BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. Pembahasan
78 juga tidak ada yang salah satunya membantah dengan kebaikan Pasti itu masalah akan terlesaikan.
79 orang tua tidak boleh melantarkan anak – anaknya. Ketika orangtua terus menerus mengabaikan anak untuk mengerjakan tugas-tugas lain, rasa tidak aman akan berkembang dalam pikiran anak. Model pola asuh seperti ini dikenal emiliki dampak serius pada kehidupan anak-anak. Sewaktu anak merasa diabaikan, maka ia merasa bahwa mengabaikan orang lain adalah suatu hal yang biasa. Anak selalu lebih suka menarik diri dari situasi sosial. Kurangnya perhatian pada anak akan menurunkan tingkat kepercayaan dari anak. pada akhirnya, anak akan merasa lebih sering untuk mengalami ketakutan dan kecemasan. Ketidak pedulian yang konstan dari orangtua dapat berdampak hasil belajar yang buruk di sekolah. Bahkan, anak mungkin juga akan sering membolos di sekolah.
Akibat dari kurangnya perhatian pada anak adalah kenakalan remaja, penyalahgunaan obat dan alkohol, dan juga kejahatan remaja lainnya.
Dalam pola asuh seperti ini akan membuat anak tidak mampu untuk mempertahankan suatu hubungan.Anak akan mempunyai sifat yang mudah marah. Selanjutnya anak tidak ter urus, ketika anak telah pulang dari sekolah, orangtua tidak menawarkan makanan kepada anak tersebut.
Orangtua tidak membantu anak dalam studi dan kegiatan ekstrakurikuler.
Akibatnya nilai yang didapat anak begitu buruk, bahkan tidak lulus ujian.
Orangtua dalam hal ini juga mengabaikan nilai anak dan prestasi belajar di sekolah. Orangtua menghabiskan waktu mereka pada kegiatan pilihan yang mereka sukai, sehingga mengabaikan anak, apa yang anak sebenarnya inginkan orangtua sibuk dalam percakapan mereka.
80 b. Selanjutnya dari penyebab pasangan suami istri pisah tinggal meliputi yang pertama pasangan yang di jodohkan, Sebagai orang tua janganlah menjodoh – jodohkan anak karena bisa saja anak itu tidak saling mencintai ataupun nanti keluarganya berantakan hanya karena orang tua kita yang menjodoh – jodohkan kita. Atau juga janganlah menikah kalau memang tidak saling mencintai, karena kalau menikah tanpa percintaan bisa saja keluarga kita nanti tidak bertahan lama, itu yang membuat kita menjadi pelajaran. Cobalah kita mengenal laki – laki atau perempuan dan saling mencintai setulus hati dan kalau nanti berkeluarga kita bisa membangun keluarga yang baik dan saling menyanyangi.
c. Selanjutnya solusi pasangan suami istri pisah tinggal yaitu tidak Pola Asuh anak, lingkungan. Karena kehidupan manusia tidak lepas dari masalah pribadi, masalah keluarga, sampai masalah Negara.Walaupun demikian masalah tetap harus disyukuri karena dengan adanya masalah manusia dituntut untuk harus berfikir dan mengarahkan seluruh kemampuannya untuk memecahkan masalah sehingga timbul ilmu, teori atau penemuan baru. Hasil akhir yang ingin dicapai dari masalah yang timbul adanya solusi atau jalan keluar. Solusi adalah cara atau jalan yang digunakan untuk memecahkan atau menyelesaikan masalah tanpa adanya tekanan.
Maksud dari tanpa tekanan adalah adanya objektivitas dalam menentukan pemecahan masalah dimana orang mencari solusi tidak mendasarkan pendapat pribadinya dan berpodoman pada kaidah atau aturan yang ada.
81 Jika tidak demikian yang dapat akan sangat subjektif sehingga dikhawatirkan bukan merupakan solusi terbaik.
Selain itu, hasil penelitian di atas juga berkaitan dengan Teori interaksi sosial George Simmel menjelaskan disini bahwa salah satu perhatian utamanya ialah interaksi (asosiasi- asosiasi) dikalangan aktor aktor dan sadar dan maksud Simmel ialah melihat sederetan luas interaksi yang mungkin tampak sepele pada suatu ketika tetapi sangat penting pada saat lainnya. Oleh karena itu, Simmel kadang – kadang mengambil pendirian yang berlebih lebihan menngenai interaksi didalam sosiologinya, banyak orang tidak memperhatikan wawasan – wasannya kedalam aspek – aspek sosial berskala besar.
