• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Pembahasan

Pergudangan merupakan bagian integral dari semua sistem logistik yang berperan penting dalam melayani penyimpanan barang dan persediaan. Selain itu, pergudangan juga merupakan jaringan primer diantara produsen dan pelanggan yang digunakan menyimpan persediaan selama seluruh bagian proses logistik berjalan. Dari banyaknya barang-barang persediaan yang disimpan di dalam gudang tersebut, maka diperlukan suatu perlakuan khusus untuk mengatur dan mengelola barang-barang persediaan yang ada di gudang,

Aktivitas pergudangan tidak hanya memasukan barang ke dalam gudang saja, melainkan juga pengaturan terhadap barang selama disimpan di dalam gudang beserta administrasi yang diperlukan. Pelaksanaan manajemen pergudangan yang baik sangat penting karena dapat mendukung lancarnya aktivitas pergudangan tersebut.

Perusahaan Daerah Pusat Pergudangan Kota Pedaringan Surakarta merupakan satu-satunya perusahaan jasa pergudangan yang terbesar se-Solo Raya. Hal ini seperti yang dikatakan oleh bapak Suwardi selaku Kepala Bagian Umum dan Personalia :

“Apalagi disini merupakan satu-satunya pergudangan yang terbesar se-

Solo Raya yang mungkin tidak ada perusahaan daerah lain yang bergerak di bidang jasa pergudangan seperti kami. Dan gudang yang kami miliki termasuk gudang terbuka” (Wawancara tanggal Maret )

Gudang yang dimiliki oleh Perusda PPK Pedaringan ini merupakan gudang yang bersifat terbuka karena berada di lokasi yang luas dan terbuka. Dalam Erim Report Series Research in Management, yang berjudul Open

commit to user

Location Management in Automated Warehousing Systems Yugang Yu and René B.M. de Koster mengemukakan demikian :

open locations can also be managed for reducing the total cycle travel time in such systems. However, because open locations normally change dynamically during storage and retrieval processes in these systems, the related research could be much more challenging than in a conventional warehousing system.” (lokasi yang terbuka juga dapat dikelola untuk mengurangi total siklus dari waktu perjalanan dalam sistem tersebut. Namun, karena lokasi terbuka biasanya berubah secara dinamis selama proses penyimpanan dan pencarian dalam sistem ini, penelitian terkait bisa jauh lebih menantang daripada dalam sistem pergudangan konvensional). (Yu and de Koster, : )

Di Pusat Pergudangan Kota Pedaringan Surakarta melaksanakan manajemen pergudangannya sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP) Pergudangan yang telah ditetapkan. Hal tersebut sesuai dengan yang disampaikan oleh Bapak Djarot Tri Janto selaku Kepala Kantor Gudang di Pusat Pergudangan Kota Pedaringan Surakarta berikut :

“kami melaksanakan manajemen pergudangan disini sesuai dengan SOP

yang kami susun berdasarkan ISO sebagai aturan baku internasional agar alur dalam penataan barang di gudang tidak awut-awutan” (Wawancara tanggal Maret )

Standard Operating Procedure (SOP) Pergudangan yang dimaksud tersebut meliputi penerimaan barang, pengeluaran barang, pengawasan dan pelaporan, serta tagihan. SOP ini digunakan sebagai landasan dalam pengelolaan aktivitas pergudangan. Seperti yang disampaikan oleh Bapak Djarot berikut ini :

“SOP yang kami susun itu ya ini, meliputi penerimaan, pengeluaran,

pengawasan dan pelaporan, sama tagihan.” (Wawancara tanggal

commit to user

Sesuai dengan kajian teori, akan dideskripsikan pelaksanaan manajemen pergudangan di Perusahaan Daerah Pusat Pergudangan Kota Pedaringan Surakarta dengan mengambil kategori-kategori yang meliputi penerimaan barang, pengeluaran barang, pengawasan dan pelaporan, serta tagihan yang diambil sesuai dengan SOP Pergudangan. Kategori tersebut digunakan oleh penulis sebagai indikator dalam penelitian terkait manajemen pergudangan di Perusahaan Daerah Pusat Pergudangan Kota Pedaringan Surakarta.

