BAB IV: HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. Pembahasan
Produk Infografik Perang Diponegoro yang telah disusun oleh peneliti melalui beberapa tahapan pengujian dari ahli materi, ahli media, serta praktisi (guru), tahapan tersebut mengacu pada penelitian dan pengembangan (R&D) level 1 model Borg and Gall. Proses pengerjaan media infografik menggunakan program yang bernama Canva. Setelah media selesai dilakukan penyusunan serta pengeditan tahap selanjutnya peneliti menyerahkan media infografik kepada ahli materi untuk divalidasi. Setelah divalidasi, ahli materi memberikan saran dan komentar untuk perbaikan media infografik.
Saran dan perbaikan dari ahli materi menjadi bahan revisi tahap I. Setelah peneliti menyelesaikan revisi selanjutnya media diserahkan kepada ahli media untuk divalidasi. Mengacu pada saran serta komentar dari ahli media peneliti melakukan revisi tahap II. Setelah peneliti menyelesaikan revisi dari ahli materi serta media, peneliti melanjutkan validasi kepada praktisi (guru). Mengacu pada saran serta komentar terhadap media infografik Perang Diponegoro yang telah diberikan oleh praktisi (guru), peneliti melakukan perbaikan atau revisi media infografik sesuai dengan masukan yang telah diberikan.
Hasil validasi dari ahli materi pada aspek isi dan aspek pembelajaran menunjukan keriteria produk “baik” dengan rata-rata skor 4.0. Validasi oleh ahli media pada aspek tampilan, aspek penyajian dan aspek kebahasaan menunjukan bahwa media infografik Perang Diponegoro termasuk dalam kriteria “sangat baik”
dengan rata-rata skor 4.26.
Menimbang pada hasil uji coba perorangan oleh guru I pada aspek isi, aspek pembelajaran, aspek tampilan, aspek penyajian, dan aspek kebahasaan menunjukan bahwa produk media infografik Perang Diponegoro termasuk pada kriteria “sangat baik” dengan pendapatan skor rata-rata 4.46. Bercermin pada hasil uji coba perorangan oleh guru II pada aspek isi, aspek pembelajaran, aspek tampilan, aspek penyajian, dan aspek kebahasaan menunjukan bahwa produk media infografik Perang Diponegoro termasuk pada kriteria “sangat baik” dengan pendapatan skor rata-rata 4.38. Berdasarkan pada hasil uji coba perorangan oleh guru III pada aspek isi, aspek pembelajaran, aspek tampilan, aspek penyajian, dan aspek kebahasaan menunjukan bahwa produk media infografik Perang Diponegoro termasuk pada kriteria “sangat baik” dengan pendapatan skor rata-rata 4.5.
Berangkat dari hasil skor yang didapat dari uji internal dan validasi oleh para ahli dan praktisi (guru), dapat disimpulkan bahwa media infografik Perang Diponegoro layak untuk diaplikasikan untuk peserta didik kelas XI SMA/Sederajat. Produk yang peneliti kembangkan berupa media infografik pada pembelajaran Sejarah Indonesia dalam materi pokok Perang Diponegoro. Media infografik ini dapat membantu guru dalam penyempaian informasi materi pembelajaran serta menambahkan informasi baru yang belum diungkapkan sebelumnya. Media infografik Perang Diponegoro termasuk dalam media visual yang merupakan salah satu media pembelajaran yang unik dan mengandung suatu kebaruan serta didalamnya terbuat dari grafik yang dijelaskan mengunakan kata-kata.
Di dalam menggunakan media, ada acuan dalam proses belajar-mengajar disebut krucut pengalaman Edgar Dale atau disebut dengan Dale’s Cone of Experience52. Tingkatan dalam pengelolaan kerucut pengalaman Dale sebagai berikut:
Gambar XLI. Kerucut Pengalaman Edgar Dale
Maksud dari pendapat Dale dimana tingkat ke abstrakan suatu pesan semakin tinggi pada saat pesan itu dipakai menggunakan lambang-lambang seperti bagan, grafik, atau kata. Jika pesan terkandung dalam lambang seperti itu indera yang dilibatkan untuk memperjelas semakin terbatas. Meskipun tingkat penggunaan fisik berkurang, keterlibatan imajinatif semakin bertambah dan berkembang. Pada media infografik yang peneliti kembangkan termasuk high abstract karena berisi teks dan gambar sehingga meningkatkan imajinatif dan motivasi belajar siswa.
