BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. Pembahasan
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) sebagai insektisida nabati terhadap lalat rumah (Musca domentica).belimbing wuluh merupakan satu jenis tanaman tradisional yang dapat digunakan untuk mengatasi diabetes, rematik, gondongan, sariawan, sakit gigi, gusi berdarah, jerawat, diare dan tekanan darah tinggi. Bagian tumbuhan yang digunakan adalah daunnya dimana kandungan kimia yang terdapat di dalam daunnya adalah tanin, sulfur, steroid, asam format, dan
flavonoid.
Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) dimana waktu pengambilan sampel dilakukan pada pagi hari sekitar pukul 10.00, dan juga tanaman yang sudah mulai berbunga karena saat itulah tanaman terjadi fotosintesis maksimum. Setelah daun dikeringkan di tempat yang tidak terkena sinar matahari secara langsung. Pengeringan dilakukan agar reaksi enzimatis tidak berjalan dan mencegah pertumbuhan mikroba pada simplisia daun belimbing wuluh. Setelah didapatkan simplisia daun belimbing wuluh, kemudian dilakukan ekstraksi dengan metode maserasi. Sampel yang telah kering lalu dimaserasi dengan menggunakan pelarut metanol 96%.
Metode ekstraksi yang digunakan pada penelitian ini adalah metode maserasi. Dimana maserasi dilakukan dengan merendam simplisia daun belimbing wuluh dalam pelarut hingga seluruh simplisia terendam seluruhnya. Larutnya kandungan kimia simplisia saat proses maserasi, umumnya akan terjadi apabila pelarut menembus dinding sel dan masuk ke dalam rongga sel. Di dalam rongga sel inilah terdapat senyawa aktif yang dapat larut di dalam pelarut. Perbedaan konsentrasi antara larutan senyawa aktif di dalam sel dengan di luar sel menyebabkan larutan dengan konsentrasi tinggi didesak ke luar ke konsentrasi
rendah. Apabila telah terjadi keseimbangan konsentrasi di dalam dan di luar sel, maka proses ekstraksi akan berhenti. Oleh karena itu, pada proses maserasi disertai pula dengan pengadukan agar terjadi perputaran pelarut sehingga akan merubah profil konsentrasinya dan proses ekstraksi akan terjadi secara optimal. Metode maserasi tidak menggunakan pemanasan, sehingga pengaruh negatif akibat pemanasan terhadap senyawa termolabil yang terdapat dalam daun belimbing wuluh dapat dihindari. Proses maserasi dilakukan menggunakan wadah terbuat dari kaca untuk menghindari terjadinya reaksi kimia antara pelarut maupun senyawa kimia yang tersari dengan wadahnya, karena sifat kaca yang lebih stabil (tidak mudah bereaksi) dibandingkan plastik maupun logam. Selama proses maserasi, wadah selalu dalam keadaan tertutup untuk menghindari kemungkinan terjadinya proses oksidasi oleh udara luar, juga dilakukan di dalam ruangan tertutup untuk menghindari pengaruh cahaya (sinar matahari) terhadap stabilitas senyawa-senyawa yang akan diambil, Hasil maserasi (maserat) kemudian disaring dan dilakukan pemekatan.
Konsentrasi ekstrak daun belimbing wuluh yang digunakan yaitu 10%, 15% dan 20%. Sampel penelitian adalah lalat rumah (Musca domestica) sebanyak 180 ekor yang dibagi kedalam 4 kandang pengamatan masing-masing berisi 15 ekor dan dilakukan 3 kali pengulangan. Pada saat penelitian berlangsung dilakukan pengukuran suhu dan kelembaban dengan menggunakan thermometer dan hygrometer. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa rata-rata suhu saat pelaksanaan penelitian adalah 28°C, sedangkan kelembaban udara rata-rata sebesar 72%. masih sesuai untuk perkembangan hidup lalat. Parameter lingkungan seperti suhu dan kelembaban udara merupakan faktor penting yang mempengaruhi aktivitas M. domestica. Hal ini terkait dengan aktivitas M. domestica yang lebih aktif pada siang hari seperti mencari makan dan melakukan perkawinan
(Rozendaal, 1997). Pelarut metanol 96% yang digunakan dalam pembuatan ekstrak daun belimbing wuluh adalah pelarut yang lebih selektif, sifat toksik yang rendah dari pada pelarut lainnya. Metanol 96% bersifat semipolar sehingga dapat melarutkan zat kimia yang bersifat polar maupun non polar.