Indikator-indikator tersebut digunakan sebagai landasan dalam mengkaji hasil penelitian di lapangan yang didukung dengan telaah kajian teori. Hasil penelitian tentang manajemen pergudangan di Perusahaan Daerah Pusat Pergudangan Kota Pedaringan Surakarta yang diperoleh melalui hasil wawancara, observasi, dan pengkajian dokumen dapat dijelaskan sebagai berikut :

. Penerimaan Barang

Penerimaan barang merupakan proses awal dari pelaksanaan manajemen pergudangan di Pusat Pergudangan Kota Pedaringan Surakarta. Hal penting yang dilakukan dalam proses penerimaan barang ini adalah menentukan penjadwalan barang akan diterima gudang. Penjadwalan ini ditentukan sesuai dengan kesepakatan kontrak gudang yang dilakukan terlebih dahulu antara Perusda Pedaringan dengan pihak penyewa. Hal ini sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Bapak Suwardi selaku Kepala Bagian Umum dan Personalia :

commit to user

“Sebelum barang itu datang, terlebih dahulu kan bikin perjanjian dulu

lewat kontrak gudang. Nah, disitu akan terdapat rincian barang mau masuk kapan, jumlahnya berapa, diangkut pakai apa, lamanya

penyimpanan, dan keluar kapan.” (Wawancara tanggal Maret

)

Dari hasil wawancara tersebut menunjukan bahwa untuk memasukan barang ke gudang tidak langsung dibawa ke gudang begitu saja. Akan tetapi, juga melalui perjanjian atau kontrak terlebih dahulu untuk menyewa gudang antara pihak penyewa dengan Perusda Pedaringan. Di dalam kontrak tersebut akan dijelaskan detail barang, waktu yang dibutuhkan untuk menyimpan barang, dan biaya penyimpanan barang.

Hal ini sesuai dengan yang dikatakan oleh salah satu perwakilan penyewa gudang di Perusda Pedaringan, bapak W yang mengatakan demikian :

“Sebelum nyewa tempat itu (gudang), kami nego dulu dengan pihak

Pedaringan. Pihak sana kasih kita surat perjanjian yang isinya kontrak rincian sewa gudang. Disitu dijelaskan secara detail semua tata cara dan aturan dalam penerimaan sampai pengeluaran barang bahkan

rincian biaya.” (Wawancara tanggal Maret )

Setelah itu, pihak Pedaringan mempersiapkan gudang untuk barang yang akan dititipkan oleh pihak penyewa. Petugas/checker gudang harus memastikan bahwa gudang yang akan digunakan untuk menyimpan barang- barang dari pihak penyewa benar-benar telah siap untuk digunakan. Hal ini seperti yang disampaikan oleh bapak Bambang Marsono salah satu Checker Gudang di Pusat Pergudangan Kota Pedaringan Surakarta :

“Sebelum pihak penyewa datang, gudang harus dipastikan benar- benar siap Mas. Ya,, seperti yang sedang kita lihat ini Mas, kita bersihkan dulu gudangnya dan diperbaiki mana saja yang kelihatannya

commit to user

rusak agar pihak penyewa merasa nyaman dengan gudang disini.” (Wawancara tanggal Maret )

Ada beberapa peralatan penting yang harus disediakan sebelum barang menuju ke gudang. Peralatan tersebut sangat penting dalam proses bongkar barang dan proes pemasukan barang ke gudang. Bapak Djarot menambahkan :

“Dalam penerimaan khususnya saat bongkar muat nantinya perlu

disiapkan peralatan internal dan eksternal. Peralatan internal berupa rak penyimpanan atau pallet untuk barang yang membutuhkannya, serta forklift untuk membantu bongkar barang dari truk ke gudang.

Kalau eksternal ya parkir sama dok bongkar muatnya.” (Wawancara

tanggal Maret )

Peralatan internal yang dimiliki oleh gudang di Perusda Pedaringan meliputi :

a. Rak penyimpanan (Bin)

Rak penyimpanan (Bin) ini memiliki berbagai jenis bentuknya. Yaitu, bin yang standar dan bin yang bisa bergerak. Hal ini sesuai dengan yang disampaikan oleh bapak Bambang demikian :

“Di dalam gudang itu juga ada Bin Mas. Bin itu ada yang standar

biasa kayak lemari dan yang bisa bergerak karena memakai roda

biar mudah digeser.” (Wawancara tanggal Maret )

