BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Pembahasan
Tabel 4.13 Koefisien Determinasi
Model Summaryb
Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the
Estimate Durbin-Watson
1 .839a .704 .693 1.57178 2.076
a. Predictors: (Constant), Lingkungan_kerja, Displin_
b. Dependent Variable: Kinerja_pegawai
Berdasarkan tabel 4.13 diatas dapat dilihat dari nilai R Square sebesar 0,704 atau 70,4 % yang berarti bahwa hubungan antara disiplin dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai, yang artinya pengaruh disiplin dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai sebesar 70,4%, sedangkan untuk sisanya sebesar 29,6% variabel-variabel lain yang tidak diteliti oleh penelitian ini, misalnya seperti budaya organisasi, motivasi, kepemimpinan dan variabel lainnya.
Hasil penelitian ini sesuai dengan teori Dharmawan (2011 hal. 9) menjelaskan bahwa Kedisiplinan merupakan sifat seorang karyawan yang secara sadar dalam mematuhi peraturan organisasi tertentu yang pada akhirnya sangat mempengaruhi kinerja karyawan. Disiplin sepatutnya dipandang sebagai bentuk latihan bagi karyawan dalam melaksanakan aturan-aturan perusahaan. Semakin disiplin, maka semakin tinggi kinerja karyawan dan mempermudah organisasi dalam pencapaian tujuannya
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Sukir (2007) dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa disiplin kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan.
Pada penelitian ini, dapat dilihat bahwa semakin tinggi disiplin yang dilakukan oleh pegawai maka kinerja pegawai didalan suatu perusahaan dapat meningkat pula.
2. Pengaruh Displin Terhadap Kinerja Pegawai
Terdapat pengaruh positif variabel lingkungan kerja (X2), terhadap variabel Kinerja Pegawai (Y) yang ditunjukkan thitung (3,260) > ttabel (1,67) dengan nilai signifikansi sebesar 0,002< 0,05. Dengan hubungan seperti ini terkandung arti bahwa makin tinggi / baik X1 (lingkungan kerja) maka akan tinggi/baik variabel Y (kinerja pegawai). Kemudian diperoleh pula bahwa lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai.
Hasil penelitian ini sesuai dengan teori Sedarmayanti (2011 hal. 28) menjelaskan bahwa Kedisiplinan merupakan sifat seorang karyawan yang secara sadar dalam mematuhi peraturan organisasi tertentu yang pada akhirnya sangat mempengaruhi kinerja karyawan. Disiplin sepatutnya
dipandang sebagai bentuk latihan bagi karyawan dalam melaksanakan aturan-aturan perusahaan. Semakin disiplin, maka semakin tinggi kinerja karyawan dan mempermudah organisasi dalam pencapaian tujuannya
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Nunung Ristiana (2012) terdapat pengaruh positif dan signifikan terhadap variabel Lingkungan kerja, semakin nyaman lingkungan kerja maka akan semakin meningkat kinerja karyawan..
Pada penelitian ini, dapat dilihat bahwa semakin baik lingkungan kerja didalam suatu perusahaan maka kinerja pegawai didalan suatu perusahaan dapat meningkat pula.
3. Pengaruh Displin Terhadap Kinerja Pegawai
Pengujian yang dilakukan secara simultan menunjukkan bahwa variabel Disiplin (X1) dan Lingkungan Kerja (X2) berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai (Y) BPMP PROVSU. Dengan nilai Fhitung (64,274) > Ftabel (3.16) dengan tingkat signifikasi 0.000. Selanjutnya nilai R-Square yang diperoleh adalah sebesar 0,704 menunjukkan sekitar 70,4% variabel Kinerja Pegawai (Y) dipengaruhi Disiplin (X1) dan Lingkungan Kerja (X2). Sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini, misalnya budaya organisasi, motivasi, kepemimpinan dan variabel lainnya.
Pada penelitian ini ketiga hipotesis diteima, yakni disiplin dan lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai pada BPMP PROVSU dan pengaruh tersebut adalah sangat signifikan pada taraf α 0,05. Pengaruh yang signifikan mengandung makna bahwa hasil penelitian ini dikatakan positif dan berpengaruh sebesar 70,4%.
Kinerja merupakan catatan hasil yang diproduksi (dihasilkan) atas fungsi pekerjaan tertentu atau aktivitas-aktivitas selama periode waktu tertentu. Sehingga kinerja merupakan suatu hasil yang dicapai seseorang menurut ukuran yang berlaku untuk pekerjaan yang bersangkutan. Menurut Siagian (2010 hal 12) menyatakan bahwa kinerja karyawan dapat dipengaruhi oleh gaji, lingkungan kerja, budaya organisasi, kepemimpinan dan motivasi kerja (motivation), disiplin kerja, kepuasan kerja, motivasi.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan
Berdasarkan data yang diperoleh dalam penelitian mengenai Pengaruh Disiplin dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai BPMP PROVSU.
