• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Pembahasan

Penilitian tindakan kelas ini dilaksanakan sebnyak 2 siklus. Siklus I dilaksanakan selama 3 kali pertemuan dan siklus II dilaksanakan sebanyak 4 kali pertemuan. Pelaksanaan tindakan ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VII.4 SMP Negeri 1 Tanete Riaja dengan menerapkan model pembelajarn kooperatif dengan pemanfaatan media buku tiga dimensi.

Dalam penelitian ini, data yang diperoleh berupa data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari hasil observasi keterlaksannan model pembelajaran, hasil observasi aktivitas siswa, dan tes hasil belajar siswa. Adapun data kualitatif diperoleh dari hasil observasi keterlaksanaan model pembelajaran dan hasil observasi aktivitas belajar siswa. Data kuantitatif disajikan dalam bentuk tabel sedangkan data kualitatif disajikan dengan mendeskripsikan hasil yang diperoleh.

Berikut ini pembahasan dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan.

1. Keterlaksannan Model Pembelajaran

Dalam memperoleh hasil observasi keterlaksannan model pembelajaran yang dilaksanakan oleh peneliti sebagai guru, dilakukan observasi mengenai hal tersebut. Observasi dilaksanakan pada setiap pertemuan baik pada siklus I maupun pada siklus II.

Observasi yang dilaksanakan sesuai dengan aspek kegiatan guru yang diamati dalam melaksanakan pembelajaran yaitu dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif dengan memanfaatkan media buku siswa tiga dimensi pada siswa kelas VII.4 SMP Negeri 1 Tanete Riaja.

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif dengan pemanfaatan media buku tiga dimensi yang dilaksanakan oleh peneliti sebagai guru pada kelas VII.4 SMP Negeri 1 Tanete Riaja terlaksana dengan sangat baik dengan persentase 100% pada pertemuan pertama , keempat dan kelima pada siklusi I dan II , dan persentase 95,65% pada pertemuan kedua dan keenam pada siklis I dan II. Dengan demikian dapat dikatan bahwa kegiatan pemeblajaran yang dialaksanakan oleh peneliti sebagai guru pada kelas VII.4 SMP Neger 1 Tanete Riaja terlaksana denagn baik sesuai dengan langkah-langkah yang

ditunjukkan pada penerapan model pembelajaran kooperatif dengan pemanfaatan media buku siswa tiga dimensi.

2. Aktivitas Belajar Siswa

Observasi aktivitas belajar siswa dilaksanakan pada setiap pertemuan dalam pembelajaran matematika. Pada pelaksananaan tindakan yang dilakukan oleh peneliti, telah diperoleh hasil observasi yang menunjukkan peningkatan aktivitas belajar seluruh siswa kelas VII.4 SMP Negeri 1 Tanete Riaja dalam pembelajaran matematika dari siklus I sampai siklus II. Peningkatan tersebut dapat terlihat dari rata-rata skor seluruh siswa yang diperoleh dari hasil observasi pada setia pertemuan mulai siklus I sampai siklus II.

Pada hasil observasi siklus I, diperoleh hasil yang menunjukkan peningkatan rata-rata skor aktivitas belajar siswa dari pertemuan pertama sampai pertemuan kedua mengalami sedikit penurunan. Hal ini terjadi karena pada siklus pertama seluruh siswa hadir dalam proses pembelajaran sedangkan pada pertemuan kedua terdapat 3 orang siswa yang tidak mengikuti proses pembelajaran dikarenakan sakit. Hal ini tentu berpengaruh kepada perolehan persentase skor rata-rata aktivitas belajar siswa. Namun persentase skor yang diperoleh siswa masih pada kategori kurang aktif. Adapun rata-rata skor seluruh siswa jika dipersentasekan maka hasil yang diperoleh aktivitas belajar siswa pada pertemuan pertama sebanyak 19,75% dan pertemuan kedua sebanyak 19,08%. Hasil observasi pada

pertemuan pertama dan kedua menunjukkan bahwa rata-rata skor aktivitas belajar siswa masih sangat rendah atau kurang aktif. Hasil yang diperoleh tersebut belum memenuhi indikator keberhasilan yang ingin dicapai karena indikator keberhasilan yang ingin dicapai adalah persentase rata-rata skor seluruh siswa yang diperoleh pada akhir siklus berada pada kategori aktif atau sangat aktif yaitu berada pada interval 70%-100%. Dengan demikian, penelitian ini dilanjutkan pada siklus II salam 3 kali pertemaun.

Pada siklus I, hasil observasi menunjukkan bahwa rata-rata aktivitas belajar siswa kelas VII.4 SMPN 1 Tanete Riaja masih sangat kurang dalam berbagai aspek. Dengan kelemahan yang diperoleh pada siklus I yang menyebabkan penelitian belum berhasil, maka peneliti melakukan refleksi dan merencanakan beberapa perbaikan yang akan diterapkan pada siklus II, agar aktivitas belajar siswa dapat lebih meningkat sesuai dengan indikator keberhasilan yang ingin dicapai dalam penelitian ini.