Dalam buku “Sistem Manajemen Jembatan : Pedoman Manajemen Gudang” oleh Direktorat Jenderal Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum Republik Indonesia tahun , menyatakan bahwa : Barang yang disimpan di Bin biasanya kecil, mudah ditangani dan stok relatif bergerak cepat (hal. - ).

commit to user

Demikian pula di Perusda Pedaringan ini menggunakan kedua rak tersebut untuk menyimpan barang-barang yang kecil. Seperti yang disampaikan oleh bapak Bambang :

“Kalau bentuk rak itu untuk arsip atau dokumen Mas. Selain itu,

bahan-bahan kimia juga harus ditaruh di rak itu. Tapi, ya ada prosedurnya tersendiri untuk barang-barang jenis kecil-kecil itu.” (Wawancara tanggal Mei )

Dari petikan wawancara tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan Bin hanya cenderung digunakan pada arsip-arsip atau dokumen dan jenis-jenis bahan kimia. Fungsi penggunaan rak ini untuk menjaga keamanan barang selama disimpan. Dalam penggunaannya pun tidak sembarang barang dimasukkan begitu saja melainkan ada tata cara tersendiri dalam menentukan barang yang akan disimpan dimasukkan ke dalam rak atau tidak.

b. Forklift

Forklift atau mesin pengangkat barang merupakan alat mekanik yang digunakan untuk mengangkat dan mengangkut barang-barang dari transportasi pengangkut barang ke gudang atau sebaliknya. Di Perusda Pedaringan tiap gudang memiliki forklift. Fungsi dari alat ini untuk membantu proses bongkar/muat barang. Bapak Suwardi mengatakan demikian :

“Kami memiliki forklift di gudang. Pemakaiannya ya tergantung

barang yang masuk Mas. Hanya barang-barang yang muatannya berat saja yang bisa diangkut pakai forklift, tidak semua harus memakai forklift. Yang mengoperasikan sudah ada orangnya

commit to user

Petikan wawancara tersebut menunjukan bahwa penggunaan forklift ini tergantung dari jenis dan berat barang yang akan masuk ke gudang. Biasanya forklift digunakan untuk mengangkat barang-barang yang padat dan tidak mudah hancur dalam jumlah yang besar. Dalam penggunaan forklift dibutuhkan tenaga ahli tersendiri yang profesional dalam mengoperasikannya. Jadi tidak sembarangan orang boleh untuk mengoperasikan alat tersebut.

c. Hand-Palet

Hand-palet ini merupakan mesin pengangkat barang yang digunakan untuk mengangkat dan mengangkut barang-barang dari transportasi pengangkut barang yang bentuknya lebih kecil dibandingkan dengan forklift. Hand-palet ini digunakan untuk mengangkut barang- barang yang beratnya relatif ringan. Sama halnya dengan forklift, hand- palet ini digunakan untuk membantu dalam proses bongkar/muat dan merupakan alat mekanik yang dimiliki oleh Perusda Pedaringan.

Dengan adanya alat mekanik ini pekerjaan bongkar muat akan menjadi lebih mudah dan pekerjaan bisa cepat selesai. Hal ini akan memperlancar kegiatan penerimaan barang ini. Seperti yang disampaikan oleh bapak Bambang demikian :

Yen nganggo hand-palet ki luwih penak Mas. Pekerjaan dadi enteng. Opo meneh yen nganggo forklift kae. (Kalau memakai hand-palet itu lebih enak Mas. Pekerjaan jadi lebih mudah. Apalagi kalau menggunakan forklift).” (Wawancara tanggal Maret ) Dari petikan wawancara tersebut penggunaan hand-palet maupun forklift sangat membantu sekali bagi petugas gudang untuk membongkar

commit to user

atau memuat barang sehingga pekerjaan yang dilakukan menjadi lebih ringan dan cepat. Dengan demikian, pihak penyewa akan merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan oleh Perusda Pedaringan.

d. Palet

Palet adalah nampan dari kayu yang permukaan atas dan bawahnya datar (Warman, : ). Palet atau nampan ini memiliki kaki yang pendek pada setiap sikunya. Palet dapat digunakan secara bersusun. Menurut John Warman ( : ) ada lima cara yang pokok dalam menggunakan palet dan nampan :

) Penumpukan Blok

Yaitu penumpukan bersusun, yang satunya ditumpuk di atas yang lain. Keuntungannya ialah ruangan dapat dimanfaatkan secara maksimal. Kerugiannya yaitu kemudahannya perputaran sediaan kurang dapat diandalkan.