Kesuksesan pengembangan media infografik sebagai bahan ajar sebelumnya pernah dilakukan seperti yang penulis tuliskan pada bab II, bagian
52 Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, Jakarta, Rajawali, 2017, hlm.15.
penelitian yang relevan. Pertama thesis dari Andreas Syah Pahlevi (2013) dengan judul Perancangan “Aplikasi Infografik Dalam Kampanye Sosial Untuk Mendukung Aktivitas Corporate Social Responsibility De Tanjung”. Andreas Syah Pahlevi menemukan bahwa infografik memiliki keungulan dari segi visual yang mampu mengubah persepsi penonton tentang deskripsi menjadi singkat dan lebih jelas melalui elemen grafis/gambar. Kedua jurnal dari Susi Hartini (2016) dengan judul “Pengembangan Media Pembelajaran Pembelajaran IPS Menggunakan Poster Infografik dengan Materi Potensi dan Sebaran Sumber Daya Alam Indonesia untuk Siswa Kelas VII”. Susi Hartini mengemukakan bahwa media infografik dapat dikembangkan menjadi media pembelajaran IPS. Ketiga skipsi dari Eka Puspita Sari (2017) dengan judul “Pengembangan Media Berbentuk Infografik sebagai Penunjang Pembelajaran Fisika SMA Kelas X”. Eka Puspita Sari mengemukakan kelayakan media infografik saat digunakan sebagai penunjang pembelajaran Fisika.
Dari penelitian yang relevan yang telah dipaparkan dapat disimpulkan bawa media infografik memiliki peluang yang cukup potensial didalam dunia pendidikan. Seperti media infografik yang peneliti kembangkan yang berfokus pada materi perang Diponegoro untuk kelas XI SMA telah layak untuk digunakan setelah melalui uji validasi para ahli media dan praktisi (guru) yang nantinya dapat membantu dalam penyampaian materi serta dapat menumbuhkan rasa imajinatif dan meningkatnya motivasi belajar siswa.
Hal tersebut dibuktikan melalui fungsi media mengacu dari buku Benny A Pribadi dengan judul Media dan Teknologi dalam Pembelajaran guru dikatakan
sebagai encoding. Encoding adalah proses merancang pesan yang dibuat kedalam bentuk media agar menjadi sitematik dan mudah diterima oleh receiver. Media memiliki peran sabagai perantara pembawa pesan dan informasi kepada penerima yang sedang memperhatikan media tersebut. Penerima yang dimaksudkan disini adalah siswa, yang sedang berusaha untuk menerima media yang berisi informasi atau disebut juga dengan decoding53. Selain itu menurut Nana Sudjana dan Ahmad Rifai mengemukakan manfaat media dalam peroses pembelajaraan dikelas.54
1. Pembelajaran jauh lebih menarik perhatian siswa sehingga menimbulkan motivasi belajar siswa.
2. Bahan pembelajaran akan jauh lebih jelas maknanya sehingga siswa dapat mudah memahami sehingga memungkinkan siswa menguasai dan mencapai tujuan pembelajaran
3. Metode pada saat mengajar akan lebih bervariasi tidak semata-mata menggunakan metode ceramah, sehingga siswa tidak bosan dan guru tidak kehabisan tenaga, apalagi pada saat guru mengajar pada setiap jam pelajaran.
4. Siswa jauh lebih banyak melakukan kegiatan belajar sebab kita hanya mendengarkan penjelasan dari guru, tetapi aktivitas lain seperti mengamati.
Dari fungsi dan manfaat media pembelajaran yang telah dijelaskan di atas menekankan pada penggunaan media dapat membantu guru saat memberikan penjelasan materi serta dapat membantu siswa untuk memahami materi yang telah disampaikan guru dan membantu siswa lebih konsentrasi karena mengamati
53 Benny A Pribadi, Media dan Teknologi dalam Pembelajaran, Jakarta: Kencana, 2017, hlm.16-17.
54 Nana Sudjana, Ahmad Rifai, Media Pengajaran, Bandung: Sinar Baru Algensindo, 2010, hlm.5
media. Pada penelitian ini peneliti berusaha mengembangkan produk infografik Perang Diponegoro sebagai media pembelajaran sejarah untuk siswa SMA/Sederajat.