Pada pelaksanaan tindakan siklus II, hasil observasi menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor aktivitas belajar seluruh siswa pada pertemuan keempat sampai dengan pertemuan keenam. Meskipun pada pertemuan keempat belum mengalami peningkatan yyang signifikan namun pada pertemuan kelima dan pertemuan keenam.jika pada pertemuan keempat persentase skor rata-rata aktivitas belaja siswa sebanyak 4,41dari skor ideal 12 dan jika di

presentasikan menjadi 36,75% dari persentase skor ideal 100% namun pada pertemuan kelima mulai mengalami peningkatan sebanyak 6,41 dan jika dipersentasekan menjadi 53,41% sedangkan pada pertemuan keenam sebanyak 8,67 dan jika dipersentasekan menjadi 72,25% yang berada pada kategori aktif. Hasil yang diperoleh pada sikluss II menunjukkan bahwa indikator keberhasilan yang ingin dicapai telah terpenuhi karena persentase skor aktivitas belajar seluruh siswa berada pada kategoro aktif dengan persentase 72,25%.

3. Hasil Belajar Matematika Siswa

Pada tabel 4.15 dibawah ini akan memperlihatkan secara terperinci peningkatan hasil belajar matematika siswa kelas VII.4 SMP Negeri 1 Tanete Riaja setelah dilaksanakan pembelajaran kooperatif denga pemanfaatan media buku siswa tiga dimensi dalam proses pembelajaran pada siklus I dan II dengan pokok bahasan Penyajian Data.

Tabel 4.15 Gambaran Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Tes Hasil Belajar Siklus I dan Siklus II.

TES BELAJAR SUBJEK

SKOR

RENTANG SKOR Ideal Teringgi Terendah

Rata-rata

Siklus I 27 100 75 15 55,55 60

Siklus II 27 100 87,5 35 70,00 52,5

Dari tabel 4.15 diatas terlihat adanya peningkatan hasil belajar matematika siswa pada pokok bahasan Penyajian Data setelah dilaksanakan dua kali tes siklus, dimana skor rata-rata pada siklus I sebesar 55,55 yang berada pada kategori sedang menjadi 70,00 pada siklus II berada pada kategori tinggi.

Selanjutnya akan ditampilkan Tabel Pencapaian Kriteria Ketuntasan Minimal Nilai Tes Hasil Belajar Siklus I dan Siklus II siswa kelas VII.4 SMP Negeri 1 Tanete Riaja setrelah diterapkan model pembelajaran kooperatid denga pemanfaatan media buku siswa tiga dimensi.

Tabel 4.16 Pencapaian Kriteria Ketuntasan Minimal Nilai Tes Siklus I

Skor Kategori Frekuensi Persentase

≥65

≤65

Tuntas Tidak Tuntas

8 19

29,63%

70,37%

Jumlah

27 100%

Tabel 4.17 Pencapaian Kriteria Ketuntasan Minimal Nilai Tes Siklus II

Dari Tabel 4.16 dan tabel 4.17 diatas juga terlihat bahwa persentase hasil belajar siswa sebesar 29,63% yaitu 8 dari 27 siswa termasuk dalam kategori tuntas dan 70,37% atau 19 dari 27 siswa termasuk dalam kategori tidak tuntas pada siklus I, yang berarti 18 siswa memerlukan perbaikan karena belum mencapai kriteria ketuntasan individual sedangkan pada siklus II persentase ketuntasan belajar siswa sebesar 85,18 siswa atau 23 dari 27 siswa termasuk dalam kategori tuntas dan 14,82% atau 4 dari 27 siswa berada pada kategori tidak tuntas. Jadi pada siklus II ketuntasan belajar siswa mencapai ketuntasan secara klasikal yaitu ≥85% dan mengalami peningkatan yang cukup tajam dari siklus sebelumnya.

Dari hasil diatas menunjukkan bahwa adanya peningkatan hasil belajar matematika siswa kelas VII.4 SMP Negeri 1 Tanete Riaja setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif dengan pemanfaatan media buku siswa tiga dimensi.

