linieartas yang didapat hasil kedua variabel berdistribusi normal (kepemimpinan guru memiliki nilai 0,2 dengan taraf α = 0,005 dan juga motivasi belajar memiliki nilai 0,006 dengan taraf α = 0,005), dan memiliki model regresi linier (Ft cocok sebesar 0, 349 dengan taraf signifikan 1,288 diatas 0,005). Hal ini menunjukan bahwa kepemimpinan guru memiliki pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar.
73 BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan guru mempunyai korelasi yang signifikan dengan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMA Negeri 1 Kecamatan Suliki. Hasil rxy adalah 0,486 sedangkan hasil rt adalah 0,266, ini menunjukkan bahwa rxy (0,486) > rt (0,266). Artinya kepemimpinan guru memberikan korelasi positif terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kepemimpinan guru memberikan korelasi terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti sebesar 28,6%, sedangkan 71,4% lagi dipengaruhi oleh faktor lain.
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, beberapa saran yang dapat diajukan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa adalah sebagai berikut : 1. Guru SMA Negeri 1 Kecamatan Suliki agar selalu mempertahankan dan
meningkatkan kepemimpinan serta kompetensi yang dimilikinya, agar motivasi belajar siswa lebih meningkat dan menjadi lebih baik.
2. Kepala sekolah agar meninjau dan memperhatikan kepemimanan guru serta kompetensi yang dimiliki setiap guru dan motivasi belajar siswa melalui evaluasi kinerja guru
3. Kepada siswa agar senantiasa untuk mempertahankan dan meningkatkan motivasi belajar sehingga memperoleh hasil yang memuaskan.
4. Kepada peneliti selanjutnya diharapkan mampu untuk meneliti lebih jauh dan membahas secara mendalam tentang korelasi kepemimpinan guru dengan motivasi belajar siswa serta mampu menerapkan dalam kehidupan dimasa yang akan datang.
DAFTAR KEPUSTAKAAN
Andang. 2014. Manajemen dan Kepemimpinan Kepala Sekolah : Konsep, Strategi, dan Inovasi Menuju Sekolah Efektif. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Arifin Zainal. 2011. Penelitian Pendidikan. Bandung:PT Remaja Rosdakarya.
Ardha Harya Kusuma. 2013. Pengaruh Kepemimpinan Guru dan Disiplin Belajar terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Ekonomi Siswa Kelas XI IPS SMA PGRI 1 Pati Tahun Ajaran 2012/2013
Asma. 2017. Pengaruh Kepemimpinan Guru dengan Motivasi Belajar Peserta Didik di SMP V Enrekang
Azamul Fadhly Noor Muhammad. 2017. Jurnal Pendidikan MI (Model Kepemimpinan Guru dalam Proses Pembelajaran)
Danim Sudarwan. 2010. Kepemimpinan Pendidikan. Bandung:Alfabeta.
Ernie Tisnawati Sule & Kurniawan Saefullah. 2006. Pengantar Manajemen. Edisi Pertama Cetakan Ke-2. Jakarta: Kencana.
Hafulyon. 2010. Dasar-Dasar Manajemen. Batusangkar: STAIN Batusangkar Press.
Hamalik Oemar. 2014. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta:Bumi Aksara IAIN Batusangkar. 2018. Buku Pedoman Penulisan Skripsi IAIN Batusangkar.
Jariswandana Ladeni, Yerizon dan Nilawasti Z.A. 2012. Jurnal Pendidikan Matematika (Meningkatkan Motivasi Belajar Matematika Siswa Dengan Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Talk Write).
Kartono Kartini. 2006. Pemimpin dan Kepemimpinan. Jakarta: PT.Raja Grafindo Persada.
Karwati Euis dan Donni Juni Priansa. 2014. Manajemen Kelas. Bandung:
Alfabeta
Kasmawati. 2017. Jurnal Idaarah (Pengaruh Kepemimpinan Guru terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik di SMP 5 Enrekang)
Linda RL Hutagalun. 2014. Pengaruh kepemimpinan guru terhadap motivasi belajar siswa kelas V SD Negeri 101777 Saentis
Margono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan. Jakarta:Rineka Cipta
Marjani Alwi. 2012. Mengapa Anak Malas Belajar?. Makassar : Alauddin University Press
Nashar. 2004. Peranan motivasi dan Kemampuan Awal dalam Kegiatan Pembelajaran. Jakarta: Delia Press
Ormrod Jeanne Ellis. 2009. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Penerbit Erlangga Ratna Sari Agustina. 2015. Hubungan Gaya Kepemimpinan Guru Terhadap
Prestasi Siswa Kelas V Sekolah Dasar Se Gugus Minomartani Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014
Riduwan. 2012. Metode dan Teknik Menyusun Proposal Penelitian.
Bandung:Alfabeta.
Rivai Veitzal. 2008. Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan.
Jakarta:PT Raj Grafindo Persada.
Rivai Veitzal. 2009. Islamic Leadership : Membangun Superleadership Melalui Kecerdasan Spritual. Jakarta: Bumi Aksara.
Rivai Veitzal. 2012. Education Management Analisis Teori dan Praktik.
Jakarta:PT Raja Grafindo Persada.
Sardiman AM. 2008. Interaksi dan Motivasi Belajar-Mengajar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Sudjiono Anas. 2005. Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta:PT Raja Grafindo Persada.
Sugiyono. 2007. Metode Penelitian Pendidikan Kompetensi. Bandung:Alfabeta.
Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Manajemen:Pendekatan Kauntitatif, Kualitatif, Kombinasi(Mixes Methods), Penelitian Tindakan Kelas (Action Research), Penelitian Evaluasi. Bandung: Alfabeta.
Supriyanto, Achmad Sani & Masyhuri Machfudz. 2010. Metodologi Riset Manajemen Sumber Daya Manusia. Malang:UIN-Maliki Press.
Surya Mohamad. 2014. Psikologi Guru, Konsep dan Aplikasi Dari Guru untuk Guru. Bandung: Alfabeta.
Triwiyanto Teguh. 2014. Pengantar Pendidikan. Jakarta:Bumi Aksara.
Uno Hamzah. 2013. Teori Motivasi dan Pengukurannya. Jakarta: Bumi Aksara.
Yosep Agus Budiono. 2013. Pengaruh Gaya Belajar dan Kepemimpinan Guru Terhadap Motivasi Belajar Siswa di Kalangan Siswa Kelas XII SMK Negeri 1 Salatiga