BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Pembahasan
cara yang paling ampuh. Pukulan akan memberikan suatu perasaan tidak enak terhadap anak. Hukuman hukuman fisik seberapapun ringanya,akan memberikan akibat buruk bagi perkembangan anak.
Anak yang di asuh dengan pola asuh demokratis lebih leluasa mengutarakan inspirasinya, mereka tidak merasa tertekan. Karena meskipun orang tua mereka dengan pendidikan yang tidak tinggi, tapi sangat mempedulikan pendidikan anaknya. Mereka tidak ingin anaknya memiliki riwayat hidup sama dengan mereka. Sehingga pola pikir yang di miliki oleh anak juga lebih luas sehingga anak juga lebih mementingkan pendidikan dan memiliki hubungan harmonis terhadap keluarga dan lingkungan sekitar. Pola asuh ototriter adalah pola asuh yang ditandai dengan cara mengasuh anak-anaknya dengan aturan-aturan ketat, seringkali memaksa anak untuk berperilaku seperti dirinya (orang tua), kebebasan untuk bertindak atas nama diri sendiri dibatasi.
Anak jarang diajak berkomunikasi dan diajak ngobrol, bercerita-cerita, bertukar pikiran dengan orang tua, orang tua malah menganggap bahwa semua sikapnya yang dilakukan itu dianggap sudah benar sehingga tidak perlu anak dimintai pertimbangan atas semua keputusan yang menyangkut permasalahan anak-anaknya. Pola asuh yang bersifat otoriter ini juga ditandai dengan hukuman-hukuman tersebut sifatnya hukuman-hukuman badan dan anak juga diatur yang membatasi perilakunya. Perbedaan seperti sangat ketat dan bahkan masih tetap diberlakukan sampai anak tersebut menginjak dewasa.
Kewajiban orang tua adalah menolong anak dalam memenuhi kebutuhan hidup anak-anaknya, akan tetapi tidak boleh berlebih-lebihan dalam
menolong sehingga anak tidak kehilangan kemampuan untuk berdiri sendiri di masa yang akan datang.Orang tua yang suka mencampuri urusan anak sampai masalah-masalah kecil misalnya jam istirahat atau jam tidur, macam atau jenis bahkan jurusan sekolah yang harus dimasuki, dengan demikian sampai menginjak dewasa kemungkinan besar nanti mempunyai sifat-sifat yang ragu-ragu dan lemah kepribadian serta tidak mampu mengambil keputusan tentang apa pun yang dihadapi dalam kehidupannya, sehingga akan menggantungkan orang lain. Pada saat bersosialisasi maka yang ditunjukkannya adalah perilaku sosial. Pembentukan perialku sosial seseorang dipengaruhi oleh berbagai faktor baik yang bersifat internal maupun yang bersifat eksternal. Pada aspek eksternal situasi sosial memegang pernana yang cukup penting. Situasi sosial diartikan sebagai tiap-tiap situasi di mana terdapat saling hubungan antara manusia yang satu dengan yang lain. Dengan kata lain setiap situasi yang menyebabkan terjadinya interaksi sosial dapatlah dikatakan sebagai situasi sosial.
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan penelitian yang telah di lakukan dapat di tarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Pola asuh yang di terapkan oleh orang tua terhadap anak yang ada di desa homa kecamatan adonara barat adalah model pola asuh demokratis dan otoriter.
2. Pola asuh yang di terapkan di pengaruhi oleh latar belakang pendidikan usia dan pekerjaan dari orang tua.
3. Pola asuh yang di terapkan orang tua mempengaruhi perkembangan bakat anak.Anak yang di asuh dengan model pola asuh demokratis akan lebih kreatif,berprestasi dan mudah berinteraksi dalam masyarakat.
Sedangkan anak yang di atur dengan pola asuh otoriter akan membuat anak tertekan dan tidak percaya diri. Hal ini dapat mematikan kreatifitas dan perkembangan anak.
B. SARAN
Orang tua hendaknya bisa menjalin komunikasi yang baik dengan anak. Tidak membuat jarak pembatas antara anak dan orang tua agar anak bisa dengan leluasa menceritakan apa yang dialami tanpa merasa takut. Agar perilaku sosial anak yang baik dalam bermasyarakat, orang tua harus bijaksana dalam menetapkan peraturan- peraturan di rumah tanpa harus mematikan inisiatif dan
kreatifitas anak. Anak yang tertekan akan cenderung tertekan dan tidak percaya diri, sehingga tidak mudah bersosialisasi dengan baik. Sikap ini memberi efek buruk dalam perkembangan bakatnya.Anak selalu membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari orang tunya.