Interaksi sosial adalah kunci dari semua kehidupan sosial karena tanpa interaksi sosial tak akan mungkin ada kehidupan bersama. Bentuk umum proses sosial adalah interaksi sosial yang juga dapat dinamakan proses sosial karena interaksi sosial merupakan syarat utama terjadinya aktivitas – aktivitas sosial.
Bentuk lain proses sosial hanya m,erupakan bentuk bentuk khusus interaksi sosial.
Menurut arti kata, Interaksi sosial adalah hubungan sosial yang dinamis antara orang perorangan, antara orang persorangan dan kelompok, antara kelompok dan kelompok.
Selain itu juga, Arti terpenting komunikasi adalah bahwa seseorang memberikan tafsiran pada perilaku orang lain (yang berwujud pembicaraan, gerak – gerak badaniah atau sikap), dengan adanya komunikasi tersebut, sikap – sikap dan perasaan – perasaan suatu kelompok manusia atau orang – orang lainnya. Hal itu kemudian merupakan bahan untuk menentukan reaksi apa yang akan
82 dilakukannya. Dalam komunikasi kemungkinan sekali terjadi berbagai macam penafsiran terhadap tingkah laku orang lain.
83 BAB VI
PENUTUP A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dikemukakan oleh penulis yang bersumber dari hasil observasi dan wawancara mengenai Pola hubungan Pasangan Suami Istri yang Pisah Tempat Tinggal Terhadap Keluarga Di Kelurahan Balakia Kecamatan Sinjai Barat Kabupaten Sinjai. Maka dapat disimpulakan bahwa:
1. Interaksi terhadap anak yang ditinggal orang tua yang pisah tempat tinggal terhadap keluarga
Hubungan yang erat dan perhatian terhadap anak tetap perlu di jaga dan diperhatikan baik itu berkaitan dengan kebutuhan anak sehari-hari yang bersifat finansial maupun tidak, termasuk juga perhatian terhadap prestasi belajar anak. Orang tua pun tetap menjaga hubungan baik meskipun orang tua pisah tempat tinggal. artinya supaya, anak tidak segan-segan untuk tetap menjalin hubungan baik dengan orang tua atau tidak membenci salah satu dari kedua orang tuanya.
2. Penyebab pasangan suami istri yang pisah tempat tinggal
Dalam empat pasangan suami istri pisah tinggal di ketahui bahwa banyak penyebab yang di rasakan oleh suami istri pisah tinggal baik yang menyenangkan, maupun yang menyedihkan masalah yang mereka hadapi bermacam-macam yaitu, adanya perjodohan, adanya pernikahan dini, adanya tidak saling mencintai, dan adanya orang ketiga. Hal inilah yang menjadi penyebab rumah tangga mereka tidak berkualitas di karenakan tidak mampunya mereka mempertahankan rumah tangganya, dan adanya ketidak harmonisan hubungan antara orang tua dan anak,
84 dan tidak di bangunnya keluarga mereka atas dasar cinta dan kepercayaan di antara keduanya, dan tidak mandirian mereka dalam membangun rumah tangga mereka.
3. Solusi terhadap pasangan suami istri yang pisah tempat tinggal
Solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah:
sebelum memutuskan untuk pisah tempat tinggal, hendaknya orang tua memikirkan permasalahan yang terjadi dan mencari solusi yang tepat dengan mempertimbangkan masalah yang akan terjadi terutama pada anak adalah adanya ketegasan dalam rumah tangga supaya anak juga bisa berkembang dengan baik dan tidak memikirkan hal – hal yang membuat itu menjadi stres, orang tua harus lebih tegas lagi dalam membimbing anaknya dalam berumah tangga.
Setiap keluarga pasti merasakan yang namanya masalah dalam kehidupannya baik itu masalah keluarga, maupun masalah pribadi. Akan tetapi karena orang tua menyangka bahwa menikahkan anak dengan seseorang yang dipilihnya atau menjodohkan akan mendatangkan kebahagiaan bagi si anak, namun kenyataannya kehidupan keluarga anak mereka tidak jadi harmonis dan bahagia. Hal tersebut terjadi akibat ketidak siapan mental dari anak untuk memasuki kehidupan keluarga si anak belum bisa merencanakan masa depannya dalam artian belum memahami arti dari pernikahan yang sebenarnya.