Berikut ini merupakan karakteristik yang dimiliki produk infografik Perang Diponegoro:
1. Media infografik disajikan di platfrom Facebook
2. Media infografik menyajikan materi inti dan materi tambahan
3. Pada postingan di Facebook media infografik dilengkapi deskripsi pada postingan sebagai penjelas isi infografik, pada infografik itu sendiri dilengkapi juga gambar 2D sebagai penjelas materi yang sedang disampaikan.
4. Media infografik yang di unggah berisi informasi-informasi baru disertai disain yang terbarukan sesuai dengan eranya.
5. Media infografik dapat kapanpun dan dimanapun dengan bantuan smartphone atau laptop yang terhubung dengan internet.
6. Materi dalam media infografik disesuaikan dengan kurikulum 2013.
7. Media infografik Perang Diponegoro yang terunggah di platfrom Facebook dapat mudah di unduh siswa atau umum.
8. Ukuran yang dipakai dalam platfrom Facebook adalah:
1080 x 1080 Pixels Untuk media persegi
1080 x 1920 Pixels Untuk media persegi panjang
32 bit kedalaman warna.
Infografik Perang Diponegoro telah melalui beberapa tahapan validasi dari beberapa ahli dan praktisi (guru). Meski demikian media infografik ini memiliki
keunggulan dan kekurangan. Berikut ini peneliti menyajikan keunggulan serta kekurangan produk media infografik:
a. Keunggulan Infografik Perang Diponegoro
1) Menampilkan kebaruan dari informasi yang disampaikan dalam media infogrfaik
2) Akses yang mudah untuk menjangkau materi infografik, dapat dijumpai diplatfrom Facebook dengan pencarian nama pengguna @diponegoro1825 3) Media didalam platfrom Facebook dapat mudah diunduh
4) Tampilan desain yang menarik serta minimalis mudah dipahami guru maupun siswa
5) Penggunaan dan pembuatan media infografik Perang Diponegoro dapat meningkatkan keratifitas serta variatif dalam penggunaan media sehingga pembelajaran lebih menarik
6) Akses yang mudah untuk editing media infografik karena manggunakan program Canva
b. Kekurangan Infografik Perang Diponegoro
1) Cakupan materi hanya melingkupi Perang Diponegoro di Bumi Jawa saja.
2) Untuk mengakses dan mendownload media memerlukan perangkat yang terhubung dengan koneksi internet.
3) Belum dilakukan pengujian di lapangan kepada siswa.
133 BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Hasil akhir penelitian dengan judul “Pengembangan Media Infografik pada Perang Diponegoro untuk Pembelajaran Sejarah Indonesia di SMA”
menghasilkan sebuah produk berupa media infografik yang layak untuk digunakan dalam pembelajaran sejarah sebagai media pembelajaran. Dalam proses melakukan penelitian ini, peneliti telah melewati berbagai tahapan yang mendukung kelayakan media infografik ini diantaranya adalah uji validasi oleh ahli materi, ahli media dan praktisi (guru). Hasil validasi para ahli dan praktisi (guru) dilampirkasn sebagai berikut:
1. Hasil validasi oleh ahli materi, produk infografik Perang Diponegoro dalam platfrom Facebook menunjukan kualitas produk “baik” dengan rata-rata dari aspek isi dan pembelajaran yaitu “4.0”
2. Hasil validasi oleh ahli media, produk infografik Perang Diponegoro dalam platfrom Facebook menunjukan kualitas produk “sangat baik” dengan rata-rata dari aspek tampilan, aspek penyajian dan aspek kebahasaan yaitu “4.26”
3. Hasil validasi media infografik Perang Diponegoro dalam platfrom Facebook oleh praktisi (guru) oleh guru sejarah I,II, dan II menunjukan bahwa kualitas media infografik termasuk dalam kriteria “sangat baik” dengan rata-rata skor dari aspek isi, aspek pembelajaran, aspek tampilan, aspek penyajian, dan aspek kebahasaan yaitu “4,41”
Berdasarkan hasil skor yang telah didapat melewati uji internal produk media infografik yang dimuat dalam platfrom Facebook dengan materi Perang Diponegoro layak digunakan sebagai pendukung media pembelajaran sejarah untuk kelas XI di SMA/Sederajat.