Kemudian Ekstrak daun belimbing wuluh dilakukan pengenceran, untuk konsentrasi 10% diperoleh dari larutan 10 gr ekstrak kemudian diencerkan dengan aquades 100 ml, untuk konsentrasi 15% dari ekstrak 15 gr diencerkan dengan aquades 100 ml dan untuk konsentrasi 20% degan melarutkan ekstrak 20 gr kemudian dincerkan dengan cairan aqudes 100 ml. Setelah konsentrasi ekstrak telah dibuat maka dilanjutkan dengan tahapan pengujian pada sampel penelitian. Terdapat 4 perlakuan dan satu di antaranya adalah control. masing-masing kandang uji di masukkan 15 sampel lalat rumah. Untuk kontrol tidak diberi perlakuan apapun, untuk konsentrasi 10%, 15% dan 20% di sekitar umpan udang di semprotkan ekstrak. Kemudian diamati jumlah lalat yang hinggap pada umpan sejak 0-30 menit pemaparan dan 31-60 menit.
Berdasarkan penelitian pada kontrol menunjukkan bahwa lalat sangat aktif hinggap dan makan pada udang ini disebabkan karena aroma udang yang disukai lalat rumah. Sedangkan pada perlakuan konsentrasi 10%, 15% dan 20% jumlah lalat yang hinggap pada udang semakin sedikit dengan semakin tingginya konsentrasi, hal ini dikarenakan aroma ekstrak yang tidak disukai lalat.
Ketertarikan lalat untuk hinggap pada suatu media berasal dari penghantaran rangsangan saraf sensoris. Oleh sebab itu, cara yang paling efektif untuk mencegah ketertarikan lalat ini untuk hinggap pada suatu media adalah dengan cara memblokir saraf sensorisnya. Dalam hal ini, aroma ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) yang telah memblokir saraf sensoris lalat.
Dari hasil uji statistik yang dilakukan diperoleh jumlah hinggapan lalat pada ulangan I, II dan III konsentrasi 10% rata 4 ekor, konsentrasi 15% rata-rata 2 ekor dan konsentrasi 20 % rata-rata-rata-rata 1 ekor. Kemudian dari perhitungan daya tolak rata-rata daya tolak ekstrak pada konsentrasi 10% yaitu 42.22%, konsentrasi 15% yaitu 71.10% dan konsentrasi 20% yaitu 95,55%.
Penelitian ini belum berhasil secara optimal (100%) dikarenakan masih adanya 1 lalat yang hinggap pada konsentrasi tertinggi yaitu pada konsentrasi 20% sehingga perlu untuk menambah konsentrasi ekstrak agar aroma khas dari ekstrak daun belimbing wuluh tersebut dapat merangsang saraf lalat rumah sehingga akan berpindah menghindari aromanya. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh gracia dan marlik (2019) Potensi Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum basilicum) Sebagai Repellent Lalat Rumah (Musca domestica) bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak daun kemangi maka akan semakin tinggi pula daya tolak yang dihasilkan. Hal ini diperkuat oleh penelitian yang dilakukan andi (2016) yang berjudul Uji efektivitass ekstrak daun tembakau (Nicotiana tobaccum) dengan ekstrak daun sirsak (Annona muricata l) terhadap kematian lalat rumah (Musca
domestica) dengan menggunakan konsentrasi 60%, 70%, dan 80% terhadap
kematian Lalat Rumah (Musca domestica) dan ekstrak daun tembakau pada semua perlakuan baik yaitu sig. <0.05 maka dinyatakan bahwa ekstrak tembakau (Nicotiana tobaccum) dan ekstrak daun sirsak (Annona muricata L) efektiv terhadap kematian lalat rumah (Musca domestica).
Namun berdasarkan Hasil penelitian yang telah dilakukan ini menunjukkan bahwa ekstrak daun belimbing wuluh kuat sebagai insektisida nabati terhadap lalat rumah (Musca domestica) dan konsentrasi yang paling kuat yaitu pada konsentrassi 20% dengan persentase daya tolak 95,55%.