) Pemagaan Berkolong

Yaitu dengan menggunakan tangan-tangan yang menjorok di beberapa jenjang pada paga. Barang-barang dibawa dengan truk garpu angkat, lalu ditaruh di atas palet lewat sampingatau belakang dan diletakkan berbaris di atas tangan yang memanjang tadi. Kejelekannya yaitu sistem perputaran sediaan tidak dapat dipegang teguh. Akan tetapi, sistem ini mempunyai keuntungan yang lebih aman bahwa barang tidak mudah roboh dan apabila yang ditumpuk itu barang yang empuk barang itu tidak akan mudah remuk.

commit to user

) Pemagaan Palet Tetap

Dengan cara ini perputaran sediaan dapat dilakukan dengan mudah karena tiap palet dipisahkan satu terhadap lainnya sehingga dapat diambil satu per satu.

) Pemagaan Palet yang Mobile

Cara ini memungkinkan terjadinya arus palet dengan kecepatan makimal. Tetapi mempunyai sedikit kejelekan yaitu memerlukan ruang yang lebih besar. Apabila tingkat kecepatan arus itu rendah sedangkan operasi mengisi dan mengambil relatif sedikit, maka sistem ini memprmudah pengambilan dan pengendalian barang. Sistem ini sebenarnya sama saja dengan sederetan paga di atas alas yang dapat dipindahkan atau bergerak, dimana tiap blok terdapat satu jalur. Cara ini membuka kesempatan untuk mengisi dan memilih palet.

) Sediaan Bergerak

Cara ini menggabungkan pemakaian ruangan yang intensif, mudah memilih dan perputaran sediaan yang baik. Terdiri atas sejumlah penyampai yang dipasang pada satu kerangka yang tunggal sehingga membentuk blok yang ketat. Apabila salah satu palet diambil, maka palet berikutnya diatas jalur akan merosot ke bawah dan siap untuk diambil.

Penggunaaan palet di Perusda Pedaringan juga menggunakan cara- cara tersebut. Untuk penggunaan Palet ini tergantung dari permintaan

commit to user

penyewa juga. Apabila mereka menginginkan menggunakan palet akan diberikan oleh pihak Pedaringan. Bapak Djarot mengatakan demikian :

“Penggunaan palet itu tergantung permintaan klien Mas. Kalau

pengen dikasih palet ya dikasih. Kalau nggak ya ditaruh dilantai gudang gitu aja.” (Wawancara tanggal Mei )

Dari wawancara tersebut menunjukan bahwa tidak semua penyewa gudang menggunakan palet untuk menyimpan barang di gudang. Penyewa cenderung meminta barang-barang mereka untuk diletakan diatas lantai gudang begitu saja tanpa menggunakan palet. Akan tetapi, untuk penyewa yang memiliki bahan-bahan kebutuhan pokok seperti sembako dan bahan- bahan industri diharuskan untuk menggunakan palet. Bapak Djarot menambahkan :

“Palet itu biasanya untuk sembilan bahan pokok sama industri. Palet

ini kan ada rongganya, fungsi palet ini nantinya untuk mempermudah manuver pergerakan, menjaga kelembapan barang, dan keawetan barang itu. Terutama bagi sembako itu biar nggak cepat busuk. Penumpukan diatas palet juga dibatasi cuman ton.” (Wawancara tanggal Mei )

Berdasarkan wawancara tersebut kegunaan palet adalah untuk memudahkan arus pergerakan barang, menjaga kondisi kelembapan barang, dan menjaga barang agar tetap awet. Selain itu, palet hanya digunakan untuk mendukung penyimpanan terhadap bahan-bahan pokok dan bahan-bahan industri.

Penggunaan palet ini juga ada batas beban tumpukan barangnya sebesar ton. Lebih dari itu, maka barang harus diletakkan di ruas gudang yang baru. Kemudian, untuk peralatan eksternalnya gudang di Perusda pedaringan memiliki fasilitas berikut :

commit to user

a. Daerah parkir truk/trailer

Daerah parkir truk/trailer ini diperlukan untuk penerimaan dan pengeluaran barang dengan penggunaan dalam jumlah besar. Di Pedaringan memiliki areal parkir yang luas yang berfungsi untuk persinggahan bagi pengumpulan kiriman barangyang masuk atau keluar. Serta akses bebas menuju gudang dengan diberikan jalan khusus.