B. Implikasi
1. Implikasi Teoretis
a. Dari hasil penelitian mengenai pengembangan media Infografik akademik ini diharapkan dapat dijadikan sebuah fokus baru dimana revolusi industri 4.0 mengedepankan teknologi sebagai jalan menuju cara mengajar yang lebih praktis dan efisien dan juga hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan perbandingan untuk penelitian yang akan datang.
b. Dari hasil penelitian ini juga dapat digunakan sebagai referensi media pembelajaran dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya mata pelajaran sejarah Indonesia di SMA mengenai Perang Diponegoro.
2. Implikasi Praktis a. Bagi sekolah
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan baru dengan cara yang unik dan menyenangkan.
b. Bagi Universitas
Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sumber referensi bagi penelitian yang akan datang.
c. Bagi Siswa
Hasil penelitian ini dapat dijadikan media dan sumber belajar pada mata pelajaran sejarah Indonesia dengan materi Perang Diponegoro, sehingga dapat menumbuhkan rasa ingin tau dan pola berpikir kritis para peserta didik.
d. Bagi Guru
Hasil penelitian ini mengahasilkan sebuah soft file yang berisi materi Sejarah Indonesia tentang Perang Diponegoro, sebagai media pembelajaran yang dapat dilakukan didalam kelas, sehingga dapat membantu guru dalam memberikan penjelasan materi, kemudian diharapkan dapat menumbuhkan kreativitas dan pola berpikir kritis siswa dalam belajar sejarah Indonesia.
e. Bagi peneliti lainnya
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber referensi bagi peneliti yang akan menekuni penelitian di bidang yang sama, dan semoga hasil penelitian ini dapat memberi warna baru di dunia pendidikan dengan menggunakan media ini diharapkan dapat meningkatkan kreatifitas siswa dan meningkatkan pola berpikir kritis para peserta didik.
C. Saran
Mengacu pada penelitian pengembangan yang telah dilakukan memalui berbagai tahapan, maka saran yang peneliti berikan yaitu:
1. Bagi sekolah
Pihak sekolah dapat memfasilitasi siswa dalam pemberian Wi-Fi yang stabil sehingga siswa dapat mengakses media infografik Perang Diponegoro di sekolah.
2. Bagi Guru
Media infografik Perang Diponegoro dapat digunakan sebagai referensi untuk guru menjelaskan materi sejarah agar siswa terbantu dalam mempelajari materi yang sedang dijelaskan lalu serta salah satu bentuk aplikasi dari variatif penggunaan media pembelajaran.
3. Bagi Siswa
Siswa dapat menggunakan media infografik sebagai referensi ketika belajar sejarah, sehingga dapat meningkatkan pemahaman sejarah melalui gambar 2 dimensi serta deskripsi yang ada pada media infografik.
4. Bagi Peneliti Selanjutnya.
Hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi tambahan bagi peneliti yang ingin mengembangkan produk infografik yang serupa. Peneliti juga dapat mengembangkan media infografik agar dalam tampilan maupun isi lebih baik lagi dengan paduan desain dan sumber baru.
DAFTAR PUSTAKA
Buku
Abdul Majid. 2009. Perencanaan Pembelajaran Mengembangkan Standar Kompetisi Guru.Bandung: Rosdakarya.
Ambiyar, dan Nizwardi Jalimus. 1996. Media Pendidikan.Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.
Azhar Arsyad. 2013. Media Pembelajaran Sebuah Pendekatan Baru. Jakarta:
Referensi.
Azhar Arsyad. 2017. Media Pembelajaran. Jakarta:Rajawali.
Benny A Pribadi. 2017. Media dan Teknologi dalam Pembelajaran. Jakarta:
Kencana.
Eko Putro Widoyoko. 2009. Evaluasi Program Pembelajaran: Paduan Praktis Bagi Pendidik dan Calon Pendidik. Yogyakarta : Pustaka Belajar.
Gall M.D and Borg, W.R. Educational Research in Education, 1983, Belmont, CA: Wadsworth, Cengage Learning, dikutip dari H. Punaji Setyosari, edisi ketiga, Metode Penelitian Pendidikan & Pengembangan
Hendra Kurniawan. 2018. Literasi Dalam Pembelajaran Sejarah, Yogyakarta:
Gava Media.
Heri Susanto. 2014. Seputar Pembelajaran Sejarah.Yogyakarta: Aswaja Pressindo.
Hujair AH Sanaky. 2013. Media Pembelajaran Interaktif-Inovatif. Yogyakarta:
Kaukaba.