Skor Kategori Frekuensi Persentase

≥65

Berdasarkan pmbahasan diatas, dapat disimpulkan bahwa penelitin yang dilaksanakan dalam 2 siklus selama 7 kali pertemuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VII.4 SMP Negeri 1 Tanete Riaja dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif dengan pemanfaatan media buku tiga dimensi telah berhasil dengan terpenuhunya semua indikator keberhasilan yang ingin dicapai hasil observasi yng dilaksanakan maupun hasil tes disetiap akhir siklus. Dengan demikian, penilitian ini dikaatakan telah berhasil dan tidak perlu dilanjutkan pada siklus berikutnya.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VII.4 SMP Negeri 1 Tanete Riaja melalui model pembelajaran kooperatif dengan pemanfaatan media buku siswa tiga dimensi telah dilaksanakan 2 siklus. Siklus I dilaksanakan selama 3 kali pertemuan dan siklus II dialksanakan sebanyak 4 kali pertemuan. Maka peneliti menyimpulkan beberapa hal sebagai berikut :

1. Meningkatnya hasil belajar matematika siswa kelas VII.4 SMP Negeri 1 Tanete Riaja yang meliputi skor rata-rata siswa pada siklus I adalah 55,55 dengan standar deviasi 14,299, dan pada siklus II skor rata-rata siswa adalah 70,00 dengan standar deviasi 14,839 sedangkan jumlah siswa yang tuntas belajar adalah 29,63% atau sebanyak 8 dari 27 siswa pada siklus I menjadi 85,18% atau sebanyak 23 siswa dari 27 siswa pada siklus II yang berarti indikator yang ingin dicapai telah terpenuhi pada siklus II.

2. Meningkatnya aktivitas belajar siswa kelas VII.4 SMP Negeri 1 Tanete Riaja pada pembelajaran matematika dengan penerapan model pembelajaran kooperatif dengan pemanfaatan media buku siswa tiga dimensi yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Dimana pada hasil observasi yang diperoleh pada akhir siklus I menunjukkan aktivitas belajar seluruh siswa berada pada kategori sangat kurang aktif, maka penelitian dilanjutkan pada siklus II. Hasil

observasi yang diperoleh pada siklus II menunjukkan aktivitas belajar seluruh siswa berada pada kategori aktif.

3. Terjadi perubahan sikap siswa selama proses bembelajaran sesuai dengan hasil observasi yaitu dengan adanya penerapan model pembelajaran kooperatif dengan pemanfaatna media buku siswa tiga dimensi dapat meningkatkan minat belajar siswa serta keaktifan siswa.

B. Saran

Berdasarkan kesimpulan hasil penilitian yang telah dikemukakan, maka peneliti memberikan beberapa saran dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan, antara lain:

1. Kepada guru matematika agar dapat mencoba memanfaatkan media buku siswa tiga dimensi dalam proses belajar m,engajar untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

2. Guru matematika sebaiknya lebih kreatif dan lebih peka dalam menciptakan suasana kelas agar siswa tidak cepat bosan dan tegang dalam belajar serta lebih termotivasi untuk memperhatikan apa yang diajarkan.

3. Kepada pihak sekolah agar sedianya meningkatkan sarana dan prasarana seperti kualitas buku dan kuantitas buku di perpustakaan.

DAFTAR PUSTAKA

Daryanto.2012. Media Pembelajaran. Bandung : Sarana Tutorial Nurani Sejahtera.

Fahrul. 2007. Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas V Inpres Batua II Bertinggkat Makassar Melalui Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together. Skripsi Universitas Muhammadiyah Makassar.

Fitriani. 2011. Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Melalui Pemanfaatan Media Komik Pada Siswa Kelas VI SD Inpres Julumatene Kecamatan Bontolempangan Kabupaten Gowa. Universitas Negeri Makassar.Skripsi Universitas Negeri Makassar.

Haslinawati, 2007. Efektivitas Penggunaan Metode Komik Terhadap Hasil Belajar Matematika pada Pokok Bahasan Bilangan Bulat Siswa Kelas VI SD Inpres Makassar. Skripsi Universitas Muhammadiyah Makassar.

Rohmaniyah, Nafi’atur. 2012. Media Pembelajaran 3 Dimensi.http://nafimubarokdawam.blogspot.co.id/2012/05/media-pembelajaran-tiga-dimensi.html. Diakses pada tanggal 24 Januari 2017.

S, Mapposoro. 2004. Belajar dan Pembelajaran : Modul 1 – 6. Makassar : Fakultas Ilmu Pendidikan UNM Makassar.

Sahabuddin. 1999. Mengajar dan Belajar. Makassar : State University of Makassar.

Setiawati Fitriyah. 2016. Menerapkan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dengan Pendekatan Saintifik dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa.Skripsi Universitas Negeri Makassar.

Slameto. 1995. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta : Rineka Cipta.

Sudjana. 2006. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung:Remaja Rosdakarya.

Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Pendidikan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D.

Bandung: Alfabeta

Suparno, Paul. 1997. Filsafat Konstruktivisme dalam Pendidikan. Yogyakarta : Konsius

Suprihatiningrum, Jamil. 2013. Strategi Pembelajaran. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.

Trianto. 2009. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta:

Kencana Prenada Media Grup.

Dokumen terkait