Hasil penelitian ini sejalan dengan Penelitian yang dilakukan oleh Nur Aliah, dkk, (2016) yang berjudul “Uji Efektivitas Ekstrak Daun Cengkeh
(Syzigium Aromaticum) Sebagai Repellent Semprot Terhadap Lalat Rumah (Musca Domestica)”. dimana hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa hasil
uji Freidman nilai asymp.sig< 0,05 yaitu 0,029 dimana Ha diterima dan dinyatakan bahwa ekstrak daun cengkeh (Syzygium aroticum L.)efektif sebagai
repellent terhadap lalat rumah (musca domestica). Dari hasil uji statistik yang
dilakukan diperoleh jumlah hinggapan lalat pada ulangan I, II dan III konsentrasi 10% ratarata 10 ekor, 15% rata-rata 3 ekor dan 20 % ratarata 1 ekor. Rata-rata daya tolak ekstrak pada konsentrasi 10% yaitu 35,55%, konsentrasi 15% yaitu 82,22% dan konsentrasi 20% yaitu 95,55%. Perlakuan terbaik dalam mencegah hinggapan lalat adalah pada konsentrasi 20% dengan daya tolak 95,55%. Konsentrasi insektisida yang tinggi akan bekerja lebih cepat dalam menekan aktifitas system saraf serangga, hal ini sesuai dengan Penelitian yang dilakukan oleh Zulkahfi, dkk (2017) hasil penelitian perlakuan ektrak daun belimbing wuluh berbagai konsentrasi mampu mengendalikan serangan rayap dengan nilai mortalitas mencapi 100%. Perlakuan ekstrak daun belimbing wuluh menunjukkan konsentrasi 6% paling efektif dalam mengendalikan serangan rayap. Karena senyawa fenol termasuk flavonoid diketahui bersifat racun pada system pernapasan (mann dan kaufman, 2012). Senyawa flavonoid akan masuk kedalam tubuh serangga melalui system pernapasan yang berupa spirakel, sehingga menimbulkan kelemahan pada system saraf dan kerusakan pada system pernapasan yang menyebabkan kematian pada serangga akibat tidak bisa bernapas (cania dan endah, 2013). Penelitian yang dilakukan oleh Yokarius Krisman, dkk (2016) yang berjudul “Aktivitas Bioinsektisida Ekstrak Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi) Terhadap Kecoak (Periplaneta A mericana)” Hasil penelitian
menunjukkan fraksi nheksan daun belimbing wuluh memberikan pengaruh terhadap kematian kecoak dengan konsentrasi optimum sebesar 25,00% dan mengandung senyawa golongan terpenoid/ steroid. Fraksi nheksan memiliki nilai LC50 sebesar 24,135% dan nilai LT50 sebesar 47,044 jam sehingga berpotensi dijadikan sebagai bioinsektisida.
Lalat rumah (Musca domestica) dapat bertindak sebagai vektor penyakit
typus, penyakit perut lainnya seperti disentri dan diare ,kolera, dan penyakit kulit
(Kartikasari, 2008). Sebagai vektor atau agen penular penyakit, peranan lalat menularkan penyakit ini didukung dari bentuk anatomi tubuhnya yang banyak terdapat bulu sehingga bibit penyakit (virus, bakteri, protozoa) melekat pada tubuhnya. Selain itu, lalat juga mempunyai cara makan yang unik, yaitu lalat meludahi makanannya terlebih dahulu sampai makanan tersebut cair baru disedot ke dalam perutnya. Jiika pada makanan yang dihinggapinya terdapat bahan atau aroma yang tidak disukainya maka lalat akan segera meninggalkan makanan tersebut ( Minar Indriasih, 2015).
Apabila lalat jatuh ke dalam makanan atau minuman, lalat akan mendahulukan sayap yang membawa racun (penyakit), kemudian baru penawarnya (obat). Hal ini menunjukkan bahwa walaupun lalat ialah vektor (pembawa) kuman serta penyakit, namun tubuh lalat yang sama juga memiliki penawar serta bahan anti kuman di dalam tubuhnya.
Sebagaimana Rasulullah saw. bersabda:
ىَّلَص ُِّبَِّنلا َلاَق :ُلوُقَ ي ،ُهْنَع ُهَّللا َيِضَر َةَرْ يَرُه اَبَأ ُتْعَِسَ :َلاَق
:َمَّلَسَو ِهْيَلَع ُللها
«
ُباَبُّذلا َعَقَو اَذِإ
ِِ
َد ِهْيَحاَنَج ىَدْحِإ ِِ َّنِإَف ،ُهْعِزْنَ يِل َُّثُ ُهْسِمْغَ يْلَ ف ْمُكِدَحَأ ِباَرَش
ًءا
ًءاَفِش ىَرْخُلأاَو »
Artinya:“Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi saw. beliau bersabda, "jika lalat terjatuh ke dalam minuman seseorang di antara kalian, maka hendaknya ia mencelupkannya ke dalamnya, kemudian membuangnya (lalat tersebut). Karena pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap lainnya terdapat penyembuhnya" Shahih: Al Irwa' (175), Ash-Shahihah (138).