85 B. Saran
Sebagai sumbangan pemikiran penulis kepada para pasangan suami istri yang pisah tempat tinggal, berdasarkan hasil penelitian dan karya tulis ilmiah ini maka penulis memberikan saran – saran sebagai berikut :
1. Kepada pasangan suami istri yang pisah tempat tinggal agar kiranya tetap bisa terjalin interaksi terhadap keluarga dan anak – anaknya.
2. Kepada orang tua di harapkan agar tidak mengegoiskan diri atau menjodohkan anaknya kepada orang lain yang anaknya tidak menyukainya 3. Kepada instansi tekait, masyarakat Kelurahan Balakia agar bisa memberikan motivasi kepada pasangan suami istri yang pisah tempat tinggal untuk terus saling berkomunikasi dengan keluarganya
86 DAFTAR PUSTAKA
Anwar,Yesmil. Adang. 2013. Sosiologi untuk Universitas. PT Refika Aditama.
Ahmad, Abu. 2007.Sosiologi Pendidikan. PT Rineka Cipta, Jakarta Baso, Madiong. Sosiologi Hukum. CV,SH: Media Makassar
Basri, Hasan. Landasan Pendidikan. Penerbit: CV Pusataka setia Bandung 2013 Farida, Hanum 2011. “Sosiologi Pendidikan”, Yogyakarta : Kanwa Publisher, hal.
29-31
Friedman. M. 1998 Teori dan Praktek Keperwatan Keluarga (Familly Nursing : Theory and Practice), edisi 3. Alih Bahasa Deborah R. L. Ina. Asy Yoakim. Jakarta : EGC
Jones, Pip. 2010. Pengantar Teori – Teori Sosial-dari Fungsionalisme hingga Post Modernisme. Jakarta Pustaka Obor Indonesia
Kartono, kartini 2014.Patologi Sosial. PT. Rajagrafindo Persada Jakarta
Khairiyah, Nelty Zen. Suhendi End. Pendidikan agama Islam dan Budi Pekerti.Pusat Kurikulum dan pembukaan, balitbang, kemdikbud.
Khaeruddin, 2008. Sosiologi Keluarga. Yogyakarta: Liberty.
Ritzer, George. Teori Sosiologi, Dari sosiologi Klasik Sampai perkembangan terakhirPost modern. Penerbit Pustaka pelajar 2012.
……… George daan Douglas J. Goodman 2014. Teori Sosiologi Modern. Jakarta PT. Kencana Prenada Media Group.
Rahmawati, Yeni Kurniati Euis. Startegi Pengembangan Kreativitas Pada Anak.
KENCANA PRENADA MEDIA GROUP
Syarifuddin, Amir. 2006. Hukum Perkawinan Islam Diindonesia, Kencana Prenadamedia group.
Sugiyono, 2014. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, Alfabeta, CV.:Bandung.
Susan, Novri. Pengantar Sosiologi Konflik dan Isu Isu Konflik kontenporer, JakartaL: Kencana,2010.
87 Sudiharto. 2007. Asuhan Keperawatan Keluarga dengan Pendekatan
Keperawatan Transtruktural. Jakarta EGC
Soekanto, Soerjono. 2010. Sosiologi Suatu Pengantar, PT Raja Garfind PersadaJakarta.
...Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta:Rajawali Pers, 2012
---, 2009. Sosiologi keluarga, ( Tentang Ikhwal Keluarga, Remaja dan Anak) PT RINEKA CIPTA. Jakarta.
……….., Soerjono. 1993. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penegakan Hukum
.
Jakarta: Raja Grafindo Persada.Peck cary, Jane. 1991. Wanita dan Keluarga, Kanisus:Yogyakarta
Milles, M.B dan Huberman, A.M. 1884. Qualitative Data Analysis: A Sourc Moleong, 2000. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung:
PT Remaja Rosdakarya
Book or New Methods. Beverly Hils: Sage Publication.
Willis, J. Goode. 2011. Sosiologi Keluarga. Bina Aksara
Widjaja, AW. 1985. Kesadaran Hukum Manusia dan Masyarakat Pancasila Jakarta: Era Swasta.
88
89
90