Krisna Bayu Adji, dan Sri Winatala Achmad. 2014. Sejarah Panjang Perang di Bumi Jawa dari Mataram Kuno Hingga Pasca Kemerdekaan RI.Yogyakarta: Araska.
Nana Sudjana, dan Ahmad Rifai.2010.Media Pengajaran.Bandung: Sinar Baru Algensindo.
Punanji Setyosari. Metode Penelitian Pendidikan & Pengembangan, edisi ketiga, Jakarta, Kencana, 2013, hlm.230.
Retno Listyarti. 2012. Pendidikan Karakter. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Rosarita Niken Widiastuti, Edy Pang, dkk. 2018. Kiat Bikin Infografik Keren dan Berkualitas Baik. Jakarta: Kementrian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia.
Septa Inigopatria. 2014. Indonesia dalam Infografik adalah. Jakarta:Kompas Media Nusantara.
Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung:
Alfabeta, cv.
Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Tindakan Komprehensif (Untuk Perbaikan Kinerja dan Pengembangan Ilmu Tindakan.Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. 2017. Metode Penelitian & Desain Pengembangan; Resarch and Development. Bandung: Alfabeta, cetakan ke 3.
Sugiyono. 2017. Metode Penelitian (Research and Development). Bandung:
Alfabeta.
Syamsul Kurniawan. 2013. Pendidikan Karakter. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Yudha Yudhanto. 2007. Pengantar Peduan Infografik(Infographics). Semarang:
Ilmu Komputer.com.
Yudhi Munadi. 2013. Media Pembelajaran Sebuah Pendekatan Baru. Jakarta:
Referensi.
Skripsi
Agatha Cristhy Leatemia. 2019. Pengembangan Buku Pop Up Sejarah dalam Materi Pokok Revolusi Amerika untuk Siswa Kelas XI IPS.
Ropita Dewi Sartika. 2018. Pembelajaran Sejarah yang memanfaatkan Literasi di SMA Negeri 1 Ngaglik.
Internet
Pengertian infografik. http://houseofinfographics.com/apaitusihinfografik.
Diakses pada tanggal 18-03-2020, pukul 08.50 WIB.
LAMPIRAN
Lampiran 1. Jadwal Penelitian
No Jenis Kegiatan Februari Maret April Mei Juni
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 Penyusunan Laporan
2 Seminar Proposal 3 Penyusunan Produk 4 Pembuatan Produk 5 Validasi Ahli Materi 6 Revisi Produk 1 7 Validasi Media 8 Revisi Produk 2
9 Validasi Oleh Praktisi (Guru) 10 Revisi Akhir
11 Penyususnan Laporan Akhir
Lampiran 3. Keterangan dan Konversi Skala Lima
Berikut merupakan penilaian acuan patokan (PAP) yang sebagai patokan dalam menilai kuesioner:
Skor Rumus Rerata Skor Kategori
5 x > Xi + 1,80 Sbi >4,2 Sangat Baik
4 Xi + 0,60 Sbi < x ≤ Xi + 1,80 Sbi >3,4 – 4,2 Baik 3 Xi – 0,60 < x ≤ Xi + 0,60 Sbi >2,6 – 3,4 Cukup Baik 2 Xi – 1,80 Sbi < x ≤ Xi – 0,60 Sbi >1,8 – 2,6 Kurang Baik
1 X ≤ Xi -1,80 Sbi ≤ 1,8 Sangat Kurang
Baik
Keterangan:
Skor maksimal = 5
Skor minimal = 1
Skor minimal ideal = Jumlah indikator X tertinggi Skor maksimal ideal = Jumlah indikator X terendah
X = Skor yang diperoleh
Rerata ideal = (skor maks. ideal + skor min. ideal) Simpangan baku skor ideal = (skor maks. ideal + skor min. ideal)
Berikut ini perhitungan berdasarkan Penilaian Acuan Patokan (PAP).