Bukhari.
Subhanallah, sungguh luar biasa misteri tentang sayap lalat ini. Teori yang sekarang ini menjadi perhatian para ilmuwan mengenai antibacterial pada salah satu sayap lalat yang dapat menetralisisr sifat bacterial di sayap lain, nyatanya sudah diberitakan oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam sekitar satu setengah abad yang lalu. Saat di mana pengetahuan belum sepesat sekarang, saat di mana masih banyak orang yang belum terpikir akan kebenaran hadist ini secara ilmiah. Meskipun begitu, mereka mengimaninya dengan sepenuh hati karena begitu kuatnya kalimat tauhid tertancap dalam dada mereka. Namun meskipun demikian pada kenyataanya lalat berperan menularkan berbagai penyakit, dan apabila lalat menghampiri atau mengerumuni makanan sangat tidak enak di pandang, dan kita merasa jijik untuk mencelupkan lalat kedalam makanan atau minuman yang dihinggapi lalat, karna itu perlu untuk mencari insektisida nabati terhadap lalat rumah yang ramah lingkungan.
Semakin tinggi tingkat kepadatan lalat maka semakin tinggi angka kejadian diare. Jalur transmisi penularan penyakit diare antara lain melalui air dan makanan sertabinatang arthropoda secara mekanis. Lalat merupakan binatang arthropoda termasuk insekta ordo diptera yang dapat menyebarkan penyakit jika
sudah hinggap di lingkungan yang kotor kemudian hinggap dimakanan sehingga dapat menyebabkan penyakit
Demikian Hadist yang diriwayatkan oleh HR. Al-Bukhari :
ِساَّنلا ْنِم ٌيرِثَك اَمِيهِف ٌنوُبْغَم ِناَتَمْعِن
ُغاَرَفْلاَو ُةَّح ِ صلا
Artinya :
“Dua kenikmatan yang banyak manusia menjadi rugi (karena tidak
diperhatikan), yaitu kesehatan dan waktu luang”.(HR. Al-Bukhari no. 6412, dari Ibnu ‘Abbas)
Dalam hadist tersebut diketahui bahwa kita harus senantiasa menjaga Kebersihan, termasuk kebersihan lingkungan tempat tinggal dan kebersihan makanan yang akan kita konsumsi. Kebersihan adalah upaya manusia untuk memelihara diri dan lingkungannya dari segala yang kotor dalam rangka mewujudkan dan melestarikan kehidupan yang sehat dan nyaman.Kebersihan merupakan syarat bagi terwujudnya kesehatan, dan sehat adalah salah satu faktor yang dapat memberikan kebahagiaan.Sebaliknya, kotor tidak hanya merusak keindahan tetapi juga dapat menyebabkan timbulnya berbagai penyakit, dan sakit merupakan salah satu faktor yang mengakibatkan penderitaan.
Apabila manusia mau memperhatikan apa-apa yang di bumi ini, baik yang terdapat di permukaannya, maupun yang tersimpan dalam perut bumi, niscaya ia akan menemukan banyak keajaiban yang menunjukkan kekuasaan Allah swt. dan jika ia yakin, bahwa kesemuanya itu diciptakan Allah swt. untuk kemaslahatan dan kemajuan hidup manusia sendiri, maka ia akan bersyukur kepada Allah swt. dan meyakini bahwa semuanya itu diciptakan Allah berdasar tujuan yang luhur karena semuanya memberikan faedah yang tak terhitung banyaknya.
Perkembangan ilmu pengetahuan saat ini telah membuktikan penyataan-pernyataan al-Qur’an sesuai dengan fakta. Dalam al-Qur’an Allah swt. telah menyebutkan bahwa tumbuhan memiliki manfaat masing-masing yang dapat
digunakan manusia, ilmu pengetahuan modern telah membuktikan bahwa berbagai macam tanaman dapat digunakan sebagai obat, Hal ini sejalan dengan penelitian ini yang memanfaatkan tumbuhan daun belimbing wuluh (Averrhoa
bilimbi) sebagai insektisida nabati terhadap lalat.rumah (Musca domestica).