DAFTAR PUSTAKA
Anwar H.M, 2000, Peranan Gizi dan Pola Asuh dalam Meningkatkan Kualitas Tumbuh Kembang Anak, Makalah disajikan dalam Seminar Sehari Depkes, Jakarta.
Ahmadi, 1991,Psikologi Sosial. Jakarta : Rineka Cipta.
Clemes, Harris, Ph.D, 2001, Membangkitkan Harga Diri Anak,Jakarta : Mitra Utama.
Damsar ,2012,Sosiologi Pendidikan,Indonesia ,Kencana.
Dagun, M Save, 2002, Psikologi Keluarga,Jakarta : PT. Rineka Cipta.
Edward DC, 2006, Ketika Anak Sulit Diasuh:Panduan Orang Tua Mengubah Masalah Perilaku Anak, Bandung : PT. Mizan Pustaka.
GunawanH. Ari,2000,Sosiologi Pendidikan Suatu Analisis Sosiologi tentangPelbagai Problem Pendidikan,Jakarta: Rineka Cipta.
Hurlock, 1976, Perkembangan Anak,Jakarta : Erlangga.
Horton,1986, Sosiologi : Erlangga,Jakarta.
Ishomuddin,2002,Soiologi Agama,Jakarta :Ghalia Indonesia dan UMMPress Ihromi, 1999, Bunga Rampai Sosiologi Keluarga, Jakarta : Obor.
Khairuddin, 1997, Sosiologi Keluarga, Yogyakarta : Liberty
Kusuma,Dharma,Triatna,Cepi,Permana,Johar,2012,Pendidikan KarakterKajian Linton, Ralph, 1936, The Study Of Man, New York : Appleton Press.
MoleongLexy,2005,Metode Penelitian Kualitatif,Bandung: Remaja Rosda Karya.
Mead,George H.1972. Mind, Self and Society, London, The University Of Cicago Press.
Poloma,Margaret M,2013,Sosiologi Kontemporer,Yogyakarta : PT Raja Grafindo Persada.
PudjiwatiSajogyo,2011,Sosiologipedesaan,Yogyakarta : UGM
Ritzer George,2013,Sosiologi Ilmu Pengetahuan Berparadigma Ganda,Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.
Sugiyono,2014,Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R &D,Bandun : Alfabeta.
Ritzer,George,2004,Teori Sosiologi Modern,Jakatra : Kencana.
SoerjonoSoekanto,2005,Sosiologi Suatu Pengantar,Jakarta: Raja Grafindo.
SoekidjoNotoatmodjo,2009,Sumber Daya Manusia,Jakatra:Rineka Cipta.
SlametSantoso,2010,PsikologiSosial,Bandung :Aditama.
Sunarto, Kumanto, 1993, Pengantar Sosiologi, Jakarta : Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Teori Dan Praktik DiSekolah,Bandung:PT Remaja Rosdakarya.
Kartono,Kartini,1992,Peranan Keluarga Memandu Anak,Jakarta : Rajawa.
Undang –Undang Nomor 2 Tahun 2002 Tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Undang – Undang Nomor 23 Tahun 2002 ,Tentang Perlindungan Anak.
Walgito,Bimo,2011,Teori-Teori Psikologi Sosial,Yogyakarta : Andi.
Hhttp://rezyoung.blogspot.co.id/2015/05/proposal-peran-orang-tua-dalam-mengasuh.html diakses tgl 02-02-2017pukul 18:06
LAMPIRAN
A. Dokumentasi
Wawancara dengan bapak AL pada tanggal 24 april 2017
Wawancara dengan bapak SB pada tanggal 25 april 2017
Wawancara dengan bapak LS pada tanggal 26 april 2017
Wawancara dengan bapak TN pada tanggal 25 april 2017
Wawancara dengan bapak AE pada tanggal 28 april 2017
B. Draf Daftar Wawancara I. Identitas Informan
1. Nama : ………..
2. Jenis Kelamin : 1. Laki-laki 2. Wanita
3. Umur : ……….
4. Tingkat Pendidikan : 1. SD 2. SMP 3. SMA 4. S1
5. Pekerjaan : ………
6. Jumlah Anak : ………..
II. Peran Orang Tua
1. Bagaimana pembagian waktu antara pekerjaan dan mengurus anak ?
2. Adakah aturan-aturan khusus yang diterapkan dalam keluarga 3. Bagaimana hubungan antara orang tua dengan anak ?
4. Bagaimana perilaku anak dalam keluarga dan lingkungan ? 5. Apa harapan orang tua terhadap anak ?
;