b. Daerah penyimpanan kontainer

Daerah ini memiliki fungsi yang hampir sama dengan daerah parkir truk karena merupakan areal yang dicadangkan untuk menempatkan kontainer sebelum dibongkar atau dimuat. Di Pedaringan daerah penyimpanan kontainer ini memiliki ruang yang cukup luas sehingga proses bongkar/muat dapat berlangsung lancar.

c. Dok bongkar/muat

Areal ini sangat berguna bila diperlukan forklift untuk membongkar/memuat barang dari kendaraan pengangkut. Untuk areal ini, Perusda Pedaringan telah menyediakannya persis di depan gudang. Tujuan peletakan areal ini di depan gudang agar proses bongkar atau muat barang berjalan dengan lancar serta tidak membutuhkan waktu yang banyak.

Untuk tahap selanjutnya pihak relasi/klien akan dihubungi lebih lanjut terkait gudang yang akan disewa telah siap untuk digunakan. Pihak penyewa ini akan mengirimkan barang-barangnya ke gudang ini dengan diharuskan membuat surat jalan yang ditujukan kepada Kepala Pergudangan Pusat

commit to user

Pergudangan Kota Pedaringan Surakarta. Seperti yang disampaikan oleh Bapak Djarot demikian :

“Sebelum barang masuk gudang, pengantar harus menyerahkan surat jalan yang menyatakan perintah dari perusahaan yang memiliki barang

tersebut untuk memasukkan ke dalam gudang.” (Wawancara tanggal

Maret )

Salah seorang pengantar barang dari PT. Andhika Solo Megah yang merupakan salah satu perusahaan penyewa gudang di Pedaringan mengatakan demikian :

“Sebelum kesini dari pihak perusahaan kami ngasih surat jalan dulu

buat dikasih ke pihak sini. Ya, buat bukti penyerahan dari pihak perusahaan kami ini Mas untuk dibawa ke gudang.” (Wawancara tanggal Maret )

Hal tersebut juga didukung oleh apa yang disampaikan oleh penyewa gudang yang lain di Perusda Pedaringan yaitu bapak Z :

“Kalau nganter barang dibuatin surat jalan dulu sama perusahaan

Mas. Buat syarat penyerahan barang.” (Wawancara tanggal Maret

)

Dari kutipan wawancara diatas menunjukan bahwa surat jalan dari pihak penyewa menjadi salah satu dokumen penting dalam proses pemasukan barang ke gudang. Surat jalan ini sebagai tanda bukti bahwa pihak penyewa telah memberikan perintah kepada seseorang atau jasa pengantar untuk mengantarkan barang-barangnya menuju ke gudang di Pedaringan. Hal ini diperlukan untuk menjadi pertimbangan bagi pihak Pedaringan agar tidak terjadi kesalahan dalam proses pemasukan barang ke gudang.

commit to user

Setelah surat jalan tersebut diterima oleh Kepala Pergudangan, selanjutnya Kepala Pergudangan meminta kepada Staff Kantor Gudang untuk dibuatkan Surat Perintah Pelaksanaan Bongkar Barang (SPPB). SPPB ini dibuat untuk menyatakan bahwa barang dari pihak relasi/klien siap untuk dibongkar dari transportasi pengirim untuk dimasukan ke dalam gudang penyimpanan. Bentuk dari SPPB tersebut adalah sebagai berikut :

Gambar .

Surat Perintah Pelaksanaan Bongkar/Muat Barang

Sumber : PPK Pedaringan, .

SPPB ini akan diserahkan kepada checker gudang sebagai orang yang ditugaskan untuk membongkar barang dari transportasi relasi/klien dan

commit to user

memasukannya ke dalam gudang. Sebelum dilakukan penyimpanan ke gudang, checker gudang ini akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu terhadap barang yang akan dimasukan ke dalam gudang. Pemeriksaan tersebut meliputi jenis dan kondisi barang serta menghitung jumlah barang. Bapak Bambang mengatakan demikian :

“Barang-barang yang mau dibongkar itu harus diperiksa dulu Mas. Baik itu jumlah, jenis barangnya, lalu keadaannya seperti apa. Soalnya, hal ini dilakukan untuk menjaga kondisi dan keamanan barang juga.” (Wawancara tanggal Maret )