Responden pada penelitian ini berjumlah 57 pegawai, kemudian telah dianalisa, maka disimpulkan sebagai berikut:
1. Terdapat pengaruh positif variabel disiplin terhadap variabel kinerja pegawai yang ditunjukkan oleh koefisien regresi sebesar 0,480, dan untuk thitung (3,757) > ttabel (1,67) dengan nilai signifikansi sebesar 0,000< 0,05 hal ini menunjukan bahwa secara parsial bahwa ada pengaruh signifikan disiplin terhadap kinerja pegawai.
2. Terdapat pengaruh positif variabel lingkungan kerja terhadap variabel kinerja pegawai yang ditunjukkan oleh koefisien regresi sebesar 0,408, dan untuk thitung (3,260) > ttabel (1,67) dengan nilai signifikansi sebesar 0,002< 0,05 hal ini menunjukan bahwa secara parsial bahwa ada pengaruh signifikan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai.
2. Pengujian yang dilakukan secara simultan menunjukkan bahwa variabel Disiplin dan Lingkungan Kerja berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai BPMP PROVSU. Dengan nilai Fhitung (64,274) > Ftabel (3.16) dengan tingkat signifikasi 0.000. Dengan Nilai koefisien determinasi yang diperoleh (R-Square) yang diperoleh adalah sebesar 0,704 menunjukkan sekitar 70,4% variabel variabel Kinerja Pegawai dipengaruhi Disiplin, dan Lingkungan Kerja. Sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak
diteliti dalam penelitian ini, misalnya budaya organisasi, motivasi, kepemimpinan dan variabel lainnya.
B. Saran
1. Mengingat disiplin kerja mempunyai pengaruh terhadap kinerja para pegawai, maka hendaknya pelaksanaannya benar-benar dilakukan secara adil, dengan demikian diharapkan akan menciptakan suasana kerja yang kompetitif disamping loyalitas yang tinggi terhadap perusahaan.
2. Perusahaan harus selalu memperhatikan hubungan kerja antar karyawan didalam perusahaan, dan kondisi didalam ruangan setiap karyawan, dimana dengan melakukan ini bertujuan untuk dapat membuat nyaman para karyawan sehingga kinerja karyawaan dapat meningkat
3. Dalam meningkatkan kinerja karyawan, hendaknya perusahaan dapat menimbulkan kepercayaan dan moral yang baik bagi pegawai terhadap perusahaan. adanya kepercayaan di kalangan pegawai bahwa mereka akan menerima imbalan sesuai dengan kinerja yang dicapainya, yang merupakan sebagai rangsangan bagi pegawai untuk memperbaiki kinerjanya.
4. Bagi penelitian selanjutnya, maka hasil penelitian ini dapat menjadi dasar penelitian tentang, disiplin, lingkungan kerja dan yang ada dalam perusahaan dengan adanya tambahan variabel lainnya, seperti budaya organisasi, motivasi, kepemimpinan dan variabel lainnya.
DAFTAR PUSTAKA
A.A Anwar Mangkunegara. (2012). Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung : PT.Remaja Kosda Karya.
Alex S. Nitisemito, (2008), Manajemen Personalia,Edisi kedua, Jakarta: Ghalia Indonesia.
Amran. (2009). Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pegawai kantor Departemen Sosial Kabupaten Gorontalo. Dalam Jurnal Ichsan Gorontalo.
Volume 4 No. 2. Hal 2397-2413.
Arikunto, Suharsimi.(2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Cetakan Ketiga belas. Jakarta: PT.Rineka Cipta
Dessler, Gary. (2008). Manajemen Sumber Daya Manusia. Alih bahasa: Eli Tanya. Penyunting Bahasa: Budi Supriyanto. Jakarta: Indeks.
Dharmawan, Yusa. (2011). Pengaruh Kompensasi dan Lingkungan Kerja Non Fisik Terhadap Disiplin dan Kinerja Karyawan Hotel Nikki Denpasar.
Tesis. Universitas Udayana Denpasar. Bali.
Edi Sutrisno. (2009). Manajemen Sumber Daya Manusia Edisi pertama.
Jakarta: Kencana Prenada Media Group
Handoko. T. Hani. (2008). Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia.
Yogyakarta: BPFE.
Hasibuan, Melayu S.P. (2012). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta : Bumi Aksara.
Husein Umar. (2008). Metode Riset Bisnis, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Imam Ghozali. (2009). Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS, Edisi Keempat, Semarang: Universitas Diponegoro.
Mathis, Robert L dan Jackson, John H, (2011). Human Resource Management (edisi 10). Jakarta: Salemba Empat.
Mohamad Mahsun. (2008). Pengukuran Kinerja Sektor Publik, Yogyakarta:
Penerbit BPFE.
Nawawi, Hadari dan M. Martini Hadari, (2008). Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Bisnis Yang Kompetitif. Yogyakarta:Gajahmada University Press.
Ristiana, Nunung, (2012). Pengaruh Kompensasi, Lingkungan Kerja Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Guru Tidak Tetap (GTT) pada SD/MI Kabupaten Kudus, Skripsi, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro Semarang.
Robbins SP, Judge. (2008). Perilaku Organisasi Buku 2. Jakarta : Salemba Empat.