Xi = rerata ideal = - (skor maksimal ideal + skor minimal ideal)
= - (5 + 1) = 3
SBi = Simpangan baku ideal = - (skor maksimal ideal – skor minimal ideal)
= - (5 – 1) = 0,67 Sangat Baik = x > Xi + 1,80 Sbi
= x > 3 + (1,80 x 0,67)
= x > 3 + 1,21
= x > 4,21
Baik = Xi + 0,60 Sbi < x ≤ Xi + 1,80 Sbi
= 3 + (0,60 x 0,67) < x ≤ 3 + (1,80 x 0,67)
= 3 + 0,40 < x ≤ 3 + 1,21
= 3,40 < x ≤ 4,21
Cukup Baik = Xi – 0,60 < x ≤ Xi + 0,60 Sbi
= 3 – (0,06 x 0,67 < x ≤ 3 + (0,60 x 0,67)
= 3 – 0,40 < x ≤ 3 + (0,60 x 0,67)
= 2,60 < x ≤ 3,40
Kurang Baik = Xi – 1,80 Sbi < x ≤ Xi – 0,60 Sbi
= 3 – (1,80 x 0,67 < x ≤ 3 + (0,60 x 0,67)
= 3 – 1,21 < x ≤ 3 – 0,40
= 1,79 < x ≤ 2,60
Sangat Kurang Baik = x ≤ Xi -1,80 Sbi
= x ≤ 3 – (1,80 x 0,67)
= x≤ 3 – 1,21
= x ≤ 1,79
Lampiran 4a. Validasi Ahli Materi Nama Dosen : Heri Priyatmoko, M.A.
Hasil Peneilaian Produk Media Infografik Perang Diponegoro pada Aspek Isi oleh Ahli Materi
No Indikator yang
Dinilai Deskripsi Skala
Kritik/Saran
2 Relevansi antara gambar yang sudah benar dan tidak ada
miskonsepsi
4
4 Media infografik
menyajikan
6 Ketercukupan informasi yang produk jelas dan mudah dipahami
Alur materi dalam media infografik disajikan secara jelas dan mudah dipahami
4
8 Sumber materi yang akurat dan terpercaya
No Indikator yang Dinilai
Deskripsi Skala Kritik/Saran 9 Penyajian isi
materi
Secara keseluruhan, kualitas penyajian materi dalam media infografik sudah baik
4
10 Media infografik
menyajikan materi secara menarik
4
Jumlah Skor 40
Total Skor 40
Rata-rata Skor 40/10=4.0
Kriteria Baik
Hasil Peneilaian Produk Media Infografik Perang Diponegoro pada Aspek Pembelajaran oleh Ahli Materi
No Indikator yang
Dinilai Deskripsi Skala
Kritik/Saran 1 2 3 4 5
1 Keefektifan penyampaian yang disusun dapat membantu
pembahasan materi pembelajaran secara lebih tuntas dan lengkap pilihan kata yang tepat dan mudah dipahami oleh
5 Produk bersifat aplikatif dalam
Rata-rata Skor 20/5=4.0
Kriteria Baik
Rekapitulasi Penilaian Media Infografik Perang Diponegoro oleh Ahli Materi
No. Aspek yang Dinilai Rerata Skor Kriteria
1. Aspek Isi 4.0 Baik
2. Aspek Pembelajaran 4.0 Baik
Rerata Gabungan 8.0/2 = 4 Baik
Saran Perbaikan oleh Ahli Materi
No Bagian yang salah Jenis
Kesalahan
Saran Perbaikan
1 Meda Slide ke “4”
Kebiasaan Unik Diponegoro
Penulisan huruf kapital
Setelah tanda titik huruf pertama diperhatikan lagi
2 Meda Slide ke “4”
Kebiasaan Unik Diponegoro
Penulisan “favorit” Favorit
3 Meda Slide ke “5”
Kebiasaan Unik Diponegoro
Kesalahan ketik
“tirakarat”
Tirakatan
Lampiran 4b. Validasi Ahli Media
Nama Dosen : Andreas Erwin Prasetya, M. Pd.