Jadi, dapat disimpulkan bahwa barang-barang yang akan dititipkan ke dalam gudang di Pedaringan ini tidak sembarang barang boleh diterima begitu saja. Hal ini seperti yang disampaikan oleh bapak Djarot demikian :

“Ooo, ya jelas nggak semua bisa kami terima dong Mas. Kami disini

juga tidak mau ambil resiko. Kami periksa dulu barang-barang yang mau masuk kesini berbahaya atau nggak, lalu bisa menimbulkan polusi dan kerusakan lingkungan sekitar atau nggak itu kami berhak untuk meng-check-nya dan berhak untuk menolaknya.” (Wawancara tanggal Maret )

Berdasarkan hasil wawancara tersebut pihak Perusda Pedaringan tidak ingin mengambil resiko yang besar apabila barang-barang yang akan disimpan di gudang termasuk jenis barang yang membahayakan. Perusda Pedaringan akan menanyakan dan memeriksa terlebih dahulu barang yang akan dititipkan oleh penyewa gudang sebelum proses penggudangan barang akan dilaksanakan.

Setelah pemeriksaan yang dilakukan oleh checker gudang tersebut sesuai dengan SPPB, selanjutnya checker gudang akan memasukkan barang-barang dari pihak penyewa tersebut kedalam gudang penyimpanan

commit to user

yang telah dipersiapkan sebelumnya. Dalam proses bongkar muat untuk memasukan barang ke dalam gudang pihak Perusda Pedaringan sendiri sudah menentukan berapa waktu yang dibutuhkan untuk membongkar barang dengan melihat jenis barangnya dan peralatan yang digunakan dengan mengandalkan tenaga ahli yang profesional. Bapak Suwardi mengatakan :

“Kami memiliki tenaga ahli yang sudah terlatih, sehingga dalam

proses bongkar muat tidak akan terjadi penundaan waktu yang lama. Apalagi di perusahaan ini juga didukung peralatan forklift untuk membantu kelancaran proses bongkar muat. Kami sudah memperkirakan untuk bongkar muat bak truk angkutan barang tidak lebih dari jam.” (Wawancara tanggal Maret )

Mengenai keakuratan dalam menentukan ruangan dan ketepatan waktu bongkar muat barang, pihak Pedaringan memastikan tidak akan terjadi kelebihan ruang atau space untuk penyimpanan. Bapak Djarot mengatakan :

“Saya sendiri meyakinkan kalau dalam bongkar muat tidak akan

terjadi keterlambatan. Terkecuali, kalau ada hambatan yang tidak diduga. Karena sebelumnya sudah diperhitungkan secara matematis mengenai ruangan yang akan dibutuhkan dengan barang yang akan

masuk. Jadi, kami tidak sembarangan memasukan barang begitu saja.”

(Wawancara tanggal Maret )

Hal tersebut juga didukung dengan apa yang disampaikan oleh Bapak Suwardi yang mengatakan :

“Dalam penentuan luas ruangan kami sudah memperkirakan

perhitungan berapa m yang dibutuhkan berdasarkan dimensi barang sebelumnya. Jadi, pada saat pemasukan barang nanti tidak akan terjadi over space. Ini akan membuat waktu bongkar barang menjadi lebih

lama kalau sampai terjadi kejadian seperti itu.” (Wawancara tanggal

commit to user

Selanjutnya, checker gudang melapor ke Staff Kantor Gudang bahwa barang yang akan disimpan telah selesai diperiksa dan siap untuk dimasukan kedalam gudang. Setelah itu, staff kantor gudang akan membuat Tanda Terima Penyimpanan (TTP) rangkap , TTP tersebut dapat dilihat seperti berikut ini :

Gambar .

Tanda Terima Penyimpanan

Sumber : PPK Pedaringan, .

TTP ini akan diserahkan kepada pihak penyewa sebagai tanda bahwa barang-barangnya telah diterima dan telah dimasukkan kedalam gudang untuk menjalani proses penyimpanan.

commit to user

Staff kantor gudang akan menyimpan TTP yang lain untuk dijadikan lampiran dan arsip bagi Pusat Pergudangan Kota Pedaringan Surakarta. Tidak hanya berhenti disitu saja, staff kantor gudang akan mengisi dan mencatat Kartu Stok Administrasi (KSA) untuk dijadikan lampiran. KSA ini berisi tentang kondisi, keadaan, dan jumlah barang selama disimpan di

Dokumen terkait