Hasil penilaian media infografik Perang Diponegoro pada Aspek Tampilan oleh Ahli Media
No Indikator
yang Dinilai Deskripsi Skala Kritik/Saran 1 2 3 4 5 dan ukuran yang sesuai dan huruf yang sesuai tampak kreatif dan mengandung
Kriteria Sangat baik
Hasil Penilaian Media Infografik Perang Diponegoro pada Aspek Penyajian oleh Ahli Media
No Indikator yang
Dinilai Deskripsi Skala Kritik/Saran 1 2 3 4 5
2 Kesesuaian tata letak
4 Kemenarikan alur penyajian
Kriteria Baik
Hasil Penilaian Media Infografik Perang Diponegoro pada Aspek Kebahasaan oleh Ahli Media
No Indikator yang
Dinilai Deskripsi Skala Kritik/Saran 1 2 3 4 5 norma pendidikan
4 pilihan kata yang digunakan dapat rasa ingin tahu penggunanya
Rekapitulasi Hasil Penilaian Media Infografik Perang Diponegoro oleh Ahli
Rerata Gabungan 12,8/3=
4,26
Sangat Baik Saran Perbaikan oleh Ahli Media
No Bagian Yang Salah Jenis Kesalahan Saran Perbaikan 1 Ukuran huruf ( pada
deskripsi) dapat diperbesar lagi namun tetap
memperhatikan proposionalitas
Pada salah satu slide terdapat font yang
terlalu kecil
Tampilan slide ke 6 font dapat dibesarkan lagi
2 Tambhakan lagi gambar-gambar ilustrasi perang asehingga siswa mampuh menagkap situasi perang
Kurangnya gambar islustrasi
Penembahan gambar ilustrasi
3 Tambahkan hastag atau pagar sejarah populer dalam setiap postingan
Tidak ada pagar disetiap postingan
Pemberian hastag/
pagar disetiap postingan
Lampiran 4c. Validasi Praktisi (Guru) I Nama Guru : Alexia Dea Ariyanti, S.Pd.
Hasil Uji Coba Perorangan Produk Media Infografik Perang Diponegoro pada aspek Isi oleh Guru I
No Indikator yang
Dinilai Deskripsi Skala
Kritik/Saran
2 Relevansi antara gambar yang sudah benar dan tidak ada
miskonsepsi
5
4 Media infografik
menyajikan
6 Ketercukupan informasi yang produk jelas dan mudah dipahami
Alur materi dalam media infografik disajikan secara jelas dan mudah dipahami
4
8 Sumber materi yang akurat dan
Sumber materi yang digunakan
4
No Indikator yang
Dinilai Deskripsi Skala
Kritik/Saran 1 2 3 4 5
terpercaya dalam media infografik akurat dan terpercaya 9 Penyajian isi
materi
Secara keseluruhan, kualitas
penyajian materi dalam media infografik sudah baik
5
10 Media infografik
menyajikan materi secara menarik
5
Jumlah Skor 20 25
Total Skor 45
Rata-rata Skor 45/10=4.5
Kreteria Sangat Baik
Hasil Uji Coba Perorangan Produk Media Infografik Perang Diponegoro pada Aspek Pembelajaran oleh Guru I
No Indikator
yang Dinilai Deskripsi Skala
Kritik/Saran 1 2 3 4 5
1 Keefektifan penyampaian secara lebih tuntas dan lengkap pilihan kata yang tepat dan mudah dipahami oleh
5 Produk bersifat aplikatif dalam
Rata-rata Skor 22/5=4.4
Kriteria Sangat Baik
Hasil Uji Coba Perorangan Produk Media Infografik Perang Diponegoro pada Aspek Tampilan oleh Guru I
No Indikator yang
Dinilai Deskripsi Skala Kritik/Saran 1 2 3 4 5 dan ukuran yang sesuai dan huruf yang sesuai tampak kreatif dan mengandung kebaruan
4
Jumlah Skor 8 15
Total Skor 23
Rata-rata Skor 23/5=4.6
Kriteria Sangat Baik
Hasil Uji Coba Produk Media Infografik Perang Diponegoro Pada Aspek Penyajian oleh Guru I
No Indikator yang
Dinilai Deskripsi Skala Kritik/Saran 1 2 3 4 5
2 Kesesuaian tata letak
4 Kemenarikan alur penyajian
Rata-rata Skor 22/5=4.4
Kriteria Sangat Baik
Hasil Uji Coba Perorangan Produk Media Infografik Perang Diponegoro pada Aspek Kebahasaan oleh Guru I
No Indikator yang
Dinilai Deskripsi Skala Kritik/Saran 1 2 3 4 5 norma pendidikan
5 pilihan kata yang digunakan dapat rasa ingin tahu penggunanya
4
Jumlah Skor 12 10
Total Skor 22
Rata-rata Skor 22/5=4.4
Kriteria Sangat Baik
Rekapitulasi Rekapitulasi Uji Coba Perorangan Produk Media Infografik
Rekapitulasi Rekapitulasi Uji Coba Perorangan Produk